Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

DAMPAK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN TERHADAP SOSIAL EKONOMI

Mar
29
2017
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

PENDAHULUAN

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai puncaknya pada tahun 1997/1998 ketika 10 juta ha hutan dan lahan terbakar yang menghasilkan 2.6 Milyar ton (2.6 ton) karbon yang dilepaskan selama peristiwa tersebut. Kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Pembakaran dilakukan guna untuk menyiapakan lahan yang dipergunakan untuk usaha dibidang pertanian, kehutanan dan perkebunan. Penyebab utama kebakaran hutan dan lahan lebih banyak di sebabkan oleh kegiatan pembukaan lahan secara besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan dan kehutanan secara ilegal. Kebakaran hutan tersebut juga diakibatkan oleh adanya faktor penunjang lain, yaitu El nino(Saharjo, 2009).

Kebakaran hutan tahun 1997/1998 membawa berbagai dampak yang sangat merugikan bagi kehidupan makhluk hidup yang ada. Kerugian dari kebakaan hutan dan lahan tidk hanya dirasakan secara lokal, tetapi sudah berdampak pada regionalmaupun internasional. Akibat kebakaran hutan dan lahan banyak biodeversity yang hilang dan perubahan ekosistem. Selain berdampak pada lingkungan, kebakaran hutan juga menyebabakan dampak kerugian pada bidang ekonomi dan sosial.

Dampak darai kerugian ekonomi dan sosial dari kebakaran hutan dan lahan jarang sekali untuk dikaji, sehingga masyarakat awan kurang mengetahui kerugiannya. Kerugian ekonomi dan sosial ini cukuplah besar, sebab tidak hanya pada negara Indonesia sendiri tetapi negara-negara tetangga juga ikut mengalami kerugian. Pada tingkat regional dan nasional, gangguan asap ini secara nyata selain mengganggu kesehatan dan kelancaran transportasi, juga berdampak pada perekonomian. Kerugian ini meliputi beberapa sektor, diantaranya : sektor pertanian, sektor kehutanan, sektor kesehatan, sektor transportasi. Akibat kerugian dan dampak negatif yang ditimbulkannya berupa gangguan asap, rusak serta terganggunya biodiversity telah sampai kebeberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darusalam, Thailand, Filipina, dan Papua Nugini, seperti yang terjadi pada beberapa waktu terakhir ini, maka kini masalah tersebut telah mendapat perhatian yang serius dari dunia internasional, bahkan sampai ada ancaman boikot bagi produk perusahan perkebunan (sawit) dan kehutanan (pulp dan kertas) yang dituding sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan maupun asapnya.

Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menimbulkan dampak yang sangat luas. Kebakaran hutan dan lahan secara langsung maupun tidak langsung telah merugikan manusia dan makhluk lainnya. Menurut Saharjo, 2009 dampak yang diakibatkan oleh kebakaran hutan meliputi dampak ekologis, dampak ekonomis, dan dampak sosial.

Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan Terhadap Sosial & Ekonomi

Kebakaran hutan dan lahan tahun 1997/1998 tidak hanya membawa dampak terhadap perubahan ekosistem hutan ataupun lingkungan tertentu. Kebakaran hutan juga menyebabkan dampak tehadap kerugian sosial ekonomi pada masyarakat ataupun nasional. Kerugian dai kebakaran hutan dampaknya berskala nasional regional dan global. Kerugian dari kebakaran hutan dan lingkungan dan asap jika dihitung secara ekonomis dapat dilihat pada Tabel 1. Penghitungan dilakukan di lima pulau yang ada di Indonesia yaitu: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya.

Tabel 1 Ringkasan Biaya Ekonomi akibat Kebakaran Hutan dan Kabut yang dihasilkannya tahun 1997-1998

Sektor Perkiraan kerugian ekonomi (juta dolar AS)
Minimun Maksimum Rata-Rata
Pertanian

Hasil pertanian

Hasil perkebunan

Kehutanan

Kayu dari hutan-hutan alam

(dibalak dan tidakdibalak)

Ekosistem hutan

Kayu dari perkebunan

Hasil-hasil hutan nonkayu

Pencegahan banjir

Erosi dan Pengendapan

Penyimpanan Karbon

Sosial

Kesehatan

Transmigrasi dan Bangunan dan Kepemilikan

Transportasi

Pariwisata

Biaya-biaya pemadaman api

2431

319

1461

256

94

586

404

1586

1446

145

1

18

111

11

2431

319

2165

377

94

586

404

1586

1446

145

1

49

111

12

2431

319

1813

316

94

586

404

1586

1446

145

1

33

111

12

Total 8870 9726 9298

Dampak EkonomisSumber: National Development Planning Agency (BAPPENAS), 1999. Final Report, Annex I: Causes, Extent, Impact and Costs of 1997/98 Fires and Drought. Asian Development Bank Technical Assistance Grant TA 2999-INO, Planning for Fire Prevention and Drought Management Project dalam Indoforest.

Secara langsung maupun tidak, kebakaran hutan dan lahan pada tahun 1997 mempengaruhi sektor ekonomi nasional. Dampak langsung berupa kerugian ekonomi seperti pada sektor pertanian, perkebunan dan sektor kehutanan, hilangnya hasil hutan (kayu dan non kayu), kerugian akibat hilangnya keanekaragaman hayati dan lain-lain.

Kerugian Pada Sektor Pertanian

Kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan pada sektor pertanian cukup besar. Kerugian pada bidang pertanian rata-rata US$ 2431 juta, sedangkan pada bidang perkebunan US$ 319 juta (Tabel 1). Kerugian tersebut dihitung pada lima pulau di Indonesia yaitu Kalimantan, Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Irian Jaya yang arealnya  terkena kebakaran hutan. Luasan wilayah yang terbakar pada lima pulau tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.

Pulau Pertanian Perkebunan Total
Kalimantan

Sumatera

Jawa

Sulawesi

Irian Jaya

2.829.000

669.000

50.000

199.000

97.000

55.000

60.000

1.000

3.000

2.884.000

729.000

50.000

200.000

100.000

Total 3.843.000 119.000 3.963.000

Sumber: National Development Planning Agency (BAPPENAS), 1999. Final Report, Annex I: Causes, Extent, Impact and Costs of 1997/98 Fires and Drought. Asian Development Bank Technical Assistance Grant TA 2999-INO, Planning for Fire Prevention and Drought Management Project. (April.) dalam Indoforest.

Kerugian pada bidang pertanian pada jangka pendek umumnya berkurangmya pada pendapatan akibat terbakarnya tanamanan. Kerugian dalam jangka panjang tidak dapat dihindarai. Kerugian dalam jangka panjang diperkirakan jumlah hasil panen akan berkurang karena dipengaruhi perubahan lingkungan dan tempat tumbuh.

Kerugian Pada Sektor Kehutanan

Dampak kebakaran hutan sangat merugikan bagi dunia kehutanan Indonesia. Akibat kebakaran hutan banyak biodeversity yang hilang dan hutan tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya. Kebakaran hutan menyebabakan perubahan ekosistem hutan dan kerusakan yang lainnya. Dampak kebakaran hutan tidak hanya di alami pada hutan alam tetapi juga pada hutan tanaman indutri. Luasan hutan yang terbakar pada lima pulau dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Areal Hutan yang Terbakar

Pulau Hutan

pegunungan

Hutan

Dataran

Rendah

Hutan

Rawapayau

Padang

rumput

kering &

belukar

Industri

kayu

Total
Kalimantan

Sumatera

Jawa

Sulawesi

Irian Jaya

100.000 2.375.000

383.000

25.000

200.000

300.000

750.000

308.000

25.000

199.000

400.000

375.000

263.000

50.000

1.000

100.000

116.000

72.000

3.616.000

1.026.000

100.000

400.000

900.00

Total 100.000 3.100.000 1.450.00 700.000 188.000 6.042.000

Berdasarkan Tabel 1 kerugian yang dialami pada sektor kehutanan dengan luas hutan yang terbakar 6.042.000 Ha sangat besar. Penghitungan kerugian tidak hanya dihitung pada nilai kayu tetapi juga dihitung pada nilai fungsi dan nilai ekologis dari hutan tersebut. Kerugian pada sektor kehutanan dari nilai kayu terjadi pada hutan alam dan hutan industri. Kerugian kayu rata-rata dari hutan alami mencapai US$ 1813 juta, sedangkan dari hutan industri mencapai US$ 94 juta. Untuk hasil hutan nonkayu kerugian mencapai             US$ 586 juta.Sumber: National Development Planning Agency (BAPPENAS), 1999. Final Report, Annex I: Causes, Extent, Impact and Costs of 1997/98 Fires and Drought. Asian Development Bank Technical Assistance Grant TA 2999-INO, Planning for FirePrevention and Drought Management Project. (April.) dalam Indoforest.

Nilai ekologis dari suatu hutan sangatlah penting, tetapi banyak orang yang mengabaikan nilai ekologis dari suatu hutan sehingga perusakan hutan terus terjadi. Kebakaran hutan juga menyebakan kerugian dari nilai ekologis suatu hutan, kerugian tersebut tidak kalah besarnya dari kerugian dari kehilangan kayu. Berdasarkan Tabel 1 kerugian dari kerusakan ekosistem hutan mencapai US$ 316 juta. Akbibat kebakaran menyebabkan fungsi hutan tidak maksimal. Jika dihitung dengan pendekatan ekonomi fungsi hutan untuk mencegah banjir  mengalami kerugian rata-rata US$ 404 juta, pencegah erosi dan pengendapan mengalami kerugian US$ 1586 juta, dan kerugian dari fungsi penyimpanan karbon sebesar US$ 1446 juta.

Dampak Sosial

Kebakaran hutan dan lahan secra tidak langsung membawa dampak pada kehidupan sosial masyarakat pada tingkat nasional maupun regional. Dampak dari kebakaran terhadap sosial hal ini dikarenakan asap yang dihasilkan dari pembakaran mengganggu kehidupan manusia. Dampak sosial yang dialami antara lain, memburuknya tingkat kesehatan dan penurunan priduktivitas manusia, penurunan pendapatan bidang pariwisata, dan penundaan penerbangan, terganggunya harmonisasi dengan negara tetangga.

Kesehatan  dan Produktivitas Manusia

Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan telah menyebabkan menurunnya kesehatan manusia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan UNDP, 1998 dalam Indoforest didelapan propinsi di Indonesia yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Barat sebanyak 1.446.120 orang menderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), 298.125 orang menderita asma, 58.095 menderita bronkhitis. Selaian itu peningkatan pasien rawat jalan 36.462 kasus dan rawat inap sebanyak 15.882 kasus. Asap akibat kebakaran tidak hanya menyebakan penyakit pernafasan, sebanyak 527 kasus kematian telah terjadi.   Menurut BAPENAS 1999 dalam Indoforest, akibat kebakaran hutan meningkatkan  biaya kesehatan sebesar US$ 145 juta.

Akibat kesehatan yang menurun menyebabkan pula produktivitas kerja menurun dan banyak masyarakat yang kehilangan hari kerja. Hasil penelitian yang dilakukan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan UNDP, 1998 dalam Indoforest,  didelapan propinsi di Indonesia sebanyak 4.758.600 kasus masyarakat sulit melakukan kegiatan sehari-hari dan 2.446.352 kasus masyarakat kehilangan hari kerja. Ruitenbeek, Glover D dalam Syaufina, 2008 melaporkan bahwa akibat kebakaran hutan produktivitas masyarakat menurun hingga US$ 167,30 juta.

Transportasi dan Pariwisata

Akibat kabut asap yang tebal transportasi udara melakukan penutupan bandara dan banyak maskapai penerbangan yang membatalkan penerbangan untuk menjaga keselamatan penumpang. Pembatalan dilakukan karena jarak pandang tidak mengijinkan untuk melakukan penerbangan. Akibat penutupan bandara kerugian yang dialami sebesar US$  10 Juta (Ruitenbeek, Glover D dalam Syaufina, 2008)  dan kerugian yang ditanggung oleh maskapai penerbangan sebesar US$ 33 juta (Tabel 1).

Kebakaran hutan juga menyebakan kunjungan wisata ke Indonesia menurun. Penurunan kunjungan hal ini diakibatkan karena kabut asap tebal yang dapat menyebakan penyakit penafasan, sehingga pengunjung melakukan penundaan. Selain itu faktor transportasi juga ikut memepengaruhi, sebab sejumlah maskapai penerbangan melakukan penundaan penerbangan. Akibat penundaan kunjungan wisatawan menyebakan pemasukan anggaran dari sektor pariwiasata menurun. Penurunan pendapatan dari sektor pariwisata mencapai US$ 111 Juta.

Hubungan Diplomatik

Akibat kebakaran hutan tidak hanya menyebakan dampak sosial didalam negeri sendiri, tetapi dapat mengganggu harmonisasi dengan negara tetangga. ketidakharmonisan tersebut disebabkan karena asap yang disebabakan kebakaran hutan di Indonesia telah melewati perbatasan dan masuk kenegara tetangga. Akibat asap yang masuk kenegara tetangga berbagai masalah sosial juga dialami mulai dari menurunnya tingkat kesehatan, penurunan produktivitas dan gangguan transportasi dan pariwisata.

Akibat asap kebakaran dari Indonesia (Shahwahid dan Othman dalam Glover, 2004) melaporkan indeks pencemaran udara (Air Pollution Index/API) melalui pengukuran partikulat halus (di bawah 10 mikron) dan berbagai jenis gas (karbon dioskida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida dan ozon) mencapai angka 500. Angka 500 pada negara Malaysia merupakan terdiagnosa berbahaya bagi kesehatan manusia.

Penurunanan kualitas udara menyebakan pengeluaran biaya lebih untuk mengatasai dampak tersebut. Biaya dikeluarkan untuk biaya perawatan rumah sakit (untuk Malaysia diperkirakan mencapai RM 1,2 Juta setara US$ 580.000, kerugian produktivitas keja diperkirakan RM 4,3 Juta setara US$ 1,72 Juta yang diukur dari berkurangnya produktivitas karena tidak bekerja atau terganggu bekerja akibat kesehatan yang menurun. Selain itu, menagkibatkan penurunanan pendapatan dari sektor pariwisata, pembatalan penerbangan dan hasil tangkapan ikan.

Faktor Penentu Nilai Ekonomi Kerusakan Hutan dan Lahan

Akibat Kebakaran

Nilai ekonomi kerusakan hutan dan lahan akibat kebakaran harus ditentukan dengan variabel-variabel yang tepat, dalam menentukan variabel tersebut perlu aanya penelitian. Menurut Saharjo, 2003 faktor-faktor yang menentukan dalam perhitungan beban biaya pemulihan kerusakan hutan dan lahan akibat kebakaran hutan dan lahan adalah sebagai berikut:

  1. Tingkat atau besar perubahan kondisi biologi fisik dan kimia pada unsur-unsur  lingkungan yang terjadi, hal ini meliputi :
  2. Kualitas tanah
  3. Kualitas udara (gas dan partikel)
  4. Kualitas air
  5. Kualitas habitat (flora dan fauna)
  6. Tingkat atau besar perubahan sumberdaya dan fungsi lingkungan hidup.

Perubahan sumberdaya dan fungsi lingkungan karena adanya perubahan  kondisi  biofisik dan kimia mengakibatkan terjadinya hal-hal sebagai berikut :

  1.  Penurunan produktivitas lahan
  2. Penurunan fungsi hidrologis : daya serap/tampung air berakibat banjir, penurunan fungsi penegndalian erosi ( terjadinya sedimentasi).
  3.  Penurunan kualitas udara dan gangguan asap
  4.  Penurunan populasi satwa liar di daratan
  5.  Penurunan kualitas air dan populasi ikan.
  6. Macam dampak ekonomi

Dengan adanya perubahan kondisi biofisik yang berdampak pada terjadinya perubahan sumberdaya hutan dan fungsi ekologis maka akan mengakibatkan timbulnya  dampak ekonomi secara langsung atau tidak langsung yang dirasakan atau ditanggung oleh masyarakat sehingga mempengaruhi perikehidupan atau kesejahteraan masyarakat sebagai berikut :

  1. Terjadinya kerugian akibat menurunnya produksi
  2. Terjadinya kerugian (opportunity cost) akibat penurunan umur pakai lahan
  3. Terjadinya kerugian kerusakan aset ekonomi / pembangunan /pertanian akibat

genangan/banjir.

  1. Terjadinya kerugian akibat gangguan kesehatan dan penurunan layanan transportasi khususnya transportasi udara
  2. Terjadinya kerugian karena berkurang atau hilangnya hasil buruan satwa berharga/konsumsi masyarakat
  3. Terjadinya kerugian akibat menurunnya produksi perikanan.

PENUTUP

Kebakaran hutan dan lahan tahun 1997/1998 telah menyebabakan berbagai kerugian di semua sektor kehidupan. Kerugian secara eklogis, ekonomis  dan sosial harus terus dikaji agar semua mengatahui dampak dari kebakaran hutan secara menyeluruh. Kerugian secara ekonomis dan sosial sangat besar. Dampak dari kebakaran hutan tidak hanya dirasakan di Indonesia saja, tetai dirasakan juga oleh negara-negara tetangga yang berakibat mempengaruhi posisi negara Indonesia di mancanegara.


Transport in Jakarta

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya DAMPAK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN TERHADAP SOSIAL EKONOMI

Tuesday 6 June 2017 | Post

Beberapa tahun lalu; di awal-awal masa saya masih imut,  saya tidak menganggap tulisan sebagai sesuatu yang…

Wednesday 21 December 2016 | Post

Toko Batik Jakarta 021 8338 5505 Toko Batik Jakarta. Hubungi Abdullohhendy 021 83385505. Sedia berbagai macam…

Thursday 16 February 2017 | Post

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ TasBayi.JawaraShop.com — Chester semula hanyalah kucing liar biasa.…

Tuesday 20 June 2017 | Post

Untuk anda yang berselera tinggi dan memiliki budget tinggi dalam menata interior ruangan anda, Clipsal C-Metro…