Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

Kanjeng Pangeran Haryo Prof. Dr. Selo Soemardjan

Mar
17
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

Kanjeng Pangeran Haryo Prof. Dr. Selo Soemardjan(lahir di Yogyakarta, 23 Mei 1915 –meninggal di Jakarta, 11 Juni 2003 pada umur 88 tahun) adalah seorang tokoh pendidikan dan pemerintahan Indonesia. Penerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah ini adalah pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (kini FISIP-UI) dan sampai akhir hayatnya dengan setia menjadi dosen sosiologi di Fakultas Hukum

Universitas Indonesia (UI).

Selama hidupnya, Selo pernah berkarier sebagai pegawai Kesultanan/Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Staf Sipil Gubernur Militer Jakarta Raya, dan Kepala Sekretariat Staf Keamanan Kabinet Perdana Menteri, Kepala Biro III Sekretariat Negara merangkap Sekretaris Umum Badan Pemeriksa Keuangan, Sekretaris Wakil Presiden RI Sultan Hamengku Buwono IX (1973-1978), Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983) dan staf ahli Presiden HM Soeharto.
Sebagai ilmuwan, karya Selo yang sudah dipublikasikan adalah Social Changes in Yogyakarta (1962) dan Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi (1963). Penelitian terakhir Selo berjudul Desentralisasi Pemerintahan. Terakhir ia menerima Anugerah Hamengku Buwono (HB) IX dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bina Kemandirian
Indonesia sangat kaya akan budaya. Budaya tersebut sangat beragam sesuai dengan ratusan suku bangsa yang tinggal di Indoneisa. Bila dimanfaat dengan baik, kekayaan akan budaya dapat membantu kemajuan bangsa Indonesia. Seperti yang telah dilakukan oleh suku bangsa Bali, yang telah berhasil mengembangkan kebudayaan Bali, sehingga Bali dikenal di dunia. Pembangunan Bali ditopang dari sektor pariwisata budaya. Hal tersebut dapat kita tiru untuk memajukan daerah kita masing-masing. Bila semua daerah maju maka akan memmengaruhi Indonesia menjadi negara dan bangsa yang maju.
Potensi dan Dampak Keberagaman Budaya
Standar Kompetensi
7. Memahami kesamaan dan keberagaman budaya
Kompetensi Daasar
7.2 Mendeskripsikan potensi keberagaman budaya yang ada di masyarakat setempat dalam kaitannya dengan budaya nasional.
Bangsa Indonesia merupakan kesatuan dari bangsa yang majemuk, artinya bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan berbagai kebudayaan. Kebergaman budaya tersebut merupakan pengaruh dari keadaan geografis Indonesia. Indonesia yang terdriri dari belasan ribu pulau telah mendorong munculnya kekayaan khazanah budaya di  Indonesia. Apa saja keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia? Apa akibat dari keberagaman budaya tersebut?
(gambar tari kecak, tari srimpi, tari reog)
A. Keberagaman Budaya di Indonesia
            Pada zaman Hindia-Belanda masyarakat Indonesia digolongkan menjadi tiga golongan yaitu golongan penjajah Belanda yang menempati tingkat pertama, kedua adalah golongan minoritas Cina, dan ketiga adalah golongan pribumi. Hasil penelitian C. Van Vollenhoven menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 19 lingkungan adat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang kemudian diperbaharui oleh B. Ter Haar menjadi 24 lingkungan adat. Di seluruh Indonesia tercatat kurang lebih ada 656 suku bangsa dengan bahasa lokal sekitar 300 macam.
            Nasikun mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pluralisme masyarakat Indonesia:
1.      Keadaan geografis yang membagi wilayah Indonesia atas 13.667 pulau yang terserak di suatu daerah ekuator sepanjang kurang lebih 3.000 mil dari timur ke barat dan lebih dari 1.000 mil dari utara ke selatan. Faktor ini merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap terciptanya pluralistis suku bangsa di Indonesia.
2.      Kenyataan bahwa Indonesia terletak di antara Samudera Indonesia dan Samudera pasifik. Kenyataan letak yang demikian ini sangat mempengaruhi terciptanya pluralistis agama di dalam masyarakat Indonesia melalui pengaruh kebudayaan bangsa lain, yang menyentuh masyarakat Indonesia.
3.      Iklim yang berbeda dan struktur tanah yang tidak sama di antara berbagai daerah di kepulauan nusantara ini merupakan faktor yang menciptakan pluralistis regional di Indonesia. Perbedaan curah hujan dan kesuburan tanah merupakan kondisi yang dapat menciptakan lingkungan ekologis yang berbeda di Indonesia, yakni daerah pertanian sawah (wet rice cultivation). Perbedaan antara Jawa dan luar Jawa di dalam bidang kependudukan, ekonomi dan sosial budaya.
Keberagaman budaya di Indonesia dapat dikategorikan dalam beberapa kategori sebagai berikut.
1.      Keberagaman Suku Bangsa
Suku bangsa adalah golongan sosial yang dibedakan dari golongan sosial lainnya karena mempunyai ciri-ciri paling mendasar dan umum berkaitan dengan asal-usul dan tempat asal serta kebudayaannya. Adapun ciri-ciri suku bangsa, adalah sebagai berikut.
a.      Secara tertutup berkembang biak dalam kelompoknya.
b.      Memiliki nilai-nilai dasar yang terwujud dan tercermin dalam kebudayaan.
c.      Mewujudkan arena komunikasi dan interaksi.
d.      Mempunyai anggota yang mengenali dirinya serta dikenal oleh orang lain sebagai bagian dari satu kategori yang dibedakan dengan yang lain.
Klasifikasi aneka warna suku bangsa di Kepulauan Indonesia masih berdasarkan lingkaran hukum adat. Sistem klasifikasi ini, disusun oleh Van Vollenhoven yang membagi Indonesia ke dalam 19 daerah suku bangsa berdasarkan hukum adat, yaitu sebagai berikut.
a.      Aceh
b.      Gayo – Alas dan Batak, Nias, dan Batu
c.      Minangkabau dan Mentawai
d.      Sumatra Selatan dan Enggano
e.      Melayu
f.        Bangka dan Belitung
g.      Kalimantan
h.      Sangir Talaud
i.         Gorontalo
j.         Sulawesi Selatan
k.       Toraja
l.         Ternate
m.    Ambon-Maluku dan Kepulauan Barat Daya
n.      Irian
o.      Timor
p.      Bali dan Lombok
q.      Jawa Tengah dan Jawa Timur
r.        Surakarta  dan Jogjakarta
s.      Jawa Barat
Ruang Info
Setiap suku bangsa memiliki budaya yang unik dan khas. Bangsa Indonesia memiliki ratusan suku bangsa. atribut penting dalam membedakan/mengkategorikan suku bangsa yang paling dasar adalah bahasa daerah, adat istiadat, nilai-nilai simbolik, agama dan territorial.
Di samping suku bangsa-suku bangsa tersebut, ada pula etnis Tionghoa yang besarnya sekitar 3% saja. Meskipun populasinya hanya sedikit, namun etnis Tionghoa adalah kekuatan utama ekonomi di Indonesia. Etnis ini berasal dari selatan Cina, yakni berasal dari ras Hakka, Hokkien, atau Kanton. Etnis Tionghoa di Indonesia biasanya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut.
a.      Cina Peranakan adalah etnis Cina yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya dan mengadopsi adat-istiadat Indonesia.
b.      Cina Totok adalah etnis Cina yang menggunakan bahasa Cina murni dan memegang kebudayaan Cina. Mereka umumnya adalah pendatang generasi pertama atau kedua.
Suku bangsa pada masyarakat Indonesia dapat dibagi kedalam berbagai golongan ras, seperti berikut.
a.      Ras Negroid
Ciri-ciri ras Negroid, antara lain kulit hitam, tubuh kecil, rambut keriting, dan merupakan penduduk asli Semenanjung Malaka yang dikenal sebagai suku Semang.
b.      Ras Weddoid
Ciri-ciri ras Weddoid kulit sawo matang, tubuh kecil, rambut bergelombang, dan merupakan penduduk asli. Misalnya suku Sakai, suku Kubu, dan suku Tomuna.
c.      Ras Melanesoid
Ciri-ciri ras Melanesoid, antara lain kulit hitam, bibir tebal, rambut ikal, dan merupakan penduduk asli daerah Papua, Pulau Aru, dan Pulau Kai.
d.      Ras Melayu Mongoloid
Ciri-ciri ras Mongolid, antara lain kulit hitam sampai kekuning-kuningan, rambut lurus ikal, muka agak bulat, dan merupakan ras terbesar di Indonesia serta dianggap cikal bakal bangsa Indonesia. Golongan ras Melayu Mongoloid dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut.
1)      Ras Melayu Tua (Proto Melayu) terdiri atas suku Batak, suku Toraja, dan Dayak.
2)      Ras Melayu Muda (Deutro Melayu) terdiri atas suku Jawa, Sunda, Bali, Madura, dan Bugis.
2.      Keberagaman Agama/Kepercayaan/Religi
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang religius, artinya setiap warga masyarakat menganut agama sesuai dengan keyakinan mereka. Agama yang diakui dan dianut di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, dan aliran kepercayaan.
Sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno kerukunan hidup beragama telah terbina cukup baik. Sampai sekarang pun umat beragama di Indonesia hidup rukun secara damai dan berdampingan. Selain itu, kebebasan beragama dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa telah dijamin oleh UUD 1945 Pasal 29 Ayat 2 yang berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”
3.      Keberagaman Seni dan Budaya
Bangsa Indonesia kaya akan seni budaya, baik seni tari, sastra, ukir, drama, patung, dan lain-lain. Keberagaman tersebut dikarenakan banyaknya suku bangsa yang tersebar di se­lu­ruh wilayah Indonesia. Seni budaya yang dimiliki oleh suku Jawa tentu berbeda dengan seni budaya yang dimiliki oleh suku Bali, begitu pula dengan suku Aceh, Toraja, Batak, dan Papua.
4.      Keberagaman Bahasa/Dialek
Masyarakat Indonesia memiliki bahasa yang berbeda-beda. Di negara kita  terdapat 250 bahasa dan dialek yang dikelompokkan berdasarkan suku bangsa yang hidup tersebar di Nusantara. Bahasa lokal atau bahasa daerah yang utama di Indonesia, antara lain, bahasa Aceh, Batak, Sunda, Betawi, Jawa, Sasak, Dayak, Minahasa, Toraja, Bugis, Ambon, Papua, dan bahasa-bahasa daerah lainnya. Menurut penelitian M.A. Jaspan, di Indonesia terdapat 360 suku bangsa yang masing-masing memiliki bahasa daerah dan adat istiadat yang berbeda satu sama lain.    
5.      Keberagaman Mata Pencaharian
Masyarakat Indonesia memiliki beragam jenis mata pencaharian. Misalnya, bidang pertanian, perdagangan, industri, pemerintahan, perikanan, pertambakan, dan jasa. Keberagaman mata pencaharian ini pun dipengaruhi oleh kondisi alam. Penduduk di gunung cenderung menjadi petani dan penduduk di tepi pantai cenderung menjadi nelayan.
            Berikut adalah beberapa contoh keberagaman kebudayaan yang ada di Indonesia.
a. Tradisi Upacara Labuhan Merapi
           Tradisi ini dilaksanakan setiap tanggal 30 Rajab sebagai rangkaian kegiatan upacara penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono sebagai Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat. Upacara ini dilengkapi dengan berbagai macam sesaji untuk dibawa ke Kendit Gunung Merapi oleh Juru Kunci Gunung Merapi agar memperoleh berkah dan sebagai wujud permohonan keselamatan dan kesejahteraan.
b.    Tradisi Ngaben
           Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah atau kremasi umat Hindu di Bali, Indonesia. Acara Ngaben merupakan suatu ritual yang dilaksanakan guna mengirim jenazah kepada kehidupan mendatang. Jenazah diletakkan selayaknya sedang tidur dan keluarga yang ditinggalkan akan senantiasa beranggapan demikian (tertidur). Tidak ada air mata karena jenazah secara sementara waktu tidak ada dan akan menjalani reinkarnasa atau menemukan pengistirahatan terakhir di mokhsa (bebas dari roda kematian dan reinkarnasi).
           Puncak acara ngaben adalah pembakaran keseluruhan struktur (lembu atau vihara yang terbuat dari kayu dan kertas), beserta dengan jenazah. Api dibutuhkan untuk membebaskan roh dari tubuh dan memudahkan reinkarnasi.
Ngaben tidak senantiasa dilakukan dengan segera. Untuk anggota kasta yang tinggi sangatlah wajar untuk melakukan ritual ini dalam waktu 3 hari. Akan tetapi, untuk anggota kasta yang rendah,  jenazah terlebih dahulu dikuburkan dan kemudian biasanya dalam acara kelompok untuk suatu kampung baru dikremasikan.
c.    Tradisi Era-Era Tu Urau
           Era-era tu urau adalah upacara tindik telinga untuk anak perempuan yang menginjak usia dewasa yang merupakan tradisi budaya suku Waropen, Papua. Anak perempuan yang sudah menjalani upacara ini berarti sudah pantas untuk hidup berumah tangga.
d.    Tradisi Batapung Tawar Maayun
           Tradisi ini merupakan budaya masyarakat Martapura, Amuntai, Kandangan, dan Banjarmasin. Tradisi ini berarti upacara menyiapkan menjadi seorang anak. Pada upacara ini dilaksanakan guring maayun, yaitu menidurkan anak usia 40 hari sampai dengan 5 tahun pada ayunan.
e.    Tradisi Jawa
       Banyak tradisi adat Jawa, antara lain sebagai berikut.
1)    Brokohan adalah upacara kelahiran bayi.
2)    Selapanan adalah upacara pemberian nama pada bayi yang baru lahir pada hari ke 35.
3)    Tedhak siten adalah upacara bagi bayi yang berusia antara 5-6 bulan pada saat pertama turun ke tanah.
4)    Tetesan adalah upacara khitanan untuk putri raja yang telah berusia 8 tahun.
Beberapa bentuk budaya lokal lain, di antaranya pakaian tradisional, folklor, musik tradisional, olahraga tradisional, permainan anak tradisional, dan kerajinan tangan. Menurut James Danandjaja (dalam Sulastrin Sutrisno, 1985:460), folklor adalah sebagian kebudayaan Indonesia yang tersebar dan diwariskan secara turun-temurun secara tradisional. Tradisi ini bisa berbeda-beda versinya baik dalam bentuk lisan, perbuatan, maupun alat-alat pembantu pengingat.
B. Masalah dan Manfaat Keberagaman Budaya
Indonesia sebagai sebuah masyarakat majemuk adalah sebuah masyarakat negara yang terdiri atas masyarakat-masyarakat suku bangsa yang dipersatukan dan diatur oleh sistem nasional dari masyarakat negara tersebut. Dalam masyarakat Indonesia yang majemuk ini penekanan keanekaragaman adalah pada suku bangsa dan kebudayaan suku bangsa. Dalam masyarakat Indonesia, setiap masyarakat suku bangsa secara turun temurun mempunyai dan menempati wilayah tempat hidupnya yang diakui sebagai hak ulayatnya yang merupakan tempat sumber-sumber daya di mana warga masyarakat suku bangsa tersebut memanfaatkan untuk kelangsungan hidup mereka. Masyarakat majemuk seperti Indonesia, bukan hanya beranekaragam corak kesukubangsaan dan kebudayaan suku bangsanya secara horisontal, tetapi juga secara vertikal atau jenjang menurut kemajuan ekonomi, teknologi, dan organisasi sosial-politiknya. Masyarakat majemuk memiliki keanekaragaman budaya/keberagaman budaya.    
Berkaitan dengan keberagaman kebudayaan dalam kehidupan masyarakat majemuk, terdapat berbagai dampak negatif, antara lain sebagai berikut.
a.    Etnosentrisme
           Masalah besar yang melekat pada pluralisme kebudayaan adalah konsep etnosentrisme, yaitu kepercayaan bahwa kebudayaan sendiri lebih baik daripada semua kebudayaan lain. Menurut Melvile Herkovits, setiap kebudayaan yang melembagakan etnosentrisme akhirnya mendasarkan kebijaksanaannya atas keadaan psikokultural yang tidak riil.
Salah satu contoh bentuk etnosentrisme yang paling mengesankan dalam sejarah kehidupan manusia modern adalah Nazi Jerman. Orang Jerman di bawah Hitler menganggap dirinya sebagai ras terpilih yang ditakdirkan untuk memerintah dunia. Mereka ingin menanamkan kebudayaan mereka, yakni: kesenian, politik, teknologi, bahasa, dan agama mereka di negara-negara yang mereka taklukkan. Pada prinsipnya sikap etnosentrisme memiliki kecenderungan destruktif terhadap kebudayaan-kebudayaan lain sehingga mengakibatkan disintegrasi dan disorganisasi dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
Pada prinsipnya sikap etnosentrisme memiliki kecende- rungan destruktif terhadap kebudayaan-kebudayaan lain, sehingga mengakibatkan disintegrasi dan disorganisasi dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
b.    Rejection (Penolakan)
           Proses perubahan kebudayaan yang berlangsung terlalu cepat sering menimbulkan penolakan dari sejumlah besar anggota masyarakat, khususnya dari kalangan generasi tua atau kelompok konservatif yang masih sangat memegang teguh adat istiadat tradisional. Akulturasi dalam tingkat tertentu besar kemungkinannya akan menimbulkan pemberontakan dan revolusi, contohnya terjadinya Revolusi Kuba dan Revolusi Merah di Cina.
Contoh rejection di Indonesia adalah programa keluarga berencana (KB). Penerapan program keluarga berencana di Indonesia pada awalnya mendapatkan banyak tantangan. Kalangan tertentu banyak menentang program keluarga berencana sebagai suatu perilaku menyimpang yang melawan kodrat. Namun dalam perkembangan lebih lanjut program keluarga berencana diterima sebagai salah satu alternatif terbaik untuk mengatasi laju kepadatan penduduk.
c.    Anomie
           Anomie adalah suatu gejala sosial yang sangat unik sebagai akibat adanya perubahan sosial-budaya yang selalu bergantian. Sementara itu sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat tidak mengalami perubahan. Oleh karena itu, masyarakat seolah kehilangan pedoman untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.
           Dalam sejarah kehidupan manusia, setiap pergantian pola kepemimpinan suatu kelompok masyarakat atau negara akan terjadi gejolak yang cenderung bersifat anarkis. Keruntuhan rezim Saddam Hussein di Irak menyebabkan terjadinya kerusuhan, penjarahan, dan tindak kekerasan di seluruh penjuru Irak. Anomie terjadi sebagai dampak negatif terjadinya perubahan kebudayaan yang bersifat frontal.
d.    Mestizo culture
           Mestizo culture, yaitu suatu proses percampuran unsur kebudayaan yang satu dengan unsur kebudayaan lain yang mempunyai simbol dan sifat berbeda. Ciri yang tampak dari perubahan ini yaitu sifat formalismenya yang hanya dapat meniru bentuknya tanpa mengetahui arti sesungguhnya. Contoh: peningkatan pola pamer kekayaan akibat dari iklan atau promosi yang ditawarkan.
           Kondisi psikologis yang terkait dalam gejala mestizo culture adalah munculnya kecemasan dan ketidakpuasan seseorang terhadap apa yang telah dimilikinya. Kondisi semacam ini merupakan sasaran empuk bagi produsen benda-benda konsumsi yang terus menerus menawarkan produk terbarunya setiap saat. Kondisi demikian ini memudahkan munculnya disintegrasi sosial akibat adanya kesenjangan antara masyarakat kelas bawah, kelas menengah, dan kelas atas.
e.    Cultural lag
           Proses penyebaran kebudayaan asing tidak selalu berlangsung serentak, melainkan kadang hanya sepotong-sepotong sehingga menimbulkan suatu bentuk ketimpangan kebudayaan atau cultural lag. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan bentuk perubahan kebudayaan yang berasal dari proses difusi atau penyebaran kebudayaan yang tidak disertai dengan penyesuaian sikap mental yang selaras dengan perubahan kebudayaan, akan mengakibatkan ketertinggalan budaya atau ketimpangan budaya. Dalam kehidupan masyarakat luas tampak nyata bahwa modernisasi yang terwujud dalam bentuk kebudayaan materiil tidak diimbangi dengan kemajuan kebudayaan immateriil. Contoh banyak pesawat telepon umum yang tidak berfungsi karena ulah tangan jahil. Salah satu contoh konkret adanya ketimpangan budaya di tengah masyarakat, di mana masyarakat mau menerima hasil teknologi maju tanpa diimbangi dengan pengetahuan yang cukup tentang perlunya perawatan terhadap benda-benda teknologi modern tersebut.
Menurut William F. Ogburn, banyak permasalahan yang disebabkan oleh ketidakmampuan manusia menyesuaikan diri dengan problema yang terus menerus muncul dalam kebudayaan dan lembaga-lembaganya. Suatu ketertinggalan (lag) juga terjadi apabila laju perubahan dari dua atau lebih unsur-unsur kebudayaan yang mempunyai korelasi tidak sebanding, sehingga unsur yang satu tertinggal oleh unsur lainnya. Terutama dalam hal kebudayaan materiil dengan kebudayaan nonmateriil.
Keberagaman budaya selain menimbulkan dampak negatif juga memberi manfaat. Berikut adalah beberapa manfaat dari keberagaman kebudayaan.
a.    Tercapainya Integrasi Nasional
           Dengan kemajemukan dan keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia, maka berdasarkan perbedaan kebudayaan akan tercapai sebuah integrasi nasional. Integrasi nasional dari segi politis adalah proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional. Integrasi nasional secara antropologis adalah proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat. Faktor-faktor penunjang integrasi nasional, antara lain sebagai berikut.
1)    Keinginan untuk bersatu yang muncul dari kalangan bangsa Indonesia: Sumpah Pemuda.
2)    Kesepakatan nasional, seperti Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila, bendera Merah Putih, dan lain lain.
3)    Kesamaan sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan sepenanggungan.
4)    Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
5)    Rasa cinta tanah air.
b.    Tumbuhnya Sikap Toleransi dan Empati
           Dengan keanekaragaman masyarakat dan perubahan sosial budaya telah menumbuhkan sikap toleransi dan empati kepada masyarakat Indonesia.
c.    Menimbulkan Semangat Persatuan dan Kesatuan
           Dilandasi semangat patriotisme tanpa memandang perbedaan, kita rela mengorbankan kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok demi tercapainya satu cita-cita luhur, yakni tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
d.    Meningkatkan Harkat dan Martabat Masyarakat ke Dunia
           Keragaman budaya sesungguhnya dapat memberikan nilai lebih. Suatu negara yang memiliki budaya yang beragam dapat membawa negara tersebut ke mancanegara. Kekayaan budaya yang beranekaragam dapat meningkatkan harkat dan martabat masyarakatnya di kancah dunia sebagai negara yang berbudaya tinggi.
e.    Menambah Khazanah Wawasan Pemilik Budaya Lain
Budaya yang beraneka ragam juga dapat menambah khazanah wawasan pemilik budaya lain, sehingga dapat memperkaya pola pikir yang telah dimiliki sebelumnya. Contohnya, terapi pengobatan tradisional di Papua dengan menggunakan buah naga akhirnya dapat menambah wawasan pengobatan masyarakat yang berada di luar daerah Papua.
Soal Latihan
Tugas Rumah
Indonesia memiliki ratusan suku bangsa. Setiap suku bangsa memiliki keunikan tersendiri. Untuk menambahkan wawasan anda carilah literatur-literatur mengenai keunikan-keunikan yang dimiliki oleh setiap suku bangsa di Indonesia! Kumpulkan hasil kerja anda ke guru!
Tugas Kelompok
Diskusikan dengan teman sebangkumu, mengenai masalah berikut ini!
Bangsa Indoensia termasuk kedalam masyarakat multikultural! Sebutkan apa saja dampak positif dan negatif dari hal tersebut!
Tulislah hasil diskusimu di buku tugas dan kumpulkan pada gurumu!
Evaluasi
1.      Bahasa Indonesia merupakan salah satu kebudayaan nasional. Berikut yang bukan termasuk fungsi bahasa Indonesia adalah ….
a. alat penghubung antarnegara
b. alat penghubung anatardaerah dan antarbudaya
c. lambang kebangsaan nasional
d. alat pemersatu
e. lambang kebangsaan nasional
2.      Pembagian Indonesia ke dalam 19 daerah suku bangsa berdasarkan hukum adat, dilakukan oleh ….
a. Dr. H. A. Enno Gelder
b. Koentjaraningrat
c. Van Vallenhoven
d. William A. Haviland
e. Melville J. Herskovits
3.      Etnis Cina yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya dan mengadopsi adat istiadat Indonesia adalah . . . .
a. Cina dari Singapura
b. Cina peranakan
c. Cina dari Vietnam
d. Cina totok
e. Cina keturunan
4.      Berdasarkan jumlah populasinya suku terbesar di Indonesia adalah ….
a. Sunda
b. Bugis
c. Jawa
d. Dayak
e. Batak
5.      Suku di Indonesia yang mayoritas menganut agama Hindu adalah ….
a. Bugis
b. Jawa
c. Minangkabau
d. Dayak
e. Bali
6.      Etnografi suku-suku bangsa di Indonesia merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi ahli-ahli budaya di dunia, karena ….
a. kepentingan penulisan antropologi
b. kepentingan ilmu pengetahuan
c.  penyesuaian diri jika berada di daerah suku bangsa yang berbeda
d.  memahami keragaman budaya Indonesia
e.  membina persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
7.      Kulit sawo matang, tubuh kecil, rambut bergelombang merupakan ciri fisik dari ras ….
a. Melayu Mongoloid
b. Weddoid
c. Melanesoid
d. Negroid
e. Austronesia
8.      Budaya selalu berkembang seiring dengan perubahan waktu. Hal tersebut menunjukkan bahwa budaya memiliki sifat ….
a. stagnan
b. statis
c. modern
d. dinamis
e. stabil
9.      Gamelan adalah alat musik dari provinsi ….
a. Jawa Tengah
b. Papua
c. Jawa Barat
d. Lampung
e. Aceh
10.  Upacara pembakaran mayat dalam masyarakat Bali disebut ….
a. Ngaben
b. Bungai
c. Tiwah
d. Balean Dodes
e. Tabu
11.  Joglo merupakan rumah adat dari suku bangsa ….
a. Jawa
b. Bali
c. Minangkabau
d. Sunda
e. Batak
12.  Upacara kelahiran bayi pada suku Jawa disebut dengan ….
a. tedhak siten
b. tetesan
c. brokohan
d. salapanan
e. grebek
13.  Masalah yang paling besar dan melekat pada masyarakat plural adalah ….
a. anomie
b. cultural lag
c. mestizo culture
d. etnosentrisme
e. rejection
14.  Penerapan program Keluarga Berencana pada awalnya menuai kontrovesi. Hal tersebut termasuk kedalam jenis permasalahan ….
a. anomie
b. cultural lag
c. etnosentrisme
d. mestizo culture
e. rejection
15.  Keanekaragaman suku bangsa Indonesia disebabkan oleh ….
a.    struktur tanah yang berbeda antar- wilayah sehingga membedakan sumber alam
b.    kondisi iklim yang berbeda antar- daerah
c.    pengaruh dari budaya asing sehingga masyarakat cepat berubah
d.   bentuk geografis yang terdiri atas lebih dari ribuan pulau sehingga terjadi isolasi
e.    letak yang strategis antara Samu­dra Hindia dan Pasifik
16.  Berikut ini tidak termasuk kebudayaan universal adalah ….
a.    kesenian
b.    religi
c.    sistem pengetahuan
d.   bentuk rumah
e.    Bahasa
17.  Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia disebut dengan kebudayaan ….
a.    jiwa          d.         sistem sosial
b.   fisik         e.         abstrak
c.    ideal
18.  Masyarakat yang majemuk terdiri atas berbagai suku bangsa yang mempunyai kecenderungan rawan koflik karena adanya potensi terjadinya pertentangan dalam ….
a.         tradisi budaya
b.         kesenian daerah
c.         pandangan hidup                   
d.         bahasa daerah           
e.         sistem kekerabatan
19.  Tradisi Era-Era Tu Urau merupakan tradisi dari suku bangsa ….
a. Bugis
b. Dani
c. Asmat
d. Waropen
e. Kubu
20.  Upacara khitanan untuk putrid raja yang telah berusia 8 tahun pada suku Jawa dikenal dengan ….
a. Tedhak siten
b. Tetesan
c. Selapanan
d. Brokohan
e. Aqiqoh
B. Isian
1.      Indonesia terdapat 360 suku bangsa yang masing-masing memiliki bahasa daerah dan adat istiadat yang berbeda, merupakan hasil penelitian dari …. M.A. Jaspan
2.      Etnis Cina yang berada di Indonesia diyakini berasal dari ras …. Hakka/ Hokkien/Kanton
3.      Suku Madura dan Bugis termasuk kedalam ras …… Melayu Mongoloid
4.      Pada tanggal 30 Rajab diadakan Tradisi …… Upacara Labuhan Merapi
5.      Upacara pemberian nama pada bayi yang baru lahir pada hari ke 35dikenal dengan …. Salapanan
6.      Suku Papua termasuk kedalam ras ….. Melanesoid
7.      Upacara menidurkan anak usia 40 hari samapai dengan 5 tahun di ayunan dari salah satu masyrakat yang ada di Kalimantan dikenal dengan …… Guring maayun
8.      Cerita rakyat yang diceritakan turun-temurun dikenal dengan ….. Folklor
9.      Sistem kepercayaan di Bali yang percaya pada satu tuhan yang terdiri dari tiga wujud dikenal dengan …… Trumurti
10.  Pembagian masyarakat Indonesia menjadi 24 lingkungan adat dilakukan oleh ….. B. Ter Haar
C. Esai
1.      Apa yang kamu ketahui tentang bentuk negara Indonesia berupa kepulauan telah memengaruhi terciptanya pluralitas suku bangsa di Indonesia?
Jawab:
Indonesia yang berbentuk kepulauan merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap terciptanya pluralitas suku bangsa di Indonesia karena hal tersebut telah menciptakan isolasi terhadap ras-ras yang tinggal di Indonesia. Kerena terjadi isolasi maka mereka melakukan adaptasi sesuai lingkungan tempat tinggal mereka. Keadaan tersebut menimbulkan budaya yang berbeda-beda dan suku bangsa yang berbeda-beda.
2.      Sebutkan ciri-ciri dari suku bangsa!
Jawab:
Ciri-ciri suku bangsa, adalah sebagai berikut.
e.   Secara tertutup berkembang biak dalam kelompoknya.
f.     Memiliki nilai-nilai dasar yang terwujud dan tercermin dalam kebudayaan.
g.   Mewujudkan arena komunikasi dan interaksi.
h.   Mempunyai anggota yang mengenali dirinya serta dikenal oleh orang lain sebagai bagian dari satu kategori yang dibedakan dengan yang lain.
3.      Sebutkan ciri-ciri dari ras Melayu Mongoloid!
Jawab:
Ciri-ciri ras Mongolid, antara lain kulit hitam sampai kekuning-kuningan, rambut lurus ikal, muka agak bulat, dan merupakan ras terbesar di Indonesia serta dianggap cikal bakal bangsa Indonesia.
4.      Apa yang dimaksud dengan Mestizo culture?
Jawab:
Mestizo culture, yaitu suatu proses percampuran unsur kebudayaan yang satu dengan unsur kebudayaan lain yang mempunyai simbol dan sifat berbeda. Ciri yang tampak dari perubahan ini yaitu sifat formalismenya yang hanya dapat meniru bentuknya tanpa mengetahui arti sesungguhnya. Contoh: peningkatan pola pamer kekayaan akibat dari iklan atau promosi yang ditawarkan.
5.      Sebutkan manfaat dari keberagaman budaya!
Jawab:
Manfaat keberagaman budaya antara lain sebagai berikut.
a.    Tercapainya integrasi nasional.
b.   Tumbuhnya sikap toleransi dan empati.
c.    Menimbulkan semangat persatuan dan kesatuan.
d.   Meningkatkan harkat dan martabat masyarakat ke dunia.
e.   Member khazanah wawasan pemilik budaya lain.
Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Kanjeng Pangeran Haryo Prof. Dr. Selo Soemardjan

Friday 20 May 2016 | Post

Ini bukanlah sebuah alasan, karena detik adalah sebuah infotaintment terpercaya, namun mengapa juga ini artis diliput…

Sunday 4 October 2015 | Post

Hyperlink Membuat atau mengedit alamat hyperlink. 22 Links Mengedit Links penghubung ke dokumen lain. 23 Plug-in…

Saturday 3 June 2017 | Post

Website jualan online gratis akan sangat mengembangkan bisnis Anda di dunia online. Seperti sudah kita ketahui…

Tuesday 9 February 2016 | Post

Besar : tbl. @ 7700 K: @7300 = (72pcs) 525600rb Tpis. @ 4500 K: @4250 (72)…