Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

SOAL BUDAYA

Mar
17
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Cultural lag : Ketimpangan budaya.
Etnosentrisme : Kecenderungan setiap kelompok untuk percaya begitu saja akan keunggulan kebudayaannya sendiri.
Linguistik : Ilmu tentang bahasa, telaah bahasa secara ilmiah.
Masyarakat : Sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan

yang mereka anggap sama.

Pluralisme budaya : Toleransi terhadap adanya perbedaan budaya dalam suatu masyarakat, memperkenankan kelompok-kelompok yang berbeda untuk tetap memelihara keunikan budaya masing-masing.
Primordialisme : Pemikiran yang mengutamakan atau menempatkan pada tempat yang pertama kepentingan suatu kelompok atau komunitas masyarakat.
Ras : Suatu kelompok orang yang agak berbeda dengan orang lain dalam segi ciri-ciri fisik bawaan namun demikian istilah tersebut juga benyak ditentukan oleh batasan yang berlaku dalam masyarakat.
religi : sistem kepercayaan
Eksplorasi Inteligensi
Carilah gambar-gambar atau artikel mengenai upacara adat yang ada di Indonesia! dalam koran, majalah, atau internet. Lalu buatlah kliping yang menarik, berikan penjelasan mengenai foto atau gambar tersebut! Kumpulkan hasil kliping Anda kepada bapak/ibu guru.
Perbaikan
A.
1.      Suku Batak, Toraja dan Dayak termasuk delam ras …… Melayu Mongoloi tepatnya Melayu Tua
2.      Pada masa penjajahan Belanda bangsa Indonesia ditempatkan pada golongan ….. terbawah/ke-3
3.      Di Indonesia tercatat memiliki ……… suku bangsa  656
4.      Dikenalnya buah naga oleh masyarakat umum merupakan salah satu manfaat keberagaman budaya dalam ….. menambah khazanah wawasan pemilik budaya lain
5.      folklor adalah sebagian kebudayaan Indonesia yang tersebar dan diwariskan secara turun-temurun secara tradisional. Merupakan pendapat dari …. James Danandjaja
B.
1.      Sebut dan jelaskan tradisi adat Jawa yang kamu ketahui!
Jawab:
Beberapa tradisi adat Jawa antara lain sebagai berikut.
a.      Brokohan adalah upacara kelahiran bayi.
b.      Selapanan adalah upacara pemberian nama pada bayi yang baru lahir pada hari ke 35.
c.      Tedhak sitenadalah upacara bagi bayi yang berusia antara 5-6 bulan pada saat pertama turun ke tanah.
d.      Tetesan adalah upacara khitanan untuk putri raja yang telah berusia 8 tahun.
2.      Apa yang dimaksud dengan anomie?
Jawab:
Anomie adalah suatu gejala sosial yang sangat unik sebagai akibat adanya perubahan sosial-budaya yang selalu bergantian. Sementara itu sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat tidak mengalami perubahan. Oleh karena itu, masyarakat seolah kehilangan pedoman untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.
3.      Sebutkan fator penunjang integrasi nasional yang kamu ketahui!
Jawab:
Faktor-faktor penunjang integrasi nasional, antara lain sebagai berikut.
1)    Keinginan untuk bersatu yang muncul dari kalangan bangsa Indonesia: Sumpah Pemuda.
2)    Kesepakatan nasional, seperti Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila, bendera Merah Putih, dan lain lain.
3)    Kesamaan sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan sepenanggungan.
4)    Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
5)    Rasa cinta tanah air.
4.       Sebutkan pembagian ras di Indonesia!
Jawab:
Pembagian ras di Indonesia adalah sebagai berikut.
a.      Ras Negroid
b.      Ras Weddoid
c.      Ras Melanesoid
d.      Ras Melayu Mongoloid
Ras ini dibagi menjadi dua.
                                                              i.      Ras Melayu Tua.
                                                            ii.      Ras Melayu Muda.
5.      Jelaskan yang dimaksud dengan tradisi Ngaben!
Jawab:
Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah atau kremasi umat Hindu di Bali, Indonesia. Acara Ngaben merupakan suatu ritual yang dilaksanakan guna mengirim jenazah kepada kehidupan mendatang. Jenazah diletakkan selayaknya sedang tidur dan keluarga yang ditinggalkan akan senantiasa beranggapan demikian (tertidur). Tidak ada air mata karena jenazah secara sementara waktu tidak ada dan akan menjalani reinkarnasa atau menemukan pengistirahatan terakhir di mokhsa (bebas dari roda kematian dan reinkarnasi
                                              
Pengetahuan Untukmu
Koentjaraningrat
Koentjaraningrat lahir pada tanggal 15 Juni 1923 di Yogyakarta. Dia merupakan anak seorang Pamong Praja Pakualaman bernama RM Emawan Brotokoesoemo, sedangkan ibunya bernamaq RA Pratisi Tirtotenojo. Semasa hidup Koentjoroningrat mengabdikan hidupnya pada dunia Antropologi. Dia mendapat penghargaan dari Unversitas Utrecht pada tahun 1976 dan mendapa gelar Doctor Honoris Causa. Dia mendapat gelar yang sama pada tahun 1995 dari Fukuoka Asian Cultural Price. Selain itu Koentjoroningrat juga mendapat penghargaan dari Menhankam RI dengan penghargaan Satyalencana Dwidja Sistha. Koentjoroningrat wafat pada tangga 23 maret 1999 karena stroke.
            Kontjoroningrat merupakan tokoh antropologi pertama di Indonesia. Hal tersebutlah yang membuat dia mendapat julukan Bapak Antropologi Indonesia. Sebagai tokoh antropologi, dia telah menulis banyak buku yang berhubungan dengan kebudayaan. Berikut adalah beberapa buku yang ditulis oleh Koentjoroningrat.
1.      Keseragaman Aneka Budaya Masyarakat Irian Barat.
2.      Manusia dan Kebudayaan di Indonesia.
3.      Petani Buah-buahan di Selatan Jakarta.
4.      Masyarakat Desa di Indonesia.
5.      Kebudayaan Jawa.
6.      Masyarakat Terasing di Indonesia.
Sumber: AnneAhira.com
Bina Kemandirian
Bangsa kita memiliki kekayaan budaya yang sangat besar. Hal tersebut merupakan kekayaan yang sangat penting, dan membuat bangsa lain iri dengan bangsa Indonesia. Maka kita harus menjaga dan melestarikan keberagaman budaya tersebut. Kita dapat memulai dengan budaya yang ada di dekat/sekitar kita.
Ulangan Tengah Semester
A. Pilihan Ganda
1.      Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat diterima oleh semua anggota masyarakat
a. Soekmono
b. Selo Soemardjan
c. Willliam A. Haviland
d. Kroeber
e. Kuntjaraningrat
2.      Dari sejumlah pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan karakteristik kebudayaan adalah ….
a. kebudayaan selalu mengalami perkembangan
b. peradaban berubah secara cepat
c. kebudayaan bersifat dinamis
d. kebudayaan berubah secara lambat
e. tidak ada kebudayaan yang statis
3.      Wujud kebudayaan berupa sistem sosial (aktivitas, organisasi) dalam kesenian di antaranya sebagai berikut, kecuali ….
a. sekolah seni b. organisasi tari
c. tata tertib pagelaran seni
d. pementasan kesenian
e. sanggar tari
4.      Kebudayaan kebendaan berupa alat-alat dan teknologi yang diperlukan oleh masyarakat untuk menguasai alam, di dalam definisi Selo Soemardjan termasuk dalam bagian yang disebut ….
a. roh
b. rasa
c. karya
d. jiwa
e. cipta
5.      Unsur budaya yang berfungsi sebagai pedoman bagi anggota masyarakat untuk menyatakan rasa keindahan yang dapat dinikmati secara bersama disebut ….
a. artefak
b. sistem budaya
c. sistem religi
d. sistem sosial
e. sistem kesenian
6.      Golongan masyarakat yang mudah menerima kebudayaan asing yaitu ….
a. orang kaya
b. guru
c. birokrat
d. pengusaha
e. generasi muda
7.      Inovasi adalah salah satu unsur yang menyebabkan dinamika kebudayaan. Inovasi adalah ….
a. terjadinya perkawinan campuran antar kebudayaan yang berbeda
b. terjadinya penyebaran kebudayaan akibat migrasi manusia ke daerah lain
c. suatu proses pembaharuan dari penggunaan sumber-sumber alam dan teknologi
d. diterimanya unsur-unsur kebudayaan asing
e. bercampurnya dua kebudayaan menjadi satu yang mampu mengubah sifat khas kebudayaan itu sendiri.
8.      Unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah ….
a. makanan
b. adat istiadat
c. teknologi
d. niali dan norma
e. ideologi
9.      Masyarakat yang hingga kini masih hidup dari berburu dan meramu makanan terdapat di pedalaman ….
a. Lampung
b. Sumatra Selatan
c. Papua
d. Pulau Madura
e. Jawa Barat
10.  Berikut ini yang bukantermasuk kedalam tujuh unsur universal utama adalah ….
a. sistem pengetahuan
b. organisasi sosial
c. peralatan
d. kesenian
e. sistem kepribadian
11.  Contoh wujud kebudayaan yang bersifat immaterial adalah ….
a. Keraton Yogyakarta
b. keris
c. Candi Borobudur
d. kesenian
e. sistem pengetahuan
12.  Tekanan kejiwaan yang timbul karena seseorang atau kelompok sosial beralih kebudayaan, sehingga timbul kecanggungan dalam menghadapi pembaruan disebut ….
a. cultural violente
b. cultural shock
c. cultural activities
d. cultural lag
e. cultural pasific
13.  Mata pencaharian pertama masyarakat purba adalah ….
a. berternak
b. meramu
c. bercocok tanam
d. berdagang
e. berburu
14.  Berikut ini yang bukantermasuk golongan ras Deutro Melayu, adalah ….
a. suku Toraja
b. suku Jawa
c. Suku Bugis
d. suku Bali
e. Suku Madura
15.  Sistem kekerabatan yang mengikuti garis keturunan dari ayah adalah ….
a. bilateral
b. unilateral
c. patrilineal
d. matrilineal
e. alterateral
16.  Di Indonesia terdapat kerukunan hidup beragama sejak zaman Mataram kuno. Hal tersebut dapat bertahan hingga sekarang dikarenakan ….
a. adanya sikap saling menguntungkan
b. adanya toleransi yang cukup tinggi
c. adanya kerjasama antaragama
d. adanya kebebasan dalam memeluk suatu agama
e. adanya sikap saling tolong menolong
17.  Akibat perubahan sosial yang berupa disintegrasi atau disorganisasi sosial dalam masyarakat antara lain terjadi ….
a.  keributan antarkelompok masyarakat
b.  demonstrasi di berbagai perusa-haan
c.  pengangguran
d.  merosotnya nilai kekeluargaan
e.  semua benar
18.  Alat-alat produksi, distribusi dan transportasi serta tempat untuk menyimpan dapat digolongkan dalam ….
a. religi
b. organisasi sosial
c. sistem pengetahuan
d. sistem mata pencaharian hidup
e. sistem peralatan hidup dan teknologi
19.  Bentuk penolakan terhadap unsur kebudayaan asing yang masuk karena dipandang dapat menimbulkan dampak yang negatif disebut ….
a. originasi
b. rejection
c. substitusi
d. adisi
e. dekulturasi
20.  Sebuah proses berbaurnya dua atau lebih kebudayaan yang berbeda, lalu membentuk suatu kebudayaan baru dan kebudayaan asli hilang oleh perbauran budaya yang berbeda disebut ….
a. difusi
b. akulturasi
c. asimilasi
d. adisi
e. dekulturasi
21.  Pada bagan sistem kekerabatan, perempuan disimbolkan dengan ….
a. segi empat
b. lingkaran
c. segitiga
d. segi lima
e. segi enam
22.  Berikut adalah faktor eksternal yang menyebabkan perubahan kebudayaan adalah ….
a. peperangan
b. revolusi
c. penemuan baru
d. konflik di masyarakat
e. bertambah dan berkurangnya penduduk
23.  Berikut ini adalah kebudayaan yang dikreasikan untuk memperkaya kebudayaan nasional, kecuali ….
a. ekonomi maju
b. ilmu pengetahuan
c. adat istiadat
d. teknologi maju
e. keterampilan berorganisasi
24.  Budaya nasional adalah ….
a. campuran dari budaya asing
b. karya individu suatu negara
c. perwujudan karsa dan karya bangsa Indonesia
d. bentuk dari ide-ide nasional
e. penggabungan budaya Indonesia
25.  Berikut ini yang tergolong ke dalam “culture activities” adalah ….
a. bajak
b. pisau bajak
c. bertani
d. pertanian
e. irigasi
B. Isian
1.      Sudut pandang melihat kebudayaan dengan memeriksa struktur-struktur yang ada di dalam kebudayaan, disebut dengan sudut pandang ……. Strukturalisme
2.      Kebudayaan yang berbentuk rohaniah atau rasa juga disebut dengan budaya ….. Spiritual/immaterial culture
3.      Wujud kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia. Menurut Koentjaraningrat hal itu disebut budaya yang berwujud …… Artefak
4.      Kebudayaan yang berada diluar wilayah kebudayaan kita disebut dengan ….. Budaya asing
5.      Penyebaran kelompok manusia diikuti penyebaran berbagai unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat, disebut dengan proses …… Difusi kebudayaan
6.      Peniruan terhadap kebudayaan lain yang lebih tinggi oleh masyarakat yang lebih rendah peradabannya. Dikenal dengan …. Imitasi
7.      Sistem kekerabatan yang diterapkan oleh suku bangsa Sunda adalah … Bilateral
8.      Kepala kampung besar pada masyarakat Bugis disebut dengan …. Matowa
9.      Organisasi irigasi yang ada pada masyarakat di Bali bernama ….. Subak
10.  Penghilangan unsur budaya lama dan digantikan oleh unsur budaya yang baru, disebut dengan …… Dekulturasi
C. Esai
1.      Bagaiamana difinisi kebudayaan menurut Selo Soemardjan?
Jawab:
Defenisi kebudayaan menurut Selo Soemardjan adalah  semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat.
2.      Sebutkan karakteristik kebudayaan!
Jawab:
Karakteristik kebudayaan adalah sebagai berikut.
a.      Kebudayaan adalah hasil belajar.
b.      Semua aspek kebudayaan berfungsi sebagai kesatuan yang saling berhubungan (Integrasi).
c.      Kebudayaan didasarkan pada symbol.
d.      Kebudayaan adalah milik bersama masyarakat manusia.
e.      Kebudayaan bersifat superorganik.
3.      Sebutkan damapak positif budaya asing!
Jawab:
Dampak positif dari budaya asing adalah sebagai berikut.
a.      tercapainya keadaan masyarakat yang lebih sejahtera;
b.      tercapainya kemajuan kebudayaan bangsa;
c.      meningkatnya transportasi dan komunikasi;
d.      meningkatnya sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia;
e.      menumbuhkan dinamika yang terbuka dan tanggap terhadap unsur-unsur pembaruan;
f.        menumbuhkan kinerja SDM yang beretos kerja tinggi;
g.      mempercepat proses pembangunan karena kemajuan iptek.
4.      Sebutkan lima dari sembilan belas pembagian daerah adat oleh Van Valllenhoven!
Jawab:
Berikut adalah pemabagian daerah adat oleh Van Vallenhoven, Aceh; Gayo – Alas dan Batak, Nias, dan Batu; Minangkabau dan Mentawai; Sumatra Selatan dan Enggano; Melayu; Bangka dan Belitung; Kalimantan; Sangir Talaud; Gorontalo; Sulawesi Selatan; Toraja;Ternate-Ambon-Maluku dan Kepulauan Barat Daya; Irian Timor; Bali dan Lombok; Jawa Tengah dan Jawa Timur; dan Surakarta  dan Jogjakarta.
5.      Sebutka keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia!
Jawab:
Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia adalah sebagai berikut.
a.      Kebergaman suku bangsa.
b.      Keberagaman bahasa.
c.      Keberagaman agama/religi/kepercayaan.
d.      Keberagaman seni dan budaya.
e.      Keberagaman mata pencaharian.
Masalah Akibat Keberagaman Budaya dan Alternatif Penyelesaiannya
Standar Kompetensi
7. Memahami kesamaan dan keberagaman budaya
Kompetensi Dasar
7. 3 Mengidentifikasi berbagai alternatif penyelesaian masalah akibat adanya keberagaman budaya
Keberagaman budaya selain memperkaya kebudayaan Indonesia juga menimbulkan berbagai masalah. Masalah yang timbul dari keberagaman budaya adalah berbagai konflik antarsuku bangsa, agama, status sosial ekonomi, dan lain-lain. Di sisi lain bila keberagaman budaya dapat dikelola dengan baik dapat membantu pembangunan nasional dan memajukan sektor pariwisata sehingga dapat menghasilkan devisa bagi negara. Untuk itu diperlukan berbagai pemikiran untuk memecahkan masalah yang ditimbulkan dari keberagaman budaya. Bagaimana masalah-masalah yang muncul akibat keberagaman budaya? Bagaimana pemecahan masalah-masalah tersebut? Bagaimana menjaga keselarasan antabudaya yang dilakukan masyarakat dan pemerintah?
(gambar konflik antar suku bangsa di Indonesia)
A. Masalah-Masalah yang Muncul Akibat Keberagaman Budaya
Kebergaman budaya telah mencipatakan masalah yang berpotensi menmgancam persatuan bangsa Indonesia. Masalah-masalah tersebut merupakan gejala yang wajar yang terjadi pada masyarakat yang memiliki keberagaman budaya.
1.      Konflik
Menurut tinjauan etimologis, istilah konflik berasal dari bahasa latin configere yang berarti saling menghantam. Menurut pakar sosiologi Indonesia Soerjono Soekanto dalam Kamus Sosiologi edisi baru dijelaskan bahwa konflik sosial adalah pertentangan sosial yang bertujuan untuk menguasai atau menghancurkan pihak lain atau proses pencapaian tujuan dengan cara melemahkan pihak lawan tanpa memerhatikan norma dan nilai yang berlaku.  Menurut Berstein 1965, dijelaskan bahwa konflik merupakan suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah. Lebih lanjut dijelaskan bahwa konflik terjadi pada setiap masyarakat dengan skala besar maupun skala kecil. Selanjutnya konflik dapat berpotensi memberikan pengaruh-pengaruh yang positif maupun pengaruh-pengaruh yang negatif.
Berdasarkan pengertian dari para pakar tersebut dapat disimpulkan secara sederhana, bahwa konflik sosial adalah salah satu bentuk hubungan antarindividu ataupun antarkelompok dalam masyarakat yang diikuti dengan tindakan yang saling ancam dan menghancurkan.
Hampir semua negara-negara yang penduduknya heterogen selalu akrab dengan konflik. India, Filipina, termasuk Indonesia, setiap saat mudah tersulut konflik sosial yang bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Adapun Jepang, salah satu negara maju di dunia yang berada di kawasan Asia, merupakan negara dengan penduduk yang kebudayaannya homogen, sehingga dalam banyak hal memudahkan proses perencanaan dalam menyusun kebijaksanaan, sebab tidak ada golongan tertentu yang merasa dirugikan atau diprioritaskan.
Berdasarkan tingkatannya konflik dapat dibedakan atas berikut ini.
a. Konflik Tingkat Ideologi dan Gagasan
Misalnya pertentangan antarpenganut agama dan pertentangan antarkelompok suku bangsa.
b. Konflik Tingkat Politis
Misalnya pertentangan antarsimpatisan anggota partai politik dan aksi mahasiswa menentang kebijakan pemerintah.
Konflik sosial dalam masyarakat multikultural, antara lain sebagai berikut.
a.   Konflik rasial.
b.   Konflik antarsuku bangsa. Penyebab kedua bentuk konflik itu adalah sebagai berikut.
1)    keadaan geografis yang berbeda;
2)    wilayah kepulauan;
3)    latar belakang sejarah yang berbeda;
4)    lingkungan hukum adat dan garis kekerabatan yang berbeda.
c. Konflik antaragama.
 Untuk menghindari terjadinya konflik horizontal antarsukubangsa karena perbedaan kebudayaan dapat dilakukan upaya integrasi nasional.
Ruang Info
Etnopolitic konflik (konflik etnispolitik), adalah konflik yang menghidupkan sentimen primodial kesukuan sebagai dasarnya, untuk keperluan politik. Lebih mudahnya konflik merpakan campuran antara konflik etnis dan politik. Konflik ini terjadi dalam dua tingkatan, yaitu ideologis dan politis.
2.      Integrasi
Integrasi adalah saling tergantungan yang lebih rapat dan erat antara bagian-bagian dari organisme hidup, antara anggota yang ada di dalam masyarakat sehingga terjadi penyatuan hubungan yang dianggap harmonis. Faktor-faktor yang mendukung integrasi sosial di Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a.      Penggunaan bahasa Indonesia
b.      Adanya semangat persatuan dan kesatuan dalam satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air.
c.      Adanya kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama, yaitu Pancasila.
d.      Adanya jiwa dan semangat gotong-royong yang kuat serta rasa solidaritas dan toleransi keagamaan yang tinggi.
e.      Adanya rasa senasib sepenanggungan akibat penjajahan yang lama diderita oleh seluruh suku bangsa di Indonesia.
           
3.      Disintegrasi
Disintegrasi adalah suatu keadaan di mana tidak ada keserasian pada bagian-bagian dari suatu kesatuan. Apabila suatu masyarakat berada dalam keadaan disintegrasi maka keseimbangan, keserasian, atau harmonis dalam hubungan-hubungan sosial sebagai keadaan yang diidam-idamkan menjadi terganggu atau mengalami kegoyahan.
            Ada beberapa gejala awal disintegrasi atau disorganisasi sosial, antara lain sebagai berikut.
a.      Tidak adanya persamaan pandangan antara anggota masyarakat mengenai tujuan yang semula dijadikan pegangan atau patokan oleh masing-masing anggota masyarakat.
b.      Norma-norma masyarakat tidak dapat berfungsi dengan baik.
c.      Terjadi pertentangan antara norma-norma yang ada di dalam masyarakat.
d.      Sanksi yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma tidak dilaksanakan secara konsisten.
e.      Tindakan-tindakan para warga masyarakat tidak lagi sesuai dengan norma-norma masyarakat.
f.        Terjadi proses-proses sosial yang bersifat disosiatif, seperti persaingan, pertentangan, ataupun kontraversi seperti menghasut.
4.      Reintegrasi
Reintegrasi adalah suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan. Reintegrasi atau reorganisasi dilaksanakan apabila norma-norma dan nilai-nilai baru tersebut melembaga (institutionalized) dalam diri warga masyarakat.
5.      Kesenjangan Sosial
Kesenjangan dalam masyarakat akan terjadi jika ada perbedaan kemampuan mengakses ekonomi dan politik. Bagi masyarakat yang mampu mengakses ekonomi dan politik dengan baik biasanya akan memiliki kemampuan sosial ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak mampu mengaksesnya. Kesenjangan sosial ini merupakan faktor yang paling rentan untuk terjadinya konflik dalam masyarakat.
B. Alternatif Pemecahan Masalah Akibat Keberagaman Budaya
            Dalam menyelesaiakan masalah yang muncul akibat keberagaman budaya dilakukan berbagai alternative pemecahan masalah, berikut beberapa alternatif pemecahan masalah tersebut.
1.      Perencanaan Sosial
Berkaitan dengan masalah disintegrasi sebagai akibat adanya perubahan kebudayaan yang berlangsung secara terus menerus, salah satu usaha untuk mengatasi masalah disintegrasi adalah dengan mengadakan suatu perencanaan sosial (social planning) yang baik. Untuk mengadakan perencanaan sosial yang baik terlebih dahulu harus ditelaah masalah-masalah sosial yang sedang dihadapi masyarakat. Di samping itu harus ada pengertian terhadap hubungan manusia dengan alam sekitar, hubungan antara golongan-golongan dalam masyarakat, dan pengaruh-pengaruh penemuan baru terhadap masyarakat dan kebudayaan.
Suatu perencanaan sosial harus didasarkan pada spekulasi atau cita-cita pada keadaan yang sempurna. Perencanaan sosial dari sudut sosiologi merupakan alat untuk mendapatkan perkembangan sosial, yaitu dengan jalan menguasai serta memanfaatkan kekuatan alam dan sosial serta menciptakan tata tertib sosial. Suatu perencanaan sosial tidak akan berarti jika individu-individu anggota masyarakat tidak belajar untuk menelaah gejala- gejala sosial secara objektif, sehingga masing-masing dapat turut serta dalam perencanaan tersebut.
Untuk melaksanakan perencanaan sosial dengan baik diperlukan organisasi yang baik, yang berarti adanya disiplin di satu pihak serta hilangnya kebebasan di pihak lain. Suatu konsentrasi wewenang juga diperlukan untuk merumuskan dan menjalankan perencanaan sosial agar tidak terseret oleh perubahan-perubahan tekanan atau kepentingan-kepentingan dari golongan yang sudah mapan. Perlu adanya upaya proses pelembagaan dalam diri warga masyarakat dalam hal perencanaan sosial tersebut.
2.      Mengembangkan Wawasan Kebangsaan
            Sikap kebangsaan dapat dibangun melalui pengetahuan tentang wilayah dan unsur-unsur sosial yang ada di Indonesia. Orang yang berwawasan kebangsaan berarti mampu memberikan darma baktinya kepada bangsa dan wilayahnya sebagaimana yang diharapkan oleh tuntutan negaranya. Sikap ini termasuk bagian dalam dari sikap patriotistik dan nasionalisme. Pada dasarnya kedua sikap ini menjadi pondasi untuk terciptanya suatu bangsa yang berdaulat, baik ke dalam maupun keluar yang sekaligus menjadi jaminan tetap hidupnya bangsa tersebut di tengah-tengah bangsa yang lain di dunia.
3.      Mengembangkan Budaya Nasional
            Proses terbentuknya negara dan bangsa Indonesia telah didahului dengan adanya budaya-budaya yang merupakan konsensus bersama seperti bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan, dan Pancasila sebagai lambang dan dasar falsafah negara. Proses asimilasi budaya yang telah terbentuk tersebut terus berkembang dan patut untuk dikembangkan, sehingga tercipta suatu tatanan kehidupan bersama yang mengakar dari budaya-budaya daerah sebagai unsur pembentuk bangsa. Budaya-budaya yang merupakan hasil asimilasi ini antara lain pakaian nasional kesenian nasional, yang sesungguhnya merupakan puncak-puncak budaya daerah yang dibakukan dan diangkat sebagai budaya nasional.
Keputusan untuk memberlakukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi itu bukan hanya mengukuhkan media sosial yang diperlukan untuk memperlancar interaksi lintas budaya dalam masyarakat majemuk, melainkan juga mematahkan salah satu lambang arogansi sosial. Jasa lain yang tidak boleh diabaikan adalah pembentukan organisasi ruku tetangga sebagai komunitas lokal yang mempersatukan segenap warganya tanpa memandang asal usul kesukubangsaan, golongan maupun latar belakang kebudayaannya. Konsep ketegangan inilah yang selanjutnya akan memainkan peranan penting dalam menciptakan arena sosial yang dapat menjamin kebutuhan akan rasa aman warganya, bebas dari kecurigaan dan prasangka kesukubangsaan, golongan maupun perbedaan kebudayaan. Sesungguhnya, di samping kesamaan ideologi, bahasa dan ketetanggaan sebagai suatu kesatuan sosial yang nyata merupakan medi sosial yang dapat diandalkan dalam membangun interaksi lintas budaya pada masyarakat perkotaan yang heterogen penduduknya.
4.      Membangun Forum Komunikasi Lintas Budaya
            Forum komunikasi lintas ras, suku, dan agama merupakan wadah musyawarah dan tenggang rasa antarumat beragama serta berusaha mencari solusi yang terbaik apabila terjadi konflik-konflik yang bernuansa agama, ras, maupun kesukuan. Forum komunikasi ini meliputi forum komunikasi kepemudaan, organisasi profesi, dan organisasi massa yang menjadi bangunan fundamental dalam gerak pergaulan antarindividu di dalam masyarakat. Contoh forum komunikasi yang bersifat lintas suku, ras, dan agama, misalnya OSIS, karang taruna, sekolah-sekolah umum, biro jasa, konsultan, rumah sakit umum, serta organisasi-organisasi yang lain. Forum seperti ini dapat menampung anggota-anggota secara universal lintas suku, ras, agama, dan asal daerah sehingga dapat mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat.
5.      Mengembangkan Sikap Tenggang Rasa dan Toleransi
Untuk mewujudkan sikap saling menghargai perbedaan dan bersedia bekerja sama atas dasar perbedaan-perbedaan menuju keutuhan dan persatuan bangsa, diperlukan sikap tenggang rasa antarkomponen masyarakat. Sikap tenggang rasa pada dasarnya dapat meredam terjadinya konflik antarindividu dalam masyarakat. Sikap ini dapat dibangun melalui wawasan yang luas tentang karakteristik suku-suku bangsa, kelompok-kelompok agama yang ada di Indonesia.
Dalam toleransi sosial terkandung unsur-unsur yang dapat memberikan pengakuan sekaligus perlakuan yang sama kepada setiap orang tanpa melihat latar belakang ekonomi, sosial budaya termasuk ras, suku, agama, dan asal daerah. Dengan mengembangkan sikap ini keutuhan bangsa dapat terjaga dan tercipta suatu kesinambungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Untuk dapat memiliki sikap toleransi diperlukan pengendalian diri, sehingga tingkat kearifan dan kebijaksanaan seseorang dalam memandang lingkungannya merupakan suatu sistem yang saling membutuhkan.  Untuk mengembangkan sikap toleransi inilah para pendiri bangsa Indonesia menetapkan lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan motto “Bhinneka Tunggal Ika”.
Dengan memiliki sikap toleransi, maka keanekaragaman kebudayaan bukan lagi sebagai bentuk hambatan melainkan justru merupakan kekuatan potensial yang mendorong terwujudnya masyarakat adil dan makmur. Adapun sikap empati adalah suatu sikap yang menunjukkan turut merasakan apa yang dialami oleh orang lain, yaitu dengan mencoba menempatkan dirinya dalam kondisi orang lain. Pada hakikatnya sikap empati ditunjukkan dalam bentuk perasaan “senasib dan sepenanggungan”. Dengan memiliki sikap empati, maka bukan sekedar toleransi yang ditunjukkan dalam kehidupan masyarakat majemuk ini, melainkan juga semangat kegotongroyongan atau kerja sama tanpa memandang perbedaan yang ada.
Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya SOAL BUDAYA

Friday 24 February 2017 | Post

Alkisah, ada sebuah kerajaan di daerah Simalungun. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang arif dan…

Friday 9 June 2017 | Post

Jual Glasswool Atap Di Bekasi Termurah Harga Paling Murah Spesifikasinya rockwool Bekasi Rockwool alternatif pilihan sesudah…

Wednesday 25 March 2015 | Post

Standar Kompetensi 2. Memahami kehidupan sosial manusia. Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. 2.2…

Sunday 19 February 2017 | Post

Nama Indonesia kembali terangkat di kancah dunia lewat ajang olahraga ekstrem. Lewat skateboard, Satria Vijie berhasil…