Menu
Dapatkan Produk Produk Snack Berkualitas KHAS SOLO yang dikirim ke JAKARTA

Awas hati hati dengan telepon gelap!

Oct
08
2016
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Awas hati hati dengan telepon gelap! Sekitar 5 menit yang lalu ada orang dengan sok akrab dan sedikit memaksa menelpon saya : ” Halo lagi sibuk gak?” Saya jawab : ” Ya, saya sedang kerja di kantor, buat proposal.” Mulai si penelpon memaksa : ” Sibuk gak luh?” Waduh ini orang berani sekali kurang ajar memanggil saya dengan tidak sopan. Hanya beberapa orang saja yang berani memanggil saya luh, adalah teman akrab saya dari kecil seperti teman sd, smp atau sma. Saya jawab : ” Iya kenapa, saya sedang sibuk!!!” Dengan sedikit membentak. Terus si penelpon bertanya : “Kamu dimana?” Saya Jawab : “Di kantor” Lantas dia memaksa : ” Lu tahu gua gak?” Saya jawab dengan tegas : “Gak!!!” Si penelpon marah : ” Masak luh gak kenal gua sih?” Saya jawab dengan tegas : ” Tidak!!!” Tambah marah lagi dia : ” Masak nomer gua nggak luh simpen?” Saya jawab :”Nggak!!!” Si Penelpon tambah marah dan emosi : Jadi nomer ini nggak luh simpen?” Saya Jawab dengan tegas :”Tidak!!” Terus gantian saya yang tanya dengan nada keras : “Emangnya luh mau ngapain?” Dijawab dengan marah si Penelpon : “Gua mau minta tolong bantuan luh!!!” Dengan nada keras. Saya jawab dengan keras juga : “Ya sudah dateng aja ke kantor gua.” Kali ini dia tanya dengan melemah : “Emang kantor luh dimana?” “Ntar gua datengin!” Saya Jawab :” Lah, Lu belom tau kantor gua, udah berani marah marah sama gua, kurang ajar luh!!!” Dengan nada membentak. Si Penelpon marah lagi : “Iye, kantor luh dimana?” ” Ntar gua datengin” Saya Jawab;” Di Mabes TNI Cilangkap!!!” Langsung telepon ditutup suara bunyi ;”Tuut” Pelajaran yang harus dilakukan terutama bagi kaum wanita adalah : 1. Jangan pernah menebak itu nama siapa, simak perhatikan diskusi saya diatas. 2. Jangan pernah menyebut satu nama siapa saja termasuk nama kita pribadi, sebab itu nanti dijadikan modal awal untuk masuk kedalam data base kehidupan kita. 3. Apabila dia kurang sopan atau kasar kita lakukan hal yang sama dengan nada yang sama, sebab menurut pakar NLP, Anthony Robbin, PHD apabila kita melemah dan mulai nurut mengikuti mereka maka saat itu gelombang Neuro di otak sudah terkunci dengan hipnosis dari lawan. Jadi wajib kita rusak dengan nada keras sebab akan mengacaukan gelombang yang sedang ditransfer. 4. Coba cek biasanya penipu namanya tidak pernah terdaftar di memori HP kita. 5. Jangan pernah mengucapkan satu nama sekali pun, sebab istri saya pernah tertipu dengan alasan kurir toko online yang sedang kehabisan bensin… loh kurir kok abis bensin minta ke konsumen… gak masuk akal. Bahkan wali murid di sekolah istri saya mengajar pernah tertipu ratusan juta rupiah sebab tertipu anaknya tertabrak truck san kritis di ICCU, ternyata putri tercintanya sedang belajar di kelas. 6. Jangan pernah membuka peluang kita mau mengikuti kemauan penelpon, sebab begitu kita mau berarti salah satu gelombang hipnotis sudah masuk ke otak kita dan logika kita langsung lemah. 7. Jangan pernah mau diajak ketemuan diluar, sebab ada teman saya laki laki seorang pengusaha Property akhirnya diculik dan beberapa hari kemudian dikabarkan sudah tewas meninggal dunia, hii serem banget? 8. Sebaiknya bila anda seorang wanita, matikan saja telpon yang tidak jelas atau berikan ke suami, kakak, atau bapak anda telpon tersebut, sebab langsung merusak sistem hipnotis dia. Dan hal ini cukup efektif saya terapkan saat istri saya ditelpon pria tidak dikenal dengan niat menghipnotis, setelah telpon diberikan ke saya, dan saya jawab langsung sambungan telponya ditutup. Terimakasih sudah membaca status ini, kalo bermanfaat silahkan disebarkan via twitter, wa, FB, bbm, dsb. Copast from : @ Frans Indarto Courtesy from Joko Baskoro MABES TNI 10/1/16, 08:10 – Mta Nugroho: Info yg bermanfaat. Sukron. 10/1/16, 08:13 – ‪+62 823-0015-7435‬: 👍🏻 10/1/16, 08:35 – ‪+62 878-3122-4001‬: 🍇✔enak sy pilih masukne catatan 10/1/16, 11:15 – ‪+62 812-8006-9830‬: Blora dah perjalanan ke penawangan. 10/1/16, 11:44 – ‪+62 813-2811-7515‬: Sejarah Singkat PKI Berikut ini kiriman WA dari pak Ginanjar Kartasasmita ttg PKI: Assalamu alaikum wr wb.. Bpk/Ibu/Adik2 yg lahir setelah th.1965. Sejarah masa lalu mdh2an tdk terulang lagi. Agak panjang ceritanya, ttp menarik utk disimak : “JASMERAH” (JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN/MENINGGALKAN SEJARAH) Data kronologis melengkapi tulisan ttg PKI PKI: TAHUN 1945 s/d 1965 Bismillaah Wal Hamdulillaah… Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah… A. KRONOLOGIS 1. Tanggal 8 Oktober 1945: Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia). 2. Medio Oktober 1945: AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil meneror, menangkap, dan membunuh sejumlah Pejabat Pemerintah di Tegal. 3. Tanggal 17 Oktober 1945: Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yg terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya. 4. Tanggal 18 Oktober 1945: Badan Direktorium Dewan Pusat yg dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yg diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara. 5. Tanggal 21 Oktober 1945: PKI dibangun kembali secara terbuka. 6. Tanggal 4 November 1945: API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yg meliputi Brebes, Tegal, dan Pemalang. 7. Tanggal 9 Desember 1945: PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak R. Hardiwinangun di Jembatan Sungai Cimancak. 8. Tanggal 12 Desember 1945: Ubel-Ubel Mauk yg dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Otto Iskandar Dinata. 9. Tanggal 12 Februari 1946: PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI. 10. Tanggal 14 Februari 1946: TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI. 11. Tanggal 3 – 9 Maret 1946: PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura, membunuh Sultan bersama keluarganya, dan menjarah harta kekayaannya. 12. Tahun 1947: Kader PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil jadi PM Republik Indonesia dan membentuk kabinet. 13. Tanggal 17 Januari 1948: PM Amir Syarifuddin Harahap menggelar Perjanjian Renville dengan Belanda. 14. Tanggal 23 Januari 1948: Presiden Soekarno membubarkan Kabinet PM Amir Syarifuddin Harahap dan menunjuk Wapres M Hatta untuk membentuk Kabinet baru. 15. Bulan Januari 1948: PKI membentuk FDR (Front Demokrasi Rakyat) yg dipimpin oleh Amir Syarifuddin untuk beroposisi terhadap Kabinet Hatta. 16. Tanggal 29 Mei 1948: M. Hatta melakukan ReRa (Reorganisasi dan Rasionalisasi) terhadap TNI dan PNS untuk dibersihkan dari unsur-unsur PKI. 17. Bulan Mei 1948: Muso pulang kembali dari Moskow – Rusia setelah 12 (dua belas) tahun tinggal disana. 18. Tanggal 23 Juni – 18 Juli 1948: PKI Klaten melalui SARBUPRI (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia) melakukan pemogokan massal untuk merongrong Pemerintah RI. 19. Tanggal 11 Agustus 1948: Muso memimpin FDR / PKI dan merekonstruksi Politbiro PKI, termasuk DN Aidit, MH Lukman, dan Nyoto. 20. Tanggal 13 Agustus 1948: Muso yg bertemu Presiden Soekarno diminta untuk memperkuat Perjuangan Revolusi. Namun dijawab bahwa dia pulang untuk menertibkan keadaan, yaitu untuk membangun dan memajukan FDR / PKI. 21. Tanggal 19 Agustus 1948: PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah. 22. Tanggal 26 – 27 Agustus 1948: Konferensi PKI 23. Tanggal 31 Agustus 1948: FDR dibubarkan, lalu Partai Buruh dan Partai Sosialis berfusi ke PKI. 24. Tanggal 5 September 1948: Muso dan PKI-nya menyerukan RI agar berkiblat ke UNI SOVIET. 25. Tanggal 10 September 1948: Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedunggalar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan. 26. Medio September 1948: Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun. 27. Tanggal 13 September 1948: Bentrok antara TNI pro pemerintah dengan unsur TNI pro PKI di Solo. 28. Tanggal 17 September 1948: PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng. 29. Tanggal 18 September 1948: Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifuddin Harahap sebagai Perdana Menteri. 30. Tanggal 19 September 1948: Soekarno menyerukan rakyat Indonesia untuk memilih Muso atau Soekarno – Hatta. Akhirnya, pecah perang di Madiun: Divisi I Siliwangi pimpinan Kol. Soengkono menyerang PKI dari Timur dan Divisi II pimpinan Kol. Gatot Soebroto menyerang PKI dari Barat 31. Tanggal 19 September 1948: PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang, dan Cepu, serta kota-kota lainnya. 32. Tanggal 20 September 1948: PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya. 33. Tanggal 21 September 1948: PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr.Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya, yaitu Dr.Susanto, Abu Umar, dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora. 34. Tanggal 18 – 21 September 1948: PKI menciptakan 2 (dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai: a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit. b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit. c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan. d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan. g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan. 35. Tanggal 30 September 1948: Panglima Besar Jenderal Sudirman mengumumkan bahwa tentara Pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yg lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yg terdiri dari TNI, Polisi, Pejabat Pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama, serta Santri. 36. Tanggal 4 Oktober 1948: PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri – Jawa Tengah. 37. Tanggal 30 Oktober 1948: Para pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun ditangkap dan dihukum mati, adalah Muso, Amir Syarifuddin, Suripno, Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo, dan lainnya. 38. Tanggal 31 Oktober 1948: Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC). 39. Akhir November 1948: Seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yg semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain: Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya. 40. Tanggal 19 Desember 1948: Agresi Militer Belanda II ke Yogyakarta. 41. Tahun 1949: PKI tetap tidak dilarang; sehingga tahun 1949 dilakukan rekonstruksi PKI, dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965. 42. Awal Januari 1950: Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yg semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat. 43. Tahun 1950: PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah. 44. Tanggal 6 Agustus 1951: Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada. 45. Tahun 1951: Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno; sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI. 46. Tahun 1955: PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU. 47. Tanggal 8 – 11 September 1957: Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno. 48. Tahun 1958: Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat; karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI 49. Tanggal 15 Februari 1958: Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun pemberontakkan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan. 50. Tanggal 11 Juli 1958: DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin. 51. Bulan Agustus 1959: TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno. 52. Tahun 1960: Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI. 53. Tanggal 17 Agustus 1960: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM. 54. Pertengahan Tahun 1960: Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang. 55. Bulan Maret 1962: PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno. DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat. 56. Bulan April 1962: Kongres PKI. 57. Tahun 1963: PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia. 58. Tanggal 10 Juli 1963: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM. 59. Tahun 1963: Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain: KH. Buya Hamka, KH. Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar. 60. Bulan Desember 1964: Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA. 61. Tanggal 6 Januari 1965: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI 62. Tanggal 13 Januari 1965: Dua sayap PKI, yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya. 63. Awal Tahun 1965: PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain: SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat), dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia). 64. Tanggal 14 Mei 1965: Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI, dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi. 65. Bulan Juli 1965: PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara. 66. Tanggal 21 September 1965: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI. 67. Tanggal 30 September 1965 pagi: Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta. 68. Tanggal 30 September 1965 malam: Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh): a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution. d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965. e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yg membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu: Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain: – Angkatan Darat: Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo, dan Kolonel Infantri A. Latief – Angkatan Laut: Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi, dan Komodor Laut Soenardi – Angakatan Udara: Men / Pangau Laksdya Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo, dan Mayor Udara Sujono – Kepolisian: Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja. 69. Tanggal 1 Oktober 1965: PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil alih kekuasaan. 70. Tanggal 2 Oktober 1965: Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal, dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI. 71. Tanggal 6 Oktober 1965: Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap. 72. Tanggal 13 Oktober 1965: Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa. 73. Tanggal 18 Oktober 1965: PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yg dibantai, dan ada beberapa pemuda yg selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Peristiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya. 74. Tanggal 19 Oktober 1965: Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa. 75. Tanggal 11 November 1965: PNI dan PKI bentrok di Bali. 76. Tanggal 22 November 1965: DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati. 77. Bulan Desember 1965: Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI. 78. Tanggal 11 Maret 1965: Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI. 79. Tanggal 12 Maret 1965: Soeharto melarang secara resmi PKI. 80. Bulan April 1965: Soeharto melarang Serikat Buruh pro PKI yaitu SOBSI. 81. Tanggal 13 Februari 1966: Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan, ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…” 82. Tanggal 5 Juli 1966: Terbit TAP MPRS No.XXV th.1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme, dan Leninisme. 83. Bulan Desember 1966: Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967. 84. Tahun 1967: Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea, dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di selatan Blitar bersama kaum Tani PKI. 85. Bulan Maret 1968: Kaum Tani PKI di selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh. 86. Pertengahan 1968: TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI. 87. Dari tahun 1968 s/d 1998: Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV th.1966. 88. Dari tahun 1998 s/d 2015: Pasca Reformasi 1998 pimpinan dan anggota PKI yg dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka merajalela melakukan aneka gerakan pemutarbalikan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN. Semoga kita semua Waspada terhadap kebangkitan PKI. Aamiin. Mohon bantu share.

    ….* Kita bulatkan niat + tekad, agar di tahun baru ini lebih baik dr tahun yang lalu. Selamat Tahun Baru Hijriah 1438 H 10/1/16, 20:55 – ‪+62 821-3658-2720‬: 10/1/16, 21:01 – ‪+62 857-5471-1695‬: assalamualaikum,, maaf,,mau nanya “japri” itu artinya apa,,,,maklum,,,orang kampong,,, 10/1/16, 21:01 – ‪+62 857-5471-1695‬: 😁😁😁 10/1/16, 21:02 – ‪+62 896-8775-0634‬: Japri=jalur pribadi..😊 10/1/16, 21:03 – ‪+62 852-9313-9321‬: jalur pribadi pak. artinya inbox antara 2 orang saja. 10/1/16, 21:06 – ‪+62 857-5471-1695‬: o0ow,,,,soalnya tetangga aku ada yg namanya jepri,,,kirain nama orang,,,maaf 😊😊 10/2/16, 04:30 – ‪+62 852-3166-7790‬: 10/2/16, 05:15 – ‪+62 815-6554-182‬: 👍🏼👍🏼 10/2/16, 06:27 – Mta Ina Nur: 10/2/16, 06:34 – ‪+62 838-7837-3999‬: Apik 10/2/16, 06:46 – Mta Dr. Kusnadi: 10/2/16, 07:07 – ‪+62 815-6554-182‬: 😭😭 10/2/16, 07:13 – ‪+62 878-3122-4001‬: Ngudo roso ,hebatnya satgjs pantura kususnya dar 10/2/16, 07:18 – ‪+62 878-3122-4001‬: Dari jepara bermodal kaos bertulisan satgas mta sdh berani duduk bersama dalam forum pertemuan satgas lemgkap uniform kt teliti dr jtas a kabaret b rambut abaju militermayor jendrat b kaos oblong a sabuk perut bisa buat senjata darurat brafia dikantongi a celana uniform b celana ngaji a sepatu dinas lapangan bu sandal biasa buat ngaji jangan kecil hati b, kalo sdh waktunza uniforem mereka sdh lama milikmu nt baru gres atas sp bwh 9/30/16, 15:56 – Messages you send to this group are now secured with end-to-end encryption. Tap for more info. 9/30/16, 19:39 – ‪+62 857-2859-4903‬: Alamat Rumahnya pak kusnadi dimana ?? 9/30/16, 20:06 – Mta Dr. Kusnadi: Kalau Rumah ada di belakang kecamatan, klinik depan kecamatan. Kalau Majlis cab.penawangan masih 5 KM dr klinik ke arah selatan 9/30/16, 20:06 – Mta Dr. Kusnadi: Monggo mau pinarak yg mana 9/30/16, 20:11 – Mta Nabila: Mohon di share alamat lengkap majlismya pk, jazakumullahu khoiron 9/30/16, 20:17 – ‪+62 857-5471-1695‬: monggo sinten kemawon seng ajeng nderek mampir teng griyane pak dokter,,,,kersane di rencanaake riyen,,, 9/30/16, 20:26 – Budi Kayamara: Yg jualan bibit pisang siapa njih ? 9/30/16, 20:27 – ‪+62 813-9363-6137‬: Pisang apa ya…. 9/30/16, 20:46 – ‪+62 852-2506-8104‬: Bu siti khomsah kyk’y jual bibit pisang, tp gk tau jenis apa! 9/30/16, 20:48 – ‪+62 819-1076-0221‬: Pk dokter dulu kayaknya punya pk,bibit pisang. 10/1/16, 04:33 – ‪+62 852-3166-7790‬: 10/1/16, 07:22 – Ven Dhimaz: Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saudara ada yang jual sandal outdoor?? 10/1/16, 07:22 – Ven Dhimaz: Klo ada japri njeh 10/1/16, 07:57 – ‪+62 823-0015-7435‬: [truncated by WhatsApp] 10/1/16, 12:27 – ‪+62 857-5471-1695‬: assalamualaikum,,,,mau nanya,,,pertemuan satgas entar sore pake sragan lengkap apa baju biasa,,,,mohon cepet,,,udah mau berangkat ini,,,,maaf,,,😣 10/1/16, 12:32 – ‪+62 815-6554-182‬: Komplit mas 10/1/16, 12:32 – ‪+62 857-5471-1695‬: njeh,,,mator suwon,,,, 10/1/16, 13:41 – ‪+62 813-9363-6137‬: 10/1/16, 16:56 – ‪+62 813-2589-3411‬: 10/1/16, 19:18 – ‪+62 815-6554-182‬: *Muhasabah diri……* *Waktu berlalu begitu halus* kita sering terlena. Belum sempat berdzikir pagi tau-tau sudah menjelang siang, belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi.😑 *Rencana* jam 9 mau shalat Dhuha, tiba-tiba adzan Dzuhur sudah terdengar. Penginnya setiap pagi baca Al-Qur’an, malah asyik dg baca WA, tiap hari pengin sedekah, malah habis utk beli pulsa. Tapi ya itu, “banyak penginnya itu” 😶 *Komitmen* akan selalu mengisi malam dg tahajud sekalipun hanya 3 raka’at , semua hanya rencana.😥 Akan terus beginikah nasib *hidup* menghabiskan umur ?, bergumul dengan usia ?😔 Lalu tiba-tiba masuklah *usia* kita di angka 40, tak lama terasa menjadi 50, dan…. 60 kmd cucu mulai memanggil kita “Kek… Nek…” pertanda kita sudah tua.😞 Lalu sambil *menunggu ajal* tiba, sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat pernah berbuat apa … ???.😕 Astaghfirullah… *ternyata tak seberapa, !!!* sedekah dan infaq cuma sekedarnya, mengajarkan ilmu tak pernah ada, silaturrahmi rusak semua.😨 Jika sudah demikian, apakah ruh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan sakit disaat harus berpisah dari tubuh pada waktu *sakaratul maut*…???.😢 Tambahkan usiaku ya Allah…!!! , aku *butuh waktu* untuk beramal dan berbekal sebelum Kau akhiri ajal.😩 Belum cukupkah *menyia-nyiakan* waktu selama 40, 50 atau 60 tahun ?, 😓 *Butuh berapa tahun* lagikah untuk mengulang pagi, siang sore dan malam hari ? Butuh berapa tahun lagi agar bisa mempersiapkan diri untuk siap mati. 😣 Bagaimanapun, Tanpa kita pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala di setiap harinya, jamnya, detiknya, maka 1000 tahunpun *tidak akan pernah cukup* bagi orang yang terlena…😭 *Astaghfirullah.

artikel lainnya Awas hati hati dengan telepon gelap!

Friday 4 August 2017 | Post

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Prestasi kini…

Monday 25 September 2017 | Post

*INFO BAZAAR* Calling All Tenant !! Hallo sahabat Jakarta, Podjok Production kembali menyelenggarakan acara bazaar loh.…

Monday 15 May 2017 | Post

Jual Loyang cap batik 0812 253 72378 / 0857 436 26626 Loyang cap batik adalah tempat…

Wednesday 21 February 2018 | Post

Artis Strength and Fitness – Cross-Training Metcon (4 Rounds for time) Row 500m 10 Stone Deadlifts…

Rekening


BRI : 051201005742507 An/ : Budi Prihono, S.Sos
MANDIRI : 1380010506520 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BNI : 0282198021 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BCA : 0770538343 An/ : Budi Prihono, S.Sos
Info & Pemesanan : Kayamara Group, Perumnas Jl. Salak 5 No. 125 RT. 001/019, Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772
0271-8202839
085647595948
085647595948