Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

Jangan Terbuai Janji Investasi China

Jun
20
2017
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Banyak kalangan di dalam negeri meminta Pemerintah Indonesia jangan terbuai dengan janji investasi China. Pemerintah harus bisa segera merealisasikan nota kesepahaman yang telah ditandatangani, jangan hanya sebatas MoU

Wartapedia – Sudah satu tahun pelaksanaan China-Asean Free Trade Area berlangsung, selama satu tahun ini kegiatan bisnis Indonesia dan China lebih banyak pada sektor perdagangan. Indonesia lebih banyak mengekspor sumber daya alam namun kurang di sektor manufaktur, sedangkan China sebaliknya.

Diketahui, nilai total perdagangan Indonesia dan China terus meningkat dari tahun ke tahun dan selama lima tahun terakhir rata-rata tumbuh 23,3 persen. Pada 2010, menurut data Kementerian Perdagangan, Mencapai US$ 36,11 miliar. Namun pertumbuhan perdagangan tersebut juga diikuti dengan perubahan neraca perdagangan. Pada 2010 defisit perdagangan Indonesia dengan China mencapai 4,73 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan 2009 yang mengalami defisit US$ 2,5 miliar.

Pada awal 2011, selama Januari-Februari, defisit perdagangan non migas Indonesia dengan China juga tercatat 0,98 miliar dolar AS atau naik 0,19 miliar dollar AS dibandingkan periode yang sama tahun 2010. Trend ekspor Indonesia ke China rata-rata 15,4 persen sementara trend impor Indonesia dari China mencapai 31,5 persen.

Angka diatas menunjukan perdagangan kedua belah pihak terus bertumbuh, namun dari sisi investasi China bukanlah negara terbesar yang menanamkan modalnya di Indonesia. Menurut data BKPM investasi China di Indonesia tahun 2009 menduduki peringkat ke-13 dengan jumlah proyek 37 senilai US$ 65,5 juta. Sementara itu, realisasi investasi di tahun 2010 pada kuartal I mencapai US$ 16,8 juta dengan jumlah proyek 16 buah.

Kedatangan Perdana Menteri Wen Jiabao pada akhir April 2011 silam diharapkan mampu membesar nilai investasi China. Dalam kunjungannya PM China menjanjikan untuk meningkatkan investasi China, investasi baru ini senilai US$ 10,4 miliar atau setara dengan Rp 90,48 triliun dalam beberapa tahun mendatang.

Sebagian dari dana tersebut berupa pinjaman komersial bagi proyek infrastruktur dan industri dari Bank of China Ltd dan Industrial and Commercial Bank of China. Kedua bank itu akan memberikan bantuan bagi pengusaha yang bersedia berinvestasi di Indonesia.

Target Investasi China

Kalangan pengusaha dalam negeri meminta pemerintah segera mematangkan langkah, jangan hanya terbuai dengan nota kesepahaman yang telah ditanda tangani bersama.

Pasalnya, selama ini telah banyak MoU yang disepakati namun hanya sedikit yang terealisasi. “Banyak MoU yang dibuat, namun hanya 5 persen yang terealisasi sehingga langkah konkrit harus segara dilaksanakan,” terang Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi seperti dilansir dari Tempointeraktif.com.

Selain itu, kalangan pengusaha juga mendesak pemerintah segera mengumunkan target investasi China, agar pengusaha bisa bersiap dan memanfaatkannya dengan optimal. Potensi invetasi China bisa dilihat dari 16 kesepakatan kerjasama dalam bentuk pinjaman, rencana investasi, dan perjanjian bisnis dengan PT PLN (Persero) serta pabrik semen, kertas, dan minyak sawit.

Arah investasi Tirai Bambu dapat dilihat dari gelagat investornya pada tahun lalu. Dalam edisi terdahulu Tabloid FrontRoll pernah memberitakan, pada 2010 China sangat agresif membenamkan investasinya dibidang infrastruktur. Sejumlah proyek infrastruktur dalam negeri menjadi incaran. China menilai upaya meningkatkan mutu infrastruktur di Indonesia sudah sangat mendesak dan kerjasama ini diyakini bakal menguntungkan kedua belah pihak.

Sementara itu Menteri Koordinasi Perekonomian Hatta Rajasa dalam kesempatan terpisah mengatakan Pemerintah China bersedia meningkatkan investasinya dibidang energi terutama energi bersih,infrastuktur, pertanian dan manufaktur.

Industri Hilir

Kesempatan untuk mengaet investor asal negeri China sepertinya tidak disia-siakan kalangan pengusaha Indonesia, investor Tirai Bambu diarahkan untuk tertarik membenamkan modalnya pada industri hilir meski banyak sektor yang diminati oleh investor.

Industri yang menjadi prioritas, adalah industri hilir atau industri yang mengolah produk mentah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi. Selain itu juga investor China akan diarahkan ke sektor industri yang masih belum kuat dan juga industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Baru-baru ini Sany Heavy Industry Co.Ltd anak perusahaan Sany Group, perusahaan multinasional berbasis di Hunan, China, berencana menanamkan investasi di Indonesia senilai US0 juta. Mereka akan mulai merealisasikan sekitar 3 bulan ke depan dan diperkirakan menyerap 1.500 pekerja. Pabrik ini nantinya menempati 10 hektar tanah di kawasan industri Cikarang

Rencananya perusahaan ini akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi alat berat, alat pertambangan dan alat konstruksi untuk melayani kebutuhan pasar ASEAN, Jepang, Australia dan dalam negeri. (*)


wartapedia

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Jangan Terbuai Janji Investasi China

Wednesday 21 June 2017 | Post

Rahasia sukses jualan online Zalora kali ini sangat wajib Anda simak! Nah lo memang kenapa sih?…

Thursday 6 September 2012 | Post

                           BAB I. BIOSFER A. DEFINISI BIOSFER B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIOSFER C. MACAM –…

Wednesday 27 September 2017 | Post

I literally jumped with excitement as I sat down to do programming for this week. There…

Thursday 16 February 2017 | Post

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ TasBayi.JawaraShop.com Islam adalah agama yang sangat lengkap dan…