Menu

Fosil manusia purba pertama kali ditemukan oleh Van Riestchoten

Nov
17
2014
loading...
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post
Fosil manusia purba pertama kali ditemukan oleh Van Riestchoten pada tahun 1889 di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur. Temuan ini kemudian diakui sebagai temuan fosil manusia purba pertama yang dilaporkan berasal dari Indonesia. Setelah itu, Eugene Dubois menemukan kembali fosil manusia purba di desa Wajak pada tahun 1890. Dari penemuan tersebut, terungkap tabir misteri fosil manusia purba yang kemudian diberi nama Homo wajakensis (manusia dari Wajak). Homo wajakensis merupakan jenis manusia muda yang digolongkan sebagai manusia cerdas (Homo sapiens). Homo wajakensis memiliki tinggi badan sekitar 173 cm dan menunjukkan ciri-ciri ras Mongolid dan Australid yang diperkirakan hidup antara 40.000 sampai 25.000 tahun yang lalu. Tengkorak Homo wajakensis berkapasitas 1.550 cm3 untuk jenis perempuan dan 1.650 cm3 untuk jenis laki-laki. Volume tengkorak tersebut melebihi volume tengkorak manusia modem. 
Mengamati bentuk tengkoraknya, Homo wajakensis memiliki tonjolan besar dan kuat di keningnya seperti Australid dan berwajah lebar datar dengan tulang pipi menonjol ke samping seperti Mongolid. Rongga matanya besar tetapi agak rendah. Tulang hidungnya sempit, kecil, dan datar serta lubang hidungnya^ebar. Langit- langit mulutnya besar dan dalam, serta iebih besar dari Australid, giginya besar tetapi dalam proporsi modern. Rahang bawahnya kekar, kuat. dan berat, sedangkan dagunya lemah dan miring ke belakang. Dari tulang paha dan tulang kering dapat disimpulkan bahwa Homo wajakensis bertubuh ramping dan tinggi. Tengkorak Homo wajakensis memiliki banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli Australia, Aborigin. Oleh karena itu, Eugene Dubois menduga bahwa termasuk dalam ras Australid. Fosil Homo wajakensis juga memiliki kesamaan dengan fosil manusia Niah di Serawak, Malaysia, manusia Tabon di Palawan, Filipina, dan fosil-fosil Australid dari Cina Selatan dan Australia Selatan. 
Bukti arkeologis lain menunjukkan keberadaan temuan hunian gua (rock shelter) yang merupakan tempat kehidupan manusia purba pada saat itu. Temuan tersebut berupa sisa-sisa makanan, yakni cangkang kerang (Gastropoda) dan juga tulang- tulang binatang sebagai sampah dapur. Bukti arkeologis tersebut memberikan informasi tentang tempat tinggal Homo wajekensis pada saat itu. Early human fossils were first discovered by Van Rietschoten in 1889 in the village of Wajak, Tulungagung, East Java. This finding was later recognized as the first ancient human fossil findings reported from Indonesia. After that, Eugene Dubois rediscovered ancient human fossils in Wajak village in 1890. From these findings, it was revealed mysteries of ancient human fossils were later named as Homo wajakensis (man of Wajak). Homo wajakensis is classified as an intelligent human (Homo sapiens). 
Homo wajakensis’ height was about 173 cm and showed characteristics of Mongolid and A ustralid race who lived among 40,000 and 25,000 years ago. The skull of Homo wajakensis was 1,550 cm3 capacity for the female and 1,650 cm3 for the male. The skull volume exceeds the volume of a modern human skull. Observing the shape of the skull, Homo wajakensis had hefty bulge in its forehead like Australid and flat broad face with prominent cheekbones aside as Mongolid. Large eye sockets, but rather low. Its nose bone was, small, flat and wide nostrils. Its palate was large and deep, and greater than Australid, had big teeth but in modern proportions. Lower jaw was stocky, strong, and heavy, whereas a weak chin and tilted back. From the femur and tibia bone, it can be concluded that Homo wajakensis was slender and tall. Homo wajakensis skull had many similarities with the Australian native skull, Aborigines. Therefore, Eugene Dubois suspect that was included in Australid race. Homo wajakensis fossils also has similarities with the human fossil of Niah in Sarawak, Malaysia, man of Tabon in Palawan, Philippines, and Australid fossils from South China and South Australia. Other archaeological evidence indicates the existence of a cave dwelling (rockshelter) which was where the ancient human life at the time. The findings of food debris, as seashells (Gastropoda) and also animal bones as kitchen waste. The archaeological evidence providing information about Homo wajekensis where to stay at that time. 
DAFTAR ALAMAT DAN NOMOR REKENING PEMESANAN/* ADDRESSES AND ORDER ACCOUNT NUMBERS* DKI JAKARTA, BOTABEK, & BANTEN: KANTOR FILATELI JAKARTA Jl. Pos No. 2 Jakarta 10710, INDONESIA Telp. +62.21.38834738 Fax. 62.21.3861787 Email: 107kkp@posindonesia.co.id Rekening Bank BNI Jakarta Cab. Pecenongan No. 0009140857 a.n. Dlvre IV Jakarta (Filateli) JAWA TENGAH & DIY: KANTOR POS SEMARANG Jl. Pemuda No.4 Semarang 50139 Telp. +62.24.3543271 Fax +62.24.3861787 Email: 500kkp@posindonesia.co.id Rekening Bank Mandiri Cab. Pemuda No. 1350007588831 a.n. Kepala Kantor Pos SUMATERA UTARA & NAD: KANTOR POS MEDAN Jl. Pos No.1 Medan 20131 Telp. +62.61.4568940 Fax +62.61.4515633 Email: 200kkp@posindonesia.co.id Rekening Bank Mega Cab. Medan No. 1045001100069 a.n. Kepala Kantor Pos SUMSEL, BENGKULU, JAMBI, LAMPUNG & BABEL: KANTOR POS PALEMBANG Jl. Merdeka No.5 Palembang 30132 Telp. +62.711.351156 Fax +62.711.310755 Email: 300kkp@posindonesia.co.id Rekening Bank Mandiri Cab. Palembang No. 1120007701415 a.n. Kepala Kantor Pos KALBAR, KALSEL, KALTENG, & KALTIM: KANTOR POS BANJARMASIN Jl. Lambung Mangkurat No.19 Banjarmasin 70111 Telp. +62.511.3363745/3363746 Fax +62.511.3353264/3363750 Email: 700cs@posindonesia.co.id Rekening Bank Mandiri Cab. Banjarmasin No. 0310097001633 a.n. Kepala Kantor Pos PAPUA, PAPUA BARAT, MALUKU, & MALUT: KANTOR POS JAYAPURA JL Koti No.3 Jayapura 99221 Telp. +62.967.533930 Fax +62.967.523584 Email: 990kkp@posindonesia.co.id Rekening Bank Mandiri Cab. Jayapura No. 1540093000101 a.n. Kepala Kantor Pos JAWA BARAT: KANTOR POS BANDUNG Jl. Asia Afrika No.49 Bandung 40111 Telp. +62.22.4210528 Fax +62.22.4240725 Email: 400mfilateli@posindonesia.co.id Rekening Bank BNI Bandung Cab. A. Yani No. 0024464513 a.n. Divre V Kantor Pos | Pilih salah satu/optional
Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

artikel lainnya Fosil manusia purba pertama kali ditemukan oleh Van Riestchoten

Wednesday 8 November 2017 | Post

Satu tahun sudah ‘Griya Peni – Mbatik Yuuuk’ bekerjasama dengan Estubizi dengan Misi Pelestarian Budaya –…

Sunday 10 December 2017 | Post

Festival Jaksa Reborn & Jaksa Etnic Festival 2017 22-23 Desember 2017 @ Sepanjang Jalan Jaksa Jakarta…

Tuesday 11 July 2017 | Post

Kabar Gembira… Extra Flight TransNusa rute DENPASAR – LABUAN BAJO & LABUAN BAJO – DENPASAR Tanggal…

Tuesday 12 September 2017 | Post

Bagaimana prinfsip 90/10 itu ? – 10% dari hidup kita terjadi karena apa yang langsung kita…