Menu

Mahasiswa UGM Raih Emas Kompetisi Inovasi Internasional (InIIC) di Malaysia

May
23
2017
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Dua mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2015 Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Yohanes Susanto dan Natali Gupita Abhirama, berhasil mendapatkan Gold Award dalam ajang International Invention and Innovative Competition (InIIC) Series I/2017 yang diselenggarakan MNNF Network pada 6 Mei 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia yang memamerkan 327 karya inovatif dari kalangan profesional, mahasiswa, dan pelajar.

Dalam ajang tahunan di negeri Jiran ini mengusung tema “Creative Innovation Without Boundaries” ini, mereka berkarya dengan inovasi kotak pendingin ikan, SMACOX: Smart Cooling Box as A Better Technology for Preserving Marine Products. Karya inovasi SMACOX berhasil menyisihkan 60 peserta lain di kategori mahasiswa, dan keduanya pun sukses membawa pulang satu medali emas.

Di bawah bimbingan Wiratni Budhijanto, S.T., M.T., Ph.D. dan Prihati Sih Nugraheni, S.Pi., M.P., Yohanes dan Natali mengembangkan kotak pendingin ikan dengan modifikasi aktivitas antibakteri dari nanokitosan yang diproduksi dari cangkang rajungan. Kotak pendingin yang dikembangkan keduanya juga didesain ergonomis guna mempermudah nelayan tradisional untuk beradaptasi dengan modifikasinya.

“Juri tertarik dengan inovasi kami karena penggunaan modifikasi aktivitas antibakteri dari nanokitosan masih baru dilakukan. Selain itu, desain kotak pendingin kami juga tidak memerlukan energi tambahan akibat modifikasinya serta mudah untuk digunakan,” ungkap Yohanes .

Inovasi kotak pendingin lahir dari banyaknya  masalah yang muncul dari hasil tangkapan nelayan tradisional yang tidak dapat dikonsumsi akibat busuk oleh aktivitas bakteri selama perjalanan melaut. Karena itu, proses pengawetan untuk mencegah pembusukan yang dilakukan di satu sisi masih banyak bergantung pada formalin yang berbahaya bagi kesehatan.

“Sementara itu, cangkang rajungan sebagai sumber kitosan pun tersedia melimpah dan berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan. Dengan adanya kotak pendingin inovatif ini diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan-permasalahan di atas,” papar Yohanes.

Lebih lanjut, Natali menjelaskan bahwa selain aman bagi kesehatan dan lingkungan, pengunaan SMACOX juga dapat menguntungkan nelayan tradisional karena menekan biaya pengawetan melalui penghematan penggunaan es batu dan perpanjangan lama penyimpanan hasil tangkapan. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan SMACOX efektif menekan laju aktivitas bakteri pada pembusukan ikan.

Sumber: ugm.ac.id (15/05/17)


Indonesia Proud

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Mahasiswa UGM Raih Emas Kompetisi Inovasi Internasional (InIIC) di Malaysia

Friday 5 February 2016 | Post

Silahkan anda bersuka ria dengan besarnya bisnis anda, namun jangan pernah menangis jika ternyata bisnis anda…

Saturday 3 June 2017 | Post

slamat pagi menjalang siang pemirsah.. Achhh.. saya malu.. gimana ya bilangnya, oke oke…tarik nafas dari hidung, hembusin…

Tuesday 20 June 2017 | Post

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali menyabet penghargaan (award) sebagai “World Center of Excellence in Landslide…

Wednesday 4 January 2017 | Post

“Yok kita kemas-kemas pulang, ambil fotonya sudah bereskan !” ajak suamiku yang sedari tadi mengamati aku…