Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

“The Seen and Unseen,” Film ‘Terpanas’ di Festival Film Internasional Toronto 2017

Sep
20
2017
by : . Posted in : Post

Film The Seen and Unseen karya Kamila Andini yang mengangkat kisah tentang orang Indonesia disambut antusias oleh penonton saat tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2017. Bahkan selepas tayang selama 86 menit, filmnya langsung disambut tepuk tangan.

Film ini menjadi pilihan film ‘terpanas’ oleh CEO TIFF, Piers Handling. Ia khusus hadir membuka penayangan film ini, katanya, “Pertama kali saya menonton film ini, saya sangat terkesima dengan sensitivasnya dalam memahami dunia anak-anak. Film ini menuturkan imajinasi, kreativitas sinema, kesederhanaan, sekaligus hal-hal magis di dalamnya”.

Tanya jawab yang berlangsung setelah pemutaran film menuai banyak pujian atas kelihaian Kamila Andini dalam menyampaikan cerita secara visual dan bermain dengan The Seen and Unseen.

Kamila Andini, yang sudah tidak asing lagi dengan festival film internasional, merasa sangat lega dengan tayangnya film yang sudah diproduksi selama 5 tahun ini. “Rasanya seperti melahirkan anak: senang, terharu, dan bersyukur. Bagi saya TIFF sudah seperti rumah, dua tahun lalu film pendek saya juga ada di sini. Tapi terseleksi di sesi Platform adalah hal yang jauh lebih luar biasa”, ujar Dini. Pasalnya, film ini menjadi satu-satunya film dari Asia yang berkompetisi di program Platform, sesi yang paling prestisius di TIFF. Sebelumnya film Moonlight (Best Picture Oscar 2017) juga diputar untuk pertama kalinya di sesi tersebut.

Dua Anak Bali Menjadi Idola

“Anak-anak selalu memiliki paradigmanya sendiri, dan melepas paradigma itu menjadi hal menarik yang ingin saya eksplor. Kematian dan jam malam adalah dua topik yang asing dengan anak-anak. Keasingan inilah yang ingin saya gambarkan dalam bentuk yang berbeda,” ungkap Kamila Andini ketika ditanya mengapa memilih karakter anak.

Thaly Titi Kasih (12), pemeran utama dalam film The Seen and Unseen, bersama dengan Gus Sena (13), datang dari Bali untuk menghadiri pemutaran perdana film ini. Mereka langsung menjadi idola para penonton karena bakat seni peran serta tari mereka dalam film ini. Dalam sesi tanya jawab setelah pemutaran, banyak penonton yang menanyakan bagaimana mereka berlatih dan mempersiapkan diri sehingga dapat memberikan penampilan yang sangat baik.

Berperan sebagai Tantri, Thaly sangat senang bisa menonton film ini dan menyaksikan penampilannya bersama Tantra yang dimainkan oleh Sena. Mereka tertawa senang mengenang masa-masa latihan untuk mempersiapkan shooting, dan juga saat shooting itu sendiri.

Kamila Andini mengaku kesulitan dalam melakukan casting. Ia menemukan Tantri di saat-saat terakhir sebelum shooting. “Kriteria yang saya cari dari Tantri cukup sulit, anak dengan kemampuan tubuh dan akting yang bagus, simpatik, tapi juga mau berakting di kondisi-kondisi yang menantang. Tetapi Thaly sangat istimewa, film ini berjalan dengan temponya.”

Ayu Laksmi, berperan sebagai ibu dari Tantri dan Tantra, mengatakan dalam sesi tanya jawab, “Film ini juga ingin mengatakan bahwa kematian sama indahnya dengan kehidupan, sehingga peran ini cukup menantang karena saya harus menjadi ibu yang tetap senang bagi anak yang mengalami kematian, juga bagi anak yang mengalami kehidupan baru”.

The Seen and Unseen adalah film produksi Treewater Productions dan Fourcolours Films yang mengisahkan Tantri dan Tantra, kembar ‘buncing’ (perempuan dan laki-laki), dalam pengalaman spiritual mereka yang sarat dengan kearifan lokal, mitos, cerita rakyat, tradisi, serta budaya Bali.

Melalui film panjang keduanya, Kamila Andini ingin menggambarkan manusia Indonesia (dan juga Asia) yang holistik. “Bali dalam hal ini adalah tempat yang keholistikannya masih bisa dirasakan dalam keseharian. Sekala Niskala (The Seen and Unseen) adalah filosofi yang mereka percayai dalam hidup; hidup selaras dengan semua yang terlihat, dan juga tidak terlihat. Konsep ini sangat mendefinisikan Asia dalam pandangan saya,” kata Kamila.

Film ini mendapatkan berbagai dukungan dalam proses pengembangan, antara lain dari Hubert Bals Fund (Belanda), Asia Pacific Screen Awards Children’s Film Fund (Australia), dan Cinefondation La Residence (Perancis). Film ini juga berkesempatan dipresentasikan dalam Hong Kong Asia Film Financing Forum, Filmex Talents Tokyo dan Venice Production Bridge. Film ini memiliki sistem urun dana (crowdfunding) yang para donaturnya secara otomatis menjadi co-produser. Selain itu, Doha Film Institute (Qatar) dan Pusbang Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI turut serta dalam mendukung pasca produksi film ini.

“Bulan Oktober 2017 mendatang, The Seen and Unseen akan tayang perdana di Asia yaitu di Busan International Film Festival 2017. The Seen and Unseen akan tayang di bioskop Indonesia kira-kira di awal tahun 2018,” kata Ifa Isfansyah selaku produser yang telah memproduseri film-film pengraih penghargaan seperti Siti dan Turah.

Sumber: kapanlagi.com (14/09/17)


Indonesia Proud

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya “The Seen and Unseen,” Film ‘Terpanas’ di Festival Film Internasional Toronto 2017

Wednesday 31 May 2017 | Post

Bahan Alternatif Peredam Suara Akustik Untuk Ruangan Studio Musik Spesifikasinya rockwool Bekasi Rockwool alternatif pilihan sesudah…

Wednesday 28 June 2017 | Post

Kalau denger Kota Wisata Batu, pasti yang terbayang adalah Jatim Park, Batu Secret Zoo, dan aneka…

Sunday 11 June 2017 | Post

Kepada Yth. – Bapak/Ibu Pimpinan Perusahaan – Pemilik Usaha Fashion, Multi Produk/Kuliner Di Tempat. Dengan hormat,…

Thursday 22 March 2012 | Post

DINAMIKA PERUBAHAN LITOSFER DAN PEDOSFER SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN DI BUMI Lapisan kulit bumi sering disebut…