Menu

SALING MENGHARGAI BUDAYA LAIN

Mar
17
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Saling Menghargai Budaya Lain
            Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat banyak. Diperlukan sikap saling menghargai, toleransi dan kerjasama untuk mewujudkan masyarakat multikultural. Acuan utama untuk mewujudkan masyarakat multikultural Indonesia adalah mutikulturalisme. Para pendiri bangsa Indonesia telah menggunakan kulturalisme dalam mendesain kebudayaan

nasional. Desain itu dapat dilihat dalam pasal 32 UUD 1945. Ideologi multikulturalisme pada budaya Indonesia ditemukan dalam semboyan bhinneka tunggal ika. Pasal 32 UUD 1945 dan semboyan bhinneka tunggal ika adalah ideologi multikulturalisme masyarakat Indonesia yang melandasi corak struktur budaya masyarakat Indonesia di tingkat nasional dan lokal.

1. Sikap Toleransi dan Empati Terhadapa Keberagaman Budaya
Toleransi adalah adanya sikap tenggang rasa yang bertujuan memberikan kebebasan orang lain untuk menjalankan haknya. Sikap toleransi sangat bertolak belakang dengan sikap etnosentrisme yang memandang rendah kebudayaan lain. Dengan memiliki sikap toleransi, menunjukkan luasnya pola pikir seseorang sekaligus menunjukkan pemahamannya mengenai kondisi alam semesta yang sangat beraneka ragam ini. Sikap toleransi merupakan landasan utama seseorang dalam membangun kehidupan yang penuh ketenangan di lingkungan masyarakat yang multikultural.
            Pengembangan model pendidikan yang menggunakan wacana multikultural sangat diperlukan untuk menanamkan nilai-nilai pluralitas bangsa. Sikap simpati, toleransi dan empati akan tertanam kuat karena melalui pendidikan multikultural ini masyarakat menyadari adanya perbedaan sekaligus mengantarkan pada penghayatan nilai-nilai kebersamaan sebagai dasar dan pandangan hidup bersama. Pendidikan multikultural mampu mempertahankan simbol-simbol kebudayaan yang ada di tanah air sehingga masa depan bangsa akan berjalan sesuai karakter dan jati diri bangsa. Perlunya pengakuan kebudayan Indonesia yang tinggi dibanding kebudayaan asing lainnya merupakan simbol yang seharusnya dibangun untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa. Seiring dengan perkembangan globalisasi dunia, pendidikan multikultural sangat penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal yang tidak kalah menariknya dengan budaya kapitalisme yang ditawarkan di media-media massa.
            Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain. Pada hakikatnya, sikap empati ditunjukkan dalam bentuk perasaan “senasib dan sepenanggungan”. Dengan memiliki sikap empati, maka bukan sekadar toleransi yang ditunjukkan dalam kehidupan masyarakat majemuk ini, melainkan juga semangat kegotongroyongan atau kerja sama tanpa memandang perbedaan yang ada. Sikap empati bangsa Indonesia yang majemuk ini tampak pada sebagian dari masyarakat Indonesia yang tertimpa musibah/bencana alam. Kedahsyatan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh, serta gempa bumi yang memporakporandakan sebagian wilayah Jawa bagian selatan beberapa waktu yang lalu telah menggugah sikap empati masyarakat luas. Masyarakat membantu dengan memberikan bantuan, ada juga yang bergotong royong membangun kembali kawasan yang hancur akibat bencana alam, tanpa memperhatikan perbedaan yang ada. Kedua sikap tersebut sangat penting ditumbuhkembangkan dalam kehidupan masyarakat. Kedua sikap tersebut dapat mengendalikan masalah yang mungkin muncul akibat keberagaman budaya.
Adapun cara untuk dapat menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain yang berbeda latar belakang budaya, yaitu sebagai berikut.
a.     Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
b.     Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
c.     Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan keterbatasan pada hal-hal tertentu.
d.     Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang me-miliki persamaan kedudukan, harkat, martabat, dan derajat, serta hak dan kewajiban asasi.
e.     Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda dalam ras, suku bangsa, agama, bahasa, adat-istiadat, profesi, golongan politik, dan sebagainya.
            2.Sikap Positif dan Kritis Terhadap Keberagaman Budaya
Dengan berbagai persoalan keberagaman budaya memunculkan sebuah pemahaman baru tentang budaya daerah yang mempunyai ciri khas dan karateristik sendiri yang berbeda dengan yang lain sehingga perlu dipertahankan. Yang terjadi kemudian adalah munculnya pandangan etnosentrisme yaitu suatu pandangan yang menyebutkan bahwa kelompoknya adalah pusat segalanya dan semua kelompok yang lain dibandingkan dan dinilai sesuai dengan standar kelompok tadi. Dengan mengatakan bahwa suku bangsa sendirilah yang paling baik merupakan pandangan etnosentrisme. Etnosentrisme merupakan pengembangan sifat yang mampu meningkatkan nasionalisme dan patriotisme suatu bangsa tertentu. Tanpa etnosentrisme makakesadaran nasional untuk mempertahankan suatu bangsa danmeningkatkan integrasi bangsa akan sangat sulit dicapai. Selain itu dengan etnosentrisme juga mampu menghalangi perubahan yang datang dari luar baik yang akan menghancurkan kebudayaan sendiri maupun yang mampu mendukung tujuan masyarakat suku bangsa tersebut.
Tetapi hal terpenting bahwa dalam keberagaman budaya yang ada di Indonesia ini adalah kita tidak boleh memahami perilaku kelompok lain hanya dengan membandingkan kebiasaan dan perilaku budaya sendiri. Relativisme budaya haruslah dikembangkan dalam memandang keberagaman budaya yang ada di Indonesia.
Pengertian relativisme budaya adalah tidak ada kriteria untuk menentukan tinggi dan rendahnya, maju dan mundurnya suatu budaya. Berdasarkan konsep relativisme budaya, semua budaya sama baik dan luhurnya, sama hebat dan sama agungnya. Pada dasarnya penilaian budaya harus dilakukan berdasarkan cara pandang budaya itu sendiri. Budaya sebaiknya jangan dinilai dengan menggunakan tolak ukur budaya lain, karena tidak akan ada kesesuaian antara yang dinilai dengan alat penilaiannya. Sebagai contoh, tolak ukur kedewasaan bagi suku bangsa Nias adalah keberhasilan seorang laki-laki melakukan lompat batu. Hal itu hanya dapat dinilai dari sudut pandang budaya suku bangsa Nias, tidak oleh budaya suku bangsa lain.
Relativisme budaya mampu menggambarkan kenyataan bahwa fungsi dan arti suatu unsur kebudayaan tergantung pada lingkungan kebudayaan itu berkembang. Konsep relativisme kebudayaan tidak berarti bahwa semua adat istiadat mempunyai nilai yang sama juga tidak mengetahui bahwa kebiasaan tertentu pasti merugikan. Di beberapa tempat beberapa pola perilaku mungkin merugikan tetapi di tempat lain pola semacam itu mungkin mempunyai tujuan dalam kebudayaannya dan masyarakat itu akan menderita tanpa pola semacam itu kecuali ada penggantinya. Dalam konteks lokal ke-Indonesiaan, di mana pola perikehidupan beragama sangat beragam dan plural maka relativismebudaya merupakan salah satu cara terbaik untuk menuju sikap arif danbijak dalam melihat perbedaan-perbedaan kebudayaan.
Beberapa sikap kritis yang harus dikembangkan dalam masyarakat yang beragam adalah sebagai berikut.
1.   Mengembangkan sikap menghargai (toleransi) terhadap nilai-nilai dan norma sosial yang berbeda-beda dari anggota masyarakat yang kita temui, tidak mementingkan kelompok, ras, etnik, atau kelompok agamanya sendiri dalam menyelenggarakan tugas-tugasnya.
2.   Meninggalkan sikap primordialisme, terutama yang menjurus pada sikap etnosen­trisme dan ekstrimisme (berlebih-lebihan).
3.   Menegakkan supremasi hukum, artinya bahwa suatu peraturan formal harus berlaku pada semua warga negara tanpa memandang kedudukan sosial, ras, etnik, dan agama yang mereka anut.
4.   Mengembangkan rasa nasionalisme terutama melalui penghayatan wawasan berbangsa dan bernegara namun menghindarkan sikap chauvinisme yang akan mengarah pada sikap ekstrem dan menutup diri akan perbedaan kepentingan dengan masyarakat yang berada di negara-negara lain.
5.   Menyelesaikan semua konflik dengan cara yang akomodatif melalui mediasi, kompromi, dan adjudikasi.
6.   Mengembangkan kesadaran sosial dan menyadari peranan bagi setiap individu terutama para pemegang kekuasaan dan penyelenggara kenegaraan secara formal.
B. Menjaga dan Melestarikan Budaya Lokal        
            Budaya lokal memiliki peran dan kedudukan yang penting karena merupakan unsur-unsur pembentuk budaya nasional. Oleh karena itu, kita perlu menjaga dan melestarikan budaya lokal agar tidak punah. Pemeliharaan budaya lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti kongres bahasa daerah dan pergelaran seni budaya daerah. Pemilik dan penutur bahasa daerah harus sadar bahwa bahasa daerah memiliki fungsi sebagai berikut.
1.    Lambang kebanggaan daerah dan masyarakat penuturnya.
2.    Lambang identitas daerah dan masyarakat penuturnya.
3.    Alat penghubung di dalam keluarga dan masyarakat.
4.    Pendukung sastra daerah dan sastra Indonesia.
5.    Sarana pendukung budaya daerah dan budaya nasional.
      Globalisasi dan modernisasi telah menciptakan ketimpangan budaya dan memudarkan budaya lokal. Adanya globalisasi menciptakan perubahan struktur sosial yang ada pada masyarakat. Berikut beberapa sikap yang harus dikembangkan dalam menghadapi pengaruh modernisasi dan globalisasi.
a.    Sikap terbuka terhadap perubahan yang terjadi karena tidak semuanya bersifat negatif:
b.    Sikap antisipatif terhadap perubahan yang terjadi dengan mengamati dan meneliti pengaruh perubahan yang terjadi.
c.    Sikap selektif dalam menerima pengaruh perubahan sosial, yakni mampu memilih mana pengaruh baik dan tidak baik untuk ditiru.
d.    Sikap adaptif, yakni berusaha menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi apabila  perubahan sosial bersifat positif.
       Adapun sikap negatif yang harus dihindari, antara lain sebagai berikut.
a.    Sikap tertutup dan curiga, biasanya terjadi pada masyarakat tradisional sehingga menghambat perubahan sosial yang positif.
b.    Sikap apatis, artinya sikap yang acuh tak acuh terhadap persoalan yang terjadi di dalam masyarakatnya.
c.    Sikap tidak selektif, artinya sikap tidak mampu memilah-milah dampak pengaruh perubahan sosial.
d.   Tidak mempunyai inisiatif, artinya tidak memiliki ide, gagasan, atau prakarsa untuk berbuat sesuatu.
Selain hal diatas untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan dapat dilakukan dengan pewarisan budaya. Pewarisan budaya adalah suatu proses, perbuatan atau cara mewarisi budaya di dalam masyarakat. Proses tersebut dinamakan juga socialitation. Dalam proses tersebut seorang individu mengalami pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya. Budaya diwariskan dari generasi terdahulu ke generasi berikutnya. Hanya saja dalam proses pewarisan budaya menghendaki adanya penyempurnaan sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan masyarakat.
Pewarisan budaya dilakukan melalui sosialisasi. Sosialisasi ialah proses penanaman nilai, peraturan, norma, adat istiadat masyarakat dengan tujuan setiap anggota masyarakat mengenal, menghayati dan melaksanakan kebudayaan yang ada dan berlaku di masyarakatnya. Melalui sosialisasi diharapkan setiap anggota masyarakat mampu memainkan peran sosialnya dalam berbagai lingkungan secara baik dan bertanggung jawab sesuai dengan harapan-harapan masyarakatnya. Sosialisasi berlangsung dari masa anak-anak hingga tua. Pada masa anak-anak sampai pemuda, tujuan sosialisasi adalah membentuk kepribadian yang baik. Bagi orang dewasa, tujuan sosialisasi adalah penyesuaian dengan jabatan atau posisi-posisi baru yang diperolehnya. Pada prinsipnya sosialisasi sama dengan enkulturasi. Bedanya adalah; pada sosialisasi individu bersikap pasif dan dibebani tugas dan kewajiban dalam mempelajari budaya masyarakatnya sedangkan pada enkulturasi, individu bersikap lebih aktif dan bertindak sebagai subjek dalam mempelajari budaya masyarakatnya. Pewarisan budaya dapat dilakukan dengan beberapa sarana berikut ini.
a.      Keluarga
Dalam masyarakat tradisional maupun modern, keluarga adalah kelompok perantara pertama yang mengenalkan nilai-nilai subbudaya kepada si anak. Di sinilah anak mengalami hubungan sosial pertama dalam kehidupan. Ada keluarga besar dan kecil, juga ada keluarga harmonis dan kurang harmonis. Keluarga merupakan sarana pewarisan budaya bagi individu seperti: cara-cara pelamaran, pola anak menetap, atau kekerabatan. Hal-hal yang didapat oleh seorang anak sebagai anggota keluarga sebagai berikut.
1)      Keagamaan
Keluarga harus mampu menjadi wahana yang pertama dan utama dalam melaksanakan Ketuhanan Yang Maha Esa.
2)      Kebudayaan
Keluarga dikembangkan menjadi wahana menumbuhkan dan melestarikan budaya nasional.
3)      Perlindungan
Keluarga menjadi pelindung yang utama dalam
memberikan keteladanan kepada anak-anaknya.
4)      Pendidikan
Keluarga sebagai sekolah dan guru yang pertama dan utama dalam mengantarkan anak menjadi mandiri.
5)      Pemeliharaan lingkungan
Keluarga harus siap memberi dan memelihara kelestarian lingkungannya yang terbaik kepada  anak cucunya.
b.      Masyarakat
Dalam masyarakat, pewarisan budaya terjadi melalui sosialisasi. Individu sebagai anggota masyarakat mendapat pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan perilaku masyarakat. Dalam masyarakat tradisional, norma-norma diwariskan kepada generasi berikutnya tetap terjaga. Lain halnya dalam masyarakat modern saat ini, norma-norma luhur dalam masyarakat cenderung ditinggalkan.
c.      Sekolah
Dalam masyarakat modern, sekolah merupakan sarana pewarisan budaya yang sangat efektif. Berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi serta norma-norma/aturan secara langsung diberikan kepada siswa. Budaya yang diwariskan melalui sekolah, antara lain sebagai berikut.
1)      Memperkenalkan, memelihara, mengelola, memilih, dan mengembangkan unsur-unsur budaya.
2)      Mengembangkan kekuatan penalaran (the power of reasoning).
3)       Mempertinggi budi pekerti.
4)      Memperkuat kepribadian.
5)      Menumbuhkan manusia pembangunan.
d.      Lembaga Pemerintahan
Lembaga pemerintahan sangat dibutuhkan dalam pewarisan budaya, terutama dalam masyarakat modern saat ini. Melalui lembaga pemerintahan, peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah bisa disosialisasikan kepada masyarakat luas. Fungsi lembaga pemerintahan sebagai berikut.
1)      Pelambang norma melalui undang-undang yang disampaikan oleh badan legislatif.
2)      Melaksanakan undang-undang yang telah disetujui.
3)      Penyelesaian konflik yang terjadi di antara para anggota masyarakat.
4)      Melindungi warga dari serangan negara lain dan
pemelihara kesiapsiagaan menghadapi bahaya.
e.      Perkumpulan
Dalam masyarakat modern, banyak dijumpai perkumpulan atau asosiasi yang dibentuk secara sadar untuk tujuan-tujuan khusus. Terbentuknya perkumpulan dilandasai oleh kesamaan minat, tujuan, kepentingan, dan agama. Perkumpulan atau asosiasi dapat menjadi sarana pewarisan budaya, jika para anggota menyadari hak dan kewajiban yang berlaku dalam anggaran dasarnya. Para anggota dapat menyumbangkan peranannya terhadap negara. Misalnya dengan mengikuti perkumpulan PSSI atau PBSI, organisasi tersebut merupakan contoh perkumpulan yang bergerak dalam bidang olah raga.
f.        Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang besar dalam pewarisan budaya. Pengaruh dari lingkungan kerja sangat besar dalam pembentukan kepribadian seseorang. Lingkungan kerja termasuk sarana pewarisan budaya dalam masyarakat modern saat ini.
g.      Media Masa
Media massa baik berupa cetak maupun elektronik merupakan sarana penting dalam pewarisan budaya dalam masyarakat modern. Bahkan buku, majalah, TV, dan surat kabar dapat membentuk kepribadian seseorang.
Seorang antropolog Margaret Mead berpendapat bahwa pengaruh televisi sudah melebihi sarana lain dalam pewarisan budaya. Oleh karena itu, film-film yang disajikan di televisi harus diseleksi mana yang pantas dan mana yang tidak pantas ditonton oleh anak-anak. Dalam hal ini orang tua berperan dalam memberikan penjelasan.
Ruang Info
Soal Latihan
(Tugas Mandiri/rumah/kelompok)
Evaluasi
1.      Peran penting untuk melakukan sosialisasi tentang hormat-menghormati perbedaan budaya dilakukan oleh ….
a. keluarga dan sekolah
b. negara lain dan negara tetangga
c. bangsa asing dan negara berkembang
d. negara maju
e. negara berkembang
2.      Sikap menghargai perbedaan yang ada di dalam suku bangsa dapat dilakukan dengan melalui ….
a. pendidikan multikultural
b. intervensi negara
c. ajaran agama
d. tokoh masyarakat/adat
e. kebudayaan nasional
3.      Sikap terbuka pada perubahan dapat ditunjukkan dengan ….
a. memilih budaya asing yang positif
b. menolak pengaruh global yang negatif
c. tidak mudah terpengaruh
d. menerima pengaruh budaya asing yang baik
e. rasional, adaptif dan selektif
4.      Masyarakat Baduy yang tetap mempertahankan budaya mereka dan menolak budaya modern merupakan contoh sikap ….
a. konservatif
b. apatis
c. tertutup
d. adaptif
e. primitif
5.      Berikut merupakan sikap mendorong pembangunan nasional adalah ….
a. konservatif
b. pasrah menerima
c. berusaha untuk memberikan yang terbaik
d. menganggunkan masa lalu
e. selalu berprasangka
6.      Berikut adalah sikap yang perlu dikembangkan untuk menciptakan toleransi terhadap keberagaman budaya adalah ….
a. chauvunisme
b. nasionalisme
c. materialism
d. kapitalisme
e. komunisme
7.      Sikap memilah-milah terhadap kebudayaan asing dikenal juga dengan sikap ….
a. apatis
b. inisiatif
c. selektif
d. antisipatif
e. terbuka
8.      Berikut adalah budaya bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia, kecualiadalah ….
a. gotong royong
b. kekeluargaan
c. primodialisme
d. toleransi
e. primodialisme
9.      Terjadinya perubahan mata pencaharian dari tradisional menjadi modern disebabkan oleh ….
a. keinginan untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik
b. rasa tidak puas terhadap keadaan
c. menyesuaikan dengan perkembangan zaman
d. kebutuhan yang semakin bertambah
e. berpegangan terhadapa pedoman hidup
10.  Diterimanya kepercayaan Kong Hu Chu sebagai salah satu agama resmi di Indonesia, merupakan salah satu bentuk toleransi antarumat beragama. Hal itu terjadi pada masa pemerintahan Presiden ….
a. Soharto
b. Ir. Soekarno
c. B.J. Habibie
d. Megawati
e. Abdurahman Wahid
11.  Sikap menghargai perbedaan suku bangsa dapat dilakukan dengan melalui ….
a. tokoh adat
b. ajaran agama
c. peran pemerintahan
d. pendidikan multikultural
e. pengembangan kebudayaan nasional
12.  Permasalahan anatar elemen dalam masyarakat yang beragam akan dapat terselesaikan jika berkembang sikap berikut ini, kecuali ….
a. prasangka
b. simpati
c. toleransi
d. empati
e. kerjasama
13.  Sikap kritis terhadap kebudayaan asing yang masuk akan membnetuk perilaku ….
a. tertutup dan kaku
b. cermat
c. acuh
d. mandiri
e. berpikir rasional
14.  Perubahan kebudayaan terjadi karena adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga akan tercapai keadaan yang saling ….
a. menguntungkan
b. berintegrasi
c. melengkapi
d. tidak serasi
e. memadai
15.  Suatu pemahaman tentang kebangsaan disebut dengan ….
a. liberalism
b. entnosentrisme
c. sosialisme
d. chauvunisme
e. nasionalisme
16.  Sikap yang menghargai budaya orang lain diantaranya ….
a. sikap selektif terhadap keberagaman budaya
b. sikap menerima dan menerapkan budaya orang lain
c. sikap menghormati keberagaman budaya
d. sikap tertutup dan curiga terhadap kebudayaan orang lain
e. sikap berfikir negative terhadap kebudayaan orang lain
17.  Pada umumnya budaya cenderung bertahan kerena budaya merupakan ….
a. usaha mempermudah dalam menghadapi keadaan
b. usaha penyesuaian diri dengan perkembangan jaman
c. pedoman hidup
d. ketidak puasan terhadap keadaan
e. pedoman hidup
18.  Berikut adalah pengaruh dan dampak dari globalisasi adalah ….
a. keberanian
b. kebebasan
c. individual
d. kemandirian
e. teknologi
19.  Proses difusi kebudayaan dalam era globalisasi terjadi sangat cepat karena ….
a. kemajuan ilmu pengetahuan
b. penyebaran penduduk dunia
c. kemajuan teknologi komunikasi
d. kemajuan teknologi transportasi
e. kemajuan bidang pariwisata
20.  Berikut bukan sikap yang harus dikembangkan dalam menghadapi pengaruh globalisasi adalah ….
a. selektif
b. kritis
c. inisiatif
d. adaptif
e. tertutup
B. Isian
1.      Penanaman nilai pluralitas dapat tertanam kuat melaluai pendidikan …. Multikultural
2.      Sikap yang secara iklas merasakan pikiran dan perasaan orang lain dikenal dengan … Empati
3.      Tolak ukur tiap kedewasaan seseorang di tiap suku bangsa berbeda-beda. Sebagai tolak ukur kedewasaan seorang dari suku Nias dinilai dari keberhasilan …. Melakukan lompat batu
4.      Terjadinya ketimpangan budaya lokal merupkan damapak dari ….. Globalisasi
5.      Sikap yang acuh tak acuh terhadap tergesarnya budaya lokal yang terjadi disebut degan sikap … Apatis
6.      Pewarisan budaya dilakukan dengan cara … Sosialisasi
7.      Pewarisan bduaya pertama kali terjadi melalui sarana …. Keluarga
8.      Adanya PSSI merupakan salah satu pewarisan budaya melalui sarana …. Perkumpulan
9.      Desain kebudayaan nasional yang menggunakan prinsip multikulturalisme terdapat pada pasal …. 32 UUD 1945
10.  Peran budaya lokal adalah sebagai unsur pembentuk …. Budaya nasional
C. Esai
1.      Jelaskan perbedaan antara sosialisasi dengan enkulturisasi!
Jawab:
Perbedaan antara sosialisasi dengan enkulturasi adalah adalah; pada sosialisasi individu bersikap pasif dan dibebani tugas dan kewajiban dalam mempelajari budaya masyarakatnya sedangkan pada enkulturasi, individu bersikap lebih aktif dan bertindak sebagai subjek dalam mempelajari budaya masyarakatnya.
2.      Hal apa saja yang didapat anak sebagai anggota keluarga?
Jawab:
Hal yang didapat anak sebagai anggota keluarga adalah sebagi berikut.
a.      Keagamaan.
b.      Kebudayaan.
c.      Perlindungan.
d.      Pendidikan.
e.      Pemeliharaan lingkungan.
3.      Jelaskan pengertian dari relativisme budaya!
Jawab:
Pengertian relativisme budaya adalah tidak ada kriteria untuk menentukan tinggi dan rendahnya, maju dan mundurnya suatu budaya.
4.      Apa saja fungsi dari bahasa daerah?
Jawab:
Fungsi bahasa daerah antara lain adalah sebagai berikut.
a. Lambang kebanggaan daerah dan masyarakat penuturnya.
b. Lambang identitas daerah dan masyarakat penuturnya.
c. Alat penghubung di dalam keluarga dan masyarakat.
d. Pendukung sastra daerah dan sastra Indonesia.
e. Sarana pendukung budaya daerah dan budaya nasional.
5.      Apa yang dimaksud dengan pewarisan budaya?
Jawab:
Pewarisan budaya adalah suatu proses, perbuatan atau cara mewarisi budaya di dalam masyarakat. Proses tersebut dinamakan juga socialitation.Dalam proses tersebut seorang individu mengalami pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya.
Istilah Penting
Chauvinisme : suatu paham atau ajaran yang menganggap unggul bangsanya sendiri dan merendahkan bangsa lain
Eksistensi      : keberadaan.
Enkulturasi : Pembudayaan.
Intensif           : dikerjakan secara sungguh-sungguh untuk memperoleh efek yang maksimal dalam waktu yang Iebih singkat
Sosialisasi : Usaha untuk merubah milik perseorangan menjadi milik umum.
Sekuler          : bersifat duniawi atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan atau kerohanian).
Tradisi : Adat kebiasaan yang turun-temurun dan masih dijalankan oleh anggota masyarakat.
Eksplorasi Inteligensi
Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya. Kerukunan antarbangsa dengan budaya yang berbeda-beda sangat penting sekali. Kemukakan ide/gagasan Anda mengenai cara-cara untuk meningkatkan solidaritas antarbudaya di Indonesia. Kumpulkan ide/gagasan Anda kepada bapak/ibu guru untuk dibahas dalam diskusi kelas.
Perbaikan                            
A. Isian
1.      Sikap yang merupakan landasan utama dalam membangun kehidupan pada masyarakat multikultural adalah ….. Toleransi
2.      Perubahan struktur sosial pada masyarakat merupakan dampak dari … Globalisasi
3.      Dampak positif dari globalisasi adalah …. Modernisasi
4.      Usaha untuk menyesuaikan diri terhadp perubahan yang terjadi disebut dengan …. Adaptif
5.      Sikap yang tidak sesuai dengan semangat gotong royong adalah …. Individualisme
B. Esai
1.      Sebutkan cara untuk dapat menerima dan menghargai suku bangsa lain!
Jawab:
Cara untuk dapat menerima dan menghargai suku bangsa lain adalah sebagai berikut.
a.     Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
b.     Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
c.     Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan keterbatasan pada hal-hal tertentu.
d.     Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang me-miliki persamaan kedudukan, harkat, martabat, dan derajat, serta hak dan kewajiban asasi.
e.     Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda dalam ras, suku bangsa, agama, bahasa, adat-istiadat, profesi, golongan politik, dan sebagainya.
2.      Sebutkan sikap yang harus dikembangkan dalam masyarakat multikultural!
Jawab:
Sikap yang harus dikembangkan dalam masyarakat multikultural antara lain sebagai berikut.
a.      Mengembangkan sikap menghargai (toleransi).
b.      Meninggalkan sikap primordialisme.
c.      Menegakkan supremasi hukum.
d.      Mengembangkan rasa nasionalisme.
e.      Menyelesaikan semua konflik dengan cara yang akomodatif melalui mediasi, kompromi, dan adjudikasi.
f.        Mengembangkan kesadaran sosial dan menyadari peranan bagi setiap individu terutama para pemegang kekuasaan dan penyelenggara kenegaraan secara formal.
3.      Bagaimana proses pewarisan budaya melalui sarana masyarakat?
Jawab:
Dalam masyarakat, pewarisan budaya terjadi melalui sosialisasi. Individu sebagai anggota masyarakat mendapat pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan perilaku masyarakat. Dalam masyarakat tradisional, norma-norma diwariskan kepada generasi berikutnya tetap terjaga. Lain halnya dalam masyarakat modern saat ini, norma-norma luhur dalam masyarakat cenderung ditinggalkan.
4.      Sebutkan budaya yang dapat diwariskan melalui sekolah!
Jawab:
Budaya yang diwariskan melalui sekolah, antara lain sebagai berikut.
a.         Memperkenalkan, memelihara, mengelola, memilih, dan mengembangkan unsur-unsur budaya.
b.         Mengembangkan kekuatan penalaran (the power of reasoning).
c.         Mempertinggi budi pekerti.
d.         Memperkuat kepribadian.
e.         Menumbuhkan manusia pembangunan
5.      Apa saja fungsi sikap toleransi terhadap keberagaman budaya?
Jawab:
Fungsi toleransi dalam keberagaman budaya adalah, menunjukkan luasnya pola pikir seseorang sekaligus menunjukkan pemahamannya mengenai kondisi alam semesta yang sangat beraneka ragam ini. Sikap toleransi merupakan landasan utama seseorang dalam membangun kehidupan yang penuh ketenangan di lingkungan masyarakat yang multikultural.
Pengetahuan Untukmu
Teuku Jacob
Teuku Jacob adalah salah seorang pakar antropologi ragawi terkemuka di Indonesia. Ia memiliki keahlian dalam mengungkapkan seluk-beluk kehidupan manusia purba. Ia dilahirkan di Peureulak, Aceh pada tanggal 6 Desember 1929. Ia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, tahun 1959. Setelah itu melanjutkan pendidikan di Washington D.C. AS, tahun 1959–1960. Gelar doktor bidang Antropologi ragawi diperoleh dari Rijkuniversiteit, Utrecht, Belanda tahun 1970.
Pada tahun 1982–1986, Teuku Jacob menjabat sebagai rektor UGM. Jabatan terakhir yang diembannya adalah guru besar di Fakultas Kedokteran UGM sebagai ahli antropologi ragawi. Nama Teuku Jacob erat kaitannya dengan penelitian di daerah Sangiran, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah. Teuku Jacob mengabdikan diri sebagai peneliti kehidupan manusia purba kurang lebih selama 40 tahun di Sangiran. Karya ilmiah yang dihasilkan Teuku Jacob, antara lain “The Sixth Skull Cap of Pithecanthropus Erectus (1966), Some Problems Pertaining to the Raciae History of The Indonesia Region (1967), dan The Pithecanthropus of Indonesia (1975)”.
Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar,  2005.
Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya SALING MENGHARGAI BUDAYA LAIN

Sunday 18 June 2017 | Post

Artis Strength and Fitness – Cross-Training Coaching Comments Last day of Free Week and we have…

Tuesday 24 January 2017 | Post

Ini dia yang dinanti telah dirilis. Motif-motif terbaru yang siap dijadikan seragam batik yang spesial untuk…

Friday 17 February 2017 | Post

asyiknya berjualan di tungguin sama anak, hehe… Padahal anaknya yang lebih senang karena berhasil “nginthili” alias…

Thursday 4 January 2018 | Post

sebelum menjejakkan kaki di terminal blok m, dalam bayangan gue pasti riweuh. jadi ketika akhirnya beneran…