Menu

PROSES INTERAKSI SOSIAL

Mar
25
2015
loading...
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Proses Interaksi Sosial Interaksi sosial sebagai sebagai salah satu bentuk proses sosial memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan dengan proses sosial lainnya. Charles P. Loomis berpendapat bahwa ciri-ciri interaksi sosial itu sebagai berikut. 1. Jumlah pelaku dalam interaksi sosial lebih dari satu orang. 2. Adanya

komumikasi antarpelaku baik secara langsung maupun tidak langsung. 3. Adanya dimensi waktu, baik yang menyangkut masa lalu, sekarang, maupun masa datang. 4. Memiliki tujuan tertentu. 5. Menghasilkan bentuk interaksi tertentu.

      

             Proses interaksi sosial akan terjadi apabila di antara pihak yang berinteraksi melakukan kontak sosial dan komunikasi. Menurut soerjono Soekanto (2003), kata “kontak” berasal dari bahasa latin, yaitu berasal dari kata con dan tangere. Kata con berarti bersama-sama, sedangkan tangere mengandung pengertian menyentuh. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kontak berarti bersama-sama saling menyentuh secara fisik. Dalam pengertian gejala sosial, kontak sosial ini dapat berarti hubungan masing-masing pihak tidak hanya secara langsung bersentuhan secara fisik, tetapi bisa juga tanpa hubungan secara fisik. Misalnya, kontak dapat dilakukan melalui surat-menyurat, telepon, sms, dan lain-lain. Dengan demikian hubungan fisik bukan syarat utama terjadinya interaksi sosial. Kontak sosial dapat bersifat positif dan negatif. Kontak yang bersifat positif akan mengarah pada kerja sama, sedangkan kontak yang bersifat negatif akan mengarah pada suatu pertentangan.
             Menurut Karl Mannheim (2003: 65), kontak dapat dibedakan ke dalam dua bagian, yaitu kontak primer dan kontak sekunder. Kontak primer adalah kontak yang dikembangkan dalam media tatap muka, sedangkan kontak sekunder terjadi tidak dalam media tatap muka dan ditandai dengan adanya jarak. Kontak sekunder dapat dibagi lagi ke dalam dua bagian yaitu sebagai berikut.
1.    Kontak sekunder langsung, yaitu kontak yang terjadi antara masing-masing pihak melalui alat tertentu, misalnya telepon, internet, surat, sms, dan lain-lain.
2.    Kontak sekunder tidak langsung, yaitu kontak yang memerlukan pihak ketiga. Misalnya, Ahmad minta tolong kepada Fauzi untuk dikenalkan kepada Fatimah.
             Kontak sosial (2003: 65) juga dapat berlangsung dalam tiga kegiatan atau bentuk, yaitu:
1.    antara orang perorangan;
2.    antara perorangan dengan kelompok;
3.    antara kelompok dengan kelompok.
             Kontak sosial dan komunikasi sosial merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. Tanpa adanya kedua syarat itu, interaksi sosial tidak akan terjadi. Melalui kontak dan komunikasi seseorang akan memberikan tafsiran pada perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan kepada orang lain.
             Berdasarkan pendapat tersebut, syarat terjadinya interaksi sosial akan dijabarkan sebagai berikut.
1.    Kontak Sosial
             Kontak sosial ialah aksi individu atau kelompok dalam bentuk isyarat yang memiliki arti bagi si pelaku dan penerima merespon aksi itu dengan reaksi.
             Jenis kontak sosial adalah sebagai berikut.
a.    Kontak langsung dan tak langsung
1)    Kontak langsung/jarak dekat
        Contoh: berjabat tangan, kedipan mata, berbicara, tersenyum, atau gerak isyarat.
2)    Kontak tak langsung/jarak jauh, yaitu kontak yang terjadi lewat media atau perantara tertentu. Contoh: telepon, radio, televisi, surat, dan lain-lain.
b.    Kontak antarindividu dan kelompok
1)    Kontak antara individu dengan individu
        Contoh: anak kecil yang mempelajari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarganya, proses itu dilakukan melalui sosialisasi, yaitu proses di mana anggota yang baru mempelajari nilai dan norma masyarakat di mana ia tinggal. Anak kecil tersebut melakukan kontak dengan anggota keluarganya misalnya: ayah, ibu, kakak, dan anggota keluarga lainnya.
2)    Kontak antara kelompok dengan kelompok
        Contoh: adanya pertandingan sepak bola antarsiswa SMP, pertemuan OSIS  antarsekolah.
3)    Kontak  antarindividu dan kelompok
        Contoh: tindakan seorang guru mengajar siswanya supaya berprestasi, ketua OSIS melaksanakan kontak dengan anggotanya dalam rapat, seorang anggota partai politik belajar menyesuaikan diri dengan ideologi dan programnya.
c.    Kontak primer dan sekunder
1)    Kontak primer, yaitu kontak yang terjadi apabila orang yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan bertatap muka. Contoh: berjabat tangan, saling menyapa, saling tersenyum, dan lain-lain.
2)    Kontak sekunder, yaitu kontak sosial yang terjadi melalui media atau perantara baik berupa orang atau alat. Kontak sekunder dibedakan menjadi 2, yaitu sebagai berikut.
a)   Kontak sekunder langsung: dilakukan melalui perantara yang berupa alat yang memungkinkan terjadinya pembicaraan secara langsung. Misalnya: telepon.
b)   Kontak sekunder tak langsung: dilakukan melalui perantara yang berupa orang.
      Misalnya: Ani mendapat ucapan selamat ulang tahun dari Dewi melalui Shinta.
d.    Kontak positif dan negatif
1)    Kontak positif ialah suatu kontak yang mengarah pada kerja sama. Contoh: pedagang melayani pelanggannya melalui transaksi.
2)    Kontak negatif yaitu suatu kontak yang mengarah pada suatu pertentangan yang cenderung untuk memutuskan hubungan sosial yang sebelumnya telah terjadi. Contoh: perang dan demonstrasi.
2.    Komunikasi
             Dalam suatu interaksi, selain kontak sosial dari orang yang melakukan interaksi juga harus ada komunikasi. Komunikasi ialah tindakan seseorang menyampaikan sinyal atau pesan terhadap orang lain dan orang itu memberi tafsiran atas sinyal tersebut, serta mewujudkannya dalam perilaku. Contoh: Amir menepuk pundak Budi, Budi memahaminya sebagai ajakan kemudian Amir dan Budi berjalan bersama.    
             Proses interaksi dalam bentuk yang sederhana sekalipun merupakan proses yang sangat kompleks menurut ahli psikologi interaksi sosial dapat berlangsung dipengaruhi oelh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut.
1.    Motivasi
             Motivasi, adalah dorongan yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti apa yang disarankan secara kritis, rasional, dan penuh tanggung jawab.
2.    Sugesti
             Sugesti, yaitu pengaruh dari seseorang kepada orang lain sehingga orang lain tersebut menuruti pengaruh yang diberikan tanpa berpikir secara kritis dan rasional. Contoh: orang yang memiliki kharisma tinggi.
3.    Simpati
             Simpati, yaitu rasa tertarik pada orang lain atau sekelompok orang karena sikap, penampilan, wibawa, dan perbuatannya yang sedemikian rupa. Hal ini didorong oleh adanya keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk kerja sama dengannya.
4.    Empati
             Empati, yaitu perasaan tertarik kepada orang lain karena ia merasa sedih melihat penderitaan atau musibah yang dialami oleh orang lain.
5.    Identifikasi
             Identifikasi, yaitu keinginan dalam diri seseorang untuk meniru atau menjadi sama atau identik dengan pihak lain. Misalnya pemain sepakbola meniru gaya bermainnya Christiano Ronaldo.
6.    Imitasi
             Imitasi, yaitu tindakan seseorang untuk meniru orang lain baik dalam hal tingkah laku, penampilan maupun gaya hidup. Misalnya: meniru pemuda yang berambut panjang, memakai anting, model rambut Demi Moore, dan lain-lain.

artikel lainnya PROSES INTERAKSI SOSIAL

Tuesday 25 July 2017 | Post

Artis Strength and Fitness – Cross-Training Metcon (Time) 150 Double Unders 100 Wall Balls 40 HSPUs…

Wednesday 28 December 2016 | Post

1. Asal Usul Kain Sasirangan merupakan salah satu hasil kebudayaan masyarakat Kalimantan Selatan yang diwariskan secara…

Saturday 24 June 2017 | Post

Jakarta Nightlife – Domain adalah bar dan lounge yang ada di lantai B2, Senayan City. Letaknya…

Friday 30 March 2018 | Post

MBATIK YUUUK di SUWE ORA JAMU CAFE – 24 MARET 2018 SELAMAT DATANG SAHABAT2 BARU :…