Menu

Tim UGM Raih Emas di Kontes Robot Internasional Trinity College, AS

Apr
13
2018
loading...
by : . Posted in : Post

Tim Robot Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta meraih prestasi gemilang dengan berhasil menyabet emas dan perak pada ajang kontes robot internasional, The 25th Trinity College International Fire Fighting Home Robot Contest yang dilaksanakan pada 6-8 April 2018 di Oosting Gymanasium, Trinity College Ferris Athletic Center, Hartforf Connecticut, Amerika Serikat.

Gadjah Mada Robotic Team (GMRT) yang berhasil menjadi juara dengan menyabet medali emas dan perak untuk kategori lomba robot berkaki pemadam api terdiri dari Atin Yudi Wibowo (Diploma Teknik Elektro Sekolah Vokasi UGM, sebagai Ketua Tim),  Adien Gumilang (S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik UGM),  Dani Setyawan (S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik UGM), Habib Astari Adi (S1 Elektronika dan Instrumentasi, Fakultas MIPA UGM) didampingi oleh Dekan Sekolah Vokasi, Dr. Wikan Sakarinto, selaku Dosen Pembimbing dan dan Dr. Rachmat Sriwijaya selaku Ketua Pembina Gadjah Mada Robotic Team. Mereka mengadu prestasi dengan para mahasiswa lebih dari 60 tim yang berasal antara lain Amerika Serikat, Kanada, China, Ethiopia, Israel, Portugal, dan Persatuan Emirat Arab

Wikan, selaku ketua kontingen tim robot, sempat tidak menyangka tim robot UGM berhasil meraih juara. Pasalnya, robot berkaki yang diberi nama Al Fatih sempat mengalami masalah sebelumnya karena ada bagian robot yang patah setelah keluar dari bagasi pesawat.

Perjalanan dari Abu Dhabi hingga bandara John F. Kennedy, New York, koper berisi dua robot yang dibawa tidak diperkenankan masuk ke dalam kabin. Petugas imigrasi tetap memaksa agar masuk ke dalam bagasi pesawat.

“Petugas imigrasi US di Abu Dhabi bersikeras melarang koper berisi robot masuk kabin. Meski ditempel stiker “Fragile” tetap tidak bisa memastikan koper kita terlempar, tertumpuk, dan terbentur,” ujarnya.

Alhasil, setelah dari bandara, salah satu bagian robot ada yang patah. Anggota tim sempat ragu dan sedikit kecewa karena belum ikut perlombaan justru menghadapi masalah. Mereka berharap agar lem yang menyambungkan bagian robot yang patah tersebut bisa membawa keberuntungan.

“Saya menyemangati mereka, moga-moga lem-nya membawa berkah. Sudahlah, pokoknya dilem dan dipanaskan dengan hair dryer. Saya minta anak-anak tetap pede buat tampil maksimal besoknya,” kata Wikan menjelang satu hari sebelum perlombaan.

Tantangan tim robot UGM tidak hanya berhenti sampai di situ. Selama tiga jam lebih, ke empat mahasiswa ini harus menguras energi, pikiran dan mental karena terdapat peraturan agar semua robot yang mengikuti perlombaan diharuskan mengikuti tiga kali uji gelombang suara secara acak dengan kondisi robot masih dinyalakan.

Peraturan tersebut sempat membuat mahasiswa panik sebab mereka belum pernah menemukan aturan yang sama selama mengikuti perlombaan. Apabila tidak lolos uji tersebut maka dipastikan robot dari Indonesia tidak bisa ikut lomba.

“Terpaksa bongkar pasang sensor suara, kita hanya membawa empat buah sensor dari dua robot. Idealnya enam sensor untuk dua robot. Para mahasiswa melakukan riset, eksperimen dan bongkar pasang, hingga asap solder mengepul, hampir menabrak batas waktu yang ditentukan panitia,” kenang Wikan.

Tim dari UGM, kata Wikan, sempat melobi panitia agar memberikan kelonggaran waktu untuk dua robot yang dipastikan betul-betul siap mengikuti uji tersebut. Setelah dirasa sudah siap mengikuti tes, kedua robot dinyatakan lolos uji. “Akhirnya, kedua robot dinyatakan layak,” ujarnya.

Keberhasilan mahasiswa meraih juara kontes robot kali ini, patut diapresiasi. Sebab, perjuangan mereka untuk bisa lolos dan meraih juara menjadi kebanggaan bagi anak muda di Indonesia sehingga bisa berkarya dan meraih prestasi yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Sumber: ugm.ac.id (09/04/18)

Indonesia Proud

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

artikel lainnya Tim UGM Raih Emas di Kontes Robot Internasional Trinity College, AS

Wednesday 8 February 2017 | Post

Buah naga sekarang ini sedang membanjiri pasar. Buah naga merah atau buah naga putih sangat disukai,…

Monday 20 March 2017 | Post

Calling all tenants to joint out multiproduct bazaar @Plaza Semanggi period 3-16 April 2016 Category Tenant:…

Thursday 11 May 2017 | Post

Tari Remo sebagai pembukaan pentas Ludruk (https://www.youtube.com) Masyarakat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki ketoprak…

Thursday 5 October 2017 | Post

Artis Strength and Fitness – Artis Rowing Thanks to Allison for putting this together! Possible rowing…