Info Jakarta

pusat informasi di kota jakarta

Menu

PENGERTIAN SIG

Mar
20
2012
by : PakdheBudi Kayamara. Posted in : Post

PENGERTIAN DAN PENGELOLAAN
SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)
Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini, Anda diharapkan dapat:
1. menjelaskan pengertian SIG;
2. menyebutkan tiga komponen dalam SIG;
3. menjelaskan cara pengelolaan informasi geografi; dan
4. membedakan data spasial dengan data atribut.
Anda telah mempelajari modul 4 mengenai penginderaan jauh. Materi ini adalah

lanjutan dari modul 4 tersebut. Walaupun agak sulit, dengan kesungguhan dan
kemauan yang besar, Anda akan mampu memahami isi kegiatan belajar ini.
Pengertian SIG
Pernahkah Anda sebelumnya mendengar atau membaca istilah SIG? Sebagai awal
pemahaman beberapa orang pakar telah mencoba memberikan definisi mengenai SIG ini.
Tetapi bila disimak, definisi tersebut satu sama lain saling melengkapi dan memiliki pengertian

—————————– iklan —————————–
—————————————————————-

yang hampir sama.
Berikut ini, beberapa definisi SIG menurut para ahli:
1. Menurut Aronaff, 1989.
SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan,
mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian.
2. Menurut Barrough, 1986.
SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan
kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari
kenyataan dunia.
3. Menurut Marble et al, 1983.
SIG merupakan sistem penanganan data keruangan.
4. Menurut Berry, 1988.
SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.
5. Menurut Calkin dan Tomlison, 1984.
SIG merupakan sistem komputerisasi data yang penting.
6. Menurut Linden, 1987.
SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis
dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi.
7. Menurut Petrus Paryono.

SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, manipulasi
dan menganalisis informasi geografi.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa:
SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer
(mesin).

Berdasarkan uraian materi yang telah Anda baca, definisi SIG menurut
Aronaf (1989), yaitu……………………………………………………………………..

Setelah Anda memahami pengertian SIG, silahkan Anda lanjutkan dengan mempelajari
materi selanjutnya.
Pengelolaan Sistem Informasi Geografi (SIG)
Setelah Anda memahami pengertian SIG, sekarang Anda akan mempelajari pengelolaan
SIG. Dalam pengelolaan SIG ini, yang akan dibahas meliputi, sumber informasi geografi,
komponen-komponen SIG dan cara mengelola informasi geografi. Sekarang kita mulai dengan
mempelajari sumber informasi geografi.

Sumber Informasi Geografi
Sumber informasi geografi selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu (bersifat
dinamis), sejalan dengan perubahan gejala alam dan gejala sosial. Dalam geografi, informasi
yang diperlukan harus memiliki ciri-ciri yang dimiliki ilmu lain, yaitu:
1. Merupakan pengetahuan (knowledge) hasil pengalaman.
2. Tersusun secara sistematis, artinya merupakan satu kesatuan yang tersusun secara
    berurut dan teratur.
3. Logis, artinya masuk akal dan menunjukkan sebab akibat.
4. Objektif, artinya berlaku umum dan mempunyai sasaran yang jelas dan teruji.
Selain memiliki ciri-ciri tersebut di atas, geografi juga harus menunjukkan ciri spasial
(keruangan) dan regional (kewilayahan). Aspek spasial dan regional merupakan ciri khas
geografi, yang membedakannya dengan ilmu-ilmu lain.
Karena geografi merupakan kajian ilmiah mengenai gejala alam dan sosial dari sudut pandang
spasial dan regional, maka informasi geografi bersumber dari:
1. Gejala-gejala litosfer
Gejala-gejala ini meliputi relief dan topografi, jenis tanah dan batuan, serta sistem
pelapisan batuan.

Berdasarkan keterangan peta:
a. putih, tanah vulkanik yaitu tanah ini banyak dipengaruhi oleh vulkanik (letusan gunung
api).
b. agak hitam, tanah non vulkanik yaitu tanah yang terbentuk pada zaman tertier (akibat
pelapukan).
c. hitam, tanah rawa (aluvial) yaitu tanah yang terbentuk dari hasil sedimentasi
(pengendapan), umumnya berada di kawasan pantai landai.
2. Gejala-gejala hidrosfer
Gejala-gejala ini meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kawasan perairan,
baik perairan darat maupun perairan laut, yang menyangkut bentuknya, sifatnya serta
fenomena lain tentang perairan.

Judul peta: Daerah dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul. Peta tersebut
menggambarkan tentang daerah dangkalan di Indonesia yaitu dangkalan
Sunda di sebelah Barat dan dangkalan Sahul di sebelah Timur. Dangkalan
adalah laut yang kedalamannya kurang dari 200 meter, merupakan relief
dasar laut yang menurun perlahan-lahan (landai) mulai dari pantai ke
arah tengah lautan.
Berdasarkan keterangan peta:
a. agak hitam, daerah dangkalan Sunda yaitu meliputi laut-laut dangkal yang berada di
sekitar laut Sumatera, Jawa dan Kalimantan, serta pulau-pulau kecil di sekitar ketiga
pulau tersebut.
b. hitam, daerah dangkalan Sahul yaitu meliputi laut-laut dangkal yang berada di sekitar
pulau Irian dan pulau-pulau kecil di sekitar pulau Irian.
3. Gejala-gejala atmosfer
Gejala ini berkaitan dengan informasi tentang cuaca dan iklim, termasuk unsur-unsurnya
dan faktor yang mempengaruhinya.
Peta di atas meng-gambarkan persebaran curah hujan berdasarkan besarnya curah
hujan (dalam milimeter) dalam setahun untuk wilayah Indonesia dan negara-negara Asia
Tenggara. Untuk membedakan besar curah hujan, silahkan lihat keterangan peta.
4. Gejala-gejala biosfer
Gejala biosfer berkaitan dengan tumbuhan, hewan dan manusia, yang sangat dipengaruhi
oleh unsur litosfer, hidrosfer dan atmosfer. Contoh informasi geografi yang berasal dari
gejala biosfer adalah persebaran sumber daya alam hayati (hidup) Indonesia, (lihat gambar
5.4).
Gambar 5.4. Persebaran sumber daya alam hayati (hidup) Indonesia.
Keterangan gambar 5.4.
Berdasarkan judul, peta di atas menggambarkan tentang persebaran sumber daya alam
hayati (hidup) di Indonesia. Dari peta ini kita dapat mengetahui daerah mana saja di
Indonesia yang banyak menghasilkan ikan tuna, kelapa, pala dan lainnya.
5. Gejala-gejala sosial budaya
Gejala ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat antara lain kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Contoh gejala sosial budaya yang
merupakan sumber informasi geografi, yaitu persebaran obyek wisata kabupaten
Banyumas, Jawa Tengah.
= Ikan Tuna
= Rumput laut
= Kopi
= Kelapa
= Kelapa sawit
= Jagung
= Cengkeh
SUMATERA KALIMANTAN
JAWA
SULAWESI
IRIAN JAYA
NUSA TENGGARA
MALUKU

Peta di atas meng-gambarkan daerah-daerah obyek wisata yang terdapat di kabupaten
Banyumas, Jawa Tengah. Contoh lain dari gejala-gejala sosial budaya adalah industri,
perhubungan, pemukiman. Dengan kata lain gejala-gejala sosial budaya adalah
kenampakan-kenampakan di permukaan bumi sebagai hasil buatan manusia.
Untuk memperoleh informasi (data), dilakukan survey (penelitian) baik melalui jelajah
lapangan (pengamatan langsung objek), maupun melalui wawancara langsung maupun
tidak langsung (menggunakan angket). Tetapi jelajah lapangan mengalami banyak kendala
(hambatan), yaitu biaya yang mahal, tenaga yang banyak dan sulit menjangkau medan.
Semua kendala ini dapat diatasi dengan memanfaatkan teknik penginderaan jauh, yaitu
pemotretan dari udara.
Setelah Anda membaca dan mempelajari materi di atas, cobalah lengkapi tebel berikut ini
dengan memberi tanda cek (✔).
Lengkapilah tabel di bawah ini dengan memberi tanda cek (().
No. Informasi geografi Litosfer Hidrosfer Atmosfer Biosfer Sos-bud
1. Penyebaran lokasi
industri.
2. Pola aliran sungai.
3. Penyebaran hewan
di Indonesia.
4. Tekanan udara.
5. Penyebaran hasil
tambang.
Setelah Anda berhasil menjawab latihan 2 dengan baik, sekarang kita lanjutkan dengan
materi mengenai komponen-komponen dalam SIG.

Komponen-komponen dalam SIG
Anda telah mengetahui dari mana sumber informasi geografi diperoleh. Sekarang Anda
akan mempelajari apa saja komponen-komponen dalam SIG. SIG merupakan produk dari
beberapa komponen. Komponen-komponen yang terdapat dalam SIG yaitu perangkat keras,
perangkat lunak dan intelegensi manusia.
1. Perangkat keras (Hardware)
Perangkat keras: berupa komputer beserta instrumennya (perangkat pendukungnya)
Data yang terdapat dalam SIG diolah melalui perangkat keras. Perangkat keras dalam
SIG terbagi menjadi tiga kelompok yaitu:
a. Alat masukan (input) sebagai alat untuk memasukkan data ke dalam jaringan
komputer. Contoh: Scanner, digitizer, CD-ROM.
b. Alat pemrosesan, merupakan sistem dalam komputer yang berfungsi mengolah,
menganalisis dan menyimpan data yang masuk sesuai kebutuhan, contoh: CPU,
tape drive, disk drive.
c. Alat keluaran (ouput) yang berfungsi menayangkan informasi geografi sebagai data
dalam proses SIG, contoh: VDU, plotter, printer.
Bila Anda ingin gambaran yang lebih jelas, perhatikan skema berikut:
Gambar 5.6. Skema perangkat keras (hardware).
Keterangan gambar 5.6.
Data dasar geografi melalui unit masukan (digitizer, scanner, CD-ROM) dimasukkan
ke komputer. Data yang telah masuk akan diolah melalui CPU (pusat pemrosesan
data), dan CPU ini dihubungkan dengan:
a. Unit penyimpanan (disk drive, tape drive) untuk disimpan dalam disket.
b. Unit keluaran (printer, plotter) untuk dicetak menjadi data dalam bentuk peta.
c. VDU (layar monitor) untuk ditayangkan agar dapat dikontrol oleh para pemakai
dan programmer (pembuat program).
Scanner : alat untuk membaca tulisan pada sebuah kertas atau gambar.
CD-ROM : alat untuk menyimpan program.
Digitizer : alat pengubah data asli (gambar) menjadi data digital (angka).
Plotter : alat yang mencetak peta dalam ukuran relatif besar.
Printer : alat yang mencetak data maupun peta dalam ukuran relatif kecil.
CPU : (Central Processing Unit) pusat pemrosesan data digital.
VDU : (Visual Display Unit) layar monitor untuk menayangkan hasil
pemrosesan.
Disk drive : bagian CPU untuk menghidupkan program.
Tape drive : bagian CPU untuk menyimpan program.
Unit Keluaran
(Output)
UNIT PENYIMPANAN
Printer
Ploter
Disk Drive
Tape Drive
VDU
CPU
Digitizer
Scanner
CD-ROM
UNIT MASUKAN (Input)
12
2. Perangkat lunak (software)
Perangkat lunak, merupakan sistem modul yang berfungsi untuk memasukkan,
menyimpan dan mengeluarkan data yang diperlukan.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan skema di bawah ini!
Gambar 5.7. Skema perangat lunak (software).
Keterangan gambar 5.7.
Data hasil penginderaan jauh dan tambahan (data lapangan, peta) dijadikan satu menjadi
data dasar geografi. Data dasar tersebut dimasukkan ke komputer melalui unit masukan
untuk disimpan dalam disket. Bila diperlukan data yang telah disimpan tersebut dapat
ditayangkan melalui layar monitor atau dicetak untuk bahan laporan (dalam bentuk peta/
gambar). Data ini juga dapat diubah untuk menjaga agar data tetap aktual (sesuai dengan
keadaan sebenarnya).
3. Intelegensi manusia (brainware)
Brainware merupakan kemampuan manusia dalam pengelolaan dan pemanfaatan SIG
secara efektif.
Bagaimanapun juga manusia merupakan subjek (pelaku) yang mengendalikan seluruh
sistem, sehingga sangat dituntut kemampuan dan penguasaannya terhadap ilmu dan
teknologi mutakhir. Selain itu diperlukan pula kemampuan untuk memadukan pengelolaan
dengan pemanfaatan SIG, agar SIG dapat digunakan secara efektif dan efisien. Adanya
koordinasi dalam pengelolaan SIG sangat diperlukan agar informasi yang diperoleh tidak
simpang siur, tetapi tepat dan akurat. Berikut ini disajikan skema dari komponen-komponen
dalam SIG.
Data Base (dasar)
Geografi
Transformasi
(pengubahan)
Penayangan dan
Pelaporan
Input (masukan)
tambahan
Input Data
(masukan data)
Komponen-komponen
dalam S16
Perangkat keras (hardware)
Perangkat lunak (sofware)
Intelgensia manusia (brainware)
Alat masukan (input)
Alat pemrosesan
Alat keluaran (output)
13
Setelah membaca uraian mengenai komponen-komponen dalam SIG, cobalah Anda kerjakan
latihan berikut ini.
Beri tanda cek (✔) untuk konfigurasi perangkat keras SIG, yang sesuai
dengan fungsinya.
No. Perangkat keras Alat masukan Alat pemrosesan Alat keluaran
1. Scanner
2. CPU
3. Printer
3. Plotter
4. Digitizer
5. Disk drive
6. VDU
6. CD-ROM
7. Tape drive
Bila Anda telah memahami apa yang dimaksud dengan komponen-komponen dalam SIG
dan berhasil menjawab latihannya dengan tepat, silahkan Anda mempelajari uraian materi
selanjutnya.
Cara Mengelola Informasi Geografi
Anda telah memahami komponen-komponen dalam SIG. Sekarang marilah kita bahas
mengenai bagaimana cara mengelola informasi geografi. Secara umum proses SIG terdiri
atas tiga bagian (subsistem), yaitu subsistem masukan data (input data), manipulasi dan
analisis data, menyajikan data (output data). Baiklah kita akan membahasnya satu persatu
dari ketiga subsistem tersebut.
1. Subsistem masukan data (input data)
Subsistem ini berperan untuk memasukkan data dan mengubah data asli ke bentuk
yang dapat diterima dan dipakai dalam SIG. Semua data dasar geografi diubah dulu
menjadi data digital, sebelum dimasukkan ke komputer. Data digital memiliki kelebihan
dibandingkan dengan peta (garis, area) karena jumlah data yang disimpan lebih banyak
dan pengambilan kembali lebih cepat. Ada dua macam data dasar geografi, yaitu data
spasial dan data atribut.
a. Data spasial (keruangan), yaitu data yang menunjukkan ruang, lokasi atau tempattempat
di permukaan bumi. Data spasial berasal dari peta analog, foto udara dan
penginderaan jauh dalam bentuk cetak kertas.
b. Data atribut (deskriptis), yaitu data yang terdapat pada ruang atau tempat. Atribut
menjelaskan suatu informasi. Data atribut diperoleh dari statistik, sensus, catatan
lapangan dan tabular (data yang disimpan dalam bentuk tabel) lainnya. Data atribut
dapat dilihat dari segi kualitas, misalnya kekuatan pohon. Dan dapat dilihat dari segi
kuantitas, misalnya jumlah pohon.

Data spasial dan data atribut tersimpan dalam bentuk titik (dot), garis (vektor), poligon
(area) dan pixel (grid). Data dalam bentuk titik (dot), meliputi ketinggian tempat, curah
hujan, lokasi dan topografi. Data dalam bentuk garis (vektor), meliputi jaringan jalan,
pipa air minum, pola aliran sungai dan garis kontur. Data dalam bentuk poligon (area),
meliputi daerah administrasi, geologi, geomorfologi, jenis tanah dan penggunaan tanah.
Data dalam bentuk pixel (grid), meliputi citra satelit dan foto udara.
Data dalam bentuk titik, garis dan poligon silahkan lihat gambar 5.8. Sedangkan data
dalam bentuk pixel, silahkan lihat gambar 5.9.
Keterangan gambar 5.8.
R = rumah: titik (8,3)
S = sungai: garis (2,1 – 5,4)
(5,4 – 5,7)
(5,7 – 8,10)
P = pohon
poligon (6,4 – 6,7 – 9,7 – 9,5 – 9,7) atau
(6,4 – 6,7)
(9,7 – 9,5)
(9,5 – 8,4)
(8,4 – 6,4)
Gambar 5.8. Data dalam bentuk titik, garis
dan poligon.
Keterangan gambar 5.9.
Semua objek disajikan dalam bentuk titik
atau sel yang disebut pixel.
R = rumah: titik (8,3)
S = sungai: titik (2,1) (5,6)
(3,2) (5,7)
(4,3) (6,8)
(5,4) (7,9)
(5,5) (8,10)
P + pohon: titik (6,4) (7,5) (8,6)
(6,5) (7,6) (8,7)
(6,6) (7,7) (9,5)
(6,7) (8,4) (9,6)
(7,7) (8,5) (9,7)
Gambar 5.9. Data dalam bentuk pixel.
Data dasar yang dimasukkan dalam SIG diperoleh dari tiga sumber, yaitu data lapangan
(teristris), data peta dan data penginderaan jauh. Berikut ini akan dibahas satu per satu
mengenai data dasar tersebut.
1) Data lapangan (teristris)
Data teristris adalah data yang diperoleh secara langsung melalui hasil pengamatan
di lapangan, karena data ini tidak terekam dengan alat penginderaan jauh. Misalnya,
batas administrasi, kepadatan penduduk, curah hujan, jenis tanah dan kemiringan
lereng.

2) Data peta
Data peta adalah data yang digunakan sebagai masukan dalam SIG yang diperoleh
dari peta, kemudian diubah ke dalam bentuk digital. Untuk lebih jelasnya, perhatikan
gambar 5.10.
Gambar 5.10. Contoh data peta yang diubah menjadi data digital (angka).
3) Data penginderaan jauh
Data ini merupakan data dalam bentuk citra dan foto udara. Citra adalah gambar
permukaan bumi yang diambil melalui satelit. Sedangkan foto udara adalah gambar
permukaan bumi yang diambil melalui pesawat udara. Informasi yang terekam pada
citra penginderaan jauh yang berupa foto udara atau radar, diinterpretasi (ditafsirkan)
dahulu sebelum diubah ke dalam bentuk digital. Sedangkan citra yang diperoleh dari
satelit yang sudah dalam bentuk digital, langsung digunakan setelah diadakan koreksi
seperlunya. Gambar 5.11. adalah contoh data hasil penginderaan jauh.
Gambar 5.11. ini adalah citra penginderaan
jauh dari satelit Systeme Probatoire de I’
Observation de la Terra (SPOT), salah satu
satelit penginderaan jauh milik Perancis.
Citra ini memperlihatkan permukaan bumi
daerah Jepara, Jawa Tengah yang diambil
(difoto) melalui satelit SPOT.
Gambar 5.11. Citra spot daerah Jepara,
Jawa Tengah.
Data penginderaan jauh dan data teristris dimasukkan ke dalam SIG, kemudian
disajikan ke dalam bentuk peta, grafik, tabel, gambar, bagan, atau hasil perhitungan.

Peta Kontur Peta Format Vektor Peta Format Digital
Ke komputer Vektor ke digital

2. Subsistem manipulasi dan analisis data
Subsistem ini berfungsi menyimpan, menimbun, menarik kembali data dasar dan
menganalisa data yang telah tersimpan dalam komputer. Ada beberapa macam analisa
data, antara lain:
a. Analisis lebar, menghasilkan daerah tepian sungai dengan lebar tertentu (lihat gambar
5.12).
Gambar 5.12. Analisis lebar.
Analisis lebar adalah analisis yang dapat menghasilkan gambaran daerah tepian
sungai dengan lebar tertentu. Kegunaannya antara lain untuk perencanaan
pembangunan bendungan sebagai penang-gulangan banjir.
b. Analisis penjumlahan aritmatika (arithmetic addition) menghasilkan penjumlahan.
Analisis ini digunakan untuk menangani peta dengan klasifikasi, hasilnya menunjukkan
peta dengan klasifikasi baru. Untuk lebih jelas lihat gambar 5.13.
Gambar 5.13. Analisis Penjumlahan.
Perhatikan gambar 5.13. Dalam analisis penjumlahan peta 1 dan peta 2 dijumlahkan
menghasilkan peta 3.

Contoh analisis penjumlahan aritmatika.
Peta 1 adalah peta lereng dengan tiga klasifikasi.
Kelas Klasifikasi
1 datar
2 landai
3 agak curam
Peta 2 adalah peta vegetasi (tanaman) dengan tiga klasifikasi.
Kelas Klasifikasi
1 Padi
2 Palawija
3 Jagung
Setelah dilakukan analisis penjumlahan aritmatika, didapat peta dengan klasifikasi
baru yaitu:
Peta 3 adalah peta lereng dan vegetasi (tanaman) dengan 7 klasifikasi.
Kelas Klasifikasi
1 Datar dengan tanaman padi.
2 Datar dengan tanaman palawija.
3 Landai dengan tanaman padi.
4 Landai dengan tanaman palawija.
5 Landai dengan tanaman jagung.
6 Agak curam dengan tamanam padi.
7 Agak curam dengan tenaman jagung.
c. Analisis garis dan bidang, dapat digunakan untuk menentukan wilayah dalam radius
tertentu. Misalnya, daerah rawan banjir, daerah rawan gempa dan daerah rawan
penyakit. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini!
Gambar 5.14. Analisis garis dan bidang.
dan
1 2 3
18
Perhatikan gambar 5.14. Peta 1 adalah daerah aliran sungai (DAS) dan peta 2 adalah
daerah yang selalu dilanda banjir.
Dari kedua data itu (garis dan bidang dilakukan analisis, menghasilkan peta 3.
Peta 3 adalah daerah rawan banjir dengan radius tertentu (digambarkan dengan
lingkaran).
3. Subsistem penyajian data (output data)
Subsistem output data berfungsi menayangkan informasi geografi sebagai hasil analisis
data dalam proses SIG. Informasi tersebut ditayangkan dalam bentuk peta, tabel, bagan,
gambar, grafik dan hasil perhitungan. Gambar 5.15 dan 5.16 adalah contoh hasil output
data yang ditayangkan sebagai informasi geografi hasil analisis data dalam proses SIG.

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comment

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya PENGERTIAN SIG

Tuesday 12 September 2017 | Post

Bagaimana prinfsip 90/10 itu ? – 10% dari hidup kita terjadi karena apa yang langsung kita…

Saturday 5 August 2017 | Post

Penampilan guru sekarang juga harus keren dan gaul. Nah, itulah yang di usung oleh Genius Semarang…

Wednesday 21 June 2017 | Post

Mencari tempat hiburan malam saat ini menjadi sebuah kebutuhan bagi kaum urban yang membutuhkan hiburan setelah…

Thursday 27 July 2017 | Post

Kabar gembira datang dari Inggris. Paduan Suara Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PSM ITS) Surabaya menorehkan…