Menu

SETELAH PERANG DUNIA KE 2

Mar
17
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Setelah Perang Dunia II muncul Rusia dan Amerika sebagai negara Super Power. Kedua negara tersebut terus memberikan bantuan kepada negara-negara yang baru merdeka. Jelaskan jenis-jenis bantuan tersebut! Jelaskan apa tujuan dari kedua negara tersebut memberi bantuan tersebut! bagaimana dampak dari pemberian bantuan oleh kedua negara tersebut! Kerjakan pada buku tugas dan kumpulkan pada gurumu!

Tugas Kelompok
Kerjakan sesuai dengan tugsanya!
Buatlah kelompok dengan beranggotakan 5 orang! Diskusikanlah mengenai apa saja yang menyebabkan terjadinya Perang Dunia II? Bagaimana jalannya Perang Dunia II? Bagimana berakhirnya Perang Dunia II? Jelaskan akibat dari Perang Dunia II di berbagai bidang! Kerjakan pada buku tugas! Kemudian buatlah diskusi kelas!
B. Perang Dingin Dan Pengaruhnya Bagi Dunia dan Indonesia
1.      Perang Dingin
Berakhirnya Perang Dunia II telah membuat perubahan yang sangat besar bagi dunia. Dampak tersebut seperti yang telah disebutkan diatas. Setelah Perang Dunia II berakhir maka muncul dua negara adikuasa (super power) yaitu Amerika yang berpaham Liberalis dan Rusia yang berpaham Komunis. Keduanya saling bersaing untuk menunjukkan siapa yang menjadi nomor satu. Persaingan itu dilakukan dengan perlombaan senjata dan perebutan pengaruh paham di dunia. Perang Dingin (bahasa Inggris: Cold War) adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta satelitnya disebut Blok Timur) yang terjadi pada kurun waktu tahun 1947—1991. Istilah “Perang Dingin” sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut.
a.     Faktor Penyebab Perang Dingin
Dengan adanyan perebutan pengaruh antara kedua negara adikuasa tesrebut maka situasi politik di dunia kembali tegang dan saling curiga antar kedua negara. Perang Dingin adalah perang urat saraf dan ketegangan sebagai perwujudan konflik antara Blok Barat dan Blok Timur. Secara umum faktor yang menyebabkan terjadinya Perang Dingin adalah sebagai berikut.
1)      Perbedaan Paham/Ideologi
Amerika dan Rusia timbul sebagai pemenang dalam Perang Dunia II menjadi negara Adidaya, mereka memiliki paham yang berbeda dan bertentangan. Amerika Serikat memiliki Paham Liberalis-Kapitalis yang menganggungkan kebebasab Individu dan mendukung pemilik modal dalam mengembangkan usahanya. Sedangkan Rusia berpaham Soisalis-Komunis yang beryakinan bahwa pemilikan modal oleh individu seperti yang dianut Amerika sama sekali tidak diakui dan negaralah yang mengendalikan perusahaan dan memanfaatkan keuntungannya untuk rakyat. Karena paham yang bertentangan tersebut mendorong terjadinya konflik antara Amerika dan Rusia.
2)      Perebutan Pengaruh/kekuasaan
AS dan US mempunyai keinginan untuk menjadi penguasa di dunia dengan cara-cara yang baru. AS sebagai negara kreditor besar membantu negara-negara yang sedang berkembang dengan pinjaman modal untuk pembangunan. Harapannya bahwa rakyat yang makmur hidupnya dapat menjadi tempat pemasaran hasil industrinya dan dapat menjauhkan pengaruh sosialis–komunis. Masyarakat miskin merupakan lahan subur. bagi paham sosialis komunis. Uni Soviet yang mulai kuat ekonominya juga tidak mau kalah membantu pejuang-pejuang yang melawan pemerintahan pendukung Kapitalis dengan bantuan senjata atau tenaga ahli. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan simpati dan pengaruh bagi perkembangan paham Komunis di Dunia.
3)      Berdirinya Aliansi Militer (Pakta)
Untuk menangkal pengaruh Komunis maka negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mendirikan pakta pertahanan yang dikenal dengan nama NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi Pertahanan Atlantik Utara. Anggota NATO adalah Inggris, Irlandia, Norwegia, Denmark,Belanda, Belgia, Luksemburg, Prancis, Portugal, Kanada dan Amerika.
Untuk mengimbangi kekuatan NATO, pada tanggal 14 Mei 1955 di Praha, Cekoslowakia atas dasar Pact of Mutual Assistance and Unified Command, Uni Soviet mendirikan pakta pertahanan yang diberi nama Pakta Warsawa. Anggota Pakta Warsawa, yaitu Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia, dan Rumania.
Berdirinya kedua pakta tersebut menyebabkan muncul rasa saling curiga, ketidakpercayaan, dan kesalahpahaman di antara kedua blok. Amerika dituduh menjalankan politik imperialis untuk memengaruhi dunia. Sebaliknya, Uni Soviet dianggap melakukan perluasan hegemoni atas negara-negara demokrasi melalui ideologi komunisme.
 Selain dua Pakta tersebut masih ada SEATO (South East Asia Treaty Organization) yaitu kerja sama negara Asia Tenggara dengan pihak Barat. Anggotanya adalah Singapura, Filipina dan beberapa anggota NATO. ANZUS (Australia, New Zealand United Nation) yaitu pakta pertahanan yang bearnggotakan Australia, Selandia Baru dan Amerika. Cominform (The Communist Information Bereau) wadah kerja sama partai Komunis Eropa, dan terakhir adalah perjanjian kerja sama Rusia dan Cina.
b.     Dampak Perang Dingin
Perebutan pengaruh yang terjadi pada Perang Dingin berdampak luas pada berbagai bidang kehidupan di dunia. Dampak tersebut adalah sebagai berikut.
1)      Politik
Amerika berusaha menjadikan negara-negara berkmebang menjadi Demokrasi dan Kapitalis agar hak asasi manusia dapat terjamin. Sedangkan Rusia ingin  menjadikan negara-negara yang berkembang menjadi Komunis, negara yang sehaluan dengan Rusia dijadikan satelit Uni Soviet yang diperintah Uni Soviet. Kedua hal yang dilakukan Amerika dan Rusia tersebut sering menimbulkan Perang Saudara, seperti Jerman Barat dan Timur, Korea Selatan dan Utara, Vietnam Nasionalis dan Komunis dan lain-lain. Bahkan lebih parah lagi kedua negara tersebut mencipatkan perpecahan seperti Jerman Barat dan Jerman Timur kemudian Korea Selatan dan Utara.
2)      Ekonomi
Amerika memberikan dana dan bantuan ekonmoni bagi negara yang sedang berkembang dan negara Eropa yang hancur akibat Perang Dunia II dengan program Marshall Plan. Grants in Aid, yaitu program bantuan ekonomi dengan imbal balik kewajiban membeli barang-barang Amerika atau Dollar. The Four Points Program for the Economic Development in Asia, yaitu berupa bantuan teknik dalam wujud perlengkapan-perlengkapan ekonomis atau bantuan kredit yang berasal dari sektor swasta di Amerika Serikat. Akibat dari itu sering terjadi kesenjangan ekonomi antara pendukung Blok Barat dan Blok Timur, Blok Barat ekonominya lebih maju dibandingkan Blok Timur. Doktrin Truman yang isinya memberikan bantuan ekonomi dan militer bagi negara Yunani dan Turki. Negara-negara persemakmuran di Asia Tenggara dan Selatan mendirikan Council for Technical Cooperation yang kemudian disebut dengan Colombo Plan yang bertujuan memberikan bantuan teknik yang disponsori Inggris, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru.
3)      Militer
Dampak dalam Militer adalah terbentuknya pakta-pakta pertahanan yang telah disebutkan diatas. Pakta-pakta tersebut ditunjukkan untuk membendung perluasan pengaruh Komunis. Rusia sebagai negara yang besar memberikan bantuan berupa senjata  dan tenaga ahli militer. Bantuan tersebut dikirim ke negara-negara atau kelompok pejuang yang mendukung komunis. Pakta pertahanan SEATO dibentuk untuk membendung penyebaran Komunis di Vietnam, Uni Soviet mengirim senjata dan tenaga ahli untuk mendukung Partai Komunis Vietnam dan akhirnya Amerika dan sekutunya berhasil didesak keluar dari Vietnam dan SEATO dibubarkan. Amerika dan Rusia selalu berada dibelakang Perang Saudara yang terjadi tetapi tidak ikut campur secara langsung. Perang Saudara tersebut antara lain, seperti Jerman Barat dan Timur, Korea Selatan dan Utara, Vietnam Nasionalis dan Komunis, Revolusi Kuba dan lain-lain.
4)      Kegiatan Spionase
Kegiatan Spionase (mata-mata) sangat kental terjadi pada masa Perang Dingin. Uni Soviet memiliki dinas intelegen yang bernama KGB (Komitet Gusudarstvenny Bezopasnosti). Amerika Serikat memiliki CIA (Central Intellegence Agency). Dinas intelegen tersebut bertugas mendapatkan Informasi rahasia dan strategis dari negara saingannya, baik berupa senjata dan perlatan militer terbaru, program-program militer, operasi militer, letak markas dan persenjataan militer dan lain-lain. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap serangan atau tindakan yang membahayakan negara dinas tersebut. Badan tersebut juga menambah ketegangan antara keduanya.
5)      Perlombaan Senjata dan Perkembangan Teknologi
Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet persaingan terhadap kepemilikan dan pengembangan senjata nuklir. Kedua negara membangun pusat peluncuran senjata nuklir diberbagai negara yang berada dibawah kekuasaanya. Selain itu juga terjadi uji coba peledakan senjata nuklir. Pada tahun  1952 Amerika berhasil membuat senjata Hidrogen dan beberapa bulan kemudian Rusia juga sudah berhasil mebuatnya. Pada tahun 1983 kedua negara telah menghasikan puluhan senjata nuklir berbagai tipe dengan jumlah ribuan. Perlombaan senjata nuklir ini mengkhawatirkan dunia bila terjadi perang nuklir akan menjadikan akhir dari dunia. Senjata nuklir yang dikembangkan pada Perang Dingin memiliki kekuatan sepuluh kali lipat dari bom yang dijatuhkan di Jepang pada tahun 1945. Selain senjata nuklir perlombaan senjata juga menghasilkan Alat Utama Sistem Persenjtaan seperti Tank, Pesawat tempur, berbagai jenis rudal, arteleri dan senjata lain yang memiliki teknologi modern. Perlombaan senjata tersebut dilakukan untuk melindungi diri dari serangan musuh dan juga dimaksudakan untuk menjadikan dirinya sebagai negara yang paling kuat dan paling berpengaruh di dunia.
Selain perlombaan senjata Perang Dingin juga membawa pengaruh terhadap penjelajahan ruang angkasa. Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berebut menguasai ruang angkasa karena dunia dirasa terlalu sempit untuk diperebutkan. Berawal dari upaya Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik I dan Sputnik II yang ditandingi AS dengan meluncurkan pesawat Explorer I dan Explorer II, Discovere, dan Vanguard. Diikuti dengan usaha Uni Soviet untuk mendaratkan Lunik di bulan serta kosmonot pertamanya, Yuri Gagarin dengan pesawat Vostok I yang berhasil mengitari bumi selama 108 menit. Sementara Amerika Serikat mengirim astronot pertamanya, yaitu Alan Bartlett Shepard yang berada di luar angkasa selama 15 menit.
       Uni Soviet menunjukkan keunggulannya dengan meluncurkan Gherman Stepa­novich Titov yang mengitari bumi selama 25 jam dengan Vostok II. Disusul Amerika Serikat meluncurkan W.S. John H. Glenndengan pesawat Friendship VII yang berhasil mengitari bumi sebanyak 3 kali.
2.      Meluasnya Perang Dingin Di Dunia
Keinginan negara adidaya dalam memperluas pengaruhnya di dunia tentu saja membuat Perang Dingin meluas ke luar Eropa. Dampak perluasan Perang Dingin  di luar Eropa lebih parah karena terjadi kontak fisik berupa Perang Saudara yang telah disinggung didepan. Berikut beberapa perluasan Perang Dingin keluar Eropa.
a.     Cina
Pada era sebelum Perang Dunia II, Cina memiliki dua partai besar, yaitu Partai Nasionalis Cina (Kuo Min Tang) dan Partai Komunis Cina (Kuang Can Tang). Kedua partai slalu berlomba untuk berkuasa di Cina sehingga terjadi bentrokan. Pemerintahan Cina dipegang oleh Kaum Nasionalis dibawah Chiang Kai Shek, sedangkan kaum Komunis dibawah Mao Tse Tung sebagai oposisi. Pada tahunh 1934 terjadi bentrokan besar dengan kekalahan di pihak Komunis. Akibat kekalahan tersebut kaum Komunis di bawah pimpinan Mao melakukan Long March sejauh 9.000 km dari Kiangshi menuju Yenan. Hal dilakukan dengan tujuan, sebagai berikut.
1)      Untuk manjauhkan diri dari pusat kekuatan nasionalis.
2)      Daerah utara adalah daerah pertanian yang subur.
3)      Mendekatkan diri dengan Rusia.
4)      Mencari kader komunis yang dapat diandalkan.
5)      Menguji kekuatan kaum komunis.
6)      Menyebarkan paham komunis di sepanjang jalan yang dilalui.
Perang saudara antara Cina Nasionalis dan Cina Komunis berlangsung sejak tahun 1946. Pada mulanya Chiang Kai Shek dapat menguasai keadaan. Keunggulan  taktik dan kemampuan gerilya dari kaum Komunis yang dipimpin Mao Zedong berhasil memukul mundur pasukan nasionalis. Pasukan Komunis berhasil menguasai Tientsin dan Beijing pada Januari 1949. Puncaknya pada tanggal 1 Oktober 1949 Mao Zedong mengumumkan berdirinya Republik Rakyat Cina dengan Ibukotanya di Beijing. Sementara kaum nasionalis dengan dipimpin Chiang Kai Shek mundur ke Taiwan. Berikut adalah sebab kaum Komunis menjadi lebih kuat dari Nasionalis.
1)      Kaum Komunis mendapat Senjata dari Uni Soviet
2)      Uni Soviet menyerahkan Mancuria agar diduduki Komunis
3)      Korupsi di kalangan Komunis diberantas dengan tegas
4)      Kaum Komunis membagikan tanah untuk medapat simpati dari rakyat
Kemampuan kaum Komunis Cina dengan mendapat dukungan senjata dan ahli militer dari Uni Soviet telah membuat Amerika dan sekutunya merasa khawatir. Suasana semakin mencekam ketika kaum Komunis Cina berusaha menyebar luaskan ajaran Mao Zedong di negara-negara sekitar Cina. Cina juga melakukan ekspansi wilayah dengan Tibet yang menjadi sasaran pertamanya. Cina, Uni Soviet dan Amerika akhirnya terlibat dalam terjadinya Perang Korea (1950-1953).
Hubungan harmonis Cina dan Uni Soviet berakhir pada tahun 1960-an. Hal itu disebabkan Cina sangat mengecam kebijakan Uni Soviet untuk hidup berdampingan secara damai dengan Blok Barat. Cina beranggapan bahwa konfrontasi dengan Barat yang menganut demokrasi liberal adalah hal yang harus terjadi. Cina bahkan menuduh Uni Soviet telah mengkhianati komunisme. Oleh karena kejadian tersebut, sejak tahun 1960 Uni Soviet menghentikan pengiriman para ahlinya ke Cina. Bahkan, Uni Soviet juga menolak membantu Cina ketika terjadi perang di perbatasan dengan India pada tahun 1962. Cina makin memusuhi Uni Soviet setelah negara itu menandatangani perjanjian kerja sama uji coba persenjataan nuklir pada tahun 1963. Pada tahun 1966 Mao Zedong berusaha mengembalikan Cina ke jalur revolusioner karena ia melihat adanya pergeseran dalam pola hidup masyarakat Cina. Untuk memenuhi ambisinya itu, Mao Zedong melaksanakan Revolusi Kebudayaan. Namun, usaha ini pun mengalami kegagalan. Oleh karena itu, Mao Zedong menggunakan kekuatan militer untuk membenahi keadaan.
b.     Korea
Pada masa Perang Dunia II Jepang berhasil menguasai Korea, ketika Jepang menyerah dalam Perang Dunia II, pasukan Sekutu yang terdiri atas Amerika Serikat dan Uni Soviet segera menduduki Korea. Dengan alasan memusnahkan sisa-sisa kekuatan Jepang yang berada di Utara, Uni Soviet mulai melancarkan serangan dan menduduki wilayah itu pada tanggal 12 Agustus 1945. Sementara itu, pasukan Amerika Serikat baru mendarat di Korea bagian selatan pada bulan September 1945. Dengan demikian, mulai saat itu wilayah Korea diduduki dua negara adidaya, Amerika Serikat di selatan dan Uni Soviet di utara. Garis lintang 38° menjadi batas wilayah yang mereka duduki.
Di Korea bagian selatan, Amerika Serikat membentuk pemerintahan Republik Korea (Selatan) pada tanggal 15 Agustus 1948. Pusat pemerintahannya ditempatkan di Seoul. Presiden Republik Korea (Selatan) yang pertama adalah Dr. Sygman Rhee. Sementara itu, Uni Soviet ternyata berbuat sama terhadap wilayah yang didudukinya di utara. Uni Soviet membentuk Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) pada tanggal 1 Mei 1948. Uni Soviet mengangkat Kim Il Sung sebagai presidennya. Uni Soviet baru meninggalkan Korea Utara setelah menandatangani perjanjian tentang pemberian bantuan ekonomi, militer, dan teknologi pada negara satelitnya itu. Korea Utara juga menjalin hubungan diplomatik dengan Cina. Dengan demikian, makin kukuh kekuatan komunis di Asia.
Sekitar tahun 1949 terjadi ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pada tanggal 25 Juni 1950, Korea Utara yang didukung Uni Soviet menyerang Korea Selatan. Hampir seluruh Korea Selatan kecuali daerah sekitar Pelabuhan Pusan dapat dikuasai Korea Utara. Untuk membela Korea Selatan PBB membentuk pasukan gabungan dan diangkatlah Panglima Tertinggi yaitu Jenderal Douglas Mac Arthur. Dengan alasan untuk menyatukan kembali Korea, pada tanggal 25 Juli 1950 tentara Korea Utara melintasi garis demarkasi dan menyerbu Korea Selatan. Gencatan senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan terjadi setelah Uni Soviet turut campur tangan. Kesepakatan perdamaian tercapai pada tanggal 27 Juli 1953. Pada hari itu, ditandatangani Persetujuan P’an Munjom yang menegaskan adanya dua Korea seperti yang kita kenal sekarang.
c.     Revolusi Kuba
Kuba dahulu merupakan bekas jajahan Spanyol yang berhasil dibebaskan oleh Amerika. Amerikapun memberikan bantuan ekonomi untuk dan melakukan banyak investasi di Kuba untuk menyelamatkan ekonomi Kuba dan mendapatkan keuntungan dari kekayaan alam yang dimiliki Kuba. Pada tahun 1952, Fulgencia Batista menjadi Presiden Kuba. Batista berusaha melindungi aset-aset Amerika di Kuba agar tetap mendapat dukungan dari Amerika. 
Batista bertindak diktator dalam memerintah Kuba. Pemerintahan Batista yang tidak cakap membuat perekonomian Kuba semakin memburuk. Tidak adanya perubahan kearah perbaikan dalam pemerintahan Kuba maka Fidel Castro menghimpun kekuatan dan melakukan Revolusi Kuba. Pemerintahan dapat digulingkan oleh Castro dengan bantuan sahabatnya bernama Che Guevara. Selanjutnya Fidel Castro membentuk pemerintahan baru dibawah kepemimpinanya.
Amerika Serikat merasa khawatir dengan tergulingnya pemerintahan Batista. Amerika kehilangan control terhadap Cuba dan aset-aset Amerika dirasa dalam keadaan terancam. Amerika bersikap tidak kooperatif terhadap pemerrintahan Castro. Castro berusaha memperbaiki hubungan dengan Amerika dengan berkunjung ke Amerika guna membicarakan hubungan kedua negara. Kunjungan Castro ke Amerika tidak mendapat tanggapan positif dari Amerika, Castro yang sadar bahwa Amerika memusuhinya maka dia berpaling ke Uni Soviet. Hubungan Kuba dengan Uni Soviet berlangsung baik dan saling menguntungkan.
Melihat hubungan Kuba dengan Uni Soviet yang berjalan baik, Amerika Serikat marah.Presiden Eisenhower pun memerintahkan menghentikan impor gula negaranya dari Kuba dan berbagai kebijakan embargo ekonomi lainnya. Selain itu, dengan mengandalkan CIA, Eisenhower pun berusaha menggulingkan pemerintahan Fidel Castro. Eisenhower juga memerintahkan untuk memutuskan hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan Kuba.
John F. Kennedy yang menggantikan Eisenhower menjadi Presiden Amerika Serikat sebenarnya ragu-ragu untuk meneruskan politik pendahulunya. Namun, atas desakan para penasihatnya bahwa Kuba sangat berbahaya maka ia pun menyetujui melakukan penyerangan terhadap Kuba. Namun, untuk mengelabui dunia internasional digunakan orang-orang Kuba anti-Castro di Amerika untuk menyerang Kuba. Mereka pun dididik militer Amerika Serikat sebelum menyerang Kuba. Setelah semuanya dirasa siap maka pada tanggal 17 April 1963 dilakukan penyerbuan ke Teluk Babi, Kuba. Peristiwa itu pun disebut Insiden Teluk Babi. Namun, invasi Amerika Serikat itu gagal dan memalukan Amerika, banyak tentara Amerika tertangkap dan terbunuh. Castro yang mengetahui dalang dari penyerbuan tersebut akhirnya memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Amerika Serikat dan mempererat hubungan dengan Uni Soviet. Pada tahun 1961, Castro dengan lantang menyatakan Kuba merupakan negara sosialis.
Karena merasa terancam oleh Amerika dengan adanya Pangkalan Angkatan Laut di Guantanamo. Kuba meminta Rusia membnagun tempat peluncuran Nukir di Kuba, untuk itu Kuba menolak menandatangani Perjanjian Denuklirisasi Wilayah Amerika Latin. Setelah gagal melakukan embargo ekonomi dan mengisolasi dengan cara militer, Amerika berupaya mengajak negara Amrika Latin untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Kuba. Dibawah tekanan dan isolasi Kuba bukanya terpuruk justru sebaliknya Kuba tumbuh menjadi negara sosialis yang kuat dan mandiri.
Pada bulan November 1974, dua orang Senator AS, Jacob K. Javits dan Clairborne Pell datang ke Kuba. Mereka merupakan pejabat AS yang pertama kali datang ke Kuba setelah putusnya hubungan diplomatik kedua negara. Kunjungan tersebut mendapatkan kritikan dan kecaman dari berbagai kalangan di AS. Kunjungan kedua Senator tersebut guna menjajaki normalisasi hubungan Amerika-Kuba. Kuba meminta syarat penghapusan blokade ekonomi dan politik serta penghapusan  Pangkalan Guatanamo. Sedangkan AS meminta ganti rugi atas perusahaan AS yang dinasionalisasi oleh Pemrintah Kuba.
d.     Vietnam
Vietnam dahulu merupakan jajahan Prancis. Pada masa Perang Dunia II Jepang berhasil menguasai Indo Cina termasuk didalamnya Vietnam. Pada 19 Mei 1941, kaum Komunis Veitnam melakukan pertemuan dengan golongan muda dan nasionalis Vietnam yang menghasilkan wadah perjuangan Vietnam bernama Vietnam Doc Lap Dong Minh (Persatuan perjuangan Vietnam), yang popular dengan Vietminh. Vietminh juga sebagai wadah pengembangan Komunisme, namun dibawah kepemimpinan Ho Chi Minh Komunisme Vietnam lebih condong ke Nasionalis. Organisasi ini mendapat dukungan penuh dari rakyat Vietnam.
Pada bulan Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu, dan kekuasaannya di Vietnam semakin melemah. Sebaliknya kekuasaan Vietminth semakin menguat. Pada tanggal 25 Agustus 1945, Bao Dai yang merupakan raja ciptaan Jepang menyerah kepada Vietminth. Situasi ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh Ho Chi Minh dengan mengumumkan berdirinya Republik Demokrasi Vietnam dengan Ibukota Hanoi, yang terjadi pada tanggal 25 Agustus 1945.
Berakhirnya Perang Dunia II membuat Perancis ingin kembali berkuasa di Vietnam. Peranci yang dibantu Inggris berhasil menguasai Vietnam bagian Selatan. Dibagian Utara diduduki Kuo Min Tang (Cina) yang menginginkan Vietnam merdeka dan mendukung Ho Chi Minh. Prancis mengajak berunding untuk membentuk negara Vietnam, Laos, Kamboja dan Coachin Cina yang tergabung dalam Uni Prancis. Pada bulan Maret Prancis mengangkat Bao Dai menjadi Raja Vietnam dalam lingkungan Uni Prancis.  Maka terjadi pertempuran yang menghabiskan banyak dana Prancis dan menewaskan tentara Prancis. Prancis meminta bantuan Amerika sedangkan Ho Chi Minh dibantu Cina.
Tentara Vietminh yang dipimpin Jendral Vo Nguyen Giap berhasil membuat tentara Prancis kewalahan. Kejadian ini menyebabkan daiadakanya genjatan senjata dan disusul perjanjian Jenewa pada tahun 1954 yang intinya Vietnam dibagi menjadi dua Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Ho Chi Minh mennganggap hal tersebut menghalangi tercapainya persatuan Vietnam.
Untuk keperluan menghancurkan Vietnam Selatan, Ho Chi Minh mengirimkan pasukan Viet Minh menyusup ke selatan. Usaha menghancurkan Vietnam Selatan mendapat bantuan dari negara komunis, Uni Soviet dan Cina. Blok Barat yang mengetahui tindakan kedua negara komunis terhadap Vietnam Utara dan merasa mempunyai kepentingan di Vietnam Selatan juga berusaha mempertahankan wilayah tersebut. Amerika Serikat memerintahkan pasukannya membantu Vietnam Selatan. Dengan demikian, Perang Vietnam merupakan contoh konkret perebutan pengaruh dua negara adidaya.
           Pemerintah Vietnam Utara selain mengirim pasukan juga menyusupkan kader-kader komunisnya ke Vietnam Selatan. Selain berhasil memengaruhi rakyat Vietnam Selatan untuk menentang pemerintahannya sendiri, mereka juga berhasil membentuk dan membantu gerilyawan komunis di Vietnam Selatan. Gerilyawan komunis dari Vietnam Selatan dikenal sebagai Vietkong. Pasukan Amerika Serikat yang ditugaskan di Vietnam Selatan ternyata tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Banyaknya tentara Vietkong yang menyamar menjadi rakyat biasa membuat Amerika Serikat sulit membedakannya di lapangan.
Pasukan Vietkong selain bergerilya juga membuat terowongan bawah tanah (jalur tikus) dalam mematahkan perlawanan Amerika Serikat. Ranjau dan jebakan dari bambu runcing juga dipakai untuk mengalahkan Amerika Serikat. Sebaliknya, pasukan Amerika Serikat dengan persenjataan modern membabi buta menyerang pertahanan Vietkong. Pasukan Amerika Serikat dan Vietnam Selatan juga berusaha menghancurkan Jalur Ho Chi Minh dan kubu-kubu pertahanan komunis dengan pemboman. Jalur Ho Chi Minh adalah jalan-jalan yang dibuat di hutan-hutan sepanjang perbatasan Vietnam Selatan-Laos-Kamboja yang digunakan pasukan Viet Minh menyusup ke Vietnam Selatan.  
            Pemerintah Vietnam Utara, pemerintah Vietnam Selatan, dan pemerintah Amerika Serikat melakukan perundingan di Paris. Pada tahun 1972 pemerintah Amerika Serikat mengumumkan bahwa Indonesia, Kanada, Polandia, dan Hongaria pada prinsipnya sepakat untuk menjadi pengawas gencatan senjata di Vietnam. Namun, kesepakatan itu menjadi berantakan karena Viet Minh dan Vietkong secara tiba-tiba pada tanggal 3 April 1972 melakukan serangan besar-besaran dan hampir saja menguasai Saigon, ibu kota Vietnam Selatan. Pasukan Komunis terus maju mendekati ibu kota Vietnam Selatan. Pada tanggal 28 April 1975, Vietnam Selatan melantik Presiden baru yaitu Duong Van Minh, dan pada tanggal 30 April 1975 dengan pertimbangan Amerika telah mengingkari janjinya untuk mengirimkan pesawat pengebomnya dan Vietnam Utara semakin mendekat di Saigon prseiden baru tersebut menyatakan menyerah kepada
Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya SETELAH PERANG DUNIA KE 2

Tuesday 20 June 2017 | Post

Weightlifting A) 2 FS/4BS @95% of FS x 6 sets B) Drop Snatch: 3×5, light as…

Tuesday 8 August 2017 | Post

Kami menyediakan dua kategori produk yaitu batik dengan motif ready dan batik dengan motif khusus. Batik…

Monday 23 March 2015 | Post

3.      Metode Penentuan Subyek Penelitian a)   Populasi Menurut Dermawan Wibisono (2003:25), “ Populasi adalah sekumpulan yang…

Wednesday 12 April 2017 | Post

Pameran pariwisata dengan tajuk Indonesia Tourism Travel Fair (ITTF) yang berlangsung pada tanggal 11-14 September 2008…