Menu

SOSIALISASI SOSIAL

Mar
25
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Sosialisasi. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal. Apabila mampu beradaptasi maka sosialisasi akan mudah untuk dilakukan. Selain itu, agar seseorang dapat diterima sebagai anggota masyarakatnya, orang itu harus berusaha mempelajari nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Selain individunya sendiri yang berusaha untuk bersosialisasi, masyarakat juga mempunyai kewajiban untuk meneruskan nilai, norma, dan semua kebudayaan kepada generasi berikutnya. Proses tersebut merupakan proses sosialisasi bagi manusia. Dengan demikian, sosialisasi itu perlu agar seseorang dapat hidup dengan baik dalam masyarakat.
1. Pengertian Sosialisasi
                    Sosialisasi sering terjadi pada kehidupan manusia, sosialisasi terjadi bila manusia bertemu dengan hal-hal baru dalam kehidupan mereka. Ada beberapa pendapat mengenai pengertian sosialisasi, antara lain sebagai berikut.
a.    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
                    Sosialisasi merupakan proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati budaya masyarakat di lingkungannya.
b.    Menurut Hassan Shadily
                    Sosialisasi, yaitu proses seseorang atau kelompok orang mulai menerima dan menyesuaikan diri kepada adat istiadat suatu golongan yang lambat laun ia akan merasa sebagai bagian dari golongan tersebut.
c.    Krathwohl
                    Proses sosialisasi adalah proses yang mengusahakan seseorang menjadi peka terhadap rangsangan masyarakatnya dan menyesuaikan diri serta berperilaku seperti orang lain dalam masyarakatnya atau kebudayaannya.
d.    Laurence
                    Proses sosialisasi adalah proses pendidikan atau latihan seseorang yang belum berpengalaman dalam suatu kebudayaan dan berusaha menguasai kebudayaan sebagai aspek perilakunya.
e.    Guire
Proses sosialisasi adalah proses penyajian kemungkinan-kemungkinan perilaku perorangan dengan sanksi positif atau negatif yang menyebabkan penerimaan atau penolakan oleh orang lain.
             f.     Robert.M.Z. Lawang
Proses sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.
2. Tujuan Sosialisasi
                    Tujuan sosialisasi adalah sebagai berikut.
a.    Memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi kehidupan di masyarakat. Sekolah merupakan media sosialisasi dalam proses transfer pengetahuan.
b.    Mengembangkan kemampuan seseorang agar dapat berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Seorang yang mengajarkan cara berbicara yang sopan, merupakan contoh sosialisasi untuk tujuan ini.
c.    Menanamkan nilai-nilai dan norma bertingkah laku sesuai dengan nilai, norma, dan kepercayaan yang ada pada masyarakat. Anak kecil yang dididik mengaji dan memahami ilmu agama merupakan contoh sosialisasi untuk tujuan ini.
d.     Untuk memahami peranan dan status sosial masing-masing. Orang tua mengajarkan anak tentang peran dia sebagai seorang anak, laki-laki ataupun perempuan merupakan contoh sosialisasi untuk tujuan ini.
3. Proses Sosialisasi
             Manusia berinteraksi dengan sesamannya melalui proses sosialisasi. Proses sosialisasi bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu trial and error, serta conditioning.
a.    Trial and Error
       Proses sosialisasi ini menghasilkan dua kemungkinan, yaitu berhasil atau gagal.
1)   Keberhasilan disebabkan  oleh sifat pribadi seseorang yang supel atau memiliki kelebihan yang lain. Misalnya karena prestasinya.
2)   Kegagalan disebabkan oleh adanya perbedaan antara individu yang tak mau mengalah.
b.    Conditioning
Conditioning  merupakan tindak lanjut dari trial dan error. Proses sosialisasi ini diajarkan terlebih dahulu berdasarkan pengalaman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan.
Sosialiasai dibedakan menjadi dua macam, yaitu sosialisasi primer dan sosialsiasi sekunder.
       a.    Sosialisasi Primer
                    Sosialisasi primer, yaitu sosialisasi yang dilakukan oleh seorang individu di lingkungan tempat tinggalnya, yakni pada lingkungan keluarga, teman sepermainan, masyarakat setempat, dan lingkungan masyarakat luas di sekitar tempat tinggalnya. Wujud sosialisasi primer misalnya pada usia 0–5 tahun anak dapat mengenal lingkungan sosialnya dan orang-orang yang biasa berinteraksi sudah mulai mengenal dirinya. Pada masa sosialisasi primer peranan orang tua dan keluarga sangat penting.
       b.    Sosialisasi Sekunder
Sosialisasi sekunder, merupakan proses sosialisasi yang terjadi setelah sosialisasi primer dan berlangsung seumur hidup seseorang. Wujud sosialisasi sekunder yaitu pendidikan di luar keluarga, misalnya, sekolah dan adat istiadat. Di sini peranan keluarga memberi pengarahan agar perkembangan anak dapat optimal, dan selaras dengan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat.
4. Peranan Sosialiasai dalam Membentuk Kepribadian Individu
              Pembentukan kepribadian manusia sangat tergantung pada orang lain atau kelompoknya. Kepribadian seorang individu akan berkembang jika berhubungan dengan orang lain. Semakin dewasa seseorang maka akan lebih aktif mengembangkan kemampuannya.Oleh karena itu, manusia perlu mengembangkan potensi dalam dirinya melalui belajar. Selama dalam proses belajar itulah seorang individu tumbuh menjadi seorang pribadi dan terbentuklah kepribadiannya.
       a.    Pengertian Kepribadian
                    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian kepribadian, yaitu keseluruhan sifat-sifat yang dimiliki seseorang yang merupakan watak orang tersebut. Ada beberapa definisi kepribadian. Berikut ini definisi kepribadian menurut para ahli.
1)   Menurut Soerjono Soekanto (2003), kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap, dan lain-lain. Sifat yang khas dimiliki seseorang akan berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain.
2)   MenurutCuber (2003), kepribadian sebagai gabungan keseluruhan dari ciri-ciri (sifat-sifat) yang tampak dan dapat dilihat pada seseorang.
                   
       b.    Unsur-unsur Kepribadian
                           Adapun unsur-unsur kepribadian meliputi tiga macam, yaitu pengetahuan, perasaan, dan naluri. Unsur pengetahuan meliputi persepsi, pengamatan, konsep, dan fantasi. Dengan akal dan budi yang dimiliki manusia, ia dapat mengenal lingkungan. Perasaan adalah kesadaran manusia yang dipengaruhi pengetahuannya, dinilai sebagai suatu keadaan positif atau negatif. Naluri adalah kemauan setiap manusia untuk menanggapi rangsangan dengan pola yang teratur.
                    Dengan demikian, kepribadian itu tidak hanya tampak dari ciri-ciri fisik saja, tetapi juga termasuk ciri-ciri psikologis setiap orang. Kepribadian seseorang diperoleh melalui proses sosialisasi sejak ia dilahirkan. Kepribadian adalah ciri-ciri dan sifat-sifat khas yang mewakili sikap atau tabiat seseorang yang mencakup pola-pola pemikiran dan perasaan, konsep diri, perangai, dan mentalitas yang sejalan dengan kebiasaan umum. Adapun kemandirian adalah suatu kesadaran terhadap diri sendiri yang lahir dari proses sosial. Kepribadian seseorang diperoleh karena adanya sosialisasi tempat individu belajar sedikit demi sedikit bagaimana bertingkah laku dan mengenal pola-pola kebudayaan masyarakatnya.
                          Menurut Sigmund Freud, ada tiga faktor kepribadian, yaitu id, ego, dan superego.
1)    Id adalah dorongan-dorongan dasar pada manusia bersifat tidak sadar dan menuntut kepuasan segera.
2)    Ego adalah usaha sadar manusia untuk menyeimbangkan dorongan-dorongan untuk mencari kesenangan dan pemuasan.
3)    Superego adalah perwujudan kesadaran diri individu terhadap norma dan sanksinya.   
             c.    Tahapan Perkembangan Kepribadian
                    Menurut George Herbert Mead, perkembangan kepribadian seseorang melalui beberapa tahap, yaitu sebagai berikut.
1)    Imitation Stage (Tahap Peniruan)
             Pada tahap peniruan ini bayi menanggapi orang lain hanya sebagai bentuk imitasi atau peniruan. Mereka belum mempunyai self (kepribadian).
2)    Play Stage (Tahap Bermain)
             Seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang berada di sekitarnya.
3)    Game Stage (Tahap Bermain Peran)
             Pada tahap ini seorang anak sudah mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain.
4)    Generalized Others (Tahap Umum Lainnya)
             Di sini menunjukkan bahwa seseorang mengambil peranan semua pihak yang terlibat dalam proses sosialisasi.
       d.    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Terbentuknya Kepribadian
             Kepribadian seseorang itu berbeda-beda karena ada beberapa faktor yang menentukan kepribadian seseorang yaitu sebagai berikut.
             1).  Faktor Keturunan (Warisan Biologis)
                    Keturunan sangat penting artinya dalam menentukan pembentukan kepribadian seseorang. Hal ini terjadi karena faktor itu secara relatif tidak mengalami perubahan. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki badan yang lemah akan mempunyai sifat rendah diri yang berlebihan.
             2).  Faktor Lingkungan Alam (Geografis)
                    Faktor geografis dapat menentukan corak kepribadian setiap orang. Lingkungan geografis yang berbeda seperti di pegunungan, pedesaan, tepi pantai, dan perkotaan akan melahirkan kepribadian yang berbeda-beda. Masyarakat yang tinggal di daerah pantai yang panas seringkali menunjukkan kepribadian yang keras dan lugas. Berbeda halnya dengan masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, kepribadiannya cenderung lebih lembut, ramah, dan penuh basa-basi. Secara nyata, perbedaan tersebut juga tampak pada masyarakat pedesaan dan perkotaan.
             3).  Faktor Lingkungan Kebudayaan
                    Lingkungan kebudayaan turut mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang karena setiap lingkungan kebudayaan memiliki batasan dan aturan tingkah laku tertentu. Aturan tersebut cenderung membentuk pola kepribadian tertentu yang menunjukkan lingkungan kebudayaan tempat seseorang hidup. Seorang anak yang dilahirkan di lingkungan suku Batak akan dididik berdasarkan adat suku Batak tersebut.
             4).  Faktor Lingkungan Sosial
              Setiap anggota kelompok memiliki peran yang diwariskan kepada anggota kelompoknya. Kelompok manusia yang pertama adalah keluarga, tetangga, teman sepermainan, dan lingkungan sekitar. Tiap kelompok itu dihadapkan pada nilai, norma, adat-istiadat, kebudayaan, dan lain sebagainya. Disadari atau tidak, mereka memengaruhi yang lainnya untuk menyesuaikan diri terhadap kelompoknya. Setiap kelompok mewariskan pengalaman khas yang tidak diberikan oleh kelompok lain sehingga timbullah kepribadian yang khas dari anggota masyarakat tersebut.
       e.    Kaitan antara Sosialisasi dengan Kepribadian
                    Kepribadian individu tidak dibawa sejak lahir, namun dibentuk oleh lingkungan sosialnya, yaitu keluarga, sekolah, tetangga, kelompok sebaya, organisasi, dan sebagainya. Pengaruh lingkungan sosial itulah yang membentuk kepribadian seseorang.
                    Ketika seorang anak dilahirkan, anak itu akan berusaha meniru perilaku orang-orang di sekitarnya, baik perilaku yang baik maupun perilaku yang buruk. Jadi kalau anak sehari-hari bergaul dengan orang jahat akan terbentuk kepribadian yang jahat, sebaliknya kalau anak sejak kecil hingga dewasa selalu berada di lingkungan yang baik, maka kepribadian yang terbentuk menjadi baik. Jadi proses pergaulan yang kita lakukan sehari-hari tanpa kita sadari akan memengaruhi pola pikir serta perilaku kita sehari-hari. Hal ini akan membentuk suatu kebiasaan yang mengkristal menjadi suatu perilaku yang khas atau kepribadian.
Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya SOSIALISASI SOSIAL

Monday 3 April 2017 | Post

http://smak6.bpkpenaburjakarta.or.id/wp-content/uploads/sites/74/2014/11/closing-724×1024.jpg HADIRILAH PENUTUPAN SIXPLOSION 2014 Tema: RICOCHET (Rise in Chants of Celebration, Honour, Enthusiasm and Triumps)…

Tuesday 11 April 2017 | Post

Hi awesome high tech gadget! Thank you so much for making navigation so much easier, it’s…

Wednesday 31 May 2017 | Post

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali mencetak prestasi membanggakan. Mereka yang tergabung dalam tim Nusantara Consulting Fakultas…

Sunday 16 July 2017 | Post

Cara jualan online di OLX adalah kabar gembira untuk Anda para pebisnis online. Tapi tahukah Anda…