Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

PENGINDERAAN JAUH (REMOTE SENSING)

Mar
22
2012
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

PENGINDERAAN JAUH

A.    Pengertian Penginderaan jauh menurut para ahli :

·      Menurut Lillesand dan Kiefer (1979)
Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah, atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, daerah, atau gejala yang dikaji.

·      Menurut Colwell (1984)
Penginderaaan Jauh yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas atau jauh dari objek yang diindera.

·      Menurut Curran (1985)
Penginderaan Jauh yaitu penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna.

·      Menurut Lindgren (1985)
Penginderaan Jauh yaitu berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi

               Dari beberapa pengertian penginderaan jauh menurut para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa Penginderaan jauh adalah ilmu, seni, dan tehnik untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena di permukaan bumi melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek..

  B.     Sistem penginderaan jauh

Sistem penginderaan jauh ialah serangkaian komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama yang digunakan dalam penginderaaan jauh. Komponen-komponen tersebut adalah :

1. Sumber tenaga

Karena penginderaan jauh dilakukan dari jarak jauh, diperlukan tenaga penghubung yang membawa data tentang objek ke sensor. Sumber tenaga dalam penginderaan jauh dapat dibedakan menjadi dua yaitu tenaga alam yang dapat berupa sinar matahari untuk penginderaan jauh sistem pasif. dan yang kedua adalah tenaga buatan yang dapat berupa radar dan satelit yang digunakan dalam penginderaan jauh sistem aktif.
2.Atmosfer
Atmosfer merupakan media atau sarana perambatan sumber tenaga terhadap objek. tmosfer membatasi bagian sektrum elektromagnetik yang dapat digunakan dalam penginderaan jauh. Pengaruh atmosfer merupakan fungsi panjang gelombang dan bersifat selektif terhadap panjang gelombang.
3.Objek
Objek merupakan tempat atau media yang akan dipantulkan oleh tenaga elektronik. Tiap obyek mempunyai karakteristik tertentu dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor. Pengenalan obyek pada dasarnya dilakukan dengan menyidik (tracing) karakteristik spektral objek yang tergambar pada citra. Objek yang banyak memantulkan atau memancarkan tenaga akan tampak gelap pada citra (Sutanto, 1986). Objek yang dapat digambarkan pada foto udara terbatas pada objek yang tampak, yaitu objek di permukaan bumi yang tidak terhalang oleh objek lainnya.
4.Sensor
Tenaga yang datang dari objek di permukaan bumi diterima dan direkam oleh alat pengindera atau sensor. Setiap sensor memiliki kepekaan tersendiri terhadap bagian spectrum elektromagnetik. Berdasarkan proses perekamannya, sensor dibedakan menjadi :

a.       Sensor fotografik adalah sensor yang berupa kamera yang bekerja pada spectrum tampak dan menghasilkan foto atau citra.

b.      Sensor elektromagnetik adalah sensor yang bertenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik yang beroperasi pada spectrum yang lebih luas, yaitu sinar x sampai gelombang radio yang menghasilkan foto atau citra.

  1. Citra

Menurut Hornby (Sutanto, 1994:6), citra merupakan gambaran yang terekam oleh kamera atau oleh sensor lainnya. Benda yang terekam pada citra dapat dikenali berdsarkan ciri yang terekam oleh sensor. tiga ciri yang terekam oleh sensor adalah ciri spasial, ciri temporal, dan ciri spektral.

·         Ciri spasial, adalah ciri yang berkaitan dengan ruan, meliputi : bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, situs, dan asosiasi.

·         Ciri Temporal, adalah ciri yang terkait dengan umur benda atau waktu saat perekaman.

·         Ciri Spektral, adalah ciri yang dihasilkan oleh tenaga elektromagnetik dengan benda, yang dinyatakan dengan rona dan warna.

Citra dapat dibedakan atas citra foto (photographic image) atau foto udara dan citra nonfoto (non-photographic image).


  1. Pengguna data

Hasil penginderaan jauh yang berupa citra akan digunakan oleh pengguna data sebagai salah satu sumber data untuk menganalisis sebuah daerah, fenomena, atau permasalahan yang sedang dikaji.

  Dari semua komponen-komponen tersebut akan membentuk suatu sistem pengambilan data penginderaan jauh, sistem tersebut adalah sebagai berikut :


Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Misalnya permukiman pada umumnya memanjang pada pinggir beting pantai, tanggul alam atau sepanjang tepi jalan. Juga persawahan, banyak terdapat di daerah dataran rendah, dan sebagainya.



D.    Langkah-langkah interpretasi citra

Menurut Este dan Simonett, 1975: Interpretasi citra merupakan perbuatan mengkaji foto udara atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut. Jadi di dalam interpretasi citra, penafsir mengkaji citra dan berupaya mengenali objek melalui tahapan kegiatan, yaitu:

·         deteksi

·         identifikasi

·         analisis

Setelah melalui tahapan tersebut, citra dapat diterjemahkan dan digunakan ke dalam berbagai kepentingan seperti dalam: geografi, geologi, lingkungan hidup, dan sebagainya. Pada dasarnya kegiatan interpretasi citra terdiri dari 2 proses, yaitu melalui pengenalan objek melalui proses deteksi dan penilaian atas fungsi objek.

1. a. Pengenalan objek melalui proses deteksi yaitu pengamatan atas adanya suatu objek, berarti penentuan ada atau tidaknya sesuatu pada citra atau upaya untuk mengetahui benda dan gejala di sekitar kita dengan menggunakan alat pengindera (sensor). Untuk mendeteksi benda dan gejala di sekitar kita, penginderaannya tidak dilakukan secara langsung atas benda, melainkan dengan mengkaji hasil rekaman dari foto udara atau satelit.

b. Identifikasi.

Ada 3 (tiga) ciri utama benda yang tergambar pada citra berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor yaitu sebagai berikut:

·         Spektoral

Ciri spektoral ialah ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga elektromagnetik dan benda yang dinyatakan dengan rona dan warna.

·         Spatial

Ciri spatial ialah ciri yang terkait dengan ruang yang meliputi bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, situs, dan asosiasi.

·         Temporal

Ciri temporal ialah ciri yang terkait dengan umur benda atau saat perekaman.

2. Penilaian atas fungsi objek dan kaitan antar objek dengan cara menginterpretasi dan menganalisis citra yang hasilnya berupa klasifikasi yang menuju ke arah teorisasi dan akhirnya dapat ditarik kesimpulan dari penilaian tersebut. Pada tahapan ini, interpretasi dilakukan oleh seorang yang sangat ahli pada bidangnya, karena hasilnya sangat tergantung pada kemampuan penafsir citra.



E.     Pemanfaatan citra penginderaan jauh

Kegunaan citra penginderaan jauh antra lain sebagai berikut :

1.      Sebagai alat bantu dalam menyusun teori

2.      Teori adalah serangkaian peryataan tentang hubungan antara dua gejala atau lebih yang dibuat dengan tingkat kepercayaan tertentu. Teori tersebut disusun berdasarkan penelitian yang dibuat dengan tingkat kepercayaan antara teori dan fakta.

3.      Sebagai atau untuk menemukan fakta

Citra yang menyajikan gambaran lengkap merupakan sumber data yang dapat diinterpretasi secara cepat.

4.      Sebagai alat penelitian

Citra yang menyajikan gambaran sinoptik merupakan alat yang baik dalam memberikan rekaman objek, gejala, atau daearah.

5.      Sebagai dasar penjelasan

Citra yang menyajikan gambaran lengkap dengan ujud dan letak yang mirip wujud dan letak sebenarnya merupkan alat yang baik sekali untuk memahami letak dan susunan gejala di muka bumi.

6.      Sebagai alat dalam prediksi pengendalian.

Citra merupakan alat bantu secara visual yang bermanfaat di dalam prediksi dan pengendalian, yaitu sebagai abstraksi kondisi masa yang akan datang dan sebagai peta kerja. Citra :
gambaran suatu gejala atau objek hasil rekaman dari sebuah sensor, baik dengan cara optik, elektrooptik maupun elektronik.
Citra merupakan salah satu jenis data hasil penginderaan jauh yang berupa data visual/gambar. Citra sering disebut dengan Image atau  Imagery. Hasil penginderaan jauh selain citra misalnya adalah data digital atau data angka/numerik.
dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Citra Foto (photographic image)
yaitu citra yang yang dihasilkan dari perekaman obyek di permukaan bumi yang menggunakan sensor kamera fotografik.
2. Citra Nonfoto (nonphotographic image)
yaitu citra yang dihasilkan dari perekaman obyek di permukaan bumi yang menggunakan sensor nonkamera yang merekam dengan cara memindai/scanning
Beberapa perbedaan antara citra foto dengan cira nonfoto antara lain :

No
Variabel pembeda
Citra Foto
Citra Non Foto
1
Sensor
Kamera
–   Non kamera, atas dasar pemindaian

–   Kamera yang detektornya bukan film

gambaran suatu gejala atau objek hasil rekaman dari sebuah sensor, baik dengan cara optik, elektrooptik maupun elektronik.
Citra merupakan salah satu jenis data hasil penginderaan jauh yang berupa data visual/gambar. Citra sering disebut dengan Image atau  Imagery. Hasil penginderaan jauh selain citra misalnya adalah data digital atau data angka/numerik.

2
Detektor
Film
Pita magentik, termistor, foto konduktif, foto voltaik
3
Proses perekaman
Fotografik/kimiawi
Elektronik
4
Mekanisme perekaman
Serentak
Parsial
5
Spektrum Elektromagnetik
Tampak dan perluasannya
Tampak perluasannya, termal serta gelombang mikro

interpretasi citra :adalah kegiatan menafsir, mengkaji, mengidentifikasi, dan mengenali obyek pada citra, selanjutya menilai arti penting dari obyek tersebut
Kegiatan memperoleh data inderja dari interpretasi citra ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu, yaiatu Stereoskop. Alat ini berfungsi untuk memunculkan gambar 3D dari 2 buah foto udara 2D yang diletakkan secara bertampalan. Dua buah foto udara tersebut merupakan wilayah yang sama namun sudut pemotretannya berbeda.

A.    Pengertian Penginderaan jauh

Pengertian penginderaan jauh menurut para ahli :

·      Menurut Lillesand dan Kiefer (1979)

Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah, atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, daerah, atau gejala yang dikaji.

·      Menurut Colwell (1984)

Penginderaaan Jauh yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas atau jauh dari objek yang diindera.

·      Menurut Curran (1985)

Penginderaan Jauh yaitu penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna.

·      Menurut Lindgren (1985)

Penginderaan Jauh yaitu berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi

            Dari beberapa pengertian penginderaan jauh menurut para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa Penginderaan jauh adalah ilmu, seni, dan tehnik untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena di permukaan bumi melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek..


B.     Sistem penginderaan jauh

Sistem penginderaan jauh ialah serangkaian komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama yang digunakan dalam penginderaaan jauh. Komponen-komponen tersebut adalah :

  1. Sumber tenaga
  1. Atmosfer
  1. Objek
  1. Sensor

  1. Citra
Menurut Hornby (Sutanto, 1994:6), citra merupakan gambaran yang terekam oleh kamera atau oleh sensor lainnya. Benda yang terekam pada citra dapat dikenali berdsarkan ciri yang terekam oleh sensor. tiga ciri yang terekam oleh sensor adalah ciri spasial, ciri temporal, dan ciri spektral.

·         Ciri spasial, adalah ciri yang berkaitan dengan ruan, meliputi : bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, situs, dan asosiasi.

·         Ciri Temporal, adalah ciri yang terkait dengan umur benda atau waktu saat perekaman.

·         Ciri Spektral, adalah ciri yang dihasilkan oleh tenaga elektromagnetik dengan benda, yang dinyatakan dengan rona dan warna.

Citra dapat dibedakan atas citra foto (photographic image) atau foto udara dan citra nonfoto (non-photographic image).

 

  1. Pengguna data

Hasil penginderaan jauh yang berupa citra akan digunakan oleh pengguna data sebagai salah satu sumber data untuk menganalisis sebuah daerah, fenomena, atau permasalahan yang sedang dikaji.

Dari semua komponen-komponen tersebut akan membentuk suatu sistem pengambilan data penginderaan jauh, sistem tersebut adalah sebagai berikut :
 
 

C.     Unsur-unsur citra penginderaan jauh

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengamati kenampakan objek dalam foto udara, yaitu:

·      Bentuk

Adalah kerangka suatu objek.

·      Ukuran objek

Ukuran merupakan ciri objek yang antara lain berupa jarak, luas, tinggi lereng dan volume. Ukuran objek pada citra berupa skala, karena itu dalam memanfaatkan ukuran sebagai interpretasi citra, harus selalu diingat skalanya.

Contoh: Lapangan olah raga sepakbola dicirikan oleh bentuk (segi empat) dan

ukuran yang tetap, yakni sekitar (80 m – 100 m).

·      Pola

Adalah hubungan susunan spasial objek.

Contoh            : Teater luar dengan pengendara mobil mempunyai susunan dan pola seperti kawasan parkir.

·      Bayangan

Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau objek yang berada di daerah gelap. Meskipun demikian, bayangan juga dapat merupakan kunci pengenalan yang penting bagi beberapa objek yang justru dengan adanya bayangan menjadi lebih jelas. Contoh: Lereng terjal tampak lebih jelas dengan adanya bayangan, begitu juga cerobong asap dan menara, tampak lebih jelas dengan adanya bayangan. Foto-foto yang sangat condong biasanya memperlihatkan bayangan objek yang tergambar dengan jelas, sedangkan pada foto tegak hal ini tidak terlalu mencolok, terutama jika pengambilan gambarnya dilakukan pada tengah hari.

·      Rona

Adalah warna atau kecerahan relative objek pada foto.

·      Tekstur

Adalah frekuensi perubahan rona pada citra. Tekstur dinyatakan dengan: kasar, halus, dan sedang.

Misalnya: Hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang dan semak bertekstur halus.

·      Situs

Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Misalnya permukiman pada umumnya memanjang pada pinggir beting pantai, tanggul alam atau sepanjang tepi jalan. Juga persawahan, banyak terdapat di daerah dataran rendah, dan sebagainya.

D.    Langkah-langkah interpretasi citra

Menurut Este dan Simonett, 1975: Interpretasi citra merupakan perbuatan mengkaji foto udara atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut. Jadi di dalam interpretasi citra, penafsir mengkaji citra dan berupaya mengenali objek melalui tahapan kegiatan, yaitu:

·         deteksi

·         identifikasi

·         analisis

Setelah melalui tahapan tersebut, citra dapat diterjemahkan dan digunakan ke dalam berbagai kepentingan seperti dalam: geografi, geologi, lingkungan hidup, dan sebagainya. Pada dasarnya kegiatan interpretasi citra terdiri dari 2 proses, yaitu melalui pengenalan objek melalui proses deteksi dan penilaian atas fungsi objek.

1. a. Pengenalan objek melalui proses deteksi yaitu pengamatan atas adanya suatu objek, berarti penentuan ada atau tidaknya sesuatu pada citra atau upaya untuk mengetahui benda dan gejala di sekitar kita dengan menggunakan alat pengindera (sensor). Untuk mendeteksi benda dan gejala di sekitar kita, penginderaannya tidak dilakukan secara langsung atas benda, melainkan dengan mengkaji hasil rekaman dari foto udara atau satelit.

b. Identifikasi.

Ada 3 (tiga) ciri utama benda yang tergambar pada citra berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor yaitu sebagai berikut:

·         Spektoral

Ciri spektoral ialah ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga elektromagnetik dan benda yang dinyatakan dengan rona dan warna.

·         Spatial

Ciri spatial ialah ciri yang terkait dengan ruang yang meliputi bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, situs, dan asosiasi.

·         Temporal

Ciri temporal ialah ciri yang terkait dengan umur benda atau saat perekaman.

2. Penilaian atas fungsi objek dan kaitan antar objek dengan cara menginterpretasi dan menganalisis citra yang hasilnya berupa klasifikasi yang menuju ke arah teorisasi dan akhirnya dapat ditarik kesimpulan dari penilaian tersebut. Pada tahapan ini, interpretasi dilakukan oleh seorang yang sangat ahli pada bidangnya, karena hasilnya sangat tergantung pada kemampuan penafsir citra.

E.     Pemanfaatan citra penginderaan jauh

Kegunaan citra penginderaan jauh antra lain sebagai berikut :

1.      Sebagai alat bantu dalam menyusun teori

2.      Teori adalah serangkaian peryataan tentang hubungan antara dua gejala atau lebih yang dibuat dengan tingkat kepercayaan tertentu. Teori tersebut disusun berdasarkan penelitian yang dibuat dengan tingkat kepercayaan antara teori dan fakta.

3.      Sebagai atau untuk menemukan fakta

Citra yang menyajikan gambaran lengkap merupakan sumber data yang dapat diinterpretasi secara cepat.

4.      Sebagai alat penelitian

Citra yang menyajikan gambaran sinoptik merupakan alat yang baik dalam memberikan rekaman objek, gejala, atau daearah.

5.      Sebagai dasar penjelasan

Citra yang menyajikan gambaran lengkap dengan ujud dan letak yang mirip wujud dan letak sebenarnya merupkan alat yang baik sekali untuk memahami letak dan susunan gejala di muka bumi.

6.      Sebagai alat dalam prediksi pengendalian.

Citra merupakan alat bantu secara visual yang bermanfaat di dalam prediksi dan pengendalian, yaitu sebagai abstraksi kondisi masa yang akan datang dan sebagai peta kerja. Citra :
gambaran suatu gejala atau objek hasil rekaman dari sebuah sensor, baik dengan cara optik, elektrooptik maupun elektronik.
Citra merupakan salah satu jenis data hasil penginderaan jauh yang berupa data visual/gambar. Citra sering disebut dengan Image atau  Imagery. Hasil penginderaan jauh selain citra misalnya adalah data digital atau data angka/numerik.
   Citra dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Citra Foto (photographic image)
yaitu citra yang yang dihasilkan dari perekaman obyek di permukaan bumi yang menggunakan sensor kamera fotografik.
2. Citra Nonfoto (nonphotographic image)
yaitu citra yang dihasilkan dari perekaman obyek di permukaan bumi yang menggunakan sensor nonkamera yang merekam dengan cara memindai/scanning
Beberapa perbedaan antara citra foto dengan cira nonfoto antara lain :

–   Kamera yang detektornya bukan film

interpretasi citra :adalah kegiatan menafsir, mengkaji, mengidentifikasi, dan mengenali obyek pada citra, selanjutya menilai arti penting dari obyek tersebut
Kegiatan memperoleh data inderja dari interpretasi citra ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu, yaiatu Stereoskop. Alat ini berfungsi untuk memunculkan gambar 3D dari 2 buah foto udara 2D yang diletakkan secara bertampalan. Dua buah foto udara tersebut merupakan wilayah yang sama namun sudut pemotretannya berbeda.


Langkah-langkah umum yang dilakukan untuk memperoleh data penginderaan jauh agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai bidang adalah :
1.  Deteksi
Pada tahap ini dilakukan kegiatan mendeteksi obyek yang terekam pada foto udara maupun foto satelit
2.  Identifikasi
Mengidentifikai obyek berdasarkan ciri-ciri spektral, spasial dan temporal.
3.  Pengenalan
Pengenalan obyek yang dilakukan dengan tujuan untuk mengklasifikasikan obyek yang tampak pada citra berdasarkan pengetahuan tertentu
4.  Analisis
Analisis bertujuan untuk mengelompokkan obyek yang mempunyai ciri-ciri yang sama
5.  Deduksi
Merupakan kegiatan pemrosesan citra berdasarkan obyek yang terdapat pada citra ke arah yang lebih khusus.
6.  Klasifikasi
Meliputi deskripsi dan pembatasan (deliniasi) dari obyek yang terdapat pada citra
7.  Idealisasi
Penyajian data hasil interpretasi citra ke dalam bentuk peta yang siap pakai.
 Dalam melakukan kegiatan interpretasi citra, ada beberapa unsur yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan deteksi, identifikasi untuk mengenali sebuah obyek. Unsur-unsur tersebut jika disusun secara hirarki menurut tingkat kesulitan interpretasi akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini :
Unsur-unsur interpretasi citra :
1.  Rona dan Warna
Rona adalah tingkat kecerahan/kegelapan suatu obyek yang terdapat pada citra
Warna adalah ujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak.
2.  Bentuk
Mencerminkan konfigurasi atau kerangka obyek, baik bentuk umum (shape) maupun bentuk rinci (form) untuk mempermudah pengenalan data.
3.  Ukuran
Termasuk dalam unsur ukuran adalah jarak, lua, volume, ketinggian tempat dan kemiringan. Ukuran dapat mencirikan obyek sehingga dapat dijadikan sebagai ciri pembeda dengan obyek lainnya
4.  Tekstur
Tekstur adalah frekuensi perubahan atau pengolangan rona pada citra. Dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu tekstur halus, sedang dan kasar.
5. Pola
Pola adalah kecenderungan bentuk suatu obyek , misal pola aliarn sungai, jaringan jalan dan pemukiman penduduk.
6.  Bayangan
Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau obyek yang berada pada daerah gelap. Obyek yang berada pada daerah gelap biasanya tidak terlihat atau hanya samar-samar. Meskipun demikian bayangan sering menjadi kunci penting pada pengenalan beberapa obyek yang justru lebih tampak pada bayangannya.
7. Situs
Merupakan tempat kedudukan suatu obyek terhadap obyek lain di sekitarnya. Situs bukan merupakan ciri obyek secara langsung, melainkan dalam kaitannya dengan lingkungan sekitarnya.
8.  As0siasi
Adalah keterkaitan antara obyek yang satu dengan obyek yang lain. Karena adanya keterkaitan ini maka terlihatnya suatu obyek pada citra sering merupakan petunjuk bagi adanya obyek lain.
9.  Konvergensi bukti
Di dalam mengenali sebuah obyek pada pada foto udara dianjurkan tidak hanya menggunakan satu unsur interpretasi citra, tetapi sebaiknya menggunakan unsur-unsur yang lainnya sekaligus.  Semakin banyak jumlah unsur yang digunakan, semakin menciut lingkupnya ke arah titik simpul tertentu.
Citra Foto
adalah gambaran suatu gejala di permukaan bumi sebagai hasil pemotretan/perekaman menggunakan kamera.
Cita foto dibedakan atas dasar spektrum elektromagnetik yang digunakan, posisi sumbu kamera, sudut lipatan kamera, jenis kamera, warna yang digunakan, dan sistem wahananya.
1. Citra foto berdasarkan warna yang digunakan
a. Citra Foto Warna Asli
3. Citra foto berdasarkan sudut lipatan kamera

Jenis kamera
Sudut Liputan
Jenis Foto
Sudut kecil
(narrow angle)
< 600
Sudut kecil
Sudut normal
(normal angle)
600 – 750
Sudut normal/sudut standar
Sudut lebar
(wide angle)
750 – 1000
Sudut lebar
Sudut sangat lebar
(super-wide angle)
> 1000
Sudut sangat lebar

4. Citra foto berdasarkan jenis kamera yang digunakan
a. Citra foto tunggal, citra foto yang dibuat dengan kamera tunggal
b. Citra foto jamak, citra foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan obyek liputan yang sama. Foto jamak dapat dibuat dengan 3 cara :

  • Multikamera, menggunakan beberapa kamera yang diarahkan secara bersamaan ke satu obyek.
  • Multilensa, menggunakan satu kamera yang memiliki banyak lensa
  • Kamera tunggal berlensa tunggal dengan pengurai warna

5. Citra foto berdasarkan sistem wahananya
a. Citra Foto Udara, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan wahan yang bergerak di udara misalnya pesawat terbang, helikopter dll
b. Citra Foto Satelit, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan wahana satelit yang bergerak di luar angkasa.
6. Citra foto berdasarkan Spektrum Elektromagnetik yang digunakan
a. Citra Foto Ultraviolet, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum Ultraviolet
b. Citra Foto Otokromatik, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum tampak dari warna biru hingga sebagian warna hijau.
c. Citra Foto Pankromatik, yaitu cira foto yang dibuat dengan menggunakan seluruh spektrum tampak
d. Citra Foto Inframerah Asli, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum infamerah.
e. Citra Foto Inframerah Modifikasi, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah dan sebagian spektrum tampak dari warna merah dan sebagian hijau.


Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya PENGINDERAAN JAUH (REMOTE SENSING)

Saturday 3 June 2017 | Post

Download FITUR : 1. Pembelian & penjualan tunai & tempo 2. Edit & pembatalan transaksi pembelian…

Sunday 20 August 2017 | Post

Minggu ini sebenarnya kurang cocok untuk bernostalgia. Jiwa raga saya banyak tersita untuk urusan masa depan.…

Sunday 26 March 2017 | Post

Nia Niscaya, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika, Kementerian Pariwisata, dengan penghargaan…

Tuesday 17 March 2015 | Post

Setelah Perang Dunia II muncul Rusia dan Amerika sebagai negara Super Power. Kedua negara tersebut terus…