Perdebatan Hak Cipta Buku Harian Anne Frank Masih Bergulir

hak cipta

Hak cipta dari penerbitan buku harian Anne Frank telah berakhir pada Desember 2015 lalu. Namun, persoalan tersebut masih diperdebatkan dan belum usai. Pihak Anne Frank Fund beranggapan pihaknya masih memegang izin.

Dosen sekaligus peneliti Olivier Ertzscheid dan aktivis Prancis Isabelle Attard yang berencana akan mencetak ulang ke dalam bahasa lainnnya pernah merilis buku harian Anne ke situs web pribadinya. Tapi, mencabutnya lagi karena Penerbit Livre du Poche mengirim pemberitahuan resmi bahwa hak cipta penerjemahan bahasa Prancis masih dipegang mereka.

Attard yang juga anggota parlemen pun berencana akan menterjemahkannya ke dalam bahasa Belanda awal tahun ini. “Kami menganggap Anne Frank Found tidak mau lepas karena persoalan uang,” ucapnya, dilansir dari Daily Mail, Senin (4/1/2016).

Jika bukan karena uang, seharusnya mereka menyetujuinya dan tidak mempersoalkan hak terbit. “Karena Anne Frank akan makin dikenal ke seluruh dunia,” tambahnya lagi. kartu nama

Anne Frank Fund menganggap bahwa buku harian gadis kecil tersebut merupakan pekerjaan anumerta (perjanjian yang terkait dengan seseorang yang telah meninggal dunia). Hak ciptanya meluas setelah tanggal terakhir percetakan dan cetakan terakhirnya pada 1986 silam. Maka, hak ciptanya akan berlaku sampai 2037 di bawah Dutch State Institute for War Documentation (NIOD).

Sejak dipublikasikan pada 1947 silam, buku harian Anne Frank telah terjual lebih dari 30 juta eksemplar. Anne Frank menulis buku harian bersejarahnya selama Perang Dunia II dan meninggal di usia 15 tahun di sebuah kamp konsentrasi Bergen-Belsen di tahun 1945. Dua tahun berikutnya, karya tulisnya booming dan dibaca ke berbagai pelosok negeri.


Batik Jakarta Online

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment