Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

JAUH LEBIH DEKAT DENGAN TARI SAMAN – ACEH

Jan
06
2017
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Ada hal yang menari yang dilakukan dari penari tari Aceh adalah bahwa tari Aceh dilakukan berkelompok. Seudati yang heroik dilakukan oleh delapan orang. Tari Saman, beberapa orang menyebutnya “tari tangan seribu” atau bisa disebut “ a thousand hand dance” yang tampak dinamis. Tari Saman biasanya dilakukan oleh sepuluh orang laki-laki dan sepuluh orang perempuan atau lebih.

Tarisamanaceh

Adapun Syekh (pemimpin) yang terdapat pada tari Saman dan terkadang ada juga aneuk syech, ia adalah seperti wakil atau asisten dari syech. Erat kaitannya dengan konsep imam dan amir dalam islam yang mempunyai wajah unik sendiri di Aceh yang mengatakan bahwa setiap kelompok yang lebih dari satu orang, haru memiliki satu orang pemimpin. Dan apabila dua orang melakukan sebuah perjalanan, maka salah satunya dipilih jadid amir perjalanan.

Konsep pemimpin dalam Islam juga mewujud dengan jelas dalam shalat berjamaah yang sangat demokratis dan egaliter, yang konon menjadi sumber inspirasi pencipta Likok Pulok. Siapa saja boleh menghadap Tuhan-nya di barisan terdepan di belakang imam atau bahkan menjadi imamnya. Siapa pun bisa jadi imam asal memenuhi syarat yang dapat dipenuhi siapa saja yang mau belajar dan mengamalkannya. Makmum, pengikut imam, harus ikut gerakan imam. Tapi makmum bisa mengingatkan jika imam lupa. Bila imam, maaf, kentut, siapapun di belakang imam boleh menggantikannya dan imam dengan kesadaran snediri harus mundur. Imam perlu jamaah. Sebaliknya, jamaah tidak jalan tanpa imam. Karena itu, tarian Aceh adalah tarian berjemaah!

Dalam beberapa gerakannya, seperti dalam tari Seudati dan Ranub Lampuan, ”konsep ruang berupa titik-sentral-di-tengah-lingkaran” seringkali muncul. Margaret Kartomi, profesor seni tradisional Nusantara dari Australia menuliskan:

“…the central point-in-a-circle concept of space is believed to have its parallels in Perso-Arabic thinking and points to Aceh’s links with Persian, Moghul, Turkish, and Arabic cultures over the past millennium. It governs mosque-centred town planning, some visual art designs and some formations of dancers and musicians who circle around their leader at the centre point.” (Kartomi 2004)

Boleh rasanya bila kita mengatakan bahwa tari Aceh adalah salah satu wujud peradaban Aceh sendiri. Bagaimana Aceh memandang dirinya sendiri di tengahperadaban Persia, Moghul, Turki, dan Arab yang terlihat didalam konsep menari tari Aceh. Mewujud juga dalam perencanaan gampong dan kota dimana mesjid adalah titik pusatnya, baik secara fisik maupun mental

Syeikh, amir, atau imam menentukan gerakan dinamis dan serempak tarian jamaahnya. Maju bersama, mundur, duduk, bersila seperti dalam Saman; berjingkrak, bahkan berlari dengan bersemangat seperti dalam Seudati. Lemah gemulai dan lembut seperti dalam Ranub Lampuan. Dibantu aneuk syeikh, seorang syeikh menentukan irama, emosi, dan gerak para penarinya.

Kerjasama dan saling percaya antara syeikh dengan para penarinya adalah keniscayaan. Tak ada tari Aceh tanpa kerjasama dan saling percaya. Tari kehilangan keindahan dan pesonanya. Coba bayangkan tangan, tubuh, kepala yang saling berbenturan di tengah kegesitan gerakan serempak Tari Saman! Taripun buyar.

Tarian Aceh, orang Aceh bisa maju dan mempesona jika dia berjamaah. Kelemahannya, setiap jamaah sangat rentan terhadap ”bisikan syeitan”. Jika satu penari khianat karena kepentingan pribadi atau kena rayuan dari luar tarian—dan ini sangat mudah dalam dunia yang makin hedonistik ini, maka rusaklah seluruh tarian. Penari bisa terpengaruh atau dibeli. Kalau satu terbeli, shaf jamaah bolong.

Seperti pada tarian Aceh, bisa maju dan bahagia apabila jika seorang syekh adalam merupakan sosok imam yang tegas, berilmu, serta juga demokratis dan terbuka. Banya warga Aceh yang masih menderita hingga sekarang dikarenakan sudah lama kehilangan pemimpin yang mampu memimpin serta memimpin gerak maju rakyatnya. Seperti Tari Saman atau Likok Pulok tanpa syeikh.

Source: https://galeriabiee.wordpress.com/orang-yang-menyumbang-emas-tugu-monas/sejarah-tari-saman/


Transport in Jakarta

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya JAUH LEBIH DEKAT DENGAN TARI SAMAN – ACEH

Saturday 29 July 2017 | Post

Summarecon Mal Serpong mempersembahkan FESTIVAL KULINER SERPONG 2017 10 Agustus – 10 September 2017 Festival Kuliner…

Tuesday 13 March 2012 | Post

PERANGKAT PEMBELAJARAN Materi Agama Hindu Kelas X Materi Agama Hindu Kelas XI Materi Agama Hindu Kelas…

Tuesday 12 September 2017 | Post

9/11 Tribute In Light. NYC. Statue of Liberty, World Trade Center Tower One. A day late,…

Sunday 15 October 2017 | Post

Artis Strength and Fitness – Cross-Training Metcon (AMRAP – Reps) 400m run 21 Toes to bar…