Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

AS Tak Lagi Pandang China Sebelah Mata

Jul
29
2017
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Sambutan istimewa AS terhadap Presiden Hu Jianto dalam kunjungannya ke Washington, menggambarkan situasi ekonomi yang kian bergeser. Kini bermodal kekuatan ekonomi, China bukan lagi negara yang bisa dilecehkan Amerika Serikat.

Wartapedia – Pada 2005 silam, saat Presiden China Hu Jianto berkunjung ke Washington, pemimpin negeri tirai bambu tersebut tidak disambut selayaknya seorang presiden negara besar. Sambutan yang diberikan oleh presiden AS saat itu George W. Bush bisa dibilang “ala kadarnya”. Presiden Hu hanya dijamu makan siang secara singkat, tanpa seremoni kenegaraan.

Kabarnya penyambutan ala kadarnya ini sengaja dilakukan AS sebagai bentuk keprihatinan atas pelanggaran hak asasi manusia yang banyak terjadi di China. Hal ini membuat Beijing tersinggung, dan untuk sejenak hubungan kedua negara yang sedari dulu memang pasang surut bertambah rengang.

Lima tahun berlalu, Presiden Hu kembali mengunjungi AS, Januari 2011. Kali ini Presiden Obama yang menjadi tuan rumah, sambutan yang diberikan pun tak seperti dulu, bisa dibilang sambutan yang diberikan sangat istimewa, termasuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih. Acara santap malam kenegaraan ini, menjadi momen penting bagi pemimpin AS-China dalam 13 tahun terakhir.

Sikap AS sangat berbeda jika dibandingkan lima tahun lalu. Saat ini, arogansi AS sebagai negara adi daya mulai melemah. Sambutan khusus yang diberikan untuk Presiden Hu, sangat jelas memperlihatkan posisi China yang semakin kuat di mata AS. Ditengah krisis ekonomi yang masih dialami, AS memerlukan bantuan China untuk memulihkan ekonominya, terutama sekali dalam menciptakan lapangan kerja.

China Tak Lagi Sama

Keramahtamahan Washinton dalam menyambut Presiden Hu jelas menggambarkan posisi China yang tak lagi sama saat kunjungan pertama lima tahun lalu. Kini bermodal kekuatan ekonomi, hanya menunggu hitungan waktu sebelum akhirnya China benar-benar menyalip Amerika Serikat sebagai kekuatan ekonomi terbesar didunia.

Jika memperhatikan tren global, peran ekonomi China menjadi sangat penting karena diprediksi akan menjadi nomor satu pada 2020 dan menempatkan AS pada posisi kedua. Ini posisi strategis buat China untuk membuktikan bukan negara yang lemah. Dalam memperbaiki ekonomi, AS memang bergantung kepada China dalam membeli surat utang AS. Ini penting karena Pemerintah AS memerlukan biayai pengeluaran agar tidak kembali terjerumus kepada resesi.

Sambutan istimewa yang diberikan AS sama sekali tak meperlihatkan hubungan kedua negara yang bak gelombang laut –pasang surut. Sambutan itu, lebih menggambarkan sambutan yang diberikan seorang sahabat terhadap kawan lamanya. Presiden Barack Obama menyambut Hu di Gedung Putih dengan kebesaran penuh pemberian penghormatan 21 tembakan meriam dan jamuan makan malam kenegaraan.

Berbagai sengketa yang sebelumnya menjadi pemicu surutnya hubungan kedua negara seperti Keluhan atas nilai yuan, sengketa dagang, penjualan senjata AS ke Taiwan, kunjungan Dalai Lama ke AS, pemberian hadiah Nobel Perdamaian kepada pembangkang China Liu Xiaobo, kebebasan internet dan persaingan angkatan laut di Pasifik, tenggelam oleh sambutan khusus yang digelar AS.

AS Berjualan

Dalam kunjungan lima hari itu, Presiden Obama dan Presiden Hu membicarakan beragam isu, mulai dari ekonomi, politik, keamanan, hingga hak asasi manusia (HAM). Namun yang paling banyak menyita perhatian adalah kesepakatan yang dicapai dalam bidang ekonomi. Pasalnya, kesepakatan kedua negara ini dinilai merupakan pencapaian penting dalam bidang perdagangan.

Amerika Serikat menyambut baik ketersediaan China membuka keran impor produk-produk AS, yang mencapai puluhan miliar dollar. Menurut Gedung Putih seperti dikabarkan stasiun berita CNN, nilainya mencapai US miliar. Kerjasama sama ini sangat penting bagi AS, karena dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi 235.0000 pengangguran.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Paman Sam memang sedang berjuang keras menekan angka pengangguran, yang angkanya mendekati sepuluh persen dari total populasi warga AS. “Kita saling mendukung kesuksesan satu sama lain. Dalam dunia yang kian terhubung dan di dalam ekonomi global, banyak negara – termasuk AS – akan menjadi lebih makmur dan lebih aman bila saling bekerja sama,” kata Obama

Ekonomi China yang berkembang begitu pesat dan mampu menjadi kekuatan baru ekonomi didunia, dinilai AS sebagai pasar potensial untuk berbagai komoditas ekspornya. “Kami ingin menjual berbagai barang kepada Anda,” ujar Obama kepada Hu, yang berlanjut dengan tawa dari kedua pemimpin itu.


wartapedia

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya AS Tak Lagi Pandang China Sebelah Mata

Friday 23 March 2012 | Post

 LATIHAN SOAL GEOGRAFI, MATERI SDA KELAS XI Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!. 1.      Upaya…

Wednesday 25 March 2015 | Post

Aktif dan Kreatif Lakukan kegiatan berikut!    Buatlah cerita mengenai awal mula kalian masuk Sekolah Menengah Pertama!…

Saturday 22 July 2017 | Post

Not all who wanders are lost | photo: fazword (2017) Long weekend 15 April 2017 kemarin…

Saturday 27 May 2017 | Post

Lebaran Fair @ area Parkir Gedung Arthaloka (Menara Taspen) 12-16 Juni 2017 info pemesan stand/Booth :…