Jenis Pidato Komunikasi


IMPROMTU
Cara ini dipakai ketika kita diminta untuk menyampaikan sebuah pidato scara sepontan. Biasanya cara ini lebih disukai seorang orator yang berpengalaman dan berpengetahuan luas. Impromptu itu sendiri berarti “dalam keadaan siap” (in readiness), la siap berpidato kapan saja dengan topik apa saja karena ia telah banyak membaca, mengamati, dan mengalami banyak hal serta pandangan dan pergaulan luas.
I xtempore berasal dari bahasa Latin yang artinya “sebagai h.isil/atas dorongan sesaat” (on the spul of the moment). Cara extempore ini bersifat spontan, tetapi mpppHnbn pqrgncanaan, per.i.ipan, dan latihan.
Cara ini digemari oleh para negarawan, usahawanakademisi ketika menyampaikan pidato pada Pembacaan secara penuh dimaksudkan untuk humtj.
Seorang pembicara dapat berpidato dengan melihat kartu berukuran saku (pocket size card) sebagai penuh. Catatan tersebut memuat hal-hal penting, kata-k.it. petunjuk-petunjuk yang menonjol atau hanya sebuah outline.
Teknik Memperkuat Pesan-Pesan Dalam Berpidato
Penjelasan merupakan rincian yang memperjelas suatu bahasan d.m menyampaikan tentang mengapa, bagaimana, dan apa sebenarnya mengenai bahasan tersebut.
Otoritas adalah apa yang telah diungkapkan oleh oran<| y.iii’i berwenang dibidang tertentu dalam karya-karyanya.Pidato dengan hapalan dilakukan dengan menghapal atau mengingat seluruh bagian teks pidato, kemudian pidato disampaikan tanpa teks.pidato “Dilema Demokrasi”. Untuk memperkuat pesan pidato kita tentang demokrasi maka kita dapat mengutip pendapat seorang filosof seperti Plato atau ilmuwan Robert Dahi.
Sebuah kesaksian yang disampaikan oleh0orang lain yang pernah mengalami suatu perkara atau kejadian. Public speaker dapat memanfaatkannya disela-sela atau diakhir pidato. Misalnya, seseorang yang pernah memakai narkoba dijadikan contoh pada sebuah pidato yang bertema.“Efek Dari Penggunaan Narkoba”.
11 u si rasfif i 11 ustratlon! Merupakan contoh rinci yang berbentuk cerita baik fiktif atau nyata.
Dengan ilustrasi ini akan memberikan kesempatan kepada hadirin untuk mencocokkan ilustrasi tersebut dengan pengalaman mereka.
Bantuan Suatu ide akan lebih mudah tertangkap dan dipahami oleh hadirin tertentu bila ide tersebut disampaikan dengan bantuan baha-bahan atau alat-alat peraga yang merangsang panca indra penglihatan. Alat Bantu tersebut dapat berupa :
Diri kita sendiri
Misalnya, kita dapat memperagakan suatu gerakan tari ketika kita menyampaikan sebuah penyajian dengan tema “tarian nasional”
Papan tulis
Poster
Video dan Film           
Overhead proyektor (OHP)
Slide proyektor 35 mm (grafik, tabel, diagram)
Bahan cetakan (abstraksi, resume, sinopsis, daftar)
Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment