Menu
Dapatkan Produk Produk Snack Berkualitas KHAS SOLO yang dikirim ke JAKARTA

JASA PERBANKAN DAN UANG

Mar
16
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post


SERTIFIKAT DEPOSITO ADALAH SIMPANAN DALAM BENTUK DEPOSITO YANG SERTIFIKAT BUKTI PENYIMPANANNYA
Sertifikat deposito adalah simpanan dalam bentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpanannya dapat dipindahtangankan. 4) Tabungan adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan menurut syarat

tertentu yang disepakati dan tidak dapat ditarik dengan cek atau perintah pembayaran lainnya. b. Menyalurkan Dana dan Memberi Kredit kepada Masyarakat Bank memberikan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan terutama terutama untuk usaha-usaha produktif. Bab 6 Uang dan Lembaga Keuangan 139 Sumber: Jawa Pos 17 Januari 2006 Peran bank dibutuhkan untuk meningkatkan sektor riil pembangunan. Sumber: Dokumen penerbit 2006 Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia. Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan berdasar-kan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Adapun jenis-jenis kredit dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: kredit modal kerja (KMK) kredit investasi dan kredit konsumsi. 4. Jenis-Jenis Bank Jenis-jenis bank di Indonesia antara lain bank sentral bank umum dan bank syariah bank perkreditan rakyat (BPR). a. Bank Sentral Menurut UU No. 3 Tahun 2004 bank sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter mengatur dan mengawasi perban-kan serta menjalankan fungsi sebagai lender of the last resort. Bank sentral yang dimaksud adalah Bank Indonesia yaitu lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lain kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini. Tujuan Bank Indonesia adalah men¬capai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut maka Bank Indonesia mempunyai tugas-tugas berikut ini. 1) Menetapkan dan melaksanakan ke¬ bijakan moneter. Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter Bank Indonesia berwenang: a) menetapkan sasaran moneter dengan memerhatikan sasaran laju inflasi b) melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk tetapi tidak terbatas pada -operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing -penetapan tingkat diskonto -penetapan cadangan wajib minimum Cara-cara pengendalian moneter dapat dilaksanakan juga berdasarkan prinsip syariah. Pelaksanaan ketentuan tersebut ditetapkan peraturan Bank Indonesia. 2) Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran Bank Indonesia berwenang: a) melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran b) mewajibkan penyelenggaraan jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya Pelaksanaan kewenangan di atas ditetapkan dengan peraturan Bank Indonesia. 3) Mengatur dan mengawasi bank. Dalam rangka melaksanakan tugas mengatur dan mengawasi bank Bank Indonesia menetapkan peraturan memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank melaksanakan pengawasan bank dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan peraturan Bank Indonesia. b. Bank Umum Menurut peraturan Bank Indonesia No. 9/7/PBI/2007 bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada Berikut ini adalah beberapa kegiatan utama yang dilakukan oleh bank umum. 1) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro deposito berjangka sertifikat deposito tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. 2) Memberikan kredit. 3) Menerbitkan surat pengakuan utang. 4) Membeli menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan nasabah dan atas perintah nasabahnya. Misalnya surat-surat wesel obligasi surat jaminan pemerintah sertifikat Bank Indonesia dan surat berharga lainnya. Bab 6 Uang dan Lembaga Keuangan 141 5) Memberikan jasa-jasa bank lainnya seperti transfer kliring inkaso dan lain-lain. 6) Menyediakan tempat menyimpan barang dan surat berharga (Save De¬posit Box). 7) Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

CONTOH-CONTOH BANK UMUM
Berikut ini contoh-contoh bank umum. 1) Bank Umum Milik Pemerintah Bank umum milik pemerintah adalah bank yang seluruhnya atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah. Berikut ini contoh bank umum milik pemerintah. a) Bank Negara Indonesia (BNI). b) Bank Rakyat Indonesia (BRI). c) Bank Tabungan Negara (BTN). d) Bank Mandiri. 2) Bank Umum Milik Swasta Nasional Bank ini adalah bank yang modalnya dimiliki oleh pengusaha dalam negeri. Berikut ini contoh bank umum milik swasta nasional. a) Bank Central Asia (BCA). b) Bank Niaga. c) Lippo Bank. d) Bank Permata. e) Bank Mega dan lain-lain. 3) Bank Umum Milik Swasta Asing Bank umum milik swasta asing adalah cabang dari bank yang ada di luar negeri yang diizinkan beroperasi di Indonesia. Berikut ini contoh bank umum milik swasta asing. a) Bank of American. b) ABN AMRO Bank. c) City Bank. d) Bank of Tokyo dan lain-lain. Sumber: Dokumen penerbit2006 Bank Negara Indonesia (BNI) adalah salah satu bank umum milik pemerintah. Sumber: Dokumen penerbit2006 Gambar 6.14 Lippo Bank adalah salah satu bank umum milik swasta nasional. Sumber: Dokumen penerbit2006 ABN Amro adalah salah satu bank umum milik swasta asing. c. Bank Syariah Bank syariah muncul di Indonesia pada awal tahun 1990-an. Pemrakarsa pendirian bank syariah di Indonesia dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18 – 20 Agustus 1990. Bank syariah adalah bank yang beroperasi mengikuti ketentuan¬ketentuan syariah Islam khususnya menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam. Falsafah dasar beroperasi¬nya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efisiensi keadaan dan kebersamaan. Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergi untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin. Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi ikhlas dengan persetujuan yang matang atau proporsi masukan dan keluarnya. Kebersamaan mengacu pada prinsip saling menawarkan bantuan dan nasihat untuk saling meningkatkan produktivitas. Penentuan harga bagi bank syariah didasarkan pada kesepakatan antara bank dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya yang akan menentukan besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan. Berikut ini prinsip-prinsip yang berlaku pada bank syariah. 1) Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah) 2) Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah) 3) Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah) 4) Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah) 5) Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina) Saat ini bank syariah sudah tersebar di berbagai negara-negara di dunia baik muslim maupun non muslim. Bahkan banyak perusahaan dunia yang telah membuka cabang berdasarkan prinsip syariah. Contoh bank syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia Bank Syariah Mandiri dan sebagainya. d. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberi jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum. Bentuk kegiatan yang boleh dilakukan oleh BPR adalah: 1) menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang berupa deposito tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu; Sumber: Dokumen penerbit 2006 Gambar 6.16 Kegiatan bank syariah berdasarkan syariah Islam. Bab 6 Uang dan Lembaga Keuangan 143 2) memberikan kredit atau pinjaman kepada masyarakat; 3) menyediakan pembiayaan dan penem¬patan dana berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dalam kegiatannya pemerintah mem¬berikan beberapa larangan kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Larangan tersebut antara lain: 1) menerima simpanan berupa giro dan ikut serta dalam lalu lintas pembayaran 2) melakukan atau mengikuti kliring 3) melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing dan 4) melakukan usaha perasuransian. 5. Peranan Tabungan Masyarakat untuk Pembangunan Pernahkah kalian menabung di bank? Apa tujuan kalian menabung di bank? Tentu untuk memenuhi kebutuhanmu yang akan datang bukan? Menabung di bank lebih aman daripada menyimpan uang di rumah.Tabungan yang dikumpulkan oleh lembaga keuangan tersebut selanjutnya akan dipinjamkan kembali kepada individu-individu dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya. Sebagai balas jasanya kepada penabung bank akan memberikan imbalan pendapatan berupa bunga atas tabungan mereka dan sebagian lagi merupakan keuntungan bank. Berikut ini beberapa manfaat tabungan bagi pembangunan. Terciptanya pembentukan modal. Mempererat dan memperluas kegiatan ekonomi nasional. Mengurangi pengangguran. Meningkatkan penghasilan perkapita. Mengurangi kesenjangan distribusi pendapatan. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan-kegiatan dalam pembangunan memerlukan modal atau biaya. Modal tersebut diperoleh dari pengerahan dana tabungan masyarakat. Dengan demikian semakin besar tabungan masyarakat maka kegiatan pembangunan akan dapat berjalan dengan baik. Sumber: Dokumen penerbit 2006 Gambar 6.17 Contoh salah satu bank perkreditan rakyat (BPR) yang beroperasi di Indonesia. Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar Jilid 10 2005 Berbagai jenis buku tabungan. Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) 1. Pengertian LKBB Pernahkah kalian melihat atau mengunjungi lembaga keuangan seperti Perum Pegadaian perusahaan asuransi PT Taspen atau lembaga keuangan lainnya? Lembaga keuangan tersebut adalah termasuk lembaga keuangan bukan bank. Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan-kegiatan di bidang keuangan dan menghimpun dana dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya ke masyarakat terutama untuk membiayai investasi perusahaan. LKBB didirikan dengan tujuan untuk mendorong pengkembangan pasar modal serta membantu permodalan perusahaan-perusahaan ekonomi lemah. 2. Jenis-Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang beroperasi di Indonesia saat ini adalah lembaga pembiayaan perusahaan perasuransian dana pensiun perusahaan pegadaian dan pasar modal. a. Lembaga Pembiayaan Lembaga pembiayaan adalah badan-badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. Berikut ini adalah jenis-jenis usaha lembaga pembiayaan. 1) Sewa Guna Usaha (Leasing) Leasing adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (fi¬nance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh lessee (nasabah) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. Perusahaan leasing dapat diselenggara¬kan oleh badan usaha yang berdiri sendiri. Adapun keterbatasan usaha leasing adalah tidak boleh melakukan kegiatan yang dilakukan oleh bank seperti memberikan simpanan kredit dalam bentuk uang. Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar Jilid 3 2005 Salah satu contoh LKBB di Indonesia.
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
Bab 6 Uang dan Lembaga Keuangan 145 2) Modal Ventura Modal ventura adalah kegiatan usaha pembiayaan jangka panjang dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu. 3) Anjak Piutang Anjak piutang adalah kegiatan usaha pembiayaan dalam bentuk pembiayaan dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dalam transaksi perdagangan baik dalam negeri maupun luar negeri. 4) Pembiayaan Konsumen Pembiayaan konsumen adalah kegiatan usaha pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang-barang kebutuhan konsumen dengan cara pembayaran angsuran atau berkala. Contoh: FIF Busan Automotif Finance (BAF) ADIRA dan lain-lain. b. Perusahaan Perasuransian Sumber: Dokumen penerbit2006 Gambar 6.20 Asuransi termasuk salah satu Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Usaha asuransi merupakan usaha yang memberikan perlindungan pada tertanggung bila terjadi risiko di masa mendatang. Apabila risiko tersebut benar-benar terjadi maka pihak tertanggung akan mendapatkan ganti rugi sebesar nilai yang dijanjikan antara perusahaan asuransi dengan nasabah. Usaha asuransi ini menghimpun dana dari masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi. Premi asuransi adalah sejumlah uang yang dibayarkan oleh pihak tertanggung kepada penanggung (perusahaan asuransi) secara periodik. Perjanjian antara pihak tertanggung dengan penanggung diatur dalam polis asuransi. Jadi polis asuransi adalah bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak¬ pihak yang mengadakan perjanjian asuransi. Polis asuransi juga berfungsi sebagai bukti pembayaran premi kepada penanggung. Jenis-jenis usaha asuransi yang berkembang di Indonesia antara lain: 1) Asuransi Kerugian Asuransi kerugian yaitu usaha yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Contohnya asuransi kebakaran asuransi kendaraan bermotor asuransi pengangkutan asuransi penerbangan asuransi gangguan usaha asuransi kredit dan lain-lain. 2) Asuransi Jiwa Asuransi jiwa adalah jasa penanggulangan risiko yang ber-kaitan dengan jiwa atau meninggal¬nya seseorang yang dipertang¬gungkan. Contohnya asuransi berjangka asuransi tabungan dan sebagainya. 3) Reasuransi Reasuransi adalah pertang-gungan ulang atau asuransi yang diasuransikan. 4) Asuransi Sosial Asuransi sosial adalah jasa pertanggungan yang diberikan kepada peserta yang meninggal cacat atau pensiun. Contohnya PT Taspen (Tabungan Asuransi Pegawai Negeri) Jamsostek (Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja) c. Dana Pensiun Berbicara mengenai dana pensiun adakah keluarga kalian yang memperoleh pensiunan? Orang yang memperoleh pensiunan berarti ia memperoleh sejumlah uang setiap bulan walaupun sudah tidak bekerja. Apa yang dimaksud dana pensiun? Dana pensiun adalah dana yang disediakan pemerintah atau perusahaan bagi para pegawai negeri atau para karyawan sebagai tabungan untuk hari tua. Dana pensiun terkumpul melalui pemotongan gaji pegawai atau karyawan setiap bulan saat pegawai atau karyawan tersebut masih aktif bekerja. Dana yang terkumpul tersebut lalu dikelola oleh lembaga dana pensiun untuk disalurkan kembali kepada masyarakat. Penyaluran dana tersebut dapat di-lakukan dengan meminjamkan kepada perorangan maupun badan yang memerlukan. Bab 6 Uang dan Lembaga Keuangan 147 Sumber: Dokumen penerbit 2006 Gambar 6.23 Perum Pegadaian termasuk LKBB.

artikel lainnya JASA PERBANKAN DAN UANG

Saturday 4 March 2017 | Post

Please come & join us @ SAKALA Co-working space – Grand Galaxy City, RSN 7 no.…

Sunday 10 June 2018 | Post

Tim mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang dari Fakultas Teknik dan Kedokteran Hewan (FKH) dengan karyanya berupa…

Sunday 6 May 2018 | Post

POWERMAX 2018 is a unique and attractive international event that combined different sectors to line on business…

Sunday 13 August 2017 | Post

Menjadi bagian dari 62,6% jumlah pemuda di Indonesia (berdasarkan proyeksi data Badan Pusat Statistik) menjadi tantangan…

Rekening


BRI : 051201005742507 An/ : Budi Prihono, S.Sos
MANDIRI : 1380010506520 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BNI : 0282198021 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BCA : 0770538343 An/ : Budi Prihono, S.Sos
Info & Pemesanan : Kayamara Group, Perumnas Jl. Salak 5 No. 125 RT. 001/019, Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772
0271-8202839
085647595948
085647595948