Menu

Perjalanan Panjang 788Km ke Surabaya dengan Karina Double Decker

Nov
29
2017
by : . Posted in : Post

Perjalanan Panjang Jakarta – Surabaya via Pantura | photo: fatravelog

Tulisan ini akan jadi lumayan panjang, salah satunya karena perjalanannya yang memang panjang sekali, salah duanya? Bentar, lagi mikir.. atau langsung ditulis saja di bawah ini ya

Ada satu keperluan yang membuat saya perlu melakukan survey lihat-lihat jalur pantura ke Surabaya, pokoknya ada deh suatu saat nanti akan kepake hasil lihat – lihatnya karena memang perlu.

Jauh-jauh hari saya sudah cek pake bis apa yang recommended, sampai saya dapat info kalo ada bis double decker super eksekutif nya Karina ke Bangkalan yang tentu saja lewat Surabaya. Sip, deal saya beli tiket via online ticketing Karina-Lorena untuk bis Karina KS510 ke Bangkalan 26 November 2017 dengan titik keberangkatan di Pool Karina di R.A. Kartini Cilandak jam 8 pagi.

Minggu, 26 November 2017 pagi sekali jam setengah 8 saya sudah di pool Karina di Cilandak, waktu itu ada dua bis ke Sumenep yang sudah siap, salah satunya double decker. Sementara bis yang ke Bangkalan belum kelihatan. Sekitar jam 8 double decker yang ke Sumenep siap – siap berangkat, saya tanya petugas ticketing dan kondektur Karina apakah saya naik bis ini, jawabannya tidak, saya harus menunggu bis ke Bangkalan yang akan datang dari daerah. Oke lah.

Lama sekali sampai jam 9 saya tanya lagi petugas ticketing yang lain, kali ini jawabannya “seharusnya mas naik saja bis yang ke Sumenep tadi, sebenarnya boleh naik tapi petugas lain tadi yang tidak tau”. Sudah terlanjur ketinggalan, tiba-tiba bis double decker KS511 dari Bangkalan datang, katanya ini dia bis yang akan balik lagi ke Bangkalan KS510, saya diminta tunggu saja berangkatnya nanti jam 11an siang. Oke.

Sekitar jam 11 saya lihat bis nya masih dibersihkan, masih di-recheck lagi kondisinya oleh montir, saya tanya lagi petugas ticketing yang sama, kali ini jawabannya bisa bikin…. kalo saya sih senyum-senyum aja hahaha (atau ketawa??)… bis KS510 memang tidak ada yang berangkat via pool lagi, saya harus naik di Tanjung Priok. Tapi kenapa di online ticketing nya Karina dijual keberangkatan dari pool R.A Kartini? Mereka gak bisa jawab. Ini sih kayak mereka membantah jawabannya sendiri yang tadi pagi, terus solusinya? Katanya daripada saya ke Tanjung Priok, saya akan dipindah naik bis Karina ke Sumenep yang saat ini lagi jalan dari Tangerang ke pool, bis biasa eksekutif bukan double decker, di-downgrade. Tapi misalkan nanti ketemu sama bis KS510 di rumah makan atau di pom bensin, saya bisa minta pindah katanya. Okelah, karena tujuan saya naik bis ini cuma survey lihat – lihat jalur pantura akhirnya saya iyakan, santai saja masih tetap bisa lihat jalur kok, dan yang pasti saya minta duduk di kursi nomor 1 seperti nomor kursi saya di double decker, oke dapat seat 1C. Not bad!

Setelah selesai sholat dzuhur yang dijamak dengan ashar, datang bis KE552 ke Sumenep. Ini dia yang akan saya tumpangi. Tepat jam 1 siang akhirnya kita berangkat. Perjalanan 788 km dimulai dari sini!

KE552 Karina Jakarta – Sumenep | photo: fatravelog

Pertama bisnya ke Lebak Bulus dulu ada penumpang yang naik dari sana. Kemudian masuk tol dan keluar lagi di Cikarang ada yang akan berangkat dari sana juga. Terakhir bis masuk tol lagi dan keluar di Karawang untuk drop off penumpang transit ke Kediri di agen Klari. Selesai dari sini langsung masuk tol dan lanjut Cipali.

Karina KS552 Jakarta – Sumenep | photo: fatravelog

Cipali waktu itu gerimis dan di beberapa kilometer hujan deras. Selesai dari Cipali, bis kami keluar di Cirebon sebelum tol Kanci untuk service makan pertama di Rumah Makan Singgalang Jaya Cirebon. Yang pertama saya cari adalah charger hahaha.. karena gak di double decker jadi gak bisa re-charge hape, beda kalo di double decker mah bisa. Makanan di sini prasmanan, makanan berat saya isi full biar gak lapar sampai service makan kedua di Tuban nanti. Di sini saya ketemu dua double decker, yang satu tujuan Malang yang satu lagi tidak jelas karena tidak ada tulisan nomor bisnya di kaca. Saya juga tidak ketemu crewnya untuk tanya ini tujuan mana, keburu diajak berangkat oleh crew bis saya.

Karina Double Decker di RM Singgalang Jaya Cirebon | photo: faztravelog

Sekitar 17.45 kita lanjut perjalanan lagi, masuk ke tol Kanci – Palimanan lagi terus ke Pejagan sampai Brebes Timur a.k.a Brexit. Tiba di Brexit sekitar jam 18.38.

Brexit | photo: faztravelog

Brexit ini adalah akhir dari jalan tol yang kita lewati di wilayah barat Pulau Jawa, selanjutnya akan ketemu tol lagi nanti di Semarang dan di Gresik tol Kebomas. Selesai jalan tol, belok kanan sebentar sudah masuk kota Tegal diiringi hujan yang semakin deras.

Jalur Pantura Tegal | photo: faztravelog

Bis kami masuk ke Terminal Kota Tegal, di sini ada beberapa penumpang yang naik lagi. Seterusnya lanjut perjalanan ke arah Pemalang kemudian Pekalongan ditemani hujan yang kali ini setia banget nemenin perjalanan sampai besok paginya tiba di Tuban.

Sebelum memasuki Kota Pekalongan, kami ketemu macet ada penyempitan jalan untuk konstruksi jembatan. Karena terlalu lama dan panjang, bis kami pindah ke jalur sebelah atau kosa kata di kalangan awak bis dikenal sebagai ngeblong, lawan jalur yang ke arah Jakarta. Mulai terasa sensasi bus malamnya di sini hahaha…

Ngeblong Jalur Pantura Pekalongan | photo: faztravelog

Selepas dari macet ini, bis kami dapat masalah. Indikator overheat nya bersuara, tanda ada yang tidak beres dengan suhu mesin. Saya curiga ada masalah dengan air radiatornya. Setelah beberapa kilometer akhirnya kita menepi, sopir dan kondektur turun untuk cek kondisi yang setelah beberapa menit berikutnya suara indikator overheat berhenti, kemudian kita lanjut perjalanan. Baru akan memasuki Kota Pekalongan, indikator nya bersuara lagi, sepertinya masalahnya gak se-simple itu. Crew bis waktu itu menelpon montir dan crew bis Karina terdekat untuk minta bantuan, di depan kami ada bis KE540 ke Sumenep yang akhirnya nunggu dan ikut berhenti dengan kami di depan Ramayana Pekalongan Square jam 9 malam untuk cek kondisi bis kami.

Ramayana Pekalongan Square | photo: faztravelog

Setelah cukup lama dicek, dengan berat hati dan untuk alasan keselamatan bis kami dinyatakan tidak bisa lanjut perjalanan. Kami harus dioper, pindah ke bis lain.

Bis Karina Cek Masalah Mesin di Pekalongan | photo: faztravelog

Bis Karina Cek Masalah Mesin di Pekalongan | photo: faztravelog

Beberapa saat kemudian ada bis Lorena tujuan Denpasar yang lewat menawarkan bantuan, tapi karena kebanyakan dari kami tujuannya ke Madura, termasuk saya yang ke Surabaya akhirnya tidak jadi. Di bis KE540 juga hanya ada satu kursi tersisa di smoking room, salah satu penumpang bis kami numpang pindah disitu. Sedangkan kami yang lain akan menunggu bis double decker yang sudah cukup dekat di belakang. Beberapa menit kemudian bis double decker yang tadi tanpa nomor rute di Cirebon itu datang. Ternyata…. iya betul, ini bis yang ke Bangkalan KS510, bis saya seharusnya, memang betul ya kalo berjodoh pasti akan tetap ketemu bagaimanapun caranya hahaha… karena bis ini masih lumayan kosong, termasuk kursi saya di 1D deck atas juga masih kosong, akhirnya kami semua bisa diangkut.

Saat naik ke bis, saya cek kursi 1D saya yang kosong dipake oleh ibu-ibu untuk tidur selonjoran dua bangku, gak sopan kalo saya bangunin, saya cari kursi lain ada yang kosong kursi paling belakang pojok. Akhirnya saya duduk di situ dan mojok sampai Tuban. Kenapa sampai Tuban saja? Seperti yang saya bilang tadi, kalo memang jodoh pasti akan ketemu, nanti di Tuban saya kembali duduk di kursi saya di nomor 1.

Kabin Bis Karina Super Double Decker | photo: faztravelog

Terasa sekali bedanya bis eksekutif dan super eksekutif double decker ini, mulai dari kursinya, kenyamanan, kekedapan kabin dan suspensi yang lebih lembut, juga ada hiburan audio – video on demand (AVOD) di tiap kursi dan ada USB port untuk re-charge hape, satu kata: mewah!

Kabin Karina Super Double Decker | photo: faztravelog

Jadi, sebenarnya ada manfaatnya juga saya di-downgrade ke eksekutif biasa tadi siang di pool, saya jadi bisa rasakan dan bandingkan langsung dua kelas berbeda hanya dengan satu tiket perjalanan. Trust me, positive thinking itu selalu bikin bahagia 🙂 🙂

Oke lanjut, sekitar jam 21.45 kami berangkat lagi. Karena saya duduk paling belakang, jadi sudah tidak efektif lagi untuk survey lihat-lihat jalur, jadi mending tidur walaupun akibatnya saya harus kelewatan lihat kondisi jalur lingkar alas roban yang menurut saya penting untuk diperhatikan. Terakhir melek saya lihat kita sedang lewat di depan alun – alun Batang, Jawa Tengah, melek lagi saat akan masuk tol di Semarang dan berhenti di Demak ada penumpang yang turun. Selanjutnya saya tidur ayam saja sampai waktu itu jam 3.52 kita sampai di Rumah Makan Taman Sari Tuban untuk service makan kedua. Akhirnya makan juga….

Kali ini, saya masih cari charger hahaha.. karena charger di USB port kursi saya tidak berfungsi normal.

Rumah Makan Taman Sari Tuban | photo: faztravelog

Service makan “kepagian” kali ini makanan ringan saja, ada sop mi. Lumayan untuk sarapan dan hangatin badan dikit setelah menggigil kedinginan di bis tadi.

Service Makan bis Karina RM Taman Sari Tuban | photo: faztravelog

Di Tuban ini, bis kami berhenti sampai sekitar 2 jam lamanya. Info dari kondektur katanya kita tunggu bis yang ke Pamekasan dulu untuk oper beberapa penumpang pindahan dari bis saya tadi. Kasihan katanya, bis kami hanya sampai Bangkalan sedangkan tujuan mereka ke Pamekasan, bahkan Sumenep. Untuk saya sih ini oke banget, selain bisa lebih lama re-charge hape, juga jadi bisa sholat shubuh di musholla disitu, tidak di bis kalo bis kami jalan lebih awal.

Bis Karina Double Decker di Tuban | photo: faztravelog

Bis Karina Double Decker di Tuban | photo: faztravelog

Menjelang jam 6 pagi, kami siap – siap berangkat lagi. Disini selain memindahkan penumpang Pamekasan, ternyata ada bis lagi yang baru datang dan tujuannya ke Sumenep, kalo saya tidak salah dengar bis yang datang ini adalah bis kami yang bermasalah di Pekalongan tadi malam. Akhirnya, lebih setengah penumpang di deck atas dipindahkan ke bis Sumenep ini. Jadi kosong deh deck atas termasuk kursi saya di nomor 1, bahkan seluruhnya kursi 1 A, B, C dan D kosong. Nah, jadi kembali lagi kan saya ke kursi sebenarnya. Kalo memang jodoh, pasti akan ketemu bagaimanapun caranya 😀

Kabin Deck Atas Double Decker Karina | photo: faztravelog

Saya duduk di kursi 1A, di 1C dan 1D ada bapak – bapak dengan anaknya.Begini view dari hot seat 1A deck atas double decker Karina. Oh ya, di 1A ini port USB nya ok, jadi bisa re-charge hape lagi.

Double Decker Karina | photo: faztravelog

Double Decker Karina | photo: faztravelog

Beruntungnya lagi berangkat jam 6 pagi, saya bisa lihat pantai di sepanjang jalur Pantura Tuban dengan airnya yang tenang pagi itu berbalut cahaya matahari yang baru terbit dibalik kabut sisa hujan semalam. Enjoy the view, selamat pagi! 🙂

Sunrise Pantai Tuban | photo: faztravelog

Sunrise Pantai Tuban | photo: faztravelog

Sunrise Pantai Tuban | | photo: faztravelog

Nanti, kalo saya jadi “real trip” dari hasil survey lihat – lihat ini, akan saya sempatkan mampir di pantai ini. Ya minimal cari cilok atau jagung bakar 😀

Perjalanan kami lanjutkan, masih ada sekitar 100an km perjalanan lagi yang mana akan melewati Lamongan, kemudian Gresik baru terakhir tiba di Surabaya. Perjalanan jalur pantura Tuban – Lamongan dengan kondisi jalan yang bergelombang – berlubang dan trafik yang lumayan rame para pejalan lintas malam truk-bus pagi itu.

Jalur Pantura Tuban | photo: faztravelog

Jalur Pantura Tuban – Lamongan | photo: faztravelog

Selamat Jalan – Kota Tuban | photo: faztravelog

Jam 6.45 kami masuk ke Kabupaten Lamongan. Selamat datang di bumi LA Mania dan mengenang kembali almarhum Kapten Chairul Huda yang meninggal saat membela panji Persela Lamongan, Al Fatihah untuk almarhum.

Lamongan Kota Adipura | photo: faztravelog

Jalur Pantura Lamongan | photo: faztravelog

Gapura Selamat Jalan Kabupaten Lamongan | photo: faztravelog

Lewat Kabupaten Lamongan, kami memasuki Kabupaten Gresik. Tinggal satu kabupaten ini saja sebelum akhirnya masuk tol Kebomas dan keluar di Kota Surabaya.

Jam 8.13 kami memasuki Tol Kebomas arah Surabaya. Yes, sedikit lagi sampai hehe…

Tol Gresik – Surabaya | photo: faztravelog

Pintu Tol Kebomas | photo: faztravelog

Tarif Tol Kebomas | photo: faztravelog

Perjalanan di tol ini kami lanjutkan sampai kemudian ketemu pintu tol Tandes Barat.

Pintu Tol Tandes Barat | photo: faztravelog

Tarif Tol Tandes Barat | photo: faztravelog

Dan karena bis ini tujuannya ke Bangkalan Madura, jadi bis mengambil exit tol yang ke arah Tanjung Perak, bukan ke arah Kota Surabaya. Sekitar jam 8.40 saya diturunkan di Jalan Jakarta sebelum bis memasuki Pelabuhan Tanjung Perak. Yee… selamat datang di Surabaya!

Selamat Datang di Surabaya | photo: faztravelog

Jika ditotal termasuk waktu saat bis pertama saya bermasalah dan waktu istirahat di Tuban, waktu yang saya habiskan ke Surabaya kali ini sekitar 20 jam. Panjang sekali, one long journey, sudah lama sekali saya tidak naik bis malam jarak jauh seperti ini setelah terakhir kali di tahun 2013 waktu itu Banyuwangi ke Denpasar.

Overall, perjalanan panjang saya kali ini saya anggap sukses karena inti perjalanannya untuk survey lihat-lihat jalur Pantura bisa saya bilang terpenuhi dan sudah menghasilkan catatan pribadi untuk saya gunakan nanti.

Dari Jalan Jakarta ini saya pesan ojek online ke tempat saya menginap di Jalan Kedungdoro, enaknya kemana ya dua hari di Surabaya? Untuk trip kali ini saya memang tidak menyusun itinerary trip, karena intinya memang hanya ingin lihat – lihat jalur. Jadi, jalan – jalan di Surabaya nya kebanyakan insidentil, saya juga baru tau kalo sekitaran Jalan Kedungdoro ini dekat ke beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi. Misalnya sangat dekat ke Tunjungan Plaza dan Rawon Setan yang sepertinya wajib dicicipi hehehe….

Jadinya mau kemana? Akan saya tulis nanti di trip report selanjutnya, sekarang saya sudah tiba di hotel saatnya tidur, balas tidur yang hanya sedikit tadi malam ZzzzZzz….. Terima kasih.

*tulisan ini saya tulis di Bandara Juanda 28 November 2017 saat akan menunggu flight kembali ke Jakarta 😀

 


Fazword’s Travelog

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Perjalanan Panjang 788Km ke Surabaya dengan Karina Double Decker

Tuesday 7 November 2017 | Post

INFO YEAR END SALE BAZAAR Calling All Tenant !! Hallo sahabat Jakarta, Podjok Production kembali menyelenggarakan…

Thursday 30 November 2017 | Post

Anda tentu sudah tahu Bumerang, senjata khas suku Aborigin, Australia. Namun, tahukah anda bahwa ada pembuat…

Wednesday 12 July 2017 | Post

Perjanjian kalijati yang ditandatangani oleh Hitoshi Imamura dan Jendral Terporten menandakan penyerahan secara yuridis wilayah Hindia…

Monday 20 February 2017 | Post

Salah satu perhelatan akbar musik jazz, Java Jazz Festival (JJF), akan kembali hadir tahun ini. Masih…