Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

PETA DAN PEMETAAN

Mar
23
2012
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

 

PRINSIP DASAR PETA DAN PEMETAAN
STANDAR KOMPETENSI
  1. Mempraktekkan ketrampilan dasar peta dan pemetaan
KOMPETENSI DASAR
  1.1 Mendeskripsikan prinsip-prinsip dasar peta dan pemetaan
 INDIKATOR
1. Menjelaskan pengertian peta
2. Membedakan prinsip dasar pemetaan
3. Menghitung jarak dengan menggunakan skala peta
4. Menentukan skala peta suatu peta
5. Melalui suatu peta, dapat menentukan bentuk proyeksi peta

MATERI PETA

Prinsip-Prinsip Dasar Peta dan Pemetaan
  PengertianPeta :
  gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.Sedangkan ilmu yang mempelajari peta disebut kartografi
 
Menurut ICA (International Cartographic Assosiation), peta adalah gambar konvensionalyang dinormalisasidalam skala, biasanya dalam bentuk bidang datar dan dari data yang dipilih mengenai pemandanganabstrak yang berhubungandengan permukan bumi dan atau keadaan di dalam bumi.
Secara umum yang dimaksud peta adalah gambar konvensional secara selektif  dari permukaan bumi dengan segala fenomenanya sebagaimana terlihat dari atas, di buat pada bidang datar, diperkecil dalam skala, ditambah tulisan atau simbol sebagai tanda pengenal (identitas).

JENIS-JENIS PETA

Berdasarkan skalanya, peta dikelompokkan menjadi 5:
1.Peta Kadaster, yaitu peta yang berskala 1 : 100 sampai  1 : 5000.
2.Peta skala besar yaitu peta berskala 1 : 5000 sampai 1 : 250.000
3.Peta Skala Sedang yaitu peta berskala 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000
4.Peta SkalaKecil yaitu peta berskala 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.
5.Peta Geografi yaitu peta berskala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.

Berdasarkan isinya peta dibedakan 2:
1.  Peta Umum/Peta Ikhtisar yaitu peta yang menggambarkan segala sesuatu yang ada dalam suatu daerah/wilayah secara umum. Peta umum dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
  a.  Peta Topografi, yaitu peta berskala besar yang   menggambarkan   relief permukaan bumi.
  b.  Peta Chorografi yaitu peta berskala sedang sampai   kecil yang   menggambarkandaerah luas.
  c.  Peta dunia yaitu peta berskala kecil yang   menggambarkan   sebagian/seluruh permukaan bumi.
2.  Peta Khusus/Peta Tematik yaitu peta yang menggambarkan kenampakan tertentu saja. Misalnya: Peta Curah hujan, Peta Penggunaan Lahan, Peta Politik, Peta Pariwisata, Peta Geologi, Chart dan lain-lain. 

Berdasarkan keadaan obyeknya, peta dibedakan menjadi 2: yaitu:
1.  Peta dinamik yaitu peta yang menggambarkan fenomena/data yang labil (cepat berubah). Data sosial bersifat labil. Misalnya: Peta Permukiman, dan Peta Transmigrasi.
2. Peta Stasioner yaitu peta yang mnggambarkan fenomena/data yang statis (tidak cepat berubah). Data alami bersifat statis. Misalnya: Peta Tanah dan Peta Wilayah.

Berdasarkan tujuannya, peta
dibedakan 7:
1.  Peta Pendidikan (Educational Map)
2.Peta Ilmu Pengetahuan (Science Map)
3.Peta Informasi Umum (General Information Map)
4.Peta Turis (Tourism Map)
5.Peta Navigasi (Navigation Map)
6.Peta Aplikasi (Technical Application Map)
7.Peta Perencanaan (Planning Map)  
Peta memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu :
  Peta harus dilengkapi dengan unsur/komponen peta, seperti : judul, garis astronomi, inset lokasi, garis tepi, skala peta, sumber, tahun pembuatan, orientasi peta, warna, legenda, tulisan, dan proyeksi peta yang disebut dengan komponen atau unsur peta 
 KOMPONEN PETA :
  1. Judul Peta
      Peta harus diberi judul atau identitas yang mencerminkan isi   peta.
 
  2. Mata Angin ( Petunjuk Arah )

  Mata angin harus dicantumkan dalam peta untuk mengetahui arah utara, selatan,barat, dan timur pada peta.
3. Skala Peta
Skala peta menunjukkan perbandingan antara jarak sebenarnya dan jarak pada peta. Penulisan skala dapat berupa skala angka atau skala grafis.
 
Contoh skala angka adalah 1 : 50.000 , artinya 1 cm pada peta sama dengan50.000 cm atau 0,5 km dilapangan
4. Simbol
  merupakan tanda untuk menggambarkan ( melambangkan ) kenampakan atau objek dan letaknya di permukaan bumi dalam peta. 
5. Legenda
  Legenda menjadi kunci untuk membaca peta karena berisi keterangan simbo-simbol yang terdapat dalam peta. Legenda biasanya diletakkan dibagian kiri atau kanan bawah peta di sebelah dalam garis tepi.
6. Garis Tepi
  merupakan garis untuk membatasi ruang peta, umumnya berbentuk persegi empat.
  7. Garis Astronomis
  Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur. Garis-garis itu berguna untuk mengetahui posisi absolut suatu objek pada peta utama. Tanda – tanda koordinat garis astronomis umumnya digambarkan dengan garis – garis pendek memotong garis tepi. 
8. Sumber Peta
   Contoh :Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL), Jawatan Topografi Angkatan Darat, Serta Badan Pertahanan Nasional.
9. Tahun Pembuatan
Tahun pembuatan peta berguna untuk mengetahui waktu peta itu dibuat. Tahun pembuatan peta penting untuk dicantumkan khususnya pada peta yang sifat datanya selalu mengalami perubahan.
10. Tulisan/Lettering
Yaitu tulisan atau angka yang tertera di peta.
Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya PETA DAN PEMETAAN

Saturday 30 September 2017 | Post

Artis Strength and Fitness – Cross-Training Metcon (Time) Teams of 3 Run 1 mile together Every…

Thursday 22 March 2012 | Post

  PRINSIP DASAR PETA DAN PEMETAAN STANDAR KOMPETENSI   1. Mempraktekkan ketrampilan dasar peta dan pemetaan…

Friday 3 March 2017 | Post

Sejarah menunjukkan, kain lurik sudah ada sejak kurang lebih 3.000 tahun silam. Beberapa peninggalan sejarah memperlihatkan…

Monday 14 August 2017 | Post

HDFC Coops – The Best Deal In New York City Estate Real? HDFC Coops – The…