Menu

Sejarah Batik

Feb
07
2017
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post
Kapan sebenarnya batik dan budaya membatik mulai ada di Indonesia masih sulit diketahui secara pasti , ada yang mengatakan sebelum Hindu masuk ke Jawa , ada pula yang mengatakan sejak zaman Majapahit.
Sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang telah diakui oleh Unesco, batik sangat berkaitan dan memiliki hubungan sinergis dengan warisan budaya bangsa Indonesia lainnya seperti batik dengan keris, wayang, tenun, gending, tarian, ukiran candi, relief, adat istiadat dsb nya, yang menggambarkan budaya pada masanya.
Batik adalah bahan kain textile yang motif nya dihasilkan dengan proses pewarnaan celup rintang yang menggunakan lilin/ malam batik sebagai zat perintang,sehingga zat warna tidak dapat mengenai bagian kain yang tertutup malam saat pencelupan.
Untuk membubuhkan malam diatas kain, dipergunakan canting, yaitu alat kecil berupa semacam mangkuk berujung pipa kecil dari tembaga , yang diberi gagang kayu atau bambu. Batik yang dihasilkan disebut batik tulis, yang pengerjaan nya memerlukan kesabaran dan memakan waktu lama untuk menghasilkan selembar kain batik, makin halus dan makin lama pengerjaan, makin mahal harga batik tersebut.
Tetapi dengan meningkatnya permintaan akan batik, pada pertengahan abad XIX , mulai dikembangkan batik  yang pembubuhan malamnya dilakukan dengan lempengan logam bermotif, yang disebut dengan cap dan hasil kain nya  disebut sebagai batik Cap , batik yang dihasilkan lebih banyak dan prosesnya lebih cepat , sehingga batik cap dapat dijual dengan harga yang lebih murah.
Yang disebut batik adalah batik tulis dan batik cap, batik kombinasi tulis dan cap, tetapi batik printing bukan merupakan batik, tetapi hanya merupakan bahan textile yang motif nya diambil dari motif batik.
Di Indonesia batik dapat dijumpai di pulau Sumatra, Jawa, Madura, Bali dll

BATIK DARI JAWA :

BATIK DARI JAWA BARAT :
Batik di jawa telah ada sejak abad ke 16, konon tehnik membatik dibawa dan diperkenalkan oleh para pedagang dari Gujarat.Awalnya tehnik membatik hanya diajarkan pada keluarga kerajaan, pembatiknya adalah putri-
putri keraton maupun abdi dalam, dan digunakan secara exclusive bagi raja dan keluarga bangsawan saja.Motif-Motif batik tradisional dapat ditemui di candi-candi biasanya dapat dilihat pada pakaian-pakaian di patung misal nya motif lereng pada pakaian patung Syiwa di Candi Dieng, motif Ceplok pada motif pakaian patung Ganesha di Candi Banon Borobudur, motif Kawung pada patung Hari Hara di Blitar, motif titik-titik pada patung Padmapani di Jawa Tengah.
Motif-
Motif batik klasik yang berpusat di kraton baik itu Keraton Jogyakarta, Surakarta dan Cirebon, menyebar keluar melalui perkawinan kerabat-kerabat keraton, pembentukan kabupaten-kabupaten dan hubungan niaga.
Hubungan niaga dengan Arab, India dan Cina menyebabkan berkembangnya motif batik dengan pengaruh motif-motifdari Arab, India dan Cina , terutama di pesisir pantai Utara Jawa, yang batiknya dikenal sebagai Batik Pesisir.
Masuknya Belanda dan Jepang ke Indonesia , juga mempengaruhi dan menghadirkan motif-
motif baru.Selain itu muncul juga pengusaha dan pembatik keturunan Cina dan Belanda di Pekalongan, Semarang, Lasem.Mereka membatik dengan ciri khas masing-masing .
Dalam perjalan hidup orang jawa batik senantiasa hadir, sejak masih dalam kandungan, lahir, dewasa, berumah tangga sampai meninggal.

Batik Jawa dapat di jumpai  di :
Jawa Barat seperti di daerah : Ciamis, Tasikmalaya, Garut disebut sebagai batik Pasundan….Indramayu dan Cirebon, batiknya disebut sebagai Batik Pesisir. Sedangkan batik Betawi, Banten, Kuningan, Majalengka, Sumedang setelah lama tidak terdengar kabarnya , mulai hidup kembali.

batik betawi asli
Batik pasundan di dominasi warna  krem,hijau muda  dan merah muda, motiif nya yang terkenal al : Parang Dokter, Parang Camat,Parang Sigaret ( Tasikmalaya ) …. Tapak Kepo ; Terang Bulan( Ciamis ) , Corak Gumading ( Garut )

BATIK CIREBON :
Dipengaruhi unsur Hindu, Islam dan Cina. Pengaruh Hindu tampak pada penampilan gambar binatang seperti : gajah, singa, burung paksi, dan sapi jantan. Sedangkan pengaruh Islam tampak pada motif mahluk buraq, pengaruh Cina ditandai motif burung Hong, Naga dan ganggeng laut.

Motif batik Cirebonan yang sangat terkenal adalah motif Mega Mendung dan Wadasan yang merupakan motif batik Keraton yang tidak dikenal atau terdapat di daerah lain.Motif Batik Keraton yang banyak terkait dengan mitologi al. Paksi Naga liman ; Singa Barong ; Taman Sunyaragi : Naga Seba dll.
Batik Busarek adalah batik motif Cirebonan yang mempunyai motif kaligarafi huruf Arab yang berisi doa-
doa dan bagian-bagian dari ayat Al Quran.
batik Cirebonan disebut juga batik pesisir ,biasanya tampil dengan warna-
warna cerah.

BATIK DARI JAWA TENGAH :
Tersebar di Tegal ; Pekalongan ; Semarang ; Demak ; Jepara ; Rembang ; Kudus ; Juwana ; Lasem  dan  dikenal sebagai Batik Pesisir.
Batik yang dibuat di Surakarta termasuk Sragen, Wonogiri , Bayat dan Jogyakarta, termasuk ; Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo ; Leman disebut Batik Pedalaman.

SURAKARTA ( SOLO ) DAN JOGYAKARTA :
Dari Keraton Mataram, abad 17, batik tardisional Jawa mulai terekam, batik kala itu dipergunakan sebagai Jarik dan tapih, kemben, selendang, dodot,ikat kepala dan diatur tentang cara penggunaan , kapan digunakan maupun ragam motifnya. Warna-Warna nya pun masih menggunakan bahan-bahan warna alam, daun Tom untuk menghasilkan warna indigo/ warna biru…. Soga, Tegeran , Tinggi, kunyit  untuk mendapatkan warna coklat, merah, kuning dsb nya.

Motif Parang rusak yang diciptakan oleh Panembahan Senopati merupakan motif dasar dari berbagai motif parang. Selain motif Parang Rusak, ada juga motif Huk yang diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusumah. Motif Ceplok Belah Kedaton merekam perpecahan Mataram akibat perjanjian Gayatri tahun 1755 menjadi Kesultanan Surakarta dan kesultanan Jogyakarta.
Motif Buketan Pakis , Perang Sander, Seruni, Parang Kesit Barong merupakan motif batik Mangkunegaraan.Sedangkan motif batik Kawung Geger Sekurung merekam berdiri nya kadipaten Pakualaman di Jogyakarta.

BATIK PEKALONGAN :
Batik Pekalongan merupakan batik pesisir, awalnya dibuat untuk peralatan upacara dan pembuatannya menggunakan lilin dari daun sebagai perintang warna.Selain penduduk asli, di pekalongan banyak bermukim penduduk keturunan Arab, Cina, Belanda yang memproduksi batik, oleh karena itu batik Pekalongan pun jadi beragam.

Hasil pembatikan dari masyarakat keturunan Belanda dikenal sebagai Batik Belanda, menampilkan warna-warna cerah dengan motif perpaduan aneka bunga, ragam hias burung bangau, angsa, burung kecil dan kupu 2x. pembatik Belanda yang terkenal al : J.Jans ; Mat Zeelar ; T. Van Zuylen ; Elida Van Zuylen.
Selain itu juga berkembang batik yang dipengaruhi unsur Cina dan dikerjakan oleh pembatik keturunan Cina, dengan motif khasnya al : burung Hong, Singa, Naga, Kilin ( anjing berkepala singa ), kura-
kura.
Pembatik yang terkenal halus dan khas antara lain : Oey Soe tjoen ; Nyoo Gwat Sie ; Oei Tiong Haw ; The Te Sit ; Liem Ping Wie dan Na Swan Hien….. Batik-
Batik halus ini disebut Maskot.

MOTIF BATIK JAWA HOKOKAI :
Motif ini dipengaruhi Jepang, dikenal rumit karena menampilkan berbagai ragam hias, isen dan tata warna yang banyak. Dibuat sebagai kain panjang pagi sore dengan motif keraton sebagai latar dan ragam hias bunga Sakura, Krisan, Dahlia, Anggrek dalam bentuk buketan atau lung lungan dan kupu-kupu.
Kupu-
kupu merupakan simbol keabadian cinta dalam cerita Sam Pek Eng Tay dari negeri Cina, ragam hias burung merak lambang keindahan dan keanggunan.

Warna kuning, merah, merah muda, lembayung, hijau turquise , hijau adalah warna-warna yang disukai orang Jepang.Kebanyakan motif batik Jawa Hokokai hadir dengan tepi seperti pinggiran kimono dengan susunan ragam hias Flora dan Fauna yang diatur dari pojok kearah Vertikal dan horizontal disebut Susimoyo

MOTIF BATIK 2 NEGRI :
Batik 2 negri dibuat di Lasem untuk pola yang berwarna merah dan biru dibuat di Pekalongan atau Kudus. Karena pembuatan nya dibuat di 2 tempat yang berbeda, maka batik itu disebut Batik 2 Negri.

MOTIF BATIK 3 NEGRI :
batik 3 Negri dibuat di tiga tempat berbeda yaitu: Pekalongan untuk mengisi kandungan warna biru,  di Lasem untuk mengisi kandungan warna merah serta di Jogya atau Solo  untuk mengisi Parang. Liris , Kawung yang berwarna Soga. tetapi sekarang banyak dijumpai juga batik 3 Negri yang selain di buat di Solo, dikombinasi dengan pembuatan dari daerah lain seperti Pekalongan, Cirebon dan  Lasem.


Jualan Batik Jakarta

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

tags: ,
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Sejarah Batik

Saturday 31 December 2016 | Post

Tas Seminar Model Ransel, Slempang, Tas-Batik @ www(dot)JawaraShop.com Keluarga mesra itu sederhana saja; Kalau suami tanpa…

Friday 25 December 2015 | Post

Perkenalkan nama saya Siti Insyaroh, Saat ini saya bekerja disebuah perusahaan swasta, terkadang ngiri dengan para…

Wednesday 18 October 2017 | Post

Artis Strength and Fitness – Cross-Training Metcon (Time) 2017 Battle in the Fall Individual Event Announcement…

Thursday 12 January 2017 | Post

Tak terasa Ramadhan sudah menginjak dihari yang ke 25 di tahun 2009 lalu. Hatiku sangat gembira,…