Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

Pelajar Indonesia Raih Juara Sains Internasional di Jepang & Thailand

Aug
20
2017
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Siti Farahdina dan Hans Bastian Wangsa di IEYI 2017, Jepang.

Pelajar Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional dengan pulang membawa oleh-oleh medali dan gelar juara dari ajang sains di Jepang dan Thailand.

Sebanyak 12 siswa pemenang National Young Invertor Awards (NYIA) 2016 yang dikirim oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ke International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2017 di Nagoya, Jepang berhasil pulang membawa 2 medali emas, 2 medali perak, dan 1 perunggu di ajang yang berlangsung pada 23-27 Juli lalu tersebut.

IEYI merupakan ajang kompetisi penemuan bagi remaja di tingkat internasional yang bertujuan memberikan motivasi dan penghargaan terhadap prestasi remaja di bidang inovasi teknologi tepat guna. Kompetisi ini dikuti oleh 15 negara, yaitu China, Taiwan, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Macau, Malaysia, Filipina, Rusia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Di ajang tersebut, Hans Bastian Wangsa dan Siti Farahdina dari SMA Negeri 6 Yogyakarta meraih medali emas di kategori safety and health dengan karyanya bertajuk The Safety Motorcycle Handlebar. Mereka juga meraih penghargaan Special Award dari Official Office of the Basic Education Comission (OBEC) Thailand. Temuan mereka ini adalah semacam sistem reminder di sepeda motor dengan merekayasa setangnya.

Gede Herry Harum Wijaya dan Ni Putu Gita Naraswati dari SMA Bali Mandara juga mempersembahkan medali emas, plus Special Award dari official Macau, lewat Smart Trash Can (SMT) untuk kategori green technology. SMT adalah tong sampah untuk dapat menanggulangi permasalahan sampah yang menumpuk di TPA akibat sampah yang bercampur sehingga mempersulit proses pengolahan sampah.

Medali perak dan Special Award dari official Technopol Moscow Rusia diraih oleh Hanun Dzatirrajwa dan Izza Aulia Putri Purwanto dari SD IT Bina Amal Semarang dengan karyanya: Snake and Ladder for Blind Children untuk kategori Education and Recreation. Inovasi ini adalah permainan bagi anak-anak penyandang tuna netra.

Medali perak lainnya diraih oleh Arfan Khairul W. dari dari Sekolah Sampoerna Academy, melalui karyanya Floating Hydro untuk kategori green technology. Floating Hydro ini bisa menghasilkan energi listrik mandiri dan portable yang dapat dimanfaatkan di daerah yang belum terjangkau listrik PLN.

Adapun medali perunggu dan Special Award dari official International Teenager Competition and Communication Center China, diraih oleh Muftie Insani dan Firman Dwiansyah dari SMKN 2 Cimahi melalui melalui karya bertajuk BOTANI (The Bot Farmer) untuk kategori food and agriculture. Mereka membuat alat yang bisa membantu mengkondisikan kelembaban dan temperatur ruangan yang dapat mempermudah manusia dalam memelihara tanaman yang memerlukan kelembaban dan temperatur tertentu.

Penghargaan Special Award dari official Taiwan diraih oleh Muhammad Huasin Masyhudul Haq dan Dhini Avilia dari MAN Cilacap, melalui karya Smartsmofi (Smart Smoke Filter). Mereka membuat alat penyaring polusi untuk menyegarkan udara di dalam ruangan.

Juara ASPC 2017 Thailand

Tidak hanya di ajang IEYI, tim pelajar Indonesia juga berhasil meraih sejumlah penghargaan di ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2017 di Thailand. Indonesia diwakili oleh 6 tim yang terdiri dari 3 tim binaan LIPI dan 3 tim lainnya dari Indonesian Science Project Olympiad (ISPO).

Dalam ajang tersebut, juara pertama diraih melalui karya yang berjudul Pemanfaatan Plastik sebagai Penghasil Arus Listrik dalam Microbial Fuel Cell dalam kategori applied science. Karya tersebut merupakan temuan Angelica Grace Intan dari SMA Santa Laurensia, Tangerang, yang juga merupakan Juara III Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) LIPI tahun 2016 kategori Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH).

Dalam ajang yang melibatkan 35 projek dari 7 negara-negara ASEAN (Indonesia, Laos, Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand) tersebut, tim Indonesia juga berhasil meraih juara ketiga untuk kategori biological science serta Consolation Prize kategori physical science oleh pelajar ISPO.

Sumber: cnnindonesia.com (31/07/17)


Indonesia Proud

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Pelajar Indonesia Raih Juara Sains Internasional di Jepang & Thailand

Tuesday 1 March 2016 | Post

Menjual Aneka Furniture Jadi dan Menerima Pemesanan Beragam Model Furniture Kayu Solid Jati Belanda (Custom Design)…

Wednesday 19 July 2017 | Post

Festival tutup jalan terpanjang seindonesia digelar..! Condet Festival Ke-2 29-30 Juli 2017 Sepanjang Jalan Raya Condet…

Sunday 9 July 2017 | Post

Galeri Foto Trip ke Gili Nanggu, Lombok Barat. Trip ber-10 orang, 23 Juli 2015. Baca trip…

Sunday 23 July 2017 | Post

Batik logo sekolah menjadi trend saat ini. Selain sebagai seragam harian, batik logo sekolah juga sebagai…