Menu
Dapatkan Produk Produk Snack Berkualitas KHAS SOLO yang dikirim ke JAKARTA

HASIL EKSPOR ATAU DARI PENJUALAN JASA MAUPUN DARI TRANSFER.

Mar
17
2015
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post


HASIL EKSPOR ATAU DARI PENJUALAN JASA MAUPUN DARI TRANSFER.
Tingkat devisa umum ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Di Indonesia terdapat lembaga yang bertugas mengawasi devisa yaitu Biro Lalu Lintas Devisa (BLLD). Penggunaan devisa baik yang dilakukan oleh swasta maupun pemerintah perlu diawasi. Hal tersebut untuk mencegah adanya penghamburan devisa.

BLLD didirikan dengan tugas untuk mengawasi penggunaan devisa dan berusaha menambah pemasukan devisa. Sumber: Ensiklopedi Umum untuk PelajarJilid 7 2005 7.3 Sektor migas di Indonesia menjadi salah satu sumber devisa Indonesia. 2. Sumber-Sumber Devisa a. Kegiatan Ekspor Kegiatan ekspor akan membuka jalan bagi produsen dalam negeri untuk memperluas pasar bagi produknya melalui penjualan di pasar luar negeri. Indo¬nesia memiliki banyak sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai sumber devisa negara misalnya minyak bumi hasil laut dan hasil hutan. b. Penyelenggaraan Jasa-Jasa Kegiatan penyelenggaraan jasa yang mendatangkan devisa antara lain: lapangan terbang atau bandar udara pelabuhan kapal-kapal layar ke luar negeri jasa pengiriman barang-barang ekspor dan impor dan jasa perbankan. Sumber: Jawa Pos 17 Agustus 2005 Sumber: Ensiklopedi Nasional IndonesiaJilid 12 1990 7.4 Penyelenggaraan jasa pengiriman dan pelabuhan termasuk sumber devisa negara. c. Pariwisata Sumber devisa dari sektor pariwisata adalah datangnya para wisatawan asing ke Indonesia. Para wisatawan asing tersebut akan menukarkan uang negaranya (valuta) dengan uang rupiah. Valuta asing yang ditukarkan dengan rupiah merupakan devisa bagi negara. d. Bantuan Luar Negeri dan Hadiah (Grants) Bantuan yang berasal dari luar negeri bila berwujud barang akan menghemat devisa. Dengan demikian Indonesia tidak perlu mengeluarkan devisa untuk membeli barang-barang tersebut. Hal ini berarti akan menambah devisa secara tidak langsung. Bila ada bantuan dari luar negeri yang berupa valuta asing maka hal tersebut dapat menambah devisa negara secara langsung. e. Pinjaman Luar Negeri Pinjaman yang berupa valuta asing dapat digunakan untuk membiayai impor barang dan jasa serta kebutuhan negara yang berhubungan dengan negara lain. Meskipun pinjaman tersebut pada akhirnya juga harus dikembalikan tetapi pada saat menerima pinjaman luar negeri akan menambah devisa. f. Kiriman Uang Asing atau Valuta Asing Kiriman uang asing atau valuta asing dari warga Indonesia yang berada di luar negeri kepada saudaranya di Indonesia juga dapat menambah devisa. Bab 7 Perdagangan Internasional 159 Contohnya Banu adalah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi setelah beberapa bulan dia mengirimkan sebagian gajinya dalam mata uang real kepada orang tuanya di Indonesia. Uang real tersebut akan dapat digunakan orang tuanya bila sudah ditukar dengan rupiah. Uang real yang ditukarkan tersebut merupakan tambahan devisa bagi negara. 3. Fungsi Devisa Setiap negara memerlukan devisa untuk membiayai semua transaksi yang berhubungan dengan luar negeri. Berikut ini adalah beberapa fungsi devisa. Membiayai impor barang-barang. Membiayai jasa-jasa yang diterima dari luar negeri. Membiayai perjalanan dinas para pejabat ke luar negeri.

PEMBIAYAAN PEMBIAYAAN NEGARA
Membiayai kantor-kantor kedutaan di luar negeri. Membiayai kantor-kantor konsulat atau militer di luar negeri. Membiayai pengiriman misi kesenian atau kebudayaan ke luar negeri. Membiayai kontingen olahraga ke luar negeri. Membayar bunga atas obligasi dan dividen atas saham yang telah dijual ke luar negeri. Membayar cicilan pokok utang yang telah diterima dari luar negeri. Membiayai bunga atas kredit atau pinjaman ke luar negeri. 4. Valuta Asing Sumber: Kompas 27 April 2005 Warga asing menukar¬kan dollar di sebuah money changer. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh beberapa negara menimbulkan hubungan ekonomi antarnegara. Hubungan ekonomi antarnegara selanjutnya berkembang menjadi perdagangan internasional. Negara-negara yang terlibat di dalam perdagangan internasional ini menggunakan mata uang yang berbeda-beda yang disebut valas (valuta asing). Valuta asing merupakan salah satu bentuk devisa. Valuta asing adalah mata uang suatu negara yang digunakan sebagai alat pembayaran di negara lain. Misalnya dolar Singapura ringgit Malaysia dan dolar Amerika (US$). Contohnya Edi ingin pergi ke Singapura untuk berwisata. Setelah sampai di Singapura Edi merasa lapar dan ingin makan di sebuah restoran. Sebelum keluar dari restoran Edi pergi ke kasir untuk membayar makanan yang ia santap. Seorang kasir menyodorkan nota penjualan dengan satuan uang dolar Singapura. Edi kemudian mengambil uang rupiah di dalam sakunya akan tetapi penjaga kasir tidak mau menerima uang rupiah tersebut. Petugas kasir kemudian meminta Edi untuk menukarkan uangnya terlebih dahulu dengan dolar Singapura (petugas kasir sambil menunjuk tempat penukaran uang asing yaitu money changer). Setelah Edi mendapatkan uang dolar Singapura baru petugas kasir mau menerima pembayaran dari Edi. Dari contoh tersebut diketahui bahwa uang rupiah yang dibawa Edi merupakan valuta asing bagi negara Singapura. Begitu juga sebaliknya orang Singapura yang ke Indonesia dan membawa dolar Singapura merupakan valuta asing bagi Indonesia. Masing-masing valuta asing mempunyai nilai yang berbeda semakin maju dan kuat perekonomian suatu negara maka semakin tinggi pula nilai mata uangnya. Nilai mata uang asing atau valuta asing adalah suatu nilai yang menunjukkan jumlah mata uang dalam negeri yang diperlukan untuk mendapat satu unit mata uang asing. Perbandingan antara nilai mata uang asing dengan mata uang dalam negeri suatu negara disebut nilai tukar (kurs). Nilai kurs bergantung pada permintaan dan penawaran saat terjadinya transaksi. Bila kurs suatu valuta asing tinggi dapat dikatakan bahwa valuta asing tersebut menguat. Contohnya pada tanggal 14 Oktober 2005 tertulis harga jual US$ 1 = Rp10.10000. Kemudian pada tanggal 17 Oktober 2005 harga jual US$ 1 = Rp10.10500. Dari data tersebut terlihat bahwa nilai dolar Amerika Serikat menguat karena harganya menjadi lebih lebih tinggi. Sebaliknya nilai ru¬piah terhadap dolar melemah demikian seterusnya. Kita dapat menukarkan mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain di bank-bank devisa yang melayani penukaran mata uang asing (money changer). Keuntungan bank diperoleh dari selisih kurs jual dan kurs beli mata uang asing. Kurs jual adalah kurs yang diberlakukan oleh bank apabila bank menjual mata uang asing sementara itu kurs beli adalah kurs yang diberlakukan oleh bank apabila membeli mata uang asing. Contohnya apabila kalian mempunyai US$ 1.000 dan ingin menukarnya dengan mata uang rupiah maka besarnya uang yang akan kalian terima adalah US$ 1.000 × Rp10.05000 = Rp10.050.00000. Pada saat kalian me¬ nukarkan mata uang dolar ke mata uang ru¬piah tersebut bank akan memberlakukan kurs beli. Tetapi apabila kalian membutuhkan US$ 1.000 untuk dikirim kepada saudara kalian yang berada di Washington AS maka kalian harus menukarkan mata uang rupiah dengan mata uang dolar. Uang rupiah yang perlu kalian tukarkan adalah sebesar US$1.000 × Rp10.10000 = Rp10.100.00000.
RUPIAH DENGAN DOLAR MAKA BANK AKAN MEMBERLAKUKAN KURS JUAL.
Pada saat kalian menukarkan rupiah dengan dolar maka bank akan memberlakukan kurs jual. Bab 7 Perdagangan Internasional 161 Dari uraian tersebut dapat kita ketahui bahwa mata uang asing dapat diperdagangkan. Oleh karena itu harga mata uang asing dapat naik turun. Naik turunnya kurs valuta asing dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Bila permintaan terhadap mata uang dolar sangat kuat maka kurs dolar menjadi naik. Sebaliknya apabila permintaan terhadap dolar melemah maka kurs dolar turun. C. Kebijaksanaan dalam Perdagangan Internasional Kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan dengan per-dagangan internasional pada dasarnya bertujuan untuk melindungi produksi dalam negeri. Berikut ini adalah kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah. 1. Politik Dumping Dumping artinya harga penjualan barang di luar negeri lebih rendah daripada harga penjualan di dalam negeri bagi orang-orang yang sama dan dalam keadaan yang sama. Jadi dapat dikatakan bahwa dumping merupakan suatu diskriminasi harga dalam arti yang khusus. Sebaliknya apabila harga jual di luar negeri lebih tinggi daripada harga jual di dalam negeri maka disebut reverse dumping. 2. Tarif Tarif atau bea masuk merupakan salah satu cara untuk memberi proteksi (pembatasan) terhadap industri dalam negeri. Namun ada kemungkinan karena kepentingan APBN maka tarif dikenakan untuk memperoleh pendapatan. Penetapan tarif atau bea masuk yang cukup tinggi terhadap suatu barang impor menjadikan harga barang impor di pasar dalam negeri menjadi lebih tinggi. Dengan demikian harga barang yang sama di dalam negeri dapat bersaing dengan barang impor. 3. Larangan Impor Larangan impor merupakan kebijaksanaan pemerintah dengan alasan ekonomi maupun politik. Misalnya melarang barang-barang yang sudah dapat dihasilkan di dalam negeri dan jumlahnya telah tercukupi atau melarang impor unsur kimia radioaktif. 4. Kuota Kuota adalah pembatasan jumlah maksimum barang yang boleh di-impor dan diekspor ke negara lain atau ke pasar internasional dalam periode waktu tertentu. Kuota merupakan cara lain dari bentuk proteksi (pem¬batasan) atau perlindungan industri dalam negeri terhadap persaingan barang impor. Melalui kuota impor harga barang di dalam negeri akan dapat dilindungi. 5. Kontrol Valuta Asing (Exchange Control) Exchange control adalah kebijaksanaan pemerintah untuk mengatur pem-bayaran luar negeri secara langsung baik dengan berusaha memonopoli pemilikan valuta asing mengatur penggunaannya maupun mengatur tingkat kursnya. Berikut ini beberapa tujuan exchange control. Menutup kemungkinan ketidakseimbangan neraca pembayaran termasuk di dalamnya mencegah mengalirnya modal ke luar negeri. Melindungi industri dalam negeri. Meningkatkan pendapatan negara. Memperluas ekspor terutama menghadapi negara-negara yang melaksanakan exchange control. Pemerintah berusaha untuk melindungi produksi dalam negeri dengan cara menerapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berdampak positif berikut ini. Meningkatkan produksi dalam negeri. Menjamin pertumbuhan industri dalam negeri. Mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri. Menyeimbangkan neraca perdagangan. Meningkatkan rasa percaya diri terhadap kemampuan bangsa. Sumber: Jawa Pos 19 Januari 2006 7.7 Pemerintah selalu melakukan pengawasan pada kuota beras impor. Bab 7 Perdagangan Internasional 163 Kebijaksanaan pemerintah tersebut ternyata selain memiliki dampak positif juga memiliki dampak negatif berikut ini. 1 Biasanya produsen kurang memerhatikan kualitas produk. 2 Jika barang yang sudah diproduksi masih menggunakan bahan baku impor dan negara asal bahan baku tersebut dalam keadaan inflasi sehingga harga bahan baku naik maka biaya produksi barang akan ikut naik. 3 Harga barang impor di dalam negeri menjadi mahal karena tidak ada persaingan dari barang lain.
CARA PEMBAYARAN DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Cara Pembayaran dalam Perdagangan Internasional Dalam kegiatan perdagangan selalu terjadi hubungan timbal balik antara pembeli dengan penjual. Pembeli mempunyai kewajiban membayar barang yang telah dibelinya dan penjual berhak menerima pembayaran dari pembeli. Begitu juga dalam perdagangan internasional seorang eksportir berhak menerima pembayaran dari impotir. Untuk itu antara eksportir (penjual) dan importir (pembeli) harus saling menyepakati sistem pembayaran yang dapat menjamin terpenuhinya hak-hak mereka. Dalam Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 1982 jo Surat Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi No. 27/KP/1982 tentang pembayaran ekspor dan impor dapat dilakukan dengan tata cara berikut ini. a. Pembayaran di Muka (Advance Payment) Sistem pembayaran di muka adalah sistem pembayaran yang dilakukan importir dengan cara melakukan pembayaran terlebih dahulu sebelum barang dikirim oleh eksportir. Atau dengan kata lain importir memberikan kredit kepada eksportir. Sistem pembayaran di muka dapat dilakukan dengan pembayaran melalui cek wesel bank (bank draft) pembayaran pesanan via pos (mail payment order) pembayaran pesanan via kabel/transfer (cable payment order) dan mata uang internasional (international money order). b. Pembayaran Kemudian (Open Account) Sistem pembayaran kemudian adalah sistem pembayaran yang dilakukan eksportir dengan cara melakukan pembayaran setelah barang diterima oleh importir. Sistem pembayaran ini dapat berlangsung bila terdapat hal-hal berikut ini. 1) Terdapat kepercayaan antara ekportir dan importir. 2) Adanya kepastian barang dan dokumen kelengkapan barang yang akan diterima impotir. 3) Adanya kepastian hukum tentang transaksi dan transfer pembayaran berjalan dengan lancar. c. Wesel Inkaso (Collection Draft) Inkaso adalah penagihan kepada pihak tertentu yang wajib membayar yang didasarkan atas cek wesel surat utang dan sebagainya untuk kepentingan dan atas risiko pihak yang mempunyai tagihan. Sistem pembayaran wesel inkaso memberikan keleluasaan kepada eksportir untuk melakukan pengawasan terhadap komoditi/barang yang diekspor sampai wesel inkaso/draft dapat dicairkan atau dibayarkan kepada eksportir. Dalam sistem ini importir mendapatkan kemudahan yang meliputi berikut ini. 1) Importir tidak diwajibkan menyetor sejumlah uang untuk menjamin pembukaan letter of credit (L/C). 2) Biaya-biaya yang harus dikeluarkan relatif lebih kecil. 3) Pembayaran hanya dilakukan apabila dokumen-dokumen pemilikan barang telah diterima. d. Surat Kredit (Letter of Credit/LC) L/C adalah surat pemberian kuasa oleh bank pada bank atau pihak lain untuk membayar sesuai dengan persyaratan yang disebutkan dalam surat tersebut. Sistem pembayaran dengan L/C merupakan sistem yang paling aman bagi eksportir. Dengan penerbitan L/C sebuah bank yang bertindak sebagai pengganti importir memberikan kepercayaan dan kepastian kepada eksportir bahwa pembayaran akan dilakukan oleh bank tersebut sesuai dengan persyaratan yang terdapat dalam L/C. L/C merupakan suatu alat pengganti kredit bank dan dapat menjamin pembayaran bagi eksportir yang sering disebut kredit berdokumen atau documentary credit. e. Konsinyasi (Consignment) Sistem konsinyasi adalah suatu cara pengiriman barang-barang ekspor yang bersifat titipan untuk dipasarkan oleh importir dengan kesepakatan harga tertentu. Dalam sistem ini eksportir memegang hak milik atas barang. Ekspor dan Impor Hubungan perdagangan internasional dimaksudkan untuk membeli barang dan jasa dari suatu negara atau proses pertukaran barang dan jasa yang dilakukan antarnegara untuk memenuhi kebutuhan negara yang bersangkutan. Kegiatan pertukaran barang dan jasa yang dilakukan antarnegara ini menyebabkan adanya arus keluar (ekspor) dan arus masuk (impor) barang dan jasa. 1. Ekspor Ekspor adalah semua kegiatan memasarkan barang-barang atau jasa dari dalam negeri ke luar negeri atau dengan kata lain kegiatan menjual barang-barang atau jasa dari dalam negeri ke luar negeri. Adapun orang-orang atau perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor disebut eksportir. Kegiatan ekspor dapat memperkokoh perekonomian nasional karena dengan kegiatan ekspor akan dihasilkan devisa. Bab 7 Perdagangan Internasional 165 Berikut ini faktor-faktor yang menentukan perkembangan ekspor. Keadaan pasar di luar negeri. Iklim usaha di dalam negeri beserta lembaga-lembaga penunjang ekspor yang ada di dalam negeri. Kemampuan dunia usaha para eksportir. Berikut ini beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mendorong ekspor.

Saya sangat menyukai artikel ini, sangat bermanfaat dan menginspirasi. Semoga kedepannya bisa saling bersinergi dan memberi manfaat. Beli Indonesia, Bela Indonesia. Cintai produk lokal, cintai Indonesia.

KLIK_DISINI

Jasa Pembuatan Seragam Batik berlogo dan kain batik. Buatkan seragam batik organisasi anda

KLIK_DISINI

Jasa Pembuatan dan penjualan batik cap dan tulis, seragam batik warna cerah, berkualitas dan tradisional

artikel lainnya HASIL EKSPOR ATAU DARI PENJUALAN JASA MAUPUN DARI TRANSFER.

Tuesday 13 March 2012 | Post

PERANGKAT PEMBELAJARAN Materi Agama Hindu Kelas X Materi Agama Hindu Kelas XI Materi Agama Hindu Kelas…

Tuesday 8 August 2017 | Post

Batik warna coklat? Ya, batik ini identik dengan batik pejabat. Lihat deh para pejabat kalau memakai…

Sunday 7 January 2018 | Post

Berbekal kesuksesan BEKASI WEDDING EXHIBITION sebelumnya, Jakarta Event Enterprise (JEE) akan kembali menggelar Pameran Pernikahan Terbesar…

Saturday 8 October 2016 | Post

*بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم* *السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه* *Sdrq yg dirahmati Allah Swt.* Al-Akhlaqul Karimah (ke-55)…

Rekening


BRI : 051201005742507 An/ : Budi Prihono, S.Sos
MANDIRI : 1380010506520 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BNI : 0282198021 An/ : Budi Prihono, S.Sos
BCA : 0770538343 An/ : Budi Prihono, S.Sos
Info & Pemesanan : Kayamara Group, Perumnas Jl. Salak 5 No. 125 RT. 001/019, Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772
0271-8202839
085647595948
085647595948