Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

Proses Tahapan Integrasi

Mar
17
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

C. Proses Tahapan Integrasi
            1. Integrasi Nasional
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, integrasi nasional mempunyai arti dua macam, yaitu:
a.      Secara politis, integrasi nasional adalah proses penyatuan berbagai kelompok

budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.

b.      Secara antropologis, integrasi nasional adalah proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda, sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Integrasi merupakan terjemahan dari integration (bahasa Inggris) yang berarti keseluruhan atau kesempurnaan. Integrasi berarti juga proses pembaharuan hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat. Integrasi diri merupakan wujud dari diri seseorang yang utuh, bulat, dan seimbang serta jujur dan dapat dipercaya. Maurice Duverger memberikan definisi sebagai berikut, integrasi adalah dibangunnya interdepedensi yang lebih rapat antara bagian-bagian dari organisme hidup atau antara suatu proses pengembangan masyarakat di mana segenap kelompok ras dan etnik mampu berperan serta secara bersama-sama dalam kehidupan budaya dan ekonomi.
Perwujudan integrasi nasional masyarakat dan budaya bangsa Indonesia yang heterogen (beraneka macam) itu diungkapkan dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya berbeda- beda suku bangsa, agama, budaya daerah, tetapi tetap satu bangsa. Istilah Bhinneka Tunggal Ika pertama kali diungkapkan oleh seorang Empu terkenal di Kerajaan Majapahit, yaitu Empu Tantular, dalam kitab Sutasoma.
Sementara itu, proses integrasi nasional harus melalui tahap-tahap sosial dan politik. Menurut Ogburn dan Nimkof bahwa integrasi merupakan sebuah proses akomodasi—kerjasama—koordinasi—asimilasi. Asimilasi ini merupakan proses dua arah (to way process) antaretnik yang berbeda Sehingga diperoleh sebuah konsensus dan kesepahaman atas dasar keanekaragaman budaya. Konsensus nasional mengenai bagaimana kehidupan bangsa Indonesia harus diwujudkan atau diselenggarakan, dan sebagian harus kita temukan di dalam proses pertumbuhan pancasila sebagai dasar falsafah atau ideologi negara. Integrasi terwujud melalui beberapa tahapan. Adapun tahapan proses sosial budaya menuju terwujudnya integrasi sosial dan nasional, yaitu sebagai berikut.
a.   Tindakan sosial adalah pola perilaku anggota masyarakat dalam interaksi sosial.
b.   Pola sosial adalah bentuk hubungan sosial yang bersifat tetap atau berpola dalam interaksi sosial.
c.   Order sosial adalah norma-norma sosial yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Order sosial bersifat melekat dan mengatur perilaku warga masyarakat. Order sosial ada dua, yaitu tertulis dan tidak tertulis.
d.   Keajegan sosial adalah suatu keadaan masyarakat yang teratur dan bersifat tetap (ajeg), tidak mudah berubah. Keajegan sosial timbul sebagai hasil hubungan yang serasi dan selaras dalam interaksi sosial antara perilaku serta nilai dan norma sosial budaya yang berlaku di dalam masyarakat.  
e.   Tertib sosial adalah keadaan masyarakat yang tertib dan teratur. Tertib sosial merupakan hasil hubungan yang serasi dan selaras antara perilaku serta nilai dan norma sosial dalam proses interaksi sosial.
Menurut Charles Coolay, integrasi sosial/nasional akan timbul jika orang atau kelompok orang menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan dan tujuan yang sama.  Coolay melanjutkan bahwa bentuk-bentuk kerja sama sosial sebagai dasar integrasi sosial/nasional, yaitu sebagai berikut.
a.      Kerja sama spontan (spontaneous cooperation), yaitu hubungan  kerja sama yang terjadi secara spontan. Contoh, gotong-royong.
b.      Kerja sama langsung (directed cooperation), yaitu  hubungan  kerja sama hasil perintah dari atasan langsung. Contoh, kerja sama di antara anggota suatu organisasi politik.
c.      Kerja sama kontrak (contractual cooperation), yaitu hubungan  kerja sama atas dasar kontrak atau perjanjian.
d.      Kerja sama tradisional (traditional cooperation), yaitu hubungan  kerja sama atas dasar kebiasaan dan nilai-nilai adat-istiadat.
2. Faktor Pendorong Integrasi Nasional
Menurut R. William Liddle, konsensus nasional yang mengintegrasikan masyarakat yang pluralistik pada hakekatnya adalah mempunyai dua tingkatan sebagai prasyarat bagi tumbuhnya suatu integrasi nasional yang tangguh. Pertama sebagian besar anggota suku bangsa bersepakat tentang batas-batas teritorial dari negara sebagai suatu kehidupan politik mereka sebagai warganya. Kedua, apabila sebagian besar anggota masyarakatnya bersepakat mengenai struktur pemerintahan dan aturan-aturan dari proses politik yang berlaku bagi seluruh masyarakat di atas wilayah negara yang bersangkutan.
Adapun faktor-faktor pendorong perkembangan integrasi sosial, yaitu sebagai berikut.
a.      Seluruh anggota masyarakat menyadari manfaat integrasi sosial.
b.      Adanya program masyarakat yang jelas dan terarah.
c.      Berkembangnya semangat kerja sama, kekeluargaan, dan gotong-royong.
d.      Ancaman dari luar (out-group) sehingga integrasi sosial lebih kukuh.
e.      Adanya berbagai pranata dan lembaga sosial yang berperan mewadahi aktivitas kehidupan masyarakat.
Nasikun menambahkan bahwa integrasi nasional yang kuat dan tangguh hanya akan berkembang di atas konsensus nasional mengenai batas-batas suatu masyarakat politik dan sistem politik yang berlaku di masyarakat tersebut. Kemudian, suatu konsensus nasional mengenai bagaimana suatu kehidupan bersama sebagai bangsa harus diwujudkan atau diselenggarakan, melalui suatu konsensus nasional mengenai “Sistem nilai” yang akan mendasari hubungan-hubungan sosial diantara anggota suatu masyarakat atau suatu negara. Adapun upaya yang telah dilakukan adalah:
a.      Melakukan pengorbanan sebagai langkah penyesuaian antara banyak perbedaan, perasaan, keinginan dan ukuran penilaian.
b.      Mengembangkan sikap toleransi di dalam kelompok sosial.
c.      Teciptanya kesadaran dan kesediaan untuk mencapai suatu konsensus.
d.      Mengidentifikasi akar persamaan di antara kultur-kultur etnis yang ada.
e.      Kemampuan segenap kelompok yang ada untuk berperan secara bersama-sama dalam kehidupan budaya dan ekonomi.
f.        Mengakomodasi timbulnya etnis.
g.      Upaya yang kuat dalam melawan prasangka dan diskriminasi.
h.      Menghilangkan pengkotak-kotakan kebudayaan.
3. Faktor Penghambat Integrasi Nasional
Menurut Cliffrod Gertz, apabila bangsa Indonesia tidak pandai-pandai memanajemen keanekaragaman etnik, budaya, dan solidaritas etnik, maka Indonesia akan pecah menjadi negara-negara kecil. Bila ketidakpuasan ekonomi, kelas, atau intelektual menjurus pada revolusi yang mendorong pergantian tatanan ekonomi dan politik negara-bangsa. Bila ketidakpuasan yang didasarkan ikatan primordial menjurus pada disintegrasi bangsa. Perpecahan dalam masyarakat majemuk korbannya bukan individu, kelompok, atau kelas tertentu, tapi negara-bangsa itu sendiri yang akan tercerai-berai.
Hal ini ditambah dengan pandangan yang menimbulkan watak etnosentrisme dan primordialisme  sempit. Etnosentrisme adalah suatu pandangan yang melekat pada diri seseorang (masyarakat) yang menilai kebudayaan-kebudayaan lain, selalu diukur dengan nilai kebudayaannya. Primordialisme adalah pemikiran yang mengutamakan atau menempatkan pada tempat yang pertama kepentingan suatu kelompok atau komunitas masyarakat.
Sedangkan faktor-faktor penghambat integrasi sosial adalah sebagai berikut.
a.      Masyarakat Indonesia yang heterogen (beraneka ragam) dalam faktor-faktor kesukubangsaan dengan masing-masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan sebagainya.
b.      Wilayah negara yang begitu luas, terdiri atas ribuan kepulauan yang dikelilingi oleh lautan luas.
c.      Besarnya kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang merongrong keutuhan, kesatuan dan persatuan bangsa, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
d.      Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan menimbulkan berbagai rasa tidak puas dan keputusasaan di masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), gerakan separatisme dan kedaerahan, demonstrasi dan unjuk rasa.
e.      Adanya paham “etnosentrisme” di antara beberapa suku bangsa yang menonjolkan kelebihan-kelebihan budayanya dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain.
f.        Lemahnya nilai-nilai budaya bangsa akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, baik melewati kontak langsung maupun kontak tidak langsung. Kontak langsung, antara lain melalui unsur-unsur pariwisata, sedangkan kontak tidak langsung, antara lain melalui media cetak (majalah, tabloid), atau media elektronik (televisi, radio, film, internet, telepon seluler yang mempunyai fitur atau fasilitas lengkap). Hal itu akan berdampak adanya westernisasi atau gaya hidup kebarat-baratan/meniru gaya hidup orang Eropa atau Amerika, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, minum minuman keras, dan sebagainya.
D. Peran Masyarakat dan Pemerintah dalam Menjaga Keselarasan Antarbudaya
1.      Peran Masyarakat dalam Menjaga Keselarasan Antarbudaya
Sebagai negara yang terdiri dari berbagai macam ras, etnik, agama dan kebudayaan Indonesia memiliki potensi konflik yang besar. Oleh karena itu, masyarakat harus mengembangkan sikap yang saling memahami dan saling menghormati dan menghargai antar individu maupun kelompok yang beraneka ragam tersebut. Berikut ini adalah beberapa peran masyarakat dalam menjaga keselarasan antar budaya, antara lain sebagai berikut.
a.      Mengembangkan sikap saling menghargai (toleransi) terhadap nilai-nilai dan norma sosial yang berbeda-beda dari anggota masyarakat, tidak mementingkan kelompok, ras, etnik atau kelompok agamanya;
b.      Meninggalkan sikap primordialisme terutama yang menjurus pada sikap etnosentrisme dan ekstrimisme (berlebih-lebihan);
c.      Menegakkan supremasi hukum artinya suatu peraturan formal harus berlaku pada semua warga negara tanpa memandang kedudukan sosial, ras, etnik, dan agama yang mereka anut;
d.      Mengembangkan rasa nasionalisme  terutama melalui penghayatan wawasan berbangsa dan bernegara, namun menghindari sifat chauvimisme yang akan mengarah pada sikap ekstrim dan menutup diri akan perbedaan yang ada dalam masyarakat;
e.      Menyelesaikan semua konflik dengan cara yang akomodatif melalui mediasi, kompromi, dan ajudikasi;
f.        Mengembangkan kesadaran sosial;
2.      Peran Pemerintah dalam Menjaga Keselarasan Antarbudaya
Sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia  berbagai upaya untuk menjaga keselarasan antar- budaya telah dilakukan. Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga keselarasan antarbudaya adalah sebagai berikut.
a.      Penyelenggaraan ajang festival budaya yang diikuti dari berbagai macam perwakilan  daerah- daerah  di Indonesia
b.      Pemindahan penduduk secara terprogram melalui transmigrasi, khususnya dari  pulau Jawa, Bali dan Madura ke berbagai pulau di Indonesia yang dipandang  jarang penduduknya  dan memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain meningkatkan kesejahteraan penduduk juga dapat mengenal kebudayaan setempat.
c.      Meskipun terlihat bahwa otonomi daerah lebih menonjolkan sifat-sifat kedaerahannya, bahkan terasa primordial, tidak dapat dipungkiri bahwa otonomi daerah merupakan langkah cerdas dalam memberikan kesempatan kepada daerah-daerah yang memang memiliki perbedaan-perbedaan dalam banyak hal untuk mengembangkan diri dalam membangun masyarakatnya masing-masing.
d.      Pemerataan pendidikan merupakan langkah yang strategis sebab melalui pendidikan dapat ditanamkan  nilai-nilai keagamaan manusia yang diciptakan beraneka ragam semata-mata untuk saling mengisi dan menolong satu sama lainnya. Melalui pendidikan juga dapat ditanamkan sikap-sikap positif, seperti toleransi, kerja sama, dan demokrasi.
Soal Latihan
Tugas Rumah
Buatlah makalah mengenai konflik yang pernah terjadai di Indonesia! Bahasalah dalam makalah tentang hal sebagai berikut ini. Mengapa konflik itu bisa terjadi? Bagaimana konflik tersebut berlangsung? Bagaiaman penyelesaian dari konflik tersebut?
Tugas Kelompok
Diskusikan dengan teman sebangkumu! Usaha-usaha apa saja yang harus dilakukan untuk memelihara persatuan, kesatuan, dan kepentingan seluruh bangsa Indonesia? Kumpulkan hasil kerja anda kepada bapak/ibu guru.
Evaluasi
1.      Faktor pendorong integrasi nasional adalah ….
a. menghina budaya bangsa
b. toleransi terhadap agama lain
c. memaki suku bangsa lain
d. mengembangkan budaya asing
e. menganggap paling unggul suku bangsanya sendiri
2.      Konflik merupakan suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah merupakan pendapat dari ….
a. Soerjono Soekanto
b. Karl Marx
c. William. A. Haviland
d. Immanuel Kant
e. Berstein
3.      Norma-noma sosial yanmg tumbuh dan berkembang dalah kehidupan masyarakat dikenal dengan ….
a. tindakan sosial
b. order sosial
c. pola sosial
d. tertib sosial
e. keajegan sosial
4.      Didalam suatu organisasi politik jenis kerjasama yang berlaku bagi anggota-anggotanya adalah kerja sama ….
a. langsung
b. kontrak
c. tradisional
d. spontan
e. bilateral
5.       Hasil hubungan yang serasi dan selaras antara perilaku serta nilai dan norma sosial dalam proses interekasi sosial dikenal dengan ….
a. pola sosial
b. order sosial
c. keajegan sosial
d. tindakan sosial
e. tertib sosial
6.      Mengembangkan rasa nasionalisme dengan penghayatan wawasan berbangasa dan bernegara merupakan peran masyarakat dalam ….
a. menjaga keselarasan antarbudaya
b. menyebarluaskan budaya nasional
c. memperkaya kebudayaan nasional
            d. menghidupkan kebudayaan nasional
            e. menciptakan kebudayaan nasional
7.      Pada masa kekuasaan Hitler bangsa Jerman menciptakan anggapan bahwa bangsa Jerman merupakan ras yang terpilih dan terbaik di dunia, sehingga kebudayaan Jerman adalah kebudayaan yang paling tinggi. Hal tersebut disebut dengan ….
a. sekulerisme
b. rejection
c. etnosentrisme
d. anomie
e. prmodialisme
8.      Apabila salah satu dari dua budaya memiliki teknologi yang lebih maju maka akan terjadi prsoses ….
a. konflik budaya
b. culture lag
c. rejection
d. imitasi
e. destruction
9.      Yang bukan termasuk kedalam masalah SARA adalah ….
a. konflik agama
b. konflik suku
c. konflik golongan
d. konflik ras
e. konflik kepentingan
10.  Berikut yang merupakan dampak dari pengaruh budaya asing adalah ….
a. gotong royong
b. materialisme
c. kesatuan
d. matrilineal
e. persatuan
11.  Bangsa Indonesia apabila tidak pandai dalam memanajemen keanekaragaman etnik, budaya dan solidaritas maka akan terpecah-pecah menjadi negara kecil. Pendapat tersebut diutarakan oleh ….
a. Willian A. Haviland
b. Immanuel Kant
c. Vilvredo Paretto
d. Clifford Geertz
e. M.C. Riclefs
12.  Adanya aksi demonstrasi oleh buruh, merupakan bentuk konflik ….
a. pribadi
b. etnis
c. politik
d. ras
e. antarkelas
13.  Ancaman budaya asing terhadap budaya daerah semakin kuat karena adanya kemajuan di bidang ….
a. industri
b. pariwisata
c. teknologi informasi
d. teknologi persenjataan
e. pertanian
14.  Perbedaan ideologi berpotensi menimbulkan konflik ….
a. politilk
b. agama
c. ras
d. antargolongan
e. antarsuku
15.  Negara Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan tersebut mengandung pengertian ….
a. bangsa Indonesia terdiri atas beberapa suku bangsa, tetapi wilayahnya satu
b. bangsa Indonesia terdiri atas beberapa bahasa tetapi satu rumpun
c. bangsa Indonesia terdiri atas beberapa suku bangsa, tetapi merupakan satu kesatuan
d. bangsa Indonesia terdiri atas beberapa suku bangsa, tetapi kebudayaannya satu
e. bangsa Indonesia terdiri atas beberapa suku bangsa, tetapi adat istiadatnya sama
16.  Friksi(gesekan) yang timbul pada masyarakat yang berbeda budaya umumnya dikarenakan ….
a. saling mengerti
b. saling memahami
c. saling menghormati
d. a, b, c semua salah
e. a, b, c semua benar
17.  Konflik dalam masyarakat yang tidak dapat teratasi maka pada puncaknya adalah ….
a. asimilasi
b. pemaksaan
c. akomodasi
d. koordinasi
e. disintegrasi
18.  Perilaku anggota masyarakat dalam interaksi sosial disebut dengan ….
a. pola sosial
b. tindakan sosial
c. keajegan sosial
d. tertib sosial
e. order sosial
19.  Berikut ini merupakan program pemerintah dalam menjaga keselarasan antarbudaya yang paling efisien adalah ….
a. pendidikan
b. transmigrasi
c. otonomi daerah
d. penyelenggaraan festival budaya
e. pembentukan lembaga lintas budaya
20.  Semboyan Bhineka Tunggal Ika dapat terwujud apabila ….
a. memiliki budaya yang homogen
b. pemerintah melakukan pemaksaan kehendak
c. menciptakan budaya nasional dan menghilangkan budaya daerah
d. adanya kesadaran dari seluruh warga negara untuk hidup dalam wadah NKRI
e. pembangunan yang adil dan merata diseluruh daerah
B. Isian
1.      Istillah konflik berasal dari bahasa latin configere yang berarti …. Menghantam
2.      Negara Asia Tenggara yang memiliki penduduk heterogen selain Indonesia adalah …. Filipina
3.      Pertentangan antarpenganut agama termasuk kedalam konflik tingkat …. Ideologi/gagasan
4.      Konflik yang terjadi di Sampit beberapa tahun yang lalu termasuk kedalam konflik …. Antarras
5.      Terjadi proses-proses sosial yang bersifat disosiatif, seperti persaingan, pertentangan, ataupun kontraversi seperti menghasut.Merupakan gejala dari …..,Disintegrasi
6.      Konsentrasi wewenang juga diperlukan untuk merumuskan dan menjalankan …… Perendanaan sosial
7.      Lambang dan dasar falsafaf negra Indonesia adalah …. Pancasila
8.      Salah satu Presiden Indonesia yang memiliki perhatian tinggi dalam toleransi anatarumat beragama adalah ….. Abdurrahman Wahid
9.      Budaya asli bangsa Indonesia yang dapat menciptakan integrasi bangsa adalah ….. Gotong royong
10.  Istilah Bhinneka Tungal Ika pertama kali digunakan oleh …. Empu Tantular
C. Esai
1.      Sebutkan faktor penyebab terjadinya konflik rasial!
Jawab:
Faktor penyebab konflik rasial adalah sebagai berikut.
a.      keadaan geografis yang berbeda;
b.      wilayah kepulauan;
c.      latar belakang sejarah yang berbeda;
d.      lingkungan hukum adat dan garis kekerabatan yang berbeda.
2.      Jelaskan pengertian dari integrasi!
Jawab:
Integrasi adalah saling tergantungan yang lebih rapat dan erat antara bagian-bagian dari organisme hidup, antara anggota yang ada di dalam masyarakat sehingga terjadi penyatuan hubungan yang dianggap harmonis
3.      Sebutkan alternative pemecahan masalah yang timbul dari keberagaman budaya!
Jawab:
Alternatif pemecahan masalah yang muncul akibat dari keberagaman budaya antara lain sebagai berikut.
a.      Perencanaan sosial.
b.      Mengembangkan wawasan kebangsaan.
c.      Mengembangkan budaya nasional.
d.      Membangun forum komunikasi lintas budaya.
e.      Mengembangkan sikap tenggang rasa dan toleransi.
4.      Apa yang dimaksud dengan reintegrasi?
Jawab:
Reintegrasi adalah suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan.
5.      Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk kerjasama sosial!
Jawab:
Bentuk-bentuk kerja sama sosial adalah sebagai berikut.
e.      Kerja sama spontan (spontaneous cooperation), yaitu hubungan  kerja sama yang terjadi secara spontan. Contoh, gotong-royong.
f.        Kerja sama langsung (directed cooperation), yaitu  hubungan  kerja sama hasil perintah dari atasan langsung. Contoh, kerja sama di antara anggota suatu organisasi politik.
g.      Kerja sama kontrak (contractual cooperation), yaitu hubungan  kerja sama atas dasar kontrak atau perjanjian.
h.      Kerja sama tradisional (traditional cooperation), yaitu hubungan  kerja sama atas dasar kebiasaan dan nilai-nilai adat-istiadat.
Istilah Penting
Diskriminasi : Perbedaan perlakuan terhadap sesama manusia, pembatasan kesempatan atau imbalan yang berdasarkan ras, agama, atau kelompok etnik.
Gerakan Separatisme :Gerakan pemutusan hubungan terhadap golongan mayoritas yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang menderita sebagai akibat dari adanya diskriminasi pada masa lalu sehingga mereka menghendaki terciptanya kehidupan sosial dan ekonomi yang terpisah.
Integrasi bangsa : Penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam suatu wilayah dan pembentukan suatu indentitas nasional.
otoriter : Tidak memerhatikan nasihat orang lain.
Eksplorasi Inteligensi
Negara Indonesia merupakan negara yang multietnis dan multikultural. Seluruh bangsa yang tinggal dari Sabang sampai Merauke adalah saudara. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Berikan pendapat Anda, usaha-usaha apa saja yang harus dilakukan untuk memelihara persatuan, kesatuan, dan kepentingan seluruh bangsa Indonesia? Kumpulkan hasil kerja Anda kepada bapak/ibu guru.
Perbaikan                            
Perbaikan
1.      Pertentangan antarasimpatisan anggota partai politik termasuk konflik ….Tingkat politis
2.      Di lingkungan sekolah yang dapat dijadikan forum komunikasi lintas budaya adalah …. OSIS
3.      Bhineka Tunggal Ika pertama kali ditulis dalam kitab …. Sutasoma
4.      Bentuk hubungan sosial yang bersifat tetap atau berpola dalam interaksi sosial. Disebut dengan …. Pola Sosial
5.      Integrasi sosial/nasional akan timbul jika orang atau kelompok orang menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan dan tujuan yang sama. Merupakan pernyataan dari … Charleas Coolay
1.      Sebutkan tahapan proses sosial budaya menuju integrasi nasional!
Jawab:
tahapan proses sosial budaya menuju terwujudnya integrasi sosial dan nasional, yaitu sebagai berikut.
a.   Tindakan sosialadalah pola perilaku anggota masyarakat dalam interaksi sosial.
b.   Pola sosial adalah bentuk hubungan sosial yang bersifat tetap atau berpola dalam interaksi sosial.
c.   Order sosialadalah norma-norma sosial yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Order sosial bersifat melekat dan mengatur perilaku warga masyarakat. Order sosial ada dua, yaitu tertulis dan tidak tertulis.
d.   Keajegan sosialadalah suatu keadaan masyarakat yang teratur dan bersifat tetap (ajeg), tidak mudah berubah. Keajegan sosial timbul sebagai hasil hubungan yang serasi dan selaras dalam interaksi sosial antara perilaku serta nilai dan norma sosial budaya yang berlaku di dalam masyarakat.  
e.   Tertib sosialadalah keadaan masyarakat yang tertib dan teratur. Tertib sosial merupakan hasil hubungan yang serasi dan selaras antara perilaku serta nilai dan norma sosial dalam proses interaksi sosial.
2.      Sebutkan empat faktor penghambat integrasi sosial dan nasional!
Jawab:
            Faktor penghambat integrasi sosial dan nasional adalah sebagai berikut.
a.      Masyarakat Indonesia yang heterogen (beraneka ragam) dalam faktor-faktor kesukubangsaan dengan masing-masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan sebagainya.
b.      Wilayah negara yang begitu luas, terdiri atas ribuan kepulauan yang dikelilingi oleh lautan luas.
c.      Besarnya kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang merongrong keutuhan, kesatuan dan persatuan bangsa, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
d.      Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan menimbulkan berbagai rasa tidak puas dan keputusasaan di masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), gerakan separatisme dan kedaerahan, demonstrasi dan unjuk rasa.
e.      Adanya paham “etnosentrisme” di antara beberapa suku bangsa yang menonjolkan kelebihan-kelebihan budayanya dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain.
3.      Sebutkan upaya yang harus dilakukan untuk mewujudkan integrasi nasional menurut Nasikun!
upaya yang harus dilakukan untuk mewujudkan integrasi nasional menurut Nasikun adalah sebagai berikut.
a.      Melakukan pengorbanan sebagai langkah penyesuaian antara banyak perbedaan, perasaan, keinginan dan ukuran penilaian.
b.      Mengembangkan sikap toleransi di dalam kelompok sosial.
c.      Teciptanya kesadaran dan kesediaan untuk mencapai suatu konsensus.
d.      Mengidentifikasi akar persamaan di antara kultur-kultur etnis yang ada.
e.      Kemampuan segenap kelompok yang ada untuk berperan secara bersama-sama dalam kehidupan budaya dan ekonomi.
f.        Mengakomodasi timbulnya etnis.
g.      Upaya yang kuat dalam melawan prasangka dan diskriminasi.
4.      Bagaiamana pengertian dari integrasi nasional secara politis?
Jawab:
Pengertian dari integrasi nasional secara politis adalah proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
5.      Bagaiaman peran masyarakat dalam menjaga keselarasan antarbudaya?
Peran masyarakat dalam menjaga keselarasan antarbudaya adalah sebagai berikut.
a.      Mengembangkan sikap saling menghargai (toleransi) terhadap nilai-nilai dan norma sosial yang berbeda-beda dari anggota masyarakat, tidak mementingkan kelompok, ras, etnik atau kelompok agamanya;
b.      Meninggalkan sikap primordialisme terutama yang menjurus pada sikap etnosentrisme dan ekstrimisme (berlebih-lebihan);
c.      Menegakkan supremasi hukum artinya suatu peraturan formal harus berlaku pada semua warga negara tanpa memandang kedudukan sosial, ras, etnik, dan agama yang mereka anut;
d.      Mengembangkan rasa nasionalisme  terutama melalui penghayatan wawasan berbangsa dan bernegara, namun menghindari sifat chauvimisme yang akan mengarah pada sikap ekstrim dan menutup diri akan perbedaan yang ada dalam masyarakat;
e.      Menyelesaikan semua konflik dengan cara yang akomodatif melalui mediasi, kompromi, dan ajudikasi;
f.        Mengembangkan kesadaran sosial;
Pengetahuan Untukmu
Clifford James Geertz (San Francisco, 23 Agustus 1926Philadelphia, 30 Oktober2006) adalah seorang ahli antropologiasal Amerika Serikat. Ia paling dikenal melalui penelitian-penelitiannya mengenai Indonesia dan Maroko dalam bidang seperti agama(khususnya Islam), perkembangan ekonomi, struktur politik tradisional, serta kehidupan desa dan keluarga. Terkait kebudayaan Jawa, ia memopulerkan istilah priyayi saat melakukan penelitian tentang masyarakat Jawa pada tahun 1960-an, dan mengelompokkan masyarakat Jawa ke dalam tiga golongan: priyayi, santridan abangan.
Antara karya-karyanya adalah:
Antara karya-karyanya adalah:
Sejak tahun 1970 hingga meninggal dunia Geertz menjabat sebagai profesor emeritus di Fakultas Ilmu Sosial di Institute for Advanced Study. Ia juga pernah menjabat sebagai profesor tamu di Departemen Sejarah Universitas Princeton dari 1975 hingga 2000.
Sumber: Wikipedea bahasa Indonesia
Bina Kemandirian
Sikap Toleransi dan Empati Sosial Terhadap keberagaman Budaya
Standar Kompetensi
7. Memahami kesamaan dan keberagaman budaya
Kompetensi Daasar
7. 4 Menunjukkan sikap toleransi dan empati sosial terhadap keberagaman budaya
Kondisi masyarakat majemuk yang memiliki aneka ragam kebudayaan, merupakan salah satu faktor penghambat proses integrasi nasional. Mengapa demikian? Keanekaragaman kebudayaan di satu sisi memberikan kontribusi devisa negara jika ditinjau dari keunikan kebudayaan yang dikelola sebagai aset pariwisata, namun di sisi lain amat rentan, sehingga terjadilah konflik sosial. Untuk diperlukan sikap yang saling memhami dan saling menghargai antar individu di masyarakat. sikap saling menghargai perbedaan dan menerima kenyataan dengan arif dan bijaksana akan mengembangkan toleransi sehingga dapat menghilangkan potensi disintegrasi.
(gambar kegiatan forum lintas budaya)
Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Proses Tahapan Integrasi

Monday 20 February 2017 | Post

Empuknya Industri Bakery Indonesia Menjelang hari raya umat muslim dan kristiani, yakni lebaran dan natal, merupakan…

Monday 19 June 2017 | Post

UTICON merupakan Produk Aksesoris Elektrikal produksi Lokal, Kualitas Impor. Saat ini UTICON merupakan salah satu produk…

Wednesday 4 January 2017 | Post

Untuk melepas kepenatan yang mendera akhir-akhir ini, sengaja pagi ini aku mengajak putra kecilku “Ikbal” yang…

Thursday 23 March 2017 | Post

Bangunan utama bendungan Walahar Salah satu pintu air di Bendungan Walahar Jalan sempit di bagian tengah…