Penguasa-penguasa Hiburan Malam Jakarta

Beberapa minggu terakhir ini media masa sedang diramaikan oleh pemberitaan akan ditutupnya tempat prostitusi Kalijodo oleh Ahok, Gubernur DKI Jakarta. Alasan dari penggusuran tersebut ialah karena lahan tempat Kalijodo itu ialah lahan hijau yang seharusnya menjadi ruang terbuka publik. Ahok juga menegaskan bahwa apa yang akan ia lakukan itu berdasarkan pada undang-undang dan tidak mengada-ada. Dimata masyarakat luas, khususnya masyarakat Jakarta, Kalijodo ialah tempat prostitusi kelas bawah yang menawarkan berbagai hiburan seksual murah.

Berbarengan dengan munculnya pemberitaan mengenai penutupan Kalijodo oleh Ahok, muncul juga suara-suara yang mendesak pemerintah untuk tidak hanya menutup hiburan malam murah seperti Kalijodo, suara-sura itu menekan pemerintah untuk ikut menutup tempat-tempat prostitusi dan hiburan malam “High Class” yang ada di Jakarta. Tempat prostitusi elit yang ikut tersenggol oleh wacana penutupan tempat hiburan malam itu tidak tanggung-tanggung, yakni Hotel Alexis, tempat dimana “surga” dunia sekaligus yang terbesar di Jakarta selama dua tahun terakhir. Bahkan Ahok sendiri mengatakan bahwa surga dunia berada di Alexis lantai tujuh.

Alexis menjadi raja tempat hiburan di Indonesia semenjak pertengahan tahun 2014. Lebih tepatnya setelah “raja” hiburan malam sebelumnya, yakni Stadium, ditutup oleh Ahok pada Mei 2014. Tempat-tempat hiburan “High Class” seperti ini tidak berdiri sendiri. Dunia malam Jakarta dikusai oleh tiga raksasa, yakni Malioboro Group, Alexis Group dan Ismaya Group. Berikut ini saya lampirkan tempat-tempat hiburan malam besar di Jakarta.

2

Secara resmi Alexis Group merupakan milik Alex Tirta dan dimenejeri oleh anaknya. berdasarkan rumor yang beredar, kepemilikan dari Alexis Group tidak hanya dimiliki oleh Alex Tirta. Rumor itu juga mengatakan bahwa pemilik sebenarnya ialah Rudi Widjaja. Begitu pula dengan Ismaya Group yang juga dimiliki oleh Rudi Widjaja.

Malioboro Group sebagai Group terbesar pada saat itu dimiliki oleh Rudi Susanto yang juga dikenal sebagai Rudi Rajamas. Akan tetapi ada beberapa nama lain dibalik Rudi Susanto. Diisukan juga bahwa Rudi adalah bawahan dari Tommy Winata yang memiliki Artha Graha. Ia seseorang taipan besar yang “memegang” tempat-tempat hiburan di Jakarta.

Nama besar dari Stadium sebagai ikon dari Malioboro Group tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga terkenal di seluruh penjuru dunia sebagai klub malam terbaik. Siapa sangka klub malam terbaik di dunia justru berada di Jakarta. Stadium yang dikenal sebagai “raja” itu takhluk oleh tangan besi sang Gubernur yang secara tegas dan tanpa ampun menutup tempat hiburan malam tersebut.

Pasca jatuhnya Stadium, Alexis menjadi raja baru dunia malam Jakarta. Sekarang situasi berbalik, Alexis hendak ditutup. Kira-kira siapa ya yang melatarbelakangi wacana penutupan Alexis Hotel? Hehehe…


diegofawzi

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment