Public Speaking


PUBLIC SPEAKING
Public Speaking pada kenyataannya sangat dekat dengan ehidupan kita sehari-hari. Kita menikmati sebuah public speaking etika kita mendengarkan khotbah jum’at di masjid, ceramah umum i lapangan atau pidato Bapak Bupati, Camat, Lurah kepada ‘arganya ketika memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan RI. ara juru kampanye Q’urkam) adalah pembicara {public speaker) mg piawai. Para guru atau dosen yang menyampaikan materi elajaran/perkuliahan kepada siswa-siswanya juga merupakan ublic speaker, dengan pesan dan gayanya yang mengagumkan ublic speaker mampu membentuk pendapat umum (public opinion) an menggiring hadirin untuk mempunyai suatu preferensi.
Aristoteles dalam bukunya The Rheotic
menyebutkan empat fungsi public speaking :
Mencegah. munculnya penyimpangan dan ketidakadilan Menyampaikan instruksi sekiranya instruksi keilmuan tidak diperoleh Membicarakan suatu kasus agar kasus itu dapat diketahui rl. berbagai aspek. Berfungsi sebagaialat untuk mempertahankan diri
Dalam penggunaannya yang lebih kontemporer, public speaking  untuk (Whitman and Boase, 1983:296)
Menarik perhatian (to interest) y- Menghibur (to entertain)
Memberikan informasi (to inform)
Mempertanyakan suatu perkara (to inguire)
Membujuk (to pursuade)
Meyakinkan (to convince)
Memberikan rangsangan (to stimulate)
Memberi kritikan (to denounce)
Membentuk kesan (to impress)
Memperingatkan (to warn)
Membangun semangat (to arous)
Memberikan instruksi (to instruct)
Menyajikan sebuah penelusuran (to explore)
Menggerakkan massa (to move)
Menyamarkan suatu perkara (to confuse)
Penyapaan disesuaikan dengan siapa hadirin yang hadir pada saat kita berpidato. Bisa kepada Presiden, Menteri, Pejabat Tinggi, Tokoh Keagamaan, atau kepada Khalayak Umum. Misalnya, kepada khalayak umum kita bisa menyapa dengan  “kepada teman-teman atau Bapak-bapak dan Ibu-ibu” Ungkapan-ungkapan tabik salam yang sangat lazim digunakan antara lain :  
“Selamat pagi”
 “Assalaamu’alaikum warahmatullahhi wabarakatuh, dll
Bagian pembukaan sebuah pidato sangat penting dan berfuniiM untuk :
Menyampaikan maksud baik pembicara .
Meraih dan mempertahankan perhatian hadirin
Menyampaikan topik dan maksud pidato
Memberi kesempatan kepada hadirin untuk menyiapkan diri 0
Membawa hadirin ke dalam konteks pidato
fea’gianfpeltibaKa
Bagian pembahasan mempunyai alur pemaparan yang sejalan dengan topik yang disampaikan pada bagian pembukaan Pembahasan merupakan badan atau jantung pidato. Pada bagian ini kita mengembangkan ide-ide pidato. Berikut contoh ungkapan- ungkapan dalam bagian pembahasan “Kunci untuk meningkatkan pangsa pasar kita adalah inovasi” “Jangan sampai kita mengalami ketidakpuasan dari para pelanggan kita”
Bagian penutup penting sekali karena ia memberikan kesempatan terakhir kepada pembicara untuk memperjelas atau mengingatknn kembali ide-idenya (remaks, points atau opinions) kepada hadinn Bagian akhir sebuah pidato dapat pula ditutup dengan menyampaikan sebuah puisi, bait-bait lagu, cerita pendek y mengandung hikmah, sebuah peribahasa atau kata mutiara Dalam hal ini orator hendaknya menghindari pemakaian kata ambigu.
Apologetik (bermaksud untuk merendahkan hati yang tidak perlu) seperti “saya tahu’ saya tidak bisa berbicara dengan baik”.i PFap’arilterimaVsirtlttas’fprh~atlanWaainn/7’ah7cmq| Ungkapan-ungkapan terima kasih yang sangat adalah “Terima kasih banyak”
“Terima kasih atas atensinya” dll Teknik Penyampaian Pidato ara penyampaian pidato ditentukan oleh tiga unsur tama lingkungan pidato, yaitu Si pembawa pidato itu sendiri (speaker), aat atau pidato disampaikan.(occasion) dan hadirin (audience). Ada lima 3ra penyampaian pidato yang dipraktekkan secara luas.
Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment