Fadli Zon: Tak ada Urgensi, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Janggal

111-27agus2015-fasttrain-681x387

Wakil Ketua DPR  yaitu Fadli Zon menekankan urgensi keberadaan kereta cepat Jakarta-Bandung yang sudah disepakati pemerintah Indonesia bersama China. Beliau menilai janggal proyek yang dikabarkan menelan dana sekitar Rp80 triliun ini.

“Menurut saya ini juga kejanggalan. Proyek ini ada China ada Jepang. Tapi sebelum itu enggak ada kok urgensinya kereta Jakarta-Bandung ini. Kenapa sih emang susah ke Bandung? Saya naik mobil satu setengah jam juga nyampe,” ujar Fadli di DPR, Jakarta. Jumat (02/10).

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, kereta cepat Jakarta-Bandung sama sekali tidak diperlukan. “Sudah ada kereta juga kenapa mesti ada kereta cepat. Kalau udah sampai di Bandung terus naik apa. Mau naik gojek?” ,Jadi ini tidak perlu proyek ini. Kalau perlu yang belum ada seperti Jakarta Semarang Surabaya Cirebon atau di luar Jawa sekalian. Itu bagus itu baru menambah,” tambahnya.

063089000_1433890587-peron_china

Diketahui, pemerintah Jepang kecewa dengan Indonesia pasca ditetapkannya China sebagai pemenang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Hal tersebut dikhawatirkan akan berimbas pada retaknya hubungan antara Jepang dan Indonesia.Bukan hanya wakil ketua DPR saja yang kurang menyetujui, tetapi Presiden RI yaitu Joko Widodo (Jokowi) juga menolak proposal tandingan China dan Jepang untuk pembangunan megaproyek tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan keputusan Presiden Jokowi yaitu pembangunan kereta cepat tidak boleh menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) langsung maupun tidak langsung. Baik dalam bentuk dana maupun suntikan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), serta penjaminan dari pemerintah. “kalau begitu jangan kereta cepat. Cukup kereta kecepatan menengah yang melesat dengan kecepatan 200 Km-250 Km per jam,” terang Darmin.

 


Transport in Jakarta

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment