Menu

Irwandi Jaswir Raih King Faisal International Prize 2018 Lewat Halal Science

Apr
15
2018
loading...
by : . Posted in : Post

Ilmuwan asal Indonesia, Prof. Dr. Irwandi Jaswir, pria kelahiran Medan yang dikenal dengan julukan “Profesor Halal,” mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan berhasil menyabet penghargaan  King Faisal International Prize 2018 untuk kategori  Pelayanan Kepada Islam (Service to Islam).

Irwandi Jaswir adalah orang kedua setelah Mohammad Natsir (PM ke-5 RI) yang menerima penghargaan bergengsi yang seringkali disebut “Nobel” dalam dunia Arab dan Islam.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud kepada Irwandi dalam sebuah acara megah yang diselenggarakan di Hotel Faisaliyah, Riyadh  pada 26 Maret 2018 atas kontribusinya yang besar dalam pengembangan Halal Science.

Riset  Halal Science bertujuan untuk mempermudah umat Muslim dalam mengidentifikasi makanan yang halal dan haram, serta mencari alternatif makanan halal dengan memproduksi gelatin Halal dari sumber makanan halal, seperti unta dan ikan.

Dalam laman resmi  King Faisal International Prize dijelaskan, kontribusi besar Profesor Irwandi untuk Islam dilakukan lewat risetnya di bidang Halal Science di mana ia telah mempublikasikan lebih dari 120 artikel yang telah di-peer review di jurnal ilmiah, juga melakukan lebih dari 30 studi riset.

Salah satu studi yang dianggap berjasa untuk Islam dari Irwandi adalah studinya mengidentifikasi dan memverifikasi DNA babi dalam produk gelatin dan gelatin yang terkandung dalam makanan olahan. Irwandi juga mengembangkan metode yang dapat mengidentifikasi zat makanan tidak halal, misalnya alkohol atau babi pada makanan dengan menggunakan ‘Portable Electric Nose’.

Dalam sambutan singkat di hadapan Raja Salman, Irwandi mengajak kepada seluruh peneliti Islam di seluruh dunia untuk terus berkarya dan menyumbangkan pemikiran dan penelitian ilmiahnya kepada Islam di semua aspek disiplin ilmu sebagai sumbangan untuk kemanusiaan.

Menurut Wakil Direktur INHART (International Institute for Halal Research and Training) Universiti Islam Antar Bangsa Malaysia ini, dengan pertumbuhan pasar industri halal yang mencapai 3,1 triliun dolar AS, halal science menjadi komponen vital dalam memperkuat industri hala dan perekonomian muslim. Irwandi mengingatkan, saintis muslim bertanggung jawab besar dalam hal ini.

Melalui disiplin ilmu baru ini, posisi Irwandi mampu menyatukan “Halal Science” sebagai alat untuk menyempurnakan pendapat ahli fiqih. Ini merupakan langkah ke depan bagi dunia muslim untuk membantu banyak ahli Islam dalam menyelesaikan banyak isu yang berhubungan dengan halal dan haram melalui pengenalan “Halal Science”.

Penghargaan King Faisal Prize diluncurkan tahun 1979, diberikan dalam lima kategori, yaitu, Pelayanan Kepada Islam (Service to Islam), Studi Islam (Islamic Studies), Bahasa Arab dan Literature (Arabic Language and Literature), Obat (Medicine), dan Sains (Science).

Penghargaan dalam kategori Pelayanan Kepada Islam (Service to Islam) diberikan kepada kepada tokoh-tokoh dunia yang dianggap telah melakukan upaya-upaya yang luar biasa dalam mempromosikan Islam sebagai agama yang toleran atau memiliki karya-karya yang didedikasikan untuk kemajuan dan kesejahteraan umat Islam.

Sumber: hidayatullah.com, voa-islam.com (28/03/18)

 

Indonesia Proud

artikel lainnya Irwandi Jaswir Raih King Faisal International Prize 2018 Lewat Halal Science

Saturday 4 March 2017 | Post

Please come & join us @ SAKALA Co-working space – Grand Galaxy City, RSN 7 no.…

Tuesday 19 June 2018 | Post

Bazaar 2018 Bazaarjakarta.com kembali menyelenggarakan bazaar di Jakarta, dengan jadwal sebagai berikut: Bazaar Semarak Produk Nusantara…

Tuesday 17 October 2017 | Post

Artis Strength and Fitness – Artis Rowing Metcon (2 Rounds for time) 2 x 2000m Row…

Tuesday 13 June 2017 | Post

Artis Strength and Fitness – Cross-Training What a great first day we had yesterday! Now we…