Menu
Dapatkan Produk Produk Snack Berkualitas KHAS SOLO yang dikirim ke JAKARTA

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

May
31
2015
by : dijakarta4. Posted in : Post
Pada hari Jum’’at tangggal 17 Agustus 1945, di kediaman Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, sejak pagi telah ada kegiatan untuk persiapan proklamasi kemerdekaan. Semula pembacaan teks proklamasi direncanakan di Lapangan Ikada, akan tetapi Ir. Soekarno tidak setuju karana akan menimbulkan bentrokan dengan Jepang.
Rumah Ir. Soekarno tersebut dijaga keamanannya oleh Pemuda dan PETA. Beberapa tokoh telah hadir diantaranya, adalah Dr. Buntaran Martoatmojo, A.A. Maramis, Mr. Latuharhary, Abikusno Cokrosuyoso, Anwar Cokroaminoto,  Otto Iskandardinatta, Ki Hajar Dewantar, Sam Ratulangi, K.H. Mas Mansur, sayuti Melik, dr. Muwardi, Suwirjo dan A,G. Pringgodigdo. Tepat pada pukul 10.00 WIB, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno. Setelah selesai pembacaan proklamasi kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih yang telah dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati. Petugas pengibaran bendara adalah Latief Hendraningrat dan Suhud. Pada saat bendera dikibarkan dengan spontan hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Peristiwa Proklamasi walaupun hanya berlangsung kurang dari 1 jam dan sangat sederhan memiliki makna yang amat besar bagi bangsa Indonesia. Berikut makna dari Proklamasi:
1)    Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan pernyataan kemerdekaan yang memberitahu baik     kepada bangsa Indonesia sendiri maupun dunia luar bahwa sejak itu bangsa Indonesia telah merdeka dan lepas dari penjajahan.
2)    Secara hukum, Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan pernyataan yang berisikan keputusan bangsa Indonesia menghapus tata hukum kolonial dan menggantikannya dengan tata hukum nasional.
3)    Secara politis-ideologis, Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan pernyataan bangsa Indonesia untuk lepas dari penjajahan dan membangun negara Republik Indonesia yang bebas dan berdaulat penuh.
4)    Proklamasi 17 Agustus 1945 juga dapat dipandang sebagai puncak perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya.

F.  Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
        Tokoh pergerakan bangsa Indonesia yang bekerja pada stasiun-stasiun radio Jepang, di antaranya Maladi dan Yusuf Ronodipuro. Syahrudin seorang wartawan kantor berita Domei sejak pagi hari pada 17 Agustus 1945 telah memperoleh salinan naskah Proklamasi dan menyampaikannya kepada bagian radio Domei, Waidan B. Penelewen. Kemudian ia memerintahkan F.Wuz seorang petugas telekomunikasi (markonis) untuk menyiarkan segera berita proklamasi. Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diulangi setiap setengah jam sampai pukul 16.00 WIB saat siaran berhenti. Akibat dari penyiaran tersebut, pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita dan menyatakan sebagai kekeliruan. Pada tanggal 20 Agustus 1945, pemancar tersebut disegel oleh Jepang dan para pegawainya dilarang masuk.
        Sekalipun pemancar radio disegel, para pemuda ternyata membuat pemancar baru dengan bantuan teknisi radio, di antaranya Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhandar. Mereka mendirikan pemancar baru di Menteng 31 dengan kode panggilan DJK 1. Dari sinilah selanjutnya berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan nantinya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia disebarluaskan. Sejak 1946, pemancar RRI Yogyakarta berhasil menyiarkan berita proklamasi ke luar negeri melalui siaran  The Voice of Free Indonesia yang disiarkan oleh Molly Warne.
Kabar berita proklamasi ini juga dimuat dalam surat kabar Tjahaya dari Bandung dan Soeara Asia dari Surabaya. Berita proklamasi juga disebarluaskan melalui utusan ke berbagai daerah. Teuku Mohammad Hasan diutus ke Sumatra, Sam Ratulangi ke Sulawesi, Ketut Puja ke Nusa Tenggara Barat, dan A.A. Hamidah ke Kalimantan. Berita proklamasi kemerdekaan juga disebarluaskan ke luar negeri.
G. Dukungan Rakyat terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang membahagiakan tersebut memberi efek yang luar biasa. Dukungan-dukungan rakyat diberbagai daerah dilakukan dengan pelucutan-pelucutan senjata milik Jepang dan Pengambilalihan puncuk pimimpinan di berbagai daerah. Tujuan pelucutan senjata tersebut adalah sebagai berikut.
1.    Mendapatkan senjata sebagai modal perjuangan berikutnya.
2.    Mencegah senjata Jepang tidak jatuh ke tangan sekutu.
3.    Mencegah agar senjata itu tidak digunakan Jepang untuk melukai rakyat Indonesia.
Sikap positif rakyat dalam bentuk tindakan yang menyambut dan mendukung proklamasi kemerdekaan dapat dipelajari dari peristiwa-peristiwa sebagai berikut.
1.    Di Jawa Tengah
        Berita proklamasi diterima melalui Radio Domei. Kemudian dibawa oleh Syarief Suratman dan MS. Mintarjo ke Gedung Jawa Hokokai yang tengah berlangsung sidang. Peserta sidang kemudian menyerukan “Hidup Bung Karno”, “Hidup Bung Karno” dan “Hidup Bangsa Indonesia”. Berita proklamasi kemudian disiarkan lewat radio Semarang.
2.    Daerah Istimewa Yogyakarta
        Rakyat Yogyakarta menyambut berita proklamasi dengan bangga dan gembira. Harian Matahari yang terbit di Yogyakarta baru memuat berita proklamasi pada tanggal 19 Agustus 1945 bersama sekaligus UUD yang telah ditetapkan.
3.    Di Jakarta
        Rakyat meProklamasi Kemerdekaan Indonesia
Pada hari Jum’’at tangggal 17 Agustus 1945, di kediaman Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, sejak pagi telah ada kegiatan untuk persiapan proklamasi kemerdekaan. Semula pembacaan teks proklamasi direncanakan di Lapangan Ikada, akan tetapi Ir. Soekarno tidak setuju karana akan menimbulkan bentrokan dengan Jepang.
Rumah Ir. Soekarno tersebut dijaga keamanannya oleh Pemuda dan PETA. Beberapa tokoh telah hadir diantaranya, adalah Dr. Buntaran Martoatmojo, A.A. Maramis, Mr. Latuharhary, Abikusno Cokrosuyoso, Anwar Cokroaminoto,  Otto Iskandardinatta, Ki Hajar Dewantar, Sam Ratulangi, K.H. Mas Mansur, sayuti Melik, dr. Muwardi, Suwirjo dan A,G. Pringgodigdo. Tepat pada pukul 10.00 WIB, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno. Setelah selesai pembacaan proklamasi kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih yang telah dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati. Petugas pengibaran bendara adalah Latief Hendraningrat dan Suhud. Pada saat bendera dikibarkan dengan spontan hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Peristiwa Proklamasi walaupun hanya berlangsung kurang dari 1 jam dan sangat sederhan memiliki makna yang amat besar bagi bangsa Indonesia. Berikut makna dari Proklamasi:
1)    Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan pernyataan kemerdekaan yang memberitahu baik     kepada bangsa Indonesia sendiri maupun dunia luar bahwa sejak itu bangsa Indonesia telah merdeka dan lepas dari penjajahan.
2)    Secara hukum, Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan pernyataan yang berisikan keputusan bangsa Indonesia menghapus tata hukum kolonial dan menggantikannya dengan tata hukum nasional.
3)    Secara politis-ideologis, Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan pernyataan bangsa Indonesia untuk lepas dari penjajahan dan membangun negara Republik Indonesia yang bebas dan berdaulat penuh.
4)    Proklamasi 17 Agustus 1945 juga dapat dipandang sebagai puncak perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya.

F.  Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
        Tokoh pergerakan bangsa Indonesia yang bekerja pada stasiun-stasiun radio Jepang, di antaranya Maladi dan Yusuf Ronodipuro. Syahrudin seorang wartawan kantor berita Domei sejak pagi hari pada 17 Agustus 1945 telah memperoleh salinan naskah Proklamasi dan menyampaikannya kepada bagian radio Domei, Waidan B. Penelewen. Kemudian ia memerintahkan F.Wuz seorang petugas telekomunikasi (markonis) untuk menyiarkan segera berita proklamasi. Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diulangi setiap setengah jam sampai pukul 16.00 WIB saat siaran berhenti. Akibat dari penyiaran tersebut, pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita dan menyatakan sebagai kekeliruan. Pada tanggal 20 Agustus 1945, pemancar tersebut disegel oleh Jepang dan para pegawainya dilarang masuk.
        Sekalipun pemancar radio disegel, para pemuda ternyata membuat pemancar baru dengan bantuan teknisi radio, di antaranya Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhandar. Mereka mendirikan pemancar baru di Menteng 31 dengan kode panggilan DJK 1. Dari sinilah selanjutnya berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan nantinya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia disebarluaskan. Sejak 1946, pemancar RRI Yogyakarta berhasil menyiarkan berita proklamasi ke luar negeri melalui siaran  The Voice of Free Indonesia yang disiarkan oleh Molly Warne.
Kabar berita proklamasi ini juga dimuat dalam surat kabar Tjahaya dari Bandung dan Soeara Asia dari Surabaya. Berita proklamasi juga disebarluaskan melalui utusan ke berbagai daerah. Teuku Mohammad Hasan diutus ke Sumatra, Sam Ratulangi ke Sulawesi, Ketut Puja ke Nusa Tenggara Barat, dan A.A. Hamidah ke Kalimantan. Berita proklamasi kemerdekaan juga disebarluaskan ke luar negeri.
G. Dukungan Rakyat terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang membahagiakan tersebut memberi efek yang luar biasa. Dukungan-dukungan rakyat diberbagai daerah dilakukan dengan pelucutan-pelucutan senjata milik Jepang dan Pengambilalihan puncuk pimimpinan di berbagai daerah. Tujuan pelucutan senjata tersebut adalah sebagai berikut.
1.    Mendapatkan senjata sebagai modal perjuangan berikutnya.
2.    Mencegah senjata Jepang tidak jatuh ke tangan sekutu.
3.    Mencegah agar senjata itu tidak digunakan Jepang untuk melukai rakyat Indonesia.
Sikap positif rakyat dalam bentuk tindakan yang menyambut dan mendukung proklamasi kemerdekaan dapat dipelajari dari peristiwa-peristiwa sebagai berikut.
1.    Di Jawa Tengah
        Berita proklamasi diterima melalui Radio Domei. Kemudian dibawa oleh Syarief Suratman dan MS. Mintarjo ke Gedung Jawa Hokokai yang tengah berlangsung sidang. Peserta sidang kemudian menyerukan “Hidup Bung Karno”, “Hidup Bung Karno” dan “Hidup Bangsa Indonesia”. Berita proklamasi kemudian disiarkan lewat radio Semarang.
2.    Daerah Istimewa Yogyakarta
        Rakyat Yogyakarta menyambut berita proklamasi dengan bangga dan gembira. Harian Matahari yang terbit di Yogyakarta baru memuat berita proklamasi pada tanggal 19 Agustus 1945 bersama sekaligus UUD yang telah ditetapkan.
3.    Di Jakarta
        Rakyat menyambut proklamasi dengan berpawai keliling kota. Para pemuda yang dipelopori oleh Komite Van Aksi Menteng 31 merencanakan untuk menggerakkan massa di Lapangan Ikada, Jakarta agar pemimpin Republik Indonesia dapat berbicara di hadapan massa rakyat. Peristiwa ini dikenal dengan Rapat Raksasa di Ikada.
4.    Di Bandung
        Setelah mendengar berita proklamasi kemerdekaan, rakyat Bandung segera mengambil tindakan dengan cara mengambil alih kekuasaan dari tangan Jepang.
5.    Di Kalimantan
        Penyambutan proklamasi dilakukan dengan aktivitas-aktivitas politik seperti rapat-rapat politik, demonstrasi, dan pengibaran bendera Merah Putih.
6.    Di Sumatra
Pada tanggal 29 Agustus 1945, Mohammad Syafe’i mengumumkan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia dengan memberikan pernyataan kemerdekaan Indonesia.
nyambut proklamasi dengan berpawai keliling kota. Para pemuda yang dipelopori oleh Komite Van Aksi Menteng 31 merencanakan untuk menggerakkan massa di Lapangan Ikada, Jakarta agar pemimpin Republik Indonesia dapat berbicara di hadapan massa rakyat. Peristiwa ini dikenal dengan Rapat Raksasa di Ikada.
4.    Di Bandung
        Setelah mendengar berita proklamasi kemerdekaan, rakyat Bandung segera mengambil tindakan dengan cara mengambil alih kekuasaan dari tangan Jepang.
5.    Di Kalimantan
        Penyambutan proklamasi dilakukan dengan aktivitas-aktivitas politik seperti rapat-rapat politik, demonstrasi, dan pengibaran bendera Merah Putih.
6.    Di Sumatra
Pada tanggal 29 Agustus 1945, Mohammad Syafe’i mengumumkan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia dengan memberikan pernyataan kemerdekaan Indonesia.

artikel lainnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Tuesday 21 July 2015 | Post

Yunita Salon Salon Kecantikan – Surabaya Jl. Bubutan Kulon 19 Yulisetia Salon Salon Kecantikan – Surabaya…

Thursday 27 July 2017 | Post

Janganlah risau janganlah galau wahai para Mancunian, sebab Wayne Rooney tak akan pergi, ia berikrar tetap akan setia di Old…

Saturday 26 May 2018 | Post

INFO BAZAAR RAMADHAN Calling All Tenant !! Hallo sahabat Jakarta, Podjok Production kembali menyelenggarakan acara bazaar…

Sunday 16 July 2017 | Post

Artis Strength and Fitness – Cross-Training Metcon (Time) Prowler Push Fun Hill Run Fun Tire Flip…

Rekening


BRI : 051201005742507 An/ : Budi Prihono, S.Sos
MANDIRI : 1380010506520 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BNI : 0282198021 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BCA : 0770538343 An/ : Budi Prihono, S.Sos
Info & Pemesanan : Kayamara Group, Perumnas Jl. Salak 5 No. 125 RT. 001/019, Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772
0271-8202839
085647595948
085647595948