Menu

ASIA AFRIKA

Mar
23
2015
loading...
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post


NEGARA-NEGARA ASIA DAN AFRIKA.
Mereka sepakat bergabung untuk mengusahakan perdamaian dunia. Keinginan mereka untuk bergabung dilatarbelakangi oleh adanya beberapa persamaan. Berikut ini persamaan yang dimiliki oleh kelima negara tersebut. . Persamaan letak geografis yang berbatasan dan sifat geografis yang sama. . Persamaan nasib yaitu pernah dijajah oleh bangsa Barat. . Persamaan hubungan keagamaan dan keturunan. . Persamaan dalam

menghadapi dan mengatasi masalah dalam negerinya setelah memerdekakan diri seperti masalah pembangunan ekonomi sosial budaya dan pendidikan. 2. Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) Sebelum KAA dilaksanakan kelima negara tersebut sepakat untuk mengadakan pertemuan terlebih dahulu. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 28 April – 2 Mei 1954 di Colombo. Konferensi di Colombo ini disebut dengan Konferensi Panca Negara I karena dihadiri oleh lima negara. Berikut ini wakil-wakil kelima negara tersebut. . Indonesia diwakili oleh PM. Ali Sastroamijoyo. . India diwakili oleh PM. Pandit Jawaharlal Nehru. Sumber: Encarta Encyclopedia Gambar 14.2 PM. Moh. Ali Jinnah Bab 14 Lembaga-lembaga Internasional dan Peran Indonesia dalam Dunia Internasional 307 . Pakistan diwakili oleh PM. Moh. Ali Jinnah. . Burma diwakili oleh PM. U Nu. . Srilanka diwakili oleh PM. Sir John Kotelawala. Dalam konferensi Colombo disepakati beberapa hal yaitu: . menyetujui pelaksanaan Konferensi Asia Afrika dan . memberi tugas kepada Indonesia untuk mempelajari dan menyiapkan pelaksanaan konferensi tersebut. Berdasarkan pertemuan di Colombo ini maka mereka sepakat untuk mengadakan pertemuan kembali pada tanggal 28 Desember – 31 Desember 1954 di Bogor. Pertemuan kedua ini dimaksudkan untuk membahas lebih lanjut pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Konferensi yang diadakan di Bogor ini disebut dengan Konferensi Panca Negara II. Berikut ini hasil-hasil yang dicapai dalam Konferensi Panca Negara II. . KAA dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18 – 24 April 1955. . Menetapkan kelima negara peserta Konferensi Bogor sebagai negara-negara sponsor. . Menetapkan 25 negara Asia Afrika yang akan diundang. . Menentukan empat tujuan pokok KAA berikut ini. 1) Memajukan kerja sama antar¬ bangsa Asia Afrika demi kepentingan bersama. 2) Membahas dan meninjau persoalan ekonomi sosial dan budaya. 3) Membahas dan berusaha mencari penyelesaian masalah kedaulatan nasional rasialisme dan kolonialisme. 4) Memperkuat kedudukan dan peranan Asia Afrika dalam usaha perdamaian dunia. Berdasarkan hasil kesepakatan Konferensi Panca Negara II di Bogor maka KAA dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18 – 25 April 1955. Konferensi ini dihadiri oleh 29 negara dari kawasan Asia dan Afrika yang terdiri atas 5 negara pengundang dan 24 negara yang diundang. Satu negara Afrika yang diundang tetapi tidak hadir ialah Federasi Afrika Tengah (Rhode¬sia) karena negara ini masih dijajah oleh Inggris. Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar Jilid 6 2005 Gambar 14.3 Gedung Merdeka Bandung tempat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Sumber: Encarta Encyclopedia 2006 Gambar 14.4 Pandit Jawaharlal Nehru ketika tiba di Indonesia menghadiri KAA. Selain negara-negara pengundang (Indonesia Sri Lanka India Pakistan dan Burma) negara-negara Asia yang hadir antara lain Filipina Muangthai Vietnam Selatan Vietnam Utara Laos Turki Jepang Yordania Kamboja Nepal Lebanon RRC Afghanistan Iran Irak Syria Saudi Arabia dan Yunani. Sedangkan dari kawasan Afrika negara-negara yang hadir yaitu Mesir Sudan Ethiopia Libya Liberia dan Ghana. Berdasarkan negara-negara yang hadir dalam KAA terdapat tiga golongan yang berlainan pandangan yaitu: . Golongan pro komunis yaitu RRC dan Vietnam Utara. . Golongan pro Barat yaitu Filipina Muangthai Pakistan Irak dan Turki. . Golongan netral yaitu India Birma Sri Lanka dan Indonesia. Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18 – 25 April 1955 menghasilkan sepuluh prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dikenal dengan nama Bandung Declaration atau Dasasila Bandung. Berikut ini kesepuluh prinsip Dasasila Bandung tersebut. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat dalam piagam PBB. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa baik besar maupun kecil. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan terhadap persoalan dalam negeri negara lain. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian atau secara kolektif yang sesuai dengan piagam PBB. Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukan tekanan terhadap negara lain. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman-ancaman agresi terhadap keutuhan wilayah dan kemerdekaan negara lain. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai sesuai dengan piagam PBB. Memajukan kerja sama untuk kepentingan bangsa. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional. Bab 14 Lembaga-lembaga Internasional dan Peran Indonesia dalam Dunia Internasional 309 3. Peran Serta Indonesia dalam KAA Setelah Perang Dunia II selesai muncul dua kekuatan yang saling bertentangan yaitu Blok Barat dan Blok Timur (komunis). Sikap bangsa Indonesia terhadap adanya dua ke-kuatan tersebut tidak mau memilih salah satu pihak. Sebagai negara penganut politik luar negeri bebas aktif bangsa Indonesia mengambil jalan sendiri untuk tetap memelihara perdamaian dan meredakan ketegang¬an dunia akibat Perang Dingin. Salah satu upaya bangsa Indonesia untuk memelihara perdamaian dunia adalah dengan menggalang persatuan dengan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. Bersama dengan empat negara lain yaitu India Pakistan Sri Lanka dan Burma (Myanmar) bangsa Indonesia yang diwakili oleh Ali Sastroamijoyo II menjadi sponsor pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. 4. Pengaruh dan Arti Penting KAA KAA yang dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18 – 24 April 1955 mempunyai pengaruh yang besar bagi bangsa Indonesia khususnya dan bagi dunia pada umumnya. a. Pengaruh KAA bagi Bangsa Indonesia Berikut ini keuntungan yang diperoleh Indonesia dengan diadakannya Konferensi Asia Afrika. 1) Ditandatanganinya persetujuan dwi kewarga¬ negaraan antara Indonesia dan RRC (seseorang yang memegang dwi kewarganegaraan harus memilih salah satu dan yang tidak bisa memilih dapat mengikuti kewarganegaraan ayahnya). Dalam penandatangan ini RRC diwakili oleh Chou Enlai. 2) Adanya dukungan yang diperoleh yaitu berupa putusan KAA mengenai perjuangan merebut Irian Barat dalam forum PBB. Sumber: Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 2 1988 Gambar 14.6 Pidato Presiden Soekarno pada Konferensi Asia Afrika di Bandung. Sumber: Encarta Encyclopedia Gambar 14.7 Chou Enlai b. Pengaruh KAA bagi Negara-Negara Asia Afrika KAA berpengaruh besar terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa Asia Afrika yang belum merdeka. Bangsa-bangsa Asia Afrika yang merdeka sesudah diadakannya KAA antara lain: Maroko Tunisia dan Sudan (1956); Ghana (1957); Guyana (1958); Mauritania Mali Niger Togo Dahomei Chad Senegal Pantai Gading dan beberapa negara Afrika lainnya (1960). c. Pengaruh KAA bagi Dunia 1) Berkurangnya ketegangan dunia. 2) Amerika Serikat dan Australia mulai berusaha menghapuskan ras diskriminasi di negaranya. 3) Munculnya organisasi Gerakan Nonblok (GNB) yang bertujuan meredakan perselisihan paham dari Blok Barat dan Blok Timur. 4) Belanda mulai kebingungan menghadapi blok Afro-Asia di PBB. d. Berikut ini makna penting KAA 1) KAA merupakan cetusan semangat solidaritas dan kebangkitan negara¬negara Asia Afrika dalam menggalang persatuan. 2) KAA merupakan pendorong bagi perjuangan kemerdekaan bangsa Asia Afrika khususnya dan dunia pada umumnya. 3) KAA ini memunculkan Gerakan Nonblok yang bersikap netral terhadap Blok Barat maupun Blok Timur. 4) KAA membuka harapan baru bagi bangsa-bangsa yang belum merdeka dan yang sudah merdeka. Mereka merasa bahwa di belakangnya ada kekuatan yang akan membela dan membantu di saat mereka mendapatkan ancaman dari pihak lain. Gerakan Nonblok dan Peran Serta Indonesia Situasi Perang Dingin ini pengaruhnya dirasakan oleh negara-negara yang baru merdeka di Asia dan Afrika serta Amerika Latin. Mereka menganggap bahwa suasana Perang Dinginlah yang menjadi sumber ketegangan-ketegangan di seluruh penjuru dunia yang sewaktu-waktu dapat mengancam kemerdekaan nasional masyarakat dunia. Untuk itu negara-negara yang netral atau yang tidak memihak dengan salah satu blok tersebut (Non Alignment) kemudian membentuk Gerakan Negara-Negara Nonblok. Gerakan Nonblok ini dibentuk guna mempertahankan diri dengan jalan memper-satukan diri (antara negara-negara netral) dalam menghadapi intervensi dan pengaruh baik dari Blok Barat maupun Blok Timur. Gerakan Nonblok ini lahir sekitar tahun 1960-an atas dasar inisiatif dari lima negara berikut ini. 1 Indonesia diwakili oleh Ir. Soekarno. 2 India diwakili oleh Jawaharlal Nehru. 3 Mesir diwakili oleh Gamal Abdul Nasser. 4 Yugoslavia diwakili oleh Joseph Broz Tito. 5 Ghana diwakili oleh Presiden Kwame Nkrumah. Bab 14 Lembaga-lembaga Internasional dan Peran Indonesia dalam Dunia Internasional 311 Sumber: Encarta Encyclopedia 2006 Tokoh-tokoh GNB: Ir. Soekarno (b) Sir Pandit Jawaharlal Nehru (c) Gamal Abdul Nasser (d) Joseph Bros Tito (e) Kwame Nkrumah. Gagasan Gerakan Nonblok ini telah ada ketika negara-negara Asia Afrika mengadakan KAA pada tahun 1955. Pada Konferensi Asia Afrika ini dicapai kata sepakat tentang penggalangan solidaritas bersama terhadap kolonialisme dan sikap bersama terhadap situasi dunia (pada waktu itu terjadi Perang Dingin). Peranan Indonesia dalam Gerakan Nonblok sudah terjadi sejak dilaksana-kannya Konferensi Asia Afrika. Indonesia telah melaksanakan kebijakan politik luar negerinya yang bersifat bebas aktif. Sebagai salah satu perintis Gerakan Nonblok Indonesia juga aktif dalam persiapan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Nonblok. Dalam perkembangannya Gerakan Nonblok telah mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi sebanyak 13 kali dan dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Berikut ini rincian pelaksanaan KTT Nonblok yang telah dilaksanakan. 1. KTT I Gerakan Nonblok berlangsung pada tanggal 1 – 6 September 1961 di Beograd Yugoslavia. KTT ini dihadiri oleh 25 negara. 2. KTT II Gerakan Nonblok berlangsung pada tanggal 5 – 10 Oktober 1964 di Kairo Mesir. KTT ini dihadiri oleh 47 negara. 3. KTT III Gerakan Nonblok berlangsung pada tanggal 8 – 10 September 1970 di Lusaka Zambia. KTT ini dihadiri oleh 53 negara. 4. KTT IV Gerakan Nonblok berlangsung pada tanggal 5 – 9 September 1973 di Algiers Aljazair. KTT ini dihadiri oleh 85 negara. 5. KTT V Gerakan Nonblok berlangsung pada tanggal 11 – 14 Agustus 1976 di Colombo Sri Lanka. KTT ini dihadiri oleh 94 negara. 6. KTT VI Gerakan Nonblok berlangsung pada tanggal 7 – 9 September 1979 di Havana Kuba. KTT ini dihadiri oleh 94 negara. 7. KTT VII Gerakan Nonblok berlangsung pada tanggal 7 – 11 Maret 1983 di New Delhi India. KTT ini dihadiri oleh 101 negara. 8. KTT VIII Gerakan Nonblok berlangsung pada tanggal 1 – 6 September 1986 Harare. KTT ini dihadiri oleh 101 negara. 9. KTT IX Gerakan Nonblok berlang¬sung pada tanggal 4 – 8 September 1989 di Beograd Yugoslavia. KTT ini dihadiri oleh 102 negara. 10. KTT X Gerakan Nonblok berlangsung pada tanggal 1 – 6 September 1992 di Jakarta Indonesia. KTT ini dihadiri oleh 108 negara. 11. KTT XI Gerakan Nonblok berlang¬sung pada tanggal 16 – 22 Oktober 1995 di Kartagena Columbia. KTT ini dihadiri oleh 113 negara. 12. KTT XII Gerakan Nonblok berlangsung pada tanggal 2 – 3 September 1998 di Durban Afrika Selatan. KTT ini dihadiri oleh 113 negara. 13. KTT XIII Gerakan Nonblok berlangsung pada tanggal 20 – 25 Februari 2003 di Kuala Lumpur Malaysia. KTT ini dihadiri oleh 116 negara. Tujuan dilaksanakannya KTT ini adalah untuk menyamakan persepsi negara-negara berkembang sehubungan dengan rencana AS menyerbu Irak. 14.

KTT XIV GNB DI HAVANA KUBA TANGGAL 1 – 16 NOVEMBER 2006 DIHADIRI 114 NEGARA.
Dalam KTT ini diletakkan prinsip-prinsip dasar dan tujuan pokok Gerakan Nonblok. Para anggota Gerakan Nonblok sepakat untuk menghormati menjunjung tinggi dan melaksanakan prinsip-prinsip dasar dan tujuan tersebut. Berikut ini prinsip-prinsip dasar Gerakan Nonblok yang disepakati bersama. 1. Mewujudkan perdamaian dunia. 2. Kemerdekaan nasional kedaulatan integritas wilayah persamaan derajat dan kebebasan setiap negara untuk melaksanakan pembangunan di bidang sosial ekonomi dan politik. 3. Kemerdekaan dan hak menentukan nasib sendiri. 4. Menghormati hak asasi manusia dan kemerdekaan yang fundamental. 5. Menentang imperialisme kolonialisme neokolonialisme dan diskriminasi. 6. Menolak pembagian dunia atas blok/persekutuan militer yang saling bertentangan satu dengan lainnya. 7. Menghormati batas-batas wilayah internasional yang sah dan menghindari campur tangan atas urusan dalam negeri negara-negara lain. 8. Penyelesaian persengketaan dengan cara damai. 9. Perwujudan suatu Tata Ekonomi Dunia Baru. 10. Memajukan kerja sama internasional berdasarkan asas persamaan derajat. Tahukah kalian apa tujuan dibentuknya Gerakan Nonblok? Berikut ini adalah beberapa tujuan Gerakan Nonblok. 1 Mendukung perjuangan dekolonisasi dan memegang teguh perjuangan melawan imperialisme kolonialisme dan rasialisme. 2 Menjadi wadah perjuangan negara-negara yang sedang berkembang. Sumber: Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 11 1990 Presiden Soeharto meng¬hadiri KTT IX GNB di Beograd Yugoslavia. Bab 14 Lembaga-lembaga Internasional dan Peran Indonesia dalam Dunia Internasional 313 3. Mengurangi ketegangan antara blok Barat dan blok Timur. 4. Menyelesaikan persengketaan dengan jalan diplomasi (jalan damai). C. ASEAN dan Peran Serta Indonesia Berdasarkan sejarah Asia Tenggara bangsa-bangsa di Asia Tenggara mengalami penderitaan yang sama yaitu pernah dijajah oleh bangsa Barat. Selain itu bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara sangat rawan dengan adanya konflik yang kemungkinan besar dapat dimanfaatkan oleh bangsa Barat. Oleh karena itu untuk menjaga persatuan serta untuk memperkuat kedudukan dan kestabilan sosial ekonomi di Asia Tenggara maka diperlukan suatu forum kerja sama regional. Sehubungan dengan hal tersebut maka para menteri luar negeri dari lima negara yaitu Adam Malik (Indonesia) S. Rajaratnam (Singapura) Narcisco Ramos (Filipina) Tun Abdul Razak (Malaysia) dan Thanat Khoman (Muangthai) merasa berkewajiban untuk membentuk suatu badan kerja sama regional di Asia Tenggara. Pada tanggal 5 – 8 Agustus 1967 kelima negara tersebut mengadakan suatu pertemuan di Bangkok. Dalam pertemuan tersebut menghasilkan suatu deklarasi yang diberi nama Deklarasi Bangkok yang kemudian menjadi dasar lahirnya Association of South East Nations (ASEAN) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Pada awal berdirinya anggota ASEAN hanya lima negara yang juga bertindak sebagai pendiri ASEAN. Kelima negara tersebut adalah Indonesia Malaysia Thailand Singapura dan Filipina. Namun dalam perkembangannya anggota ASEAN mencakup semua negara di kawasan Asia Tenggara. Pada tanggal 7 Januari 1984 Brunei Darussalam masuk menjadi anggota ASEAN keenam. Kemudian diikuti oleh Vietnam (pada tanggal 28 Juli 1995) Laos dan Myanmar (pada tanggal 23 Juni 1997) dan terakhir Kamboja (pada tanggal 30 April 1999). Sebagai sebuah organisasi ASEAN mempunyai tujuan. Berikut ini tujuan ASEAN berdasarkan Deklarasi Bangkok. 1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di Asia Tenggara. Sumber: Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 11 1990 Para penandatangan Deklarasi Bangkok. Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar Jilid 1 2005 Lambang ASEAN 1 Memajukan stabilitas (kemantapan) dan perdamaian regional Asia Tenggara. 2 Memajukan kerja sama aktif dan bantuan bersama di antara negara-negara anggota di bidang ekonomi sosial budaya teknik ilmu pengetahuan dan administrasi. 3 Menyediakan bantuan satu sama lain dalam bentuk fasilitas latihan dan penelitian. 4 Kerja sama yang lebih besar di bidang pertanian industri perdagangan pengangkutan dan komunikasi serta peningkatan standar kehidupan rakyatnya. 5 Memajukan studi-studi masalah Asia Tenggara. 6 Memelihara dan meningkatkan kerja sama yang bermanfaat dengan organisasi-organisasi regional dan internasional yang ada. Untuk mencapai tujuannya ASEAN memiliki struktur organisasi. Apa saja struktur organisasi ASEAN. Sebelum KTT ASEAN di Bali tahun 1976? 1. Summit Meeting Summit Meeting merupakan sidang para kepala negara atau kepala pemerintahan. Sidang ini merupakan kekuasaan tertinggi di ASEAN. Pertemuan kepala negara atau kepala pemerintahan diadakan apabila dianggap perlu untuk memberikan pengarahan pada ASEAN. 2. Annual Ministerial Meeting Annual Ministerial Meeting merupakan sidang tahunan menteri luar negeri ASEAN. Sidang ini bertujuan merumuskan kebijaksanaan dan koordinasi kegiatan-kegiatan ASEAN sesuai dengan Deklarasi Bangkok. 3. Sidang Menteri-Menteri Ekonomi Sidang ini diselenggarakan dua kali dalam setahun. Sidang ini bertugas merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan dan koordinasi yang khusus menyangkut masalah-masalah kerja sama ASEAN di bidang ekonomi. 4. Sidang Menteri-Menteri Nonekonomi Sidang para menteri nonekonomi merumuskan kebijakan-kebijakan mengenai bidang mereka masing-masing. Misalnya bidang pendidikan sosial kebudayaan kesehatan serta ilmu pengetahuan dan teknologi. 5. Panitia Tetap atau Standing Committee Standing Committee yaitu panitia yang bertugas membuat keputusan-keputusan dan menjalankan tugas-tugas perhimpunan di antara dua sidang tahunan para menteri luar negeri ASEAN. Setelah KTT ASEAN di Bali struktur organisasi ASEAN mengalami perubahan. Berikut ini struktur organisasi ASEAN setelah KTT di Bali. 1. Konferensi tingkat tinggi (KTT) merupakan instansi tertinggi dalam ASEAN disusul AMM dilengkapi pertemuan menteri ekonomi lainnya sehingga susunannya menjadi: Bab 14 Lembaga-lembaga Internasional dan Peran Indonesia dalam Dunia Internasional 315 Summit Meeting dan pertemuan kepala negara. Annual Ministreal Meet¬ing (AMM) Standing Committee Komisi tetap (Permanent Committee) Komisi khusus Sekretaris Nasional ASEAN 2. Dibentuk sekretariat ASEAN yang dipimpin sekretaris Jenderal ASEAN yang berkedudukan di Jakarta dan dijabat secara bergilir dengan masa jabatan dua tahun. Sekjen ASEAN yang pertama adalah Letjen H.R. Sudharsono di Indonesia yang diangkat pada tanggal 7 Juni 1976. Sekjen ASEAN yang sekarang dijabat Surin Pitsuwan dari Thailand. Bagaimana perkembangan organisasi ASEAN? Dalam perkembangannya ASEAN telah beberapa kali mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Berikut ini KTT yang telah dilaksanakan oleh ASEAN. 1 KTT ASEAN I; KTT ini dilaksanakan pada tanggal 23 dan 24 Februari 1976 di Denpasar Bali. KTT ini menghasilkan Declaration of ASEAN Con¬cord yang berisi dasar-dasar kerja sama ASEAN. 2 KTT ASEAN II; KTT ini dilaksanakan pada tanggal 4 – 5 Agustus 1977. KTT ini menghasilkan keputusan penting yaitu Deklarasi Kuala Lumpur yang menyatakan bahwa wilayah Asia Tenggara merupakan kawasan damai bebas dan netral (Zone of Peace Freedom and Neutrality atau ZOPFAN). 3 KTT ASEAN III; KTT ini dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Desember 1987 di Manila Filipina. KTT ini salah satunya membahas tentang masalah Kamboja dan kerja sama ekonomi dengan Jepang. 4 KTT ASEAN IV; KTT ini dilaksanakan pada tanggal 27 – 28 Januari 1992 di Singapura. KTT ini menghasilkan Deklarasi Singapura yang diantaranya berisi peningkatan kerja sama ekonomi dengan negara lain yang bukan anggota ASEAN. 5 KTT ASEAN V; KTT ini dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Desember 1995 di Bangkok Thailand. 6 KTT ASEAN VI; KTT ini dilaksanakan pada tanggal 15 – 16 Desember 1998 di Hanoi Vietnam. Dalam KTT ini Kamboja diterima menjadi anggota ASEAN yang ke-10. 7 KTT ASEAN VII; KTT ini dilaksanakan pada tanggal 5 – 6 November 2001 di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam. Sumber: Kompas 8 Januari 2008 Gambar 14.12 Suasana Annual Ministreal Meet-ing (AMM) Sumber: Kompas 8 Januari 2008 Surin Pitsuwan 8. KTT ASEAN VIII; KTT ini dilaksanakan pada tanggal 4 – 5 November 2002 di Pnom Penh Kamboja. 9. KTT ASEAN IX; KTT ini dilaksanakan pada tanggal 7 – 8 Oktober 2003 di Bali Indonesia. 10. KTT ASEAN X; KTT ini dilaksanakan pada tanggal 29 – 30 November 2004 di Vientine Laos. 11. KTT ASEAN XI KTT ini dilaksanakan pada tanggal 12 – 14 Desember 2005 di Kuala Lumpur Malaysia. 12. KTT ASEAN XII KTT ini dilaksanakan pada tanggal 11 – 14 Januari 2007 di Cebu Filipina 13. KTT ASEAN XIII KTT ini dilaksanakan pada tanggal 18 – 22 November 2007 di Singapore Singapura. 14. KTT ASEAN XIV tahun 2008 di Thailand. 15. KTT ASEAN XV tahun 2009 di Vietnam. Selain mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi dalam perkembangannya ASEAN juga melakukan kerja sama di berbagai bidang. 1. Bidang Politik ASEAN mencapai kesepakatan untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan bebas nuklir. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya ZOPFAN (Zone of Freedom Peace and Naturality) dan SEANWFZ (Southeast Asian Nuclear Weapon Free Zone) yang dihasilkan dalam KTT ASEAN. 2. Bidang Ekonomi Anggota ASEAN mendirikan berbagai proyek bersama berikut ini. 1) Proyek pabrik pupuk urea/amoniak di Indonesia dan Malaysia. 2) Proyek industri tembaga di Filipina. 3) Proyek pabrik mesin diesel di Singapura. 4) Proyek pabrik superfosfat di Thailand. 3. Bidang Sosial Budaya Dilakukan pertukaran pelajar dan mahasiswa pemberantasan buta huruf program tukar-menukar acara televisi ASEAN temu karya pemuda ASEAN dan festival ASEAN. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Peran Serta Indonesia Perang Dunia II yang terjadi pada tahun 1939 – 1945 telah banyak me-nimbulkan dampak negatif pada masyarakat dunia. Sebagian besar masya-rakat dunia mengalami kesengsaraan dan penderitaan akibat adanya perang. Bab 14 Lembaga-lembaga Internasional dan Peran Indonesia dalam Dunia Internasional 317 Di tengah situasi dunia yang tidak stabil ini muncul beberapa tokoh dunia yang merasa berkepentingan untuk menciptakan perdamaian dunia. Salah satu tokoh dunia tersebut yaitu Presiden AS Franklin Delano Roosevelt dan P.M. Inggris Winston Churchill. Untuk menciptakan suatu perdamaian kedua tokoh tersebut mengadakan perundingan di Samudra Atlantik pada tanggal 14 Agustus 1941. Pada perundingan tersebut berhasil melahirkan Atlantic Charter (Piagam Atlantik) yang isinya salah satunya adalah menolak jalan kekerasan dalam penyelesaian pertikaian internasional. Pertemuan kedua tokoh tersebut ditindaklanjuti dengan perundingan yang dilaksanakan di Dumbarton Oaks Amerika Serikat pada tanggal 21 Agustus – 7 Oktober 1945. Pertemuan ini dihadiri oleh Amerika Serikat Inggris dan Uni So¬viet. Dalam perundingan tersebut negara¬negara itu mengusulkan dibentuknya organisasi umum internasional. Usul pada pertemuan di Dumbarton Oaks inilah ditambah dengan usul tentang cara pemungutan suara yang disetujui di Konferensi Yalta antara Amerika Serikat Uni Soviet dan Inggris dijadikan dasar dan acara dari Konferensi San Fransisco pada tanggal 25 April – 26 Juni 1945 yang dihadiri oleh 50 negara. Pada konferensi di San Fransisco tanggal 25 April – 25 Juni 1945 50 negara peserta menyetujui usul-usul yang tertuang dalam Declaration of United Nations atau Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Piagam ini ditandatangani pada tanggal 24 Oktober 1945 dan 50 negara peserta Konferensi San Fransisco dijadikan anggota asli PBB. Berikut ini tujuan didirikannya PBB. 1 Memelihara perdamaian dan keamanan internasional. 2 Mempererat hubungan persahabatan antar¬bangsa berdasarkan atas persamaan derajat dan penentuan nasib sendiri. 3 Mewujudkan kerja sama internasional dalam menyelesaikan masalah-masalah internasional di bidang ekonomi sosial kebudayaan dan peri kemanusiaan Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar Jilid 8 2005 Gambar 14.14 Pertemuan lima negara: Amerika serikat Rusia Inggris Cina dan Prancis di San Fransisco (1945). Sumber: Encarta Encyclopedia 2006 Gambar 14.15 Markas besar PBB di New York Amerika Serikat. Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar Jilid 8 2005 Lambang PBB. dan menyempurnakan penghargaan atas hak-hak manusia dan kebebasan asasi dengan tidak memandang perbedaan bangsa jenis kelamin bahasa atau agama. 4. Menyelesaikan perselisihan-perselisihan yang membahayakan perdamaian. Sebagai sebuah organisasi PBB mempunyai enam badan utama berikut: 1. Badan-Badan Utama PBB Sebagai organisasi dunia PBB mempunyai enam badan utama yang dibentuk untuk membantu menjalankan tugas-tugasnya. a. Majelis Umum (General Assembly) Majelis Umum terdiri atas lima orang wakil dari setiap negara anggota. Majelis Umum bersidang satu kali dalam setahun. Sidang-sidang khusus dapat diselenggarakan atas permintaan Dewan Keamanan. Majelis Umum PBB mulai bersidang pertama kali di London pada tanggal 10 Januari 1946 yang dihadiri oleh 51 negara anggota. Dalam sidang ini terpilih Trygve Lie dari Norwegia sebagai Sekretaris Jenderal PBB pertama. b. Dewan Keamanan (Security Council) Dewan Keamanan terdiri atas lima anggota tetap yang mempunyai hak veto dan 10 negara anggota tidak tetap yang dipilih dua tahun sekali. Hak veto adalah hak istimewa yang berupa hak untuk membatalkan setiap resolusi yang di¬keluarkan PBB. Hak veto ini hanya diberikan kepada lima negara yaitu Amerika Serikat Inggris Prancis Rusia dan Cina. Tugas Dewan Keamanan yaitu mengusahakan perdamaian dan keamanan internasional menyelesaikan persengketaan internasional secara damai mengawasi wilayah-wilayah yang disengketakan mengusahakan tindakan pencegahan perang. Dewan Keamanan mengusahakan tersedianya pasukan¬pasukan bersenjata bantuan dan fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk mewujudkan perdamaian internasional. Peranan Dewan Keamanan PBB dalam menjaga perdamaian dunia sangat besar. Contohnya saat berusaha mencegah serangan Amerika Serikat ke Irak tahun 2003 meskipun akhirnya AS tetap menyerbu Irak. Selain itu dalam masalah Palestina Israel yang berlangsung sejak tahun 1950-an. Dewan keamanan PBB menempatkan pasukan perdamaian di perbatasan Palestina-Israel. Dalam masalah Serbia Kosovo tahun 2007 Dewan Keamanan ikut menempatkan pasukan perdamaian untuk mencegah bentrokan antara Serbia dan Kosovo karena Serbia menolak kemerdekaan Kosovo. Sumber: Encarta Encyclopedia 2006 Dewan Keamanan PBB. Bab 14 Lembaga-lembaga Internasional dan Peran Indonesia dalam Dunia Internasional 319 c. Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council) Dewan Ekonomi dan Sosial berangotakan 54 negara anggota PBB yang dipilih oleh Majelis Umum setiap 3 tahun sekali. Dewan ini bersidang tiga kali setiap tahun. Tugas Dewan ini antara lain membahas masalah ekonomi sosial budaya kesehatan dan pendidikan. Untuk menjalankan tugasnya dibantu oleh badan-badan khusus yang dibentuknya. Berikut ini badan-badan khusus PBB tersebut. 1) WHO (World Health Organization) bertugas memajukan tingkat kesehatan dan pemberantasan penyakit menular di seluruh dunia. 2) ILO (International Labour Organization) bertugas membantu kepentingan kaum buruh atau pekerja di seluruh dunia. 3) FAO (Food and Agriculture Organiza¬tion) bertugas membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat dunia dan bergerak di bidang pangan. FAO sebagai badan pangan inter¬nasional pernah memberikan 4) UNESCO (United Nations Educational penghargaan kepada Indonesia Scientific and Culture Organization) pada tahun 1984. Penghargaan bertugas membantu pengembangan ilmu tersebut diberikan karena pengetahuan kebudayaan dan Indonesia telah berhasil melaku¬pendidikan. kan swasembada beras pada tahun 1984 sehingga Indonesia 5) IMF (International Monetery Fund) tidak bergantung lagi pada impor bertugas membantu memajukan tingkat beras dari negara-negara lain. perekonomian negara-negara anggota di seluruh dunia. d. Dewan Perwalian (Trusteeship Council) Dewan perwalian bertugas untuk mengawasi dan melindungi kepentingan penduduk yang belum mempunyai pemerintahan sendiri serta mengusahakan agar wilayah perwalian segera dapat membentuk pemerintahan sendiri. Selain itu Dewan Perwalian bertugas meninjau kemajuan politik ekonomi sosial dan pendidikan penduduk daerah perwalian dan mengadakan kunjungan atau inspeksi secara berkala dengan persetujuan negara yang mengatur wilayah perwalian. e. Mahkamah Internasional (Internasional Court of Justice) Mahkamah Internasional merupa¬kan badan kehakiman dan peradilan terpenting di PBB yang berkedudukan di Den Haag Belanda.
MAHKAMAH INTERNASIONAL BERANGGOTAKAN LIMA BELAS ORANG HAKIM DENGAN MASA JABATAN 9 TAHUN YANG DIPILIH OLEH MAJELIS UMUM DAN DEWAN KEAMANAN MELALUI PEMUNGUTAN SUARA.
Sumber: Encarta Encyclopedia 2006 Gambar 14.18 Mahkamah internasional yang berkedudukan di Den Haag Belanda. Tugas Mahkamah Internasional adalah menerima perkara dari negara-negara yang membutuhkan dengan syarat yang telah ditentukan oleh Dewan Keamanan PBB menerima persengketaan hukum internasional dari Dewan Keamanan PBB dan memberi nasihat tentang persoalan hukum kepada Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB. f. Sekretariat Sekretariat adalah badan administrasi PBB yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang diangkat oleh Majelis Umum atas usul Dewan Keamanan. Sekjen PBB berkedudukan di Markas Besar PBB di New York Amerika Serikat. Tugas Sekretaris Jenderal adalah mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut penyelenggaraan pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh badan-badan pokok PBB membuat dan menyusun laporan tahunan tentang kegiatan PBB meminta Dewan Keamanan PBB untuk memerhatikan masalah yang dapat menimbulkan gejolak yang mengancam perdamaian dunia dan lain-lain. Berikut ini Sekretaris Jenderal (Sekjen PBB) antara tahun 1946 – sekarang. 1) Trygve Lie dari Norwegia (1946 – 1953). 2) Dag Hammarskjold dari Swedia (1953 – 1961). 3) U Thant dari Myanmar (1961 – 1971). 4) Kurt Waldheim dari Austria (1972 – 1982). 5) Javier Perez de Cuellar dari Peru (1982 – 1991). 6) Boutros Boutros Ghali dari Mesir (1992 – 1996). 7) Kofi Annan dari Ghana (1997 – 2006). 8) Bon Ki Moon dari Korea Selatan (2006 – sekarang). Selain enam lembaga di atas masih terdapat beberapa lembaga khusus yang lain yaitu: GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) yang bertujuan untuk mengurangi hambatan perdagangan antarnegara misalnya mengenai penurunan tarif. GATT sudah dibubarkan dan sebagai gantinya dibentuk WTO. IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) yang sering disebut world Bank (Bank Dunia). Lembaga ini didirikan dan tujuan membantu pembangunan ekonomi negara-negara anggota. WTO (World Trade Organization) bertugas untuk memantau perdagangan antarnegara dan mengatasi perselisihan dagang antarnegara. 2. Peran Indonesia dalam PBB Selama menjadi anggota PBB Indonesia aktif dalam berbagai kegiatan perdamaian dunia yaitu ikut serta mengirimkan pasukan perdamaian ke Timur Tengah (Pasukan Garuda I). Akan tetapi pada waktu Indonesia menjalankan kehidupan Demokrasi terpimpin Indonesia memutuskan untuk keluar dari keanggotaan PBB pada tanggal 7 Januari 1965. Bab 14 Lembaga-lembaga Internasional dan Peran Indonesia dalam Dunia Internasional 321 Hal ini dilakukan Indonesia sebagai protes atas masuknya Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Keluarnya Indonesia dari keanggotaan PBB mengakibatkan Indonesia menjadi terkucil dalam pergaulan internasional. Untuk itu pada masa Orde Baru tepatnya tanggal 28 September 1966 Indonesia kembali menjadi anggota PBB. Tindakan bangsa Indonesia mendapat sambutan baik dari masyarakat internasional. Di bawah pemerintahan Orde Baru bangsa Indonesia mulai melakukan perubahan dalam semua aspek kehidupan termasuk dalam aspek politik luar negeri. Pada tanggal 28 September 1966 Indonesia menyatakan masuk kembali menjadi anggota PBB. Indonesia berusaha menunjukkan peran aktifnya dalam kegiatan-kegiatan PBB. Berikut ini bentuk-bentuk peran bangsa Indonesia sebagai anggota PBB. a. Memimpin sidang Majelis Umum PBB Pada sidang umum PBB tahun 1974 salah seorang putra bangsa Indonesia Adam Malik menjadi ketua sidang umum PBB. b. Memberi bantuan beras Sebagai anggota FAO Indonesia turut menunjukkan perannya dalam membantu negara-negara yang kekurangan bahan pangan. Pada tahun 1984 Indonesia mengirimkan bantuan uang dan beras kepada Ethiopia yang sedang mengalami kelaparan. Atas peran serta dan keberhasilan swasembada beras pada tahun 1986 Indonesia menerima penghargaan dari FAO. Atas peran serta dan keberhasilan swasembada beras pada tahun 1986 Indonesia menerima penghargaan dari FAO c. Mengirimkan pasukan garuda Untuk ikut serta dalam menciptakan dan memecahkan permasalahan internasional yang mengancam perdamaian dunia bangsa Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian untuk bergabung dengan pasukan multinasional PBB. Pasukan perdamaian itu sering disebut Pasukan Garuda atau Kontingen Garuda. Berikut ini Pasukan garuda yang pernah dikirimkan oleh Indonesia. Sumber: Kompas 8 Januari 2008 Indonesia menerima Penghargaan dari FAO Selama menjadi anggota PBB Indonesia memperoleh banyak manfaat. PBB banyak membantu Indonesia saat menghadapi Belanda dalam upaya mem¬pertahankan kemerdekaan. Beberapa peranan PBB terhadap Indonesia yaitu: Soal-Soal Latihan A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! Jumlah anggota ASEAN sampai tahun 2006 adalah … . a. 7 negara c. 11 negara b. 8 negara d. 10 negara 2 . Sekretariat ASEAN berada di … . Kuala Lumpur c. Bangkok Jakarta d. Manila 3 . Perdana Menteri India yang menjadi tokoh pelopor berdirinya Gerakan Nonblok adalah … . Mahatma Gandhi Jawaharlal Nehru Indira Gandhi Benazir Butto 4 . Indonesia diterima menjadi anggota PBB yang ke-60 pada … . 28 September 1950 28 September 1951 28 September 1952 28 September 1953 5 . Indonesia pernah menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan KTT Nonblok yaitu pada tahun … . 1989 c. 1995 1992 d. 1998 6 . Berikut ini yang merupakan salah satu negara yang menjadi sponsor pelaksanaan KAA yaitu … . Malaysia c. Cina Singapura d. India 7 . Di bawah ini adalah persamaan-persamaan yang melatarbelakangi diadakannya KAA kecuali … . persamaan nasib yaitu pernah dijajah bangsa Barat persamaan letak geografis hubungan keagamaan dan keturunan persamaan pandangan politik yang memihak salah satu blok 8 . Sekretaris Jenderal PBB sekarang di¬pegang oleh … . Bon Ki Moon Dag Hammarskjold Boutros Boutros Ghali Kofi Annan 9 . Badan utama PBB yang kelima negara anggotanya memiliki hak veto adalah … . Dewan Keamanan Dewan Perwalian Mahkamah Internasional Majelis Umum 0 . Badan PBB yang bertugas menangani masalah kesehatan dunia adalah … . UNESCO c. WHO UNICEF d. ILO 1 1 . Politik Gerakan Nonblok pada hakikat¬nya adalah cerminan dari … . Atlantic Charter Konferensi Asia Afrika Dasasila Bandung Jakarta Informal Meeting 1 2 . Tokoh yang memrakarsai lahirnya PBB melalui Atlantic Charter adalah … . Theodore Roosevelt dan Winston Churchill Franklin Delano Roosevelt dan Winston Churchill Woodrow Wilson dan Elizabeth Franklin Delano Roosevelt dan Woodrow Wilson 1 3 . Pasukan Garuda yang dikirim Indonesia dalam Perang Teluk adalah yang ke … . a. IX c. XII b. XI d.X 1 4 . Pengiriman Pasukan Garuda merupakan peran Indonesia dalam PBB sebagai wujud … .
KOMITMEN INDONESIA UNTUK TURUT SERTA DALAM KEGIATAN PBB DALAM RANGKA MENGUSAHAKAN PERDAMAIAN KEWAJIBAN SETIAP NEGARA DI DUNIA KONSEKUENSI INDONESIA.
Sebagai anggota PBB pelaksanaan politik luar negeri bebas dan aktif Bab 14 Lembaga-lembaga Internasional dan Peran Indonesia dalam Dunia Internasional 325 1 5 . Indonesia melaksanakan politik luar b. dihapuskannya ras dikriminasi di negeri bebas aktif dalam upaya … . Amerika Serikat dan Australia menghindari terjadinya perang negara c. munculnya GNB adikuasa d. bersatunya negara-negara di dunia b. menghindari penjajahan kembali 1 8 . Kekuatan tertinggi di ASEAN terletak turut serta menjaga perdamaian dunia pada … . mengangkat derajat dan martabat a. summit meetingbangsa Indonesia b. sidang menteri-menteri c. panitia tetap 1 6 . Berdirinya ASEAN sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan d. annual ministerial meeting perekonomian Indonesia karena … . 1 9 . ASEAN mencapai kesepakatan untuk dapat terjalin kerja sama yang baik menjadikan kawasan Asia Tenggara antara Indoensia dengan negara-menjadi kawasan bebas nuklir. Hal ininegara ASEAN yag lain di bidang dibuktikan dengan adanya … .ekonomi a. SEANWFZ b. bantuan dari negara-negara ASEAN b. ZOPFAN sangat dibutuhkan Indonesia ZEE c. c. Indonesia dapat meningkatkan d. Declaration of ASEAN produksi 2 0 . Pemberantasan buta huruf merupakan d. antara Indonesia dengan negara¬ salah satu kerja sama ASEAN di bidang negara ASEAN dapat saling mem¬ … . bantu saling melengkapi dan saling a. ekonomi membutuhkan b. budaya 1 7 . Berikut ini pengaruh KAA bagi dunia c. sosbud kecuali … . d. kesehatan a. berkurangnya ketegangan dunia B. Jawablah dengan singkat dan benar! 1 . Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika disponsori oleh lima negara yaitu Indonesia India Pakistan Sri Lanka dan Myanmar. Sebutkan faktor-faktor yang melatar¬belakangi kelima negara tersebut melaksanakan Konferensi Asia Afrika! 2 . Tanggal berapa Konferensi San Fransisco berlangsung? 3 . Sebutkan enam badan utama PBB! 4 . Kapan dan di mana KTT XIV GNB dilaksanakan? 5 . Sebutkan wakil-wakil lima negara pelopor KAA! 6 . Setiap negara di dunia membutuhkan kerja sama dengan negara lain. Sebutkan alasan bangsa Indonesia ingin selalu bekerja sama dengan negara lain! 7 . Mengapa perlu dibentuk organisasi dunia seperti PBB? 8 . Mengapa anggota DK PBB diduduki oleh negara-negara adikuasa saja? Jelaskan pendapatmu! 9 . Bagaimana pendapatmu tentang bantuan-bantuan yang diberikan IMF kepada Indonesia? 10. Bagaimana pendapatmu mengenai konflik perbatasan Indonesia – Malaysia yang menimbul¬kan ketegangan padahal kedua negara tersebut sama-sama menjadi anggota ASEAN? Peta Konsep BAB 15 PERILAKU MASYARAKAT DALAM PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DI ERA GLOBALISASI Perubahan Sosial Budaya di Era Global PERILAKU MASYARAKAT DALAM PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DI ERA GLOBALALISASI Sumber: Majalah Kreatif 2007 Gambar 15.1 Teknologi komunikasi dan informasi dalam globalisasi. Pendahuluan ewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demikian pesatnya. Khususnya perkembangan teknologi seperti komputer internet satelit hand phone pesawat dan lain-lain. Dengan alat-alat tersebut arus informasi barang dan orang antarnegara berlangsung sangat cepat. Contoh dengan adanya komputer dan internet kita dapat mengirim surat elektronik (e-mail) kepada kerabat kita di negara lain dalam hitungan detik. Bahkan lewat teknologi canggih tersebut orang dapat melakukan percakapan (chatting) lewat internet. Dalam bidang ekonomi dengan adanya perdagangan bebas kita akan lebih mudah mendapatkan barang-barang yang berasal dari luar negeri. Akibatnya dunia ini seakan-akan kecil karena semakin pudarnya batas-batas sosial geografis antarnegara. Dengan demikian globalisasi membawa dampak perubahan baik negatif atau yang positif bagi kehidupan masyarakat. Perubahan yang terjadi pada aspek¬aspek kehidupan di masyarakat misalnya sosial budaya ekonomi politik hukum pemerintahan dan lain-lain semakin maju disebabkan berkat adanya globalisasi. Pembahasan pokok-pokok materi yang akan kalian pelajari berikut ini akan membuat kalian dapat mengetahui perilaku-perilaku manusia di era globalisasi dan bagaimana menyikapinya. Globalisasi 1. Pengertian Globalisasi Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi dapat mempercepat arus informasi barang dan orang antarnegara. Hal ini membuat dunia seakan-akan semakin kecil. Dengan arus informasi yang cepat suatu peristiwa yang terjadi di suatu negara dengan mudah diketahui oleh masyarakat yang hidup di negara lain. Bencana tsunami yang melanda Aceh di akhir tahun 2004 dan gempa bumi Yogyakarta tahun 2006 dalam hitungan detik sudah dapat diketahui oleh negara lain. Bahkan perhelatan akbar Piala Dunia 2006 di Jerman dapat dilihat secara langsung di Indonesia melalui televisi. Contoh-contoh di atas menunjukkan peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan globalisasi. Apakah globalisasi itu? Dalam pelajaran geografi kalian tentu mengenal globe. Globe adalah tiruan bumi dalam bentuk kecil. Globalisasi berasal dari kata globe tersebut. Jadi globalisasi adalah proses mendunia atau menjadi suatu dunia. Globalisasi juga dapat diartikan masuknya segala sesuatu ke ruang lingkup dunia. Untuk lebih memperjelas pengertian globalisasi perhatikan definisi-definisi di bawah ini. Globalisasi mengacu pada keserba¬ragaman hubungan dan kesalingterkaitan antara negara dan masyarakat yang membentuk sistem dunia modern. Globalisasi adalah proses di mana ber¬bagai peristiwa keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat mem¬bawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain (A.G.Mc Grew 1992). Menurut Wikipedia Encyclopedia globalisasi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan perubahan¬perubahan dalam masyarakat (changes) dan dalam perekonomian dunia yang dihasilkan oleh meningkat pesatnya perdagangan dan pertukaran kebudayaan. Dalam arti ekonomi globalisasi mengacu terutama pada liberalisasi per¬dagangan atau perdagangan bebas (free trade). Menurut Bank Dunia globalisasi berarti kebebasan dan kemampuan individu dan perusahaan untuk memprakarsai transaksi ekonomi dengan orang-orang dari negara-negara lain. Menurut IMF globalisasi berarti meningkatnya kesalingketergantungan ekonomi antara negara-negara di dunia yang ditandai oleh meningkat dan beragamnya volume transaksi barang dan jasa lintas negara dan penyebaran teknologi yang meluas dan cepat (IMF World Economic Outlook Mei 1997). Bab 15 Perilaku Masyarakat dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Globalisasi 329 Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa globalisasi adalah suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia dapat menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan baik dalam bidang ekonomi politik budaya teknologi maupun lingkungan. Peristiwa globalisasi dapat mempercepat perubahan sosial budaya suatu masyarakat karena hampir tidak ada lagi kebudayaan masyarakat di suatu negara yang tertutup dan tidak menerima pengaruh budaya luar. Dengan kata lain batas-batas antara budaya asing dengan budaya sendiri semakin sulit untuk dirumuskan. Sebenarnya globalisasi tidak hanya terjadi pada bidang sosial budaya tapi juga memengaruhi bidang-bidang lain yaitu ekonomi politik dan hukum. Waters seorang ahli sosiologi berpandangan bahwa globalisasi berlangsung di tiga bidang kehidupan yaitu perekonomian politik dan budaya. Menurutya globalisasi ekonomi meliputi bidang perdagangan produksi investasi ideologi organisasi pasar modal dan pasar kerja. Globalisasi politik meliputi bidang kedaulatan negara organisasi internasional dan budaya politik. Sedangkan globalisasi budaya meliputi ide keagamaan etnis pola pertukaran barang berharga dan pariwisata. Untuk lebih mudah memahami konsep yang dikemukakan oleh Waters berikut ini diberikan contoh globalisasi di bidang ekonomi.
DEWASA INI BANYAK NEGARA YANG MELAKSANAKAN RELOKASI INDUSTRI YAITU MEMINDAHKAN LOKASI INDUSTRINYA KE NEGARA LAIN.
Relokasi industri biasanya berasal dari negara maju ke negara berkembang. Sehingga sebuah produk industri bisa dibuat oleh beberapa negara. Contohnya produk sepeda motor bisa saja mesinnya dibuat di Jepang bannya dibuat di Indonesia kampas remnya dibuat di Singapura dan bagian-bagian itu dirakit di negara Cina. Akhirnya kita sulit mengatakan buatan negara mana produk sepeda motor tersebut. Sebab produk sepeda motor ini terbentuk melalui proses globalisasi. 2. Saluran-Saluran Proses Globalisasi Pada pembahasan terdahulu sudah dijelaskan bahwa globalisasi adalah masuknya segala sesuatu ke ruang lingkup dunia atau proses masuk ke lingkungan dunia. Untuk menuju ke proses globalisasi diperlukan beberapa saluran. a. Melalui Saluran Pergaulan Interaksi penduduk antar¬negara akan menimbulkan kontak kebudayaan sehingga akan mempermudah dan mempercepat terjadinya perubahan sosial budaya. Interaksi penduduk atau pergaulan penduduk antarnegara bentuknya dapat berupa pertukar-an pelajar homestay pertukaran kebudayaan belajar ke luar negeri dan lain-lain. Sumber: Majalah Kartini Edisi 16 Peb – 2 Maret 2006 Gambar 15.2 Pergaulan antarbangsa salah satu saluran globalisasi. Bentuk-bentuk pergaulan tersebut akan membuat seseorang tidak hanya menyerap ilmu dari negara asing tapi juga menyerap kebiasaan dan pola hidup masyarakat setempat. b. Melalui Saluran Teknologi Semakin canggihnya alat-alat teknologi sekarang ini merupakan saluran yang paling efektif untuk mempercepat globalisasi. 1) Penggabungan teknologi satelit dengan teknologi televisi membuat kita dapat mengetahui perubahan informasi dalam hitungan menit bahkan detik. Contoh perolehan medali tiap negara dalam ASIAN GAMES di Qatar tahun 2006 dapat disiarkan secara langsung. 2) Penggabungan komputer dengan teknologi komunikasi menciptakan dunia baru yaitu internet. Dengan internet dapat dilakukan komunikasi antar-komputer secara global sehingga arus informasi antarnegara berlangsung sangat cepat. Melalui Saluran Ekonomi c. Proses produksi dan distribusi suatu barang merupakan contoh saluran ekonomi yang mempercepat arus globalisasi. Suatu produk tertentu prosesnya dibuat oleh beberapa negara dan hasilnya pun didistribusikan untuk beberapa negara. d. Melalui Saluran Media Hiburan Media hiburan merupakan saluran globalisasi yang perlu diwaspadai terutama dalam pembinaan dan perlindungan generasi muda dari kemerosotan moral. Film CD DVD play station radio dan pengaruh lagu yang beredar akan memberi pengaruh yang memprihatin-kan kepada

artikel lainnya ASIA AFRIKA

Wednesday 4 January 2017 | Post

K A L S T A R N E W S Promo Terbang Langsung Rute- Baru…

Tuesday 17 January 2017 | Post

Silahkan download secara gratis Aplikasi Raport KTSP dan Analisis Soal Sederhana ini pada link di bawah…

Thursday 30 November 2017 | Post

INFO BAZAAR Calling All Tenant !! Hallo sahabat Jakarta, Podjok Production kembali menyelenggarakan acara bazaar loh.…

Monday 20 March 2017 | Post

Calling all tenants to joint out multiproduct bazaar @Plaza Semanggi period 3-16 April 2016 Category Tenant:…