Tas Kerja Kesukaan

Bekerja  di  ibukota   paling gampang ya naik kendaraan umum. Alasannya supaya tidak lelah menyetir karena macet di jalan. Dan jadi punya peran melancarkan lalu lita he.. he… Asalkan paham kiat-kiat berkendaraan umum pasti bisa menikmati perjalanan pergi dan pulang ke rumah dengan nyaman. Bahkan bisa sekalian istirahat alias tidur ayam, bisa baca buku, bisa melihat keadaan sekeliling atau seringkali bisa menghasilkan tulisan untuk diterbitkan di blog ini.

Kiat nyaman di kendaraan umum buat aku yaiatu  harus sediakan waktu yang cukup.   Sediakan waktu sepagi mungkin keluar dari rumah. Bila datang lebih awal lumayan kan bisa dipakai untuk beristirahat dahulu. Badan dan pikiran jadi lebih segar dan siap melayani pelanggan dengan senyuman.

Saat jam pulang kerja pun harus tahu waktu kosong lalu lintas  dan rute mana yang lengang. Ini mesti dipelajari sendiri sih.  Kita harus  bisa lihat situasi dan kondisi. Saat macet terkadang bis bisa saja jalan di luar rutenya. Penumpang harus hafal di mana sebaiknya menunggu bila ada kejadian seperti itu. Pilih tempat duduk yang tepat, lumayan bisa memanfaatnya untuk bersandar dan bila terlelap tak akan jatuh  di bahu tetangga sebelah ha.. ha..

Salah satu kiat lainnya supaya nyaman  di kendaraan umum  menurutku harus pilih-pilih bawaan. Jangan terlalu banyak yang dipegang atau disandang.  Terlalu banyak barang bawaan akibatnya rawan lupa di mana meletakkan salah satu barang bawan. . Kejadian seperti ini pernah kualami, payung basah tertinggal di lantai bis.

Memilih tas kerja yang cocok  itu susah-susah gampang.   Tas itu penting karena kita perlu bawa barang cukup banyak.  Coba sebut benda-benda apa yang biasa ada di tas seorang wanita yang bekerja di luar rumah. Tentu saja ada dompet uang, telepon genggam, pouch make-up, pouch tissue, payung lipat, buku catatan dan pernak pernik lain-lain. Mungkin saja juga ada berkas – berkas penting . Waah .. ternyata banyak ya.

Tas kerja sebaiknya dilengkapi  banyak kantong. Manfaatnya yaitu benda-benda penting bisa ditata rapi. Lebih gampangbila hendak  menemukan barang-barang kecil. Untuk itu, ukuran tas menjadi salah satu faktor yang sangat penting supaya tidak salah dalam memilih tas bekerja.

Satu tas saja biasanya tak cukup. Bagaimana kalau bawa bekal dari rumah? Tentu perlu tas lain lagi bukan?  Cukup repot.

Agak ribet ya mau praktis bawa barang demikian banyak, tetapi juga ingin tetap tampil cantik enak dilihat dan modis.

Apa kiat  bawa tas bila naik kendaraan umum?

Pilih tas yang tepat. Aku suka memakai  tas tali wanita.  Tas yang kupilih  ini haruslah mempunyai tali  panjang yang bisa ditarik ulur. Saat harus berdiri di angkutan umum, tas bisa diselempangkan ke bagian depan. Tas bisa menutupi badan. Selain itu salah satu tangan bebas dan bisa mencari tempat pegangan.

Selain modelnya dinamis dan praktis, tas jenis ini bisa digunakan hampir di setiap kesempatan. Perhatikan panjang tali, jangan melebihi pinggul, supaya tak tersangkut di pintu bis.

Ukuran dan beratnya tas juga harus diperhatikan. Tas besar dan berat   akan menyebabkan otot leher tegang, bahu sakit, kepala pusing, bahkan bisa mencederai tulang punggung.

Perhatikan pula bahannya. Aku lebih suka bahan yang tahan air, supaya  barang-barang di dalamnya  tetap kering bila terkena air hujan. Selain itu juga bahan tas harus kuat tetapi lembut dan tidak kaku.

Pekerjaan mengharuskanku ke luar ruangan, antara lain untuk penyuluhan atau pemeriksaan jentik nyamuk untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue.  Kerja lapangan itu harus jalan ke banyak tempat. Maka untuk meringankan beban kusediakan tas tali kecil yang ringan. Tas kecil ini sengaja ditinggal di dalam laci meja kantor. Tas itu simpel saja yang penting harus bisa memuat dompet dan telepon genggam. Tas diselempangkan supaya tangan bebas memegang senter, tangan sebelah lagi memegang catatan.

Jadi tas kesukaanku itu yang penting ringan dan bisa disilangkan agar aktivitas tetap jalan tanpa gangguan berarti.

 

 

 

 

 

 

 

Filed under: urban life
Kisahku

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment